Ketulusan Cinta Rini 2

Ketulusan Cinta Rini 2
Pulang ke Pekalongan.


__ADS_3

Dua tahun kemudian.


"Fareal sayang,sini nak!"Rini dan suaminya mengajak anaknya yang sudah berusia 2 tahun pulang ke Pekalongan.


"Awas jatuh nak, jangan lari sayang."Seru Bu Citra saat melihat cucunya berlarian didalam rumahnya yang sangat luas.


"Ma...ma...O...ma...."Ucap Fariel yang baru belajar bicara sambil berlari menghampiri Bu Citra.


Dubrak....


Farel terjatuh.


"Hua...huaaa...."Tangis Fareal langsung pecah menggema di seluruh ruangan.


"Nah.. apa Oma bilang,kamu jatuh jan?"Bu Citra berlari menghampiri cucunya dan langsung mengangkat tubuh Fareal, Bu Citra menggendong cucunya.


"Hua...."Fariel masih menangis dengan suara keras membuat semua orang yang ada didalam rumah Pak Burhan dan Bu Citra langsung berlari untuk melihat keadaan Fariel.


"Cayang...cucu Oma,udah gak apa-apa sayang,cup...cup...anak cowok gak boleh cengeng ya.Opa mana opa ya?Nah..itu dia Opa!"Bu Citra sambil menggendong cucunya berusaha untuk menenangkan cucunya yang sedang menangis.


"Tole...ada apa Le...,sini ikut Opa!"Kata Pak Burhan mengulurkan kedua tangannya hendak menggendong Fareal tapi sepertinya Fareal tidak mau ikut dengan Opanya.


"Hua...aaa...."Tangis Fareal semakin kencang membuat kedua orang tua itu kebingungan.


"Ada apa Nak?"Tanya Rendi berjalan menuruni tangga dari lantai dua menghampiri anaknya yang sedang digendong oleh Omanya.


"Hua...." Fariel menjulurkan kedua tangannya kedepan dan bergerak-gerak minta digendong sang Ayah.


"Fariel mau ikut Ayah ya?"Bu Citra memberikan cucunya kepada anak semata wayangnya.


"Uh...anak Ayah kenapa nangis?Cup...cup...."Ucap Rendi mengambil anaknya dari gendongan Mamanya.


"Anak kamu tadi jatuh Ren, bundanya sedang ke kamar mandi."Jelas Bu Citra.


"Oalah... jagoan ayah jatuh toh,mana yang tatit?"Tanya Rendi ke anaknya.


Dengan polosnya Fareal menunjukkan tangan dan kakinya yang sakit.


"Oh disini yang tatit?Sini ayah tiupan biar cepat sembuh."Ucap Rendi menurunkan Fareal dan diletakkan di atas sofa.


"Buh.. sembuhkan sakit Fariel buh...buh."Ucap Rendi sambil meniup-niupkan tangan dan kaki anaknya bergantian seperti seorang dukun yang sedang mengobati pasiennya.

__ADS_1


"He...he...."Fareal langsung tertawa dengan begitu renyahnya melihat sikap ayahnya.


"Uh... lucunya kamu Nak."Bu Citra mengacak rambut Fareal gemas.


"Ada apa Anak Bunda tadi nangis?"Tanya Rini yang baru keluar dari kamar mandi ruang tamu yang ada dilantai satu.


"Da...nda...."Fariel langsung meminta digendong bundanya begitu bundanya datang.


Fareal yang masih baru berusia dua tahun masih takut ikut dengan siapapun selain ayah, bundanya dan Inul yang ikut membantu menjaganya dari masih bayi.


"Nda...."Panggil Fariel sambil menggerak-gerakkan tangannya kearah Rini.


"Iya cayang,ini bunda datang."Rini berjalan menghampiri anaknya.


"Kalian besok jadi mau pulang ke Jakarta? Tinggallah beberapa hari lagi disini Ren, Mama masih kangen sama cucu Mama ini, masa kalian sudah mau membawanya lagi ke Jakarta?"Rengek Bu Citra yang belum mau berpisah dengan cucunya.


"Bagaimana lagi Ma, Mario sudah menelpon terus dari kemarin suruh cepetan balik ke Jakarta,para pekerja pada demo minta dinaikkan gajinya."Jelas Rendi.


"Ya sudah, kalian nanti jadi ke Kajen untuk pamit ke bapak sama ibu kalian kan? Nanti bawakan mereka kue yang kemarin Mama bikin ya sayang,salam buat mereka dari Mama-papa."Lanjut Bu Citra.


"Iya Ma."Jawab Rini singkat.


***


"Kamu jangan sedih Ca,kan kita bisa video call nanti."Inul berusaha menghibur Caca.


"Hiks...."Caca malah menangis.


"Mbak Erna...."Terdengar Bu Citra memanggil nama asli Inul dari ruang tengah.


"Iya Nya!"Jawab Inul.


"Aku tinggal dulu ya Ca,kamu jangan nangis nanti jadi kayak mak Erot,he..he.."Goda Inul ke Caca membuat Caca langsung melotot kearah Inul.


Inul bergegas pergi menemui majikannya yang ada di ruang tamu meninggalkan Caca yang sedang sedih.


"Iya Nya,ada apa Nyonya?"Tanya Inul.


"Sini bantuan aku masukkan kue-kue ini kedalam toples-toples yang ada didalam lemari, ambilkan toples-toples kecil itu gih! Biar nanti siang di bawa sama Rini dan Rendi untuk kedua orang tua mereka di Kajen."Perintah Bu Citra.


"Baik Nya."Inul mengambil toples-toples kecil yang ada didalam lemari kaca dan memasukkan kue-kue kering yang kemarin dibuat oleh Bu Citra dibantu Rini juga dirinya untuk dibawa ke besannya Bu Citra di Kajen.

__ADS_1


"Brownis kukusnya dimasukkan kedalam tiperware aja ya Er."Perintah Bu Citra lagi.


"Baik Nya."Erna mengikuti perintah majikannya itu.


"Kue yang itu kamu pisahkan Er, itu nanti untuk kalian dibawa ke Jakarta, Fareal suka banget sama kue itu."Kata bu Citra menunjuk ke kue nastar keju parut kesukaan cucunya.


"Kamu mau apa nanti buat cemilan di jalan,ambil saja ya Er kami pisahkan sendiri yang kamu mau."Perintah Bu Citra lagi.


"Waduh, makasih banget lho Nya, aku mau brownis keringnya aja boleh ya Nya."Jawab Inul nampak senang.


"Boleh... ambillah!"Kata Bu Citra.


"Wow... makasih Nya."Ucap Inul kegirangan.


Setelah cukup lama mereka memasukkan kue-kue itu kedalam tempatnya akhirnya selesai juga bersamaan dengan Rini dan Rendi juga Fareal yang berada di gendongan Rendi yang sudah siap untuk pergi ketempat kedua orang tua mereka yang ada di Kajen untuk berpamitan hendak pulang ke Jakarta besok sore.


"Ma... kita pamit ke Kajen sekarang ya Ma."Pamit Rendi berjalan mendekati Bu Citra yang berada dimeja makan bersama Inul.


"Iya, kalian hati-hati dijalan, pelan-pelan saja bawa mobilnya ya Ren."Kata Bu Citra sambil memasukkan toples-toples kecil yang berisi kue kedalam plastik berukuran besar.


"Ini bawa, kasih ke orangtuamu Rin."Bu Citra memberikan kantong plastik itu kepada menantunya.


"Banyak banget Ma!"Seru Rini kaget.


"Gak apa, Mama kan gak pernah ngasih mereka apa-apa,itu kan kue-kue kering jadi bisa tahan lama kecuali brownies kukusnya yang harus cepat dihabiskan.


"Terimakasih ya Ma."Ucap Rini merasa bahagia karena sang ibu mertua ternyata begitu baik dan memperhatikan kedua orang tua kandungnya.


"Oma mau cium cucu Oma dulu sini."Bu Citra mendekati Cucunya yang ada di gendongan Rendi.


"Hati-hati ya cayang, salam buat mbah Kakung sama Mbah Uti ya cayang."Ucap Bu Citra menciumi pipi Cucunya gemas.


"Ayok salim."Perintah Bu Citra mengulurkan tangan kanannya kearah Fareal,Fareal pun mengulurkan kedua tangannya digenggamnya tangan Omanya lalu ia mencium punggung tangan Omanya dengan lembut.


"Pintarnya cucu Oma."Kata Bu Citra mengacak rambut cucunya yang sudah rapih habis disisir oleh Rini karena merasa gemas dengan cucunya lalu dengan jarinya pula Bu Citra kembali merapikan rambut cucunya yang berantakan karena sikapnya tadi.


******


🌻🌻🌻🌻🌻


🌹🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2