
"Terimakasih Mas."Ucap Chelsea setelah sampai di sekolahnya.
"Wow... ternyata teman-teman lo cantik-cantik ya Dek."Ucap Fareal yang gak bisa lihat cewek cantik langsung keluar deh bola matanya,he...he....
"Ih mas Fareal, sudah sana cepetan pergi nanti terlambat."Perintah Chelsea.
"Oke,Mas pergi dulu Dek, nanti kalau ada teman lo yang nanyain mas,lo kasih tau aja nomor maslo yang ganteng ini ya Dek."Ucap Fareal dengan penuh percaya diri.
"Alamaaaak...punya kakak satu kok ganjen banget siiiih...!"Seru Chelsea langsung pergi berlalu meninggalkan Fareal yang masih sibuk menyapa teman-teman cewek Chelsea.
Fareal pun pergi meninggalkan sekolah adiknya setelah melihat adiknya itu masuk kedalam sekolahannya sesuai dengan pesan Bundanya.
Tanpa Fareal sadari dari tadi ada sepasang mata yang memperhatikan Chelsea dan dirinya.
"Hem...siapa pemuda itu? Apakah dia pacar Chelsea?Atau anak laki-laki Rini?"Gumam seorang perempuan yang diam-diam memperhatikan Fareal dari dalam mobilnya.
"Aku penasaran, apakah anak itu berhasil membalaskan dendam aku? Semoga saja dia berhasil membuat perempuan sialan itu menderita saat ini karena dibenci oleh anak yang sudah ia besarkan."Lanjut perempuan itu berbicara sendiri didalam mobilnya.
***
"Hai Chels,kamu tadi berangkat sama siapa?"Tanya Tasya,teman Chelsea.
"Kakak aku lah."Jawab Chelsea jujur.
"Ganteng banget kakak kamu itu Chels, kok aku baru tau sih kalau kamu punya kakak ganteng.Nanti aku main kerumah kamu ya Chels."Kata Tasya.
"Mau ngapain?"Tanya Misyatun.
"Main lah."Jawab Tasya singkat.
"Main apa pingin ketemu sama mas Fareal?"Tanya Misyatun menggoda.
__ADS_1
"He... dua-duanya."Jawab Tasya sambil cengengesan.
Sementara ditempat lain Rini tampak sibuk mempersiapkan untuk acara pesta ulang tahun Fareal yang akan diadakan nanti malam tanpa sepengetahuan dari Fareal karena sepertinya Fareal tidak ingat hari kelahirannya sendiri, buktinya tadi pagi ia tampak cuek tidak heboh minta dikasih hadiah ulang tahun seperti tahun-tahun sebelumnya.
"Mbak, nanti kalian berdua tolong masak makanan kesukaan Fareal ya, ayamnya dimasak rica-rica aja, nanti bakal ada teman-teman Fareal mau pada datang kesini.
Aku mau ambil kue ulang tahun yang kemarin aku pesan sama mau cari kado buat Fareal.Kalau nanti Fareal pulang, jangan kasih tau Fareal soal rencana kita ya Mbak,kalau nanti Fareal tanya-tanya bilang aja mau ada arisan nanti malam."Perintah Rini kepada kedua asisten rumah tangganya.
Tanpa sepengetahuan anak laki-lakinya, Rini pagi-pagi sekali menelpon teman-teman Fareal supaya datang kerumahnya untuk ikut merayakan hari jadi anak laki-lakinya yang ke 20,Rini menyuruh teman-teman Fareal untuk merahasiakan rencananya ke Fareal karena Rini ingin memberikan surprise party untuk anak laki-lakinya.
Siangnya Rini pergi dengan naik taksi untuk menjemput Chelsea sebelum pergi mengambil kue pesanannya dan mencari kado untuk anak laki-lakinya itu.
Didepan pintu gerbang sekolah Chelsea, Rini melihat putrinya sedang bicara dengan perempuan yang terlihat tidak asing baginya.
"Mba...mbak Siska... Benarkah itu mbak Siska? Ngapain dia menemui Chelsea, jangan-jangan...."Rini cepat-cepat keluar dari dalam taksi,ia berlari menghampiri putrinya yang sedang bicara dengan seorang perempuan yang diduga Siska.
"Chelsea...."Panggil Rini nampak khawatir menghampiri putrinya yang sedang bicara dengan perempuan yang ternyata memang benar ia adalah Siska.
"Halo Rin,apa kabar? Akhirnya kita bertemu lagi,apa dia putri kamu?"Tanya Siska dengan lembut sambil tersenyum yang dibuat semanis mungkin.
"Iya,dia putriku,mau apa kamu menemuinya."Jawab Rini menatap tajam kearah Siska.
"Santai saja lho Rin, gue cuma tanya aja kok,tapi wajahnya tidak mirip dengan kamu,apa benar dia putrimu?"Tanya Siska seolah sengaja memancing kemarahan Rini.
"Ayok sayang, kita lebih baik cepetan pergi dari sini."Ajak Rini dengan menarik tangan Chelsea bergegas pergi menuju taksi yang sudah menunggunya.
Sedang Chelsea hanya diam saja sambil menatap dua perempuan yaitu Rini dan Siska bergantian.
"Gue bakal ambil kembali apa yang seharusnya milik gue, ingat itu."Seru Siska ketika Rini dan Chelsea sudah berada didalam taksi.
"Bunda."Panggil Chelsea menggenggam tangan Rini dengan lembut saat melihat ada cairan bening keluar dari kedua mata Bundanya.
__ADS_1
"Iya sayang, maaf...."Rini langsung mengusap air matanya sambil tersenyum menatap putrinya.
"Bunda minta kamu jangan bertemu dengan perempuan itu lagi ya sayang, Bunda gak mau kamu terlalu dekat dengan perempuan itu."Kata Rini mengusap lembut rambut Chelsea.
"Memangnya kenapa Bunda?"Tanya Chelsea penasaran.
"Nanti Bunda ceritakan kalau kita sudah berada dirumah ya, sekarang kita cari kado buat mas Fareal dulu, sama ambil kue di toko rotinya mbak Azizah."Ucap Rini.
"Oke,tapi Bunda jangan nangis lagi ya Bun, kita mau cari kado apa buat mas Fareal Bun?"Tanya Chelsea.
"Em..ada deh.. nanti juga kamu tau sendiri,pokoknya sesuatu yang mas kamu lagi pingin miliki."Jelas Rini tanpa memberitahu.
Aku juga mau kasih kado buat mas Fareal ya Bun,tapi bagi duitnya,he...he...."Kata Chelsea sambil ketawa kecil.
"Tenang saja,kita kan punya ini,kata Ayah kita boleh menggunakannya untuk mencari hadiah buat mas kamu."Rini menunjukkan kartu kredit pemberian suaminya.
"Asiaplah...!"Seru Chelsea kegirangan.
Sementara di kampus Fareal sedang dikerjain habis-habisan oleh teman-temannya yang mengetahui kalau hari ini ulang tahunnya, tentunya tidak diketahui oleh Fareal yang memang lupa dengan hari kelahirannya sendiri.
"Lo bisa gak sih Dok, dasar kodok."Seru Agus menemani Fareal mengambil topinya yang sengaja ia sangkutkan diatas pagar sekolah.
"Sebentar bro, haduh..ini topi gue kenapa bisa nyangkut di sini yak? Perasaan gue tadi udah simpan ini topi didalam lemari deh dan udah gue kunci tuh lemari,kenapa bisa nyangkut di sini ya!"Gumam Fareal berusaha mengambil topinya menggunakan ranting pohon.
Agus dan dua temannya tampak cekikikan dari kejauhan, mereka tau kalau tuh topi sangat berharga buat Fareal makanya Fareal sampai rela susah payah dapetin tuh topinya lagi.
"Woy... jangan tinggalin gue dong, kalian parah banget deh, teganya ninggalin gue sendirian disini."Seru Fareal.
"Alah.. udah biarin aja,paling topinya lagi pingin berjemur diatas pagar,lo tinggalin aja."Teriak Agus sambil berlari masuk kedalam untuk menyusun rencana selanjutnya.
"Ih.. teman model apa kalian,gak setia kawin,eh... setia kawan,he...he...."Kata Fareal malah ketawa sendiri gara-gara salah ngomong.
__ADS_1
"Lagi ngapain mas?"Terdengar suara seorang perempuan mengagetkan Fareal yang sedang berusaha manjat pagar untuk mengambil topinya yang nyangkut diatasnya.