Ketulusan Cinta Rini 2

Ketulusan Cinta Rini 2
Tertembak


__ADS_3

"Chelsea... Chelsea...."Teriak Rendi dan Fareal.


"Kalian sungguh tidak sopan."Ucap Siska.


"Siska...dimana Chelsea!"Seru Pak Burhan yang sudah sangat geram dengan sikap perempuan yang ada didepannya.


"Papa mertua sayang, gue hampir lupa sama Papa mertua,wah... ternyata Papa gue yang dulu lumpuh itu sudah bisa berjalan?"Kata Siska dengan suara yang dibuat selembut mungkin.


"Ih...anak lo ternyata tampan juga ya Ren."Ucap Siska sambil menempelkan telunjuk jarinya di dagu Fareal.


"


"Tante...bisa gak Tante balikin Chelsea sama kita."Seru Fareal menghempaskan tangan Siska dengan kasar yang telah berani menyentuh wajahnya.


"Uhuhuhu...Eh,anak Rendi ternyata mirip sama Rendi, sama-sama sok jual mahal."Kata Siska sambil tertawa mengejek.


"Chelsea... Bunda sedang menunggumu dibawah Dek, cepetan keluar... Bunda sangat merindukanmu Dek!"Teriak Farel memanggil adik perempuannya.


"Hai...DIAM...!"Bentak Siska dengan suara keras sampai menggema memenuhi ruangan menghentikan ucapan Fareal yang sangat berisik.


Didalam kamar.


"Diluar seperti ada suara mas Fareal."Gumam Chelsea sambil mengunyah nasi yang disuapi oleh Bunda Karmila.


"Aku harus keluar Nek, mereka datang,aku yakin itu suara mas Fareal sama Ayah, mereka pasti datang untuk menjemput aku Nek."Ucap Chelsea dengan wajah ceria langsung turun dari ranjang.


"Kamu makanlah dulu Nak, badanmu masih sangat lemah karena kamu dari kemarin gak mau makan."Perintah Bunda Karmila melarang cucunya keluar kamar,tapi tidak dihiraukan oleh Chelsea yang sudah tidak sabar bertemu dengan Ayah dan Kakaknya.


"Berani kalian melangkah maju maka isi pistol ini akan langsung menembus jantung kalian."Ancam Siska menodongkan pistol kearah mereka.


"Ayah...Mas Fareal... Opa...!"Teriak Chelsea sambil berlari menghampiri mereka yang sedang berkumpul diruang tamu.


Chelsea yang sedang berada didalam kamar bersama dengan Bunda Karmila, langsung berlari keluar kamar saat mendengar suara Rendi dan Fareal berteriak-teriak memanggil namanya.


"CHELSEA...!"Teriak ketiga laki-laki itu bersamaan.


"Ayah...!"Chelsea berlari kearah Rendi, Fareal dan Pak Burhan tapi langkahnya berhenti saat Siska menarik tangan Chelsea dan menahannya.

__ADS_1


"Ayah...hiks..., Tante, lepaskan...!"Teriak Chelsea berusaha melepas cengkraman tangan Siska yang begitu kuat menggenggam tangannya.


"Siska... Lepaskan putriku!"Teriak Rendi berusaha menghampiri putrinya tapi di halangi oleh dua orang laki-laki bertubuh tinggi, besar dan kekar.


"Putrimu? Hahahaha..."Siska malah tertawa terbahak-bahak sambil menodongkan pistol kearah Rendi.


"Kamu benar-benar sudah gila."Seru Rendi.


"Chelsea...."Teriak seorang perempuan didepan pintu membuat semua orang langsung menoleh kearah pintu.


"Bunda...!"Panggil Rendi dan Fareal kaget tiba-tiba Rini ada dibelakang mereka.


Rini yang sudah tidak sabar menunggu anak dan suaminya datang akhirnya nekat lari kerumah Siska agar bisa segera menemui putrinya yang sangat dirindukan.


"Bunda...."Teriak Chelsea.


"Chelsea...sayang,hiks..."Panggil Rini sambil terisak menatap putrinya yang sedang berada didalam cengkraman tangan Siska.


"Tidak Bunda... jangan kesana, Siska membawa senjata api!"Teriak Rendi khawatir dengan keadaan istrinya.


"Mbak Siska...apa yang kamu lakukan dengan putriku? Lepaskan dia, hiks... tolong Mbak aku mohon lepaskan Chelsea putriku."Ucap Rini memohon.


"Hah...dia bukan putri lo tapi dia putri gue, lo gak punya hak atas dirinya, gue lah yang telah melahirkannya jadi dia adalah milik gue."Teriak Siska tidak mau melepaskan Chelsea.


" Lo bersikap seolah-olah lo adalah ibu yang baik untuknya, padahal lo yang sudah membuat dia sampai seperti ini."Lanjut Siska.


"Apa maksud kamu Mbak Siska?"Tanya Rini bingung.


"Lo...yang membuat gue terpaksa membuang anak gue sendiri, gara-gara lo, gue jadi seperti ini tau gak...dan sekarang dia harus seperti ini juga karena lo, gue benci lo yang selalu bersikap sok baik!"Seru Siska dengan wajah penuh emosi.


"Hah...kamu seperti itu karena dirimu sendiri Mbak,sikap Mbak sendiri yang sudah menghancurkan hidup Mbak , bukan karena siapa-siapa, dendam tidak akan membuat hidup Mbak bahagia.


Dulu aku sudah mau mengalah untuk Mbak Siska,aku selalu berharap Mbak Siska dan mas Rendi bakal hidup bahagia jika aku pergi menjauh,tapi ternyata... Mbak Siska sendiri yang telah menghancurkan rumah tangga Mbak, sehingga suami Mbak akhirnya menceraikan Mbak bukan karena aku."Jelas Rini membela diri.


"DIAM KAMU...! Teriak Siska semakin marah.


"Awas jangan berani mendekat, sekali lagi kamu mendekat maka peluru ini akan bersarang di tubuhmu."Ancam Siska tidak main-main.

__ADS_1


"Bunda,aku mohon jangan kesini,aku gak mau bunda kenapa-kenapa,hiks...."Ucap Chelsea dengan suara yang mulai melemah sambil terisak karena Rini masih dengan penuh keberanian tetap melangkah mendekatinya tanpa ada rasa takut sedikitpun.


"Rini... berhenti Nak, Papa mohon sayang,demi suami dan anak-anak kamu sayang."Seru Pak Burhan yang juga sangat mengkhawatirkan keadaan menantunya.


"Huhuhu...gue sungguh terharu mendengar mereka semua sangat mengkhawatirkan lo."Ucap Siska dengan ekspresi wajah seperti sedang menangis.


"Mbak Siska mengaku yang melahirkan Chelsea tapi Mbak Siska telah menyakitinya, Mbak Siska membiarkan anak yang Mbak lahirkan bersama dengan orang lain, bahkan mungkin belum sempat Mbak susui dia,ayam pun tidak akan membiarkan anaknya disakiti atau diambil tapi Mbak Siska malah sengaja melakukannya.


Aku memang bukan yang melahirkannya tapi aku sangat menyayangi dia seperti aku menyayangi anakku sendiri,dia adalah hidupku,aku sudah menganggap dia sebagai anakku sendiri karena aku yang telah merawatnya saat dia masih baru dilahirkan, karena saat kami temukan, masih ada tali pusar yang menempel menandakan dia baru dilahirkan.


Apakah perempuan seperti itu yang pantas disebut Ibu, membiarkan bayinya sendiri kelaparan dan kedinginan diluar."Jelas Rini dengan kedua mata mengeluarkan cairan bening.


"DIAAAAM...!"


Dor ..


Teriak Siska disertai suara senjata api yang terdengar begitu nyaring mengagetkan semua orang yang ada didalam rumah dan yang ada diluar rumah.


"Bunda...."


Teriak mereka Rendi dan kedua anaknya saat melihat dada Rini berlumuran darah segar.


"Tidak... Bunda...!"


Chelsea menggigit lengan Siska hingga membuat pistol yang dipegang Siska jatuh kelantai saat bersamaan polisi datang dan menyergap semua anak buah Siska.


Dengan gerakan cepat Chelsea menendang pistol yang tergeletak dilantai agar menjauh dari Siska lalu Chelsea berlari menghampiri Rini yang sudah tergeletak dilantai saat Siska melepas tangannya.


"Hahahaha...."


Siska tertawa terbahak-bahak saat polisi itu menangkapnya.


"Siska...."


Kenapa kamu selalu bersikap ceroboh Nak, maafin Bunda,kamu jadi seperti ini karena salah Bunda, Bunda tidak bisa mendidik mu dengan baik!"Ucap Bunda Karmila dengan wajah sendu menatap putrinya yang sudah seperti orang kesurupan.


Sementara Rendi langsung membopong tubuh istrinya yang sudah bersimbah darah untuk segera dibawa kerumah sakit.

__ADS_1


__ADS_2