Ketulusan Cinta Rini 2

Ketulusan Cinta Rini 2
Bab 63.Rini dan Johan.


__ADS_3

"Ayok bos,kita makan dulu.


Makanan sepesial buat pak bos sudah siap."Kata Rini sambil meletakkan piring berisi sayur capcay.


Rini menyendokkan nasi ke piring Johan lalu berganti ke piring sendiri.


"Mau makan apa main handphone bos....?Kalau mau main handphone, makanannya tak abisin semua ya?"Kata Rini melihat kearah Johan,tapi Johan hanya diam saja masih sibuk dengan handphonenya tidak menjawab pertanyaan Rini.


"Set dah...Mas..mau makan tidak?"Teriak Rini kepada bosnya yang malah asyik main handphone di sofa depan.


"Ha..ha..."Johan malah tertawa terbahak-bahak di sofa,gak tau apa yang membuat dia tertawa.


"Iya bawal,ha..ha.....!"Kata Johan masih tertawa sambil berjalan mendekati Rini yang sedang duduk dikursi meja makan.


"Bawal.. memangnya aku ikan bawal."protes Rini sambil cemberut.


Johan cuma tersenyum melihat wajah Rini yang terlihat sangat menggemaskan kalau sedang ngambek.


"Ya sudah kalau gak mau dipanggil bawal, berarti di panggil louhan saja ya?"Kata Johan masih belum puas lihat Rini marah.


"Lagian, sungguh bos menyebalkan, capek-capek masak, suruh makan susah banget!"Kata Rini merasa kesal dicuekin.


"Eh..malah ketawa sendiri, bener-bener bosku ini memang sudah mulai somplak pikirannya.


Bahaya..bahaya."Kata Rini sambil menggelengkan kepalanya.


"Sorry...gue lagi belajar bahasa jawa tadi, bertanya sama mbah google."Kata Johan duduk dikursi sebelah Rini.


"Gue punya lagu Jawa keren banget lho Rin..! lo mau dengerin gak?"Kata Johan langsung memutar rekaman Rini yang sedang bernyanyi Jawa.


Johan tadi merekam Rini yang sedang bernyanyi lagu Jawa yang terdengar begitu lucu, bahkan Johan sampai ketawa sendiri saat sudah tau artinya.


"Eh... ternyata mas Johan merekam aku ya tadi,ih... hapus gak rekamannya?"Kata Rini sambil melotot kearah Johan yang malah senyum-senyum sendiri mendengar nyanyian Rini.


"Jangan dong..ini lagu yang sangat keren."Kata Johan langsung memasukkan handphone miliknya kedalam kantong celananya.


"Ah bodoh lah, terserah bos saja,yang penting pak bos seneng,nanti jangan lupa gaji aku dinaikkan ya bos,kan sudah ngasih lagu yang bikin pak bos seneng,he..he..."Kata Rini sambil ketawa kecil.


"Gampang ..yang penting lo nyanyi lagi tapi sambil goyang ngebor,seru paling ya,ha..ha..."Kata Johan kembali menggoda Rini sambil ketawa kencang.


"Ehem..makan yag bener bos...aku gak tanggung jawab kalau bos sampai kesedak.


Huh..aku mau makan di dalam kamar sajalah, malas disini sama bos somplak."Kata Rini langsung bangun dari duduknya hendak pergi dari ruang makan,tapi Johan langsung menahan tangan Rini agar kembali duduk.


"Tetaplah disini temenin gue makan."Kata Johan dengan kedua matanya melihat ke piring yang berisi nasi dan sayuran dengan tangan kanan menyendokkan nasi ke mulutnya sendiri, sedangkan tangan kirinya memegang dan menahan tangan Rini.

__ADS_1


"Duduk..kalau gak gue usir lo dari sini sekarang."Ancam Johan tidak mau ditinggal sendiri.


"Ish ..."Rini kembali duduk dengan malas.


"Anak pinter!"Kata Johan melepas genggamannya sambil tersenyum melihat Rini yang sangat penurut.


"Gak usah GR bos, aku cuma gak mau tidur di jalanan."Kata Rini ketus sambil menyuapkan nasi ke dalam mulutnya sendiri dengan kasar.


"Terserah."Ucap Johan singkat sambil makan.


"Aish... sungguh menyebalkan."Kata Rini memutar matanya merasa kesal.


"Maaf Rin, gue sudah terbiasa dengan lo, rasanya gue tidak rela jika lo harus pergi dari sini.Gue gak tau apa yang terjadi dengan gue.


Yang jelas, hidup gue jadi terasa hampa kalau sehari saja tidak menggoda lo Rin.


Lo sudah buat hidup gue jadi lebih indah.


Hari-hari gue terasa sangat indah saat lo datang ditempat gue ini.


Gue gak tau apa yang mesti gue lakuin jika lo tiba-tiba harus pergi bersama Wahyu atau si Rendi kekasih lo itu.


Maafin gue Rin,jika gue egois berusaha menahan lo ditempat gue ini, karena gue sudah meras nyaman dengan lo saat ini."Kata Rendi dalam hati sambil menyantap makanan buatan Rini.


Terlihat seorang pemuda tampan sedang berbaring di atas kasur sambil memainkan handphone miliknya.


Orang itu sedang berusaha menghubungi seseorang menggunakan handphone miliknya,tapi sepertinya nomor yang ia hubungi tidak tersambung.


"Sabenarnya lo kemana sih Rin? Kebiasaan deh kalau sedang marah nomor handphonenya selalu tidak diaktifkan."Kata pemuda itu yang ternyata adalah Rendi yang sedang berada di kamar hotel.


Rendi tersenyum sendiri melihat foto dirinya bersama dengan Rini yang disimpan di galeri foto dalam handphonenya.


"Lo begitu manis sayang, seandainya lo tau betapa aku sangat merindukanmu saat ini.


gue tidak pernah mengkhianati lo,perasaan gue tetap sama dari dulu sampai sekarang gak berubah sama sekali.


"Kembalilah sayang....!"Kata Rendi sambil mengusap foto Rini yang ada di handphonenya.


Dert ...


Tiba-tiba handphone Rendi bergetar, terlihat dilayar handphone tertulis nama Siska.


"Heh .... perempuan gak tau malu."Gumam Rendi lirih sambil tersenyum sinis menatap handphonenya sendiri.


Rendi mematikan panggilan telpon dari Siska.

__ADS_1


Dert....


handphone Rendi kembali bergetar.


"Masih belum nyerah ternyata."Ucap Rendi sambil tersenyum sinis melihat handphonenya sendiri.


"Oke...gue angkat,gue pingin tau.


Dia mau ngomong apa."Kata Rendi langsung memencet tombol panggilan.


"Halo....!"Kata Rendi mengangkat panggilan telpon dari Siska.


"Halo... Lo dimana Ren?Gue sudah mau pulang,lo juga harus pulang agar mama sama papa gak curiga."Kata Siska seberang telpon.


"Ya sudah lo kalau mau pulang,pulang aja."Jawab Rendi ketus.


"Gak bisa dong Ren, kita kan perginya bareng ya pulang juga mesti bareng lah."Protes Siska.


"Bodoh amat."Ucap Rendi langsung mematikan panggilan telponnya.


Di Bali.


Siska membanting handphone miliknya,ia terlihat sangat kesal dengan sikap suaminya yang seenaknya.


Ceklek pintu kamar hotel dibuka oleh seseorang dari luar.


Siska menoleh ke arah pintu, terlihat seorang pemuda tampan berjalan mendekati dirinya sambil membawa kantong plastik yang berisi makanan.


"Ada apa sih yang?"Tanya pemuda itu sambil meletakkan kantong plastik yang berisi makanan di atas meja.


Di bukannya makanan itu.


"Ayok ....kita makan dulu, katanya tadi kamu lapar."Kata pemuda tampan itu kepada Siska.


"Besok gue kan mesti balik ke Pekalongan,tapi suami gue belum mau balik.


Gue mesti gimana nih, mertua gue nanti jadi curiga deh."Kata Siska sambil berjalan mendekati pemuda tampan yang sedang duduk di sofa sambil menyiapkan makanan untuk mereka.


"Ya sudah..kita nyusul ke Jakarta aja,bilang sama mertua lo,kalau suami belum mau pulang, kalian melanjutkan bulan madu kalian ke Jakarta, beres kan?"Kata pemuda tampan itu.


"Oh.. bagus juga ide lo ki...!"Kata Siska kepada pemuda tampan yang ternyata bernama Riski.


"Sudah..ayok makan dulu.


Gampang kita pikirkan masalah itu nanti."Kata Riski sambil menyerahkan makanan yang dibelinya kepada Siska.

__ADS_1


__ADS_2