Ketulusan Cinta Rini 2

Ketulusan Cinta Rini 2
Dapat beasiswa.


__ADS_3

"Terimakasih bu."Ucap Chelsea ke Siska saat dirinya sampai didepan sekolah.


Siska mengantar sampai depan gerbang sekolah.


"Hati-hati ya sayang, belajar yang bener, nanti pulangnya nunggu ibu jemput ya nak,ibu mau ke RSS dulu, sudah lama ibu absen."Balas Siska.


"Oke."Jawab Chelsea singkat.


Diciumnya punggung tangan Siska lalu ia keluar dari dalam mobil.


"Dah sayang."Ucap Siska menjalankan mobilnya kembali setelah Chelsea keluar.


"Dah ibu,ibu juga hati-hati."Ucap Chelsea melambaikan tangannya sambil tersenyum.


Ia-pun membalikkan badan setelah sang ibu sudah pergi bersama mobilnya.


"Dek...."Panggil seseorang dari belakang saat dirinya baru melangkah hendak masuk dari depan pintu gerbang.


"Mas Fareal? Ngapain Mas Fareal kesini? Memangnya Mas Fareal gak kekampus? Tanya Chelsea merasa terkejut dengan kehadiran kakaknya.


"Mas kangen dek, bisakah kita bicara sebentar?"Tanya Fareal turun dari motor dan berjalan menghampiri Chelsea.


"Haduh...aku mesti masuk kedalam, sebentar lagi sudah mulai pelajaran, sorry mas aku harus masuk kelas, bye-bye Mas Fareal...!"Seru Chelsea berlari masuk ke halaman sekolah berusaha menghindar dari kakaknya.


"Dek...dek...."Panggil Fareal tapi tidak dihiraukan oleh Chelsea yang malah terus berlari hingga tidak terlihat lagi dihalaman sekolah yang cukup luas itu.


"Aaa...."Teriak Fareal memukul pintu gerbang kesal dengan sikap adiknya.


"Maaf mas."Gumam Chelsea lirih sambil mengintip kakaknya dari balik tembok, terlihat Fareal yang masih berdiri di depan gerbang sekolah.


"Woy...."


Chelsea langsung lompat sangking kagetnya saat mendengar suara seseorang disertai tepukan cukup besar di-punggungnya.

__ADS_1


"Haduh Tun... ngagetin aja deh!"Seru Chelsea sambil memegang dadanya sendiri.


"Hehehe... abis lo udah kayak pencuri saja, ngapain lo? Sungguh mencurigakan."Tanya Misyatun.


"Ah... tukang kepo, nanti aku ceritakan ayok kita masuk kelas."Jawab Chelsea menarik tangan Misyatun.


****


🌻🌻🌻🌻


"Yah... Fareal dari kemarin ingin menyerahkan ini tapi Fareal ragu takut kalian tidak mengizinkan."Ucap Fareal memberikan kertas ke ayahnya saat mereka sedang berkumpul dimalam hari selesai makan malam bersama.


"Apa ini nak?"Tanya Rendi penasaran.


Rini yang sedang duduk disebelah Rendi langsung merapatkan duduknya lebih dekat dengan sang suami karena merasa penasaran.


"Fareal dapat beasiswa untuk kuliah di Amerika selama tiga tahun, nanti Fareal disana bisa langsung kerja setelah lulus."Jelas Fareal.


"Fareal pingin banget yah,itu impian Fareal selama ini,selama satu bulan Fareal diam dirumah, belajar sungguh-sungguh untuk mengikuti ujian demi mendapatkan beasiswa itu yah,dan ternyata usaha Fareal gak sia-sia, Fareal lulus ujian dengan nilai tertinggi dan berhak mendapatkan beasiswa untuk kuliah di Amerika."Jawab Fareal terlihat begitu senang.


"Bagaimana bunda?"Tanya Fareal menatap wajah bundanya yang berubah murung.


"Berarti kamu juga bakal ninggalin bunda, terus nanti bunda sama siapa? Chelsea sudah tidak tinggal disini lagi, terus kamu mau kuliah di luar negeri."Jawab Rini dengan kedua mata sudah mulai mengeluarkan cairan bening.


"Bunda gak sanggup jika kamu pergi tinggalkan bunda, hiks...."Ucap Rini sambil terisak.


"Bunda...kan ada ayah, biarkan saja anak kita mengejar cita-citanya, jangan halangi dia untuk melakukan apa yang ia mau, biarkan dia mengenal hitam putihnya kehidupan di luar sana agar hidupnya penuh warna, biarkan dia mencari pengalaman dalam hidupnya selama ia masih muda, tidak hanya diam ditempat."Rendi berusaha menasehati istrinya.


"Hiks...iya yah bunda ngerti tapi bunda...hiks...."Ucap Rini terputus,ia malah terus menangis.


Fareal berpindah tempat duduk menghampiri bundanya yang sedang menangis.


"Bunda...tolong beri izin Fareal bun, Fareal janji bakal sering menghubungi bunda."Ucap Fareal memegang tangan bundanya dengan lembut.

__ADS_1


Lalu didekapnya tubuh sang bunda kedalam pelukannya.


"Kapan kira-kira kamu berangkat ke sana Fa?"Tanya Rendi.


"Tiga hari lagi yah,tapi yah... Fareal butuh uang cukup banyak untuk ongkos dan untuk keperluan Fareal nanti disana, tabungan Fareal sepertinya gak cukup yah, paling cuma buat bayar kos-kosannya aja."Jelas Fareal melepas pelukannya, ditatapnya wajah sang bunda yang terlihat begitu sedih, diusapnya dengan lembut air mata perempuan yang sudah melahirkan dan membesarkannya penuh kasih sayang dengan jarinya.


"Kamu gak usah mikirin uang, itu urusan ayah yang penting kamu belajar yang bener jangan kecewakan kami."Ucap Rendi menepuk pundak anak laki-lakinya.


"Terimakasih yah, Fareal janji gak akan mengecewakan kalian berdua, Fareal rajin belajar disana, pokoknya Fareal bakal buat kalian bangga sama Fareal."


Fareal tampak bersemangat menoleh kearah sang ayah berbicara dengan sungguh-sungguh penuh percaya diri,lalu pandangannya beralih ke sang bunda lagi yang terlihat begitu sedih.


"Bagus, itu baru anak ayah."Ucap Fareal bangga dengan sikap anak laki-lakinya.


"Kamu hati-hati disana nanti ya nak, jangan suka minum-minum, bunda takut kamu nanti jadi kebawa dan ikut-ikutan pergaulan bebas seperti yang sering bunda dengar,kata teman-teman bunda,di negara itu terkenal dengan pergaulan bebas, suka minum-minum,suka ganti-ganti pasangan, pokoknya pesan bunda kamu nanti disana jangan lupa sholat nak, kamu harus selalu berdoa agar terhindar dari perbuatan maksiat itu,bunda gak mau kamu nanti terjerumus dalam pergaulan bebas yang bakal membawa kamu dengan perbuatan dosa."Rini terus menasehati anak semata wayangnya.


"Iya bun, Fareal bakal terus ingat pesan bunda.


Jadi bunda setuju dan kasih izin buat Fareal ambil beasiswa itu bun?"Tanya Fareal berharap.


"Iya,bunda mengizinkan, yang penting kamu harus bisa jaga diri di negara itu."Jawab Rini.


"Terimakasih bunda,"Fareal langsung mengecup pipi bundanya berkali-kali sangking senengnya.


Rini hanya bisa tersenyum bahagia melihat anaknya bahagia walau sabenarnya dalam hatinya merasa khawatir juga sedih bakal berpisah dengan anak laki-laki satu-satunya dalam waktu yang cukup lama setelah sebelumnya ia sudah harus kehilangan Chelsea yang tiba-tiba memutuskan untuk tinggal bersama orang tua kandungnya sendiri.


"Ya sudah bun, Fareal ingin menelpon Agus dulu untuk memberi kabar, soalnya nanti Fareal berangkatnya bareng Agus bun,dia juga dapat beasiswa juga sama seperti Fareal."


"Oalah bocah itu juga dapat beasiswa juga Fa? Baguslah kalau kamu dari Jakarta ada temannya,jadi kalian bisa saling membantu disana."Rini pun jadi lega saat mendengar teman Fareal yang bernama Agus juga bakal kuliah bareng anaknya di Amerika, Agus teman Fareal yang paling suka bercanda dengan Rini,ia adalah anak yatim-piatu karena kedua orang tuanya telah meninggal saat usianya baru berusia lima belas tahun karena kecelakaan, Agus bisa kuliah bersama Fareal juga karena beasiswa, Rini sudah menganggap dirinya seperti anaknya sendiri karena sikap Agus yang pintar mengambil hati Rini membuat Rini menyayangi pemuda yang penampilannya suka acak-acakan tapi memiliki hati yang lembut itu seperti ia menyayangi anaknya sendiri.


"Berarti tidak jadi dong liburan ke Pekalongan-nya?"Tanya Rendi.


"Gak jadi lah yah, Fareal juga terpaksa harus keluar dari grup basket padahal mau bertanding beberapa hari lagi, untung ada teman Fareal yang menggantikan jadi masih tetap bertanding."Jelas Fareal.

__ADS_1


__ADS_2