Ketulusan Cinta Rini 2

Ketulusan Cinta Rini 2
Agung sakit.


__ADS_3

"Indahnya...."Gumam seorang perempuan cantik yang sedang duduk seorang diri di depan pabrik tekstil sambil melihat ke langit.


Terlihat bintang bertaburan menghiasi langit membuat malam hari yang gelap jadi terlihat indah.


"Bintang selalu hadir untuk menghibur jiwa yang lelah."Tiba-tiba terdengar suara dari belakangnya membuat perempuan itu langsung menoleh kebelakang.Ia langsung berdiri dari duduknya dan bergegas lari setelah melihat siapa yang ada dibelakangnya.


"Sa....tunggu...!"Teriak seseorang langsung menarik tangan perempuan yang ternyata adalah Salsabila.


Ya, perempuan itu adalah Salsabila yang sedang duduk menunggu jemputan dari ojek langganannya.


"Maaf pak, saya harus pergi."Kata Salsabila berusaha menarik tangannya dari genggaman seorang laki-laki yang tiba-tiba muncul dibelakangnya.


"tangannya..."Ucap Salsabila dalam hati ketika merasakan tangan Agung yang terasa hangat.


"Pak... tolong lepaskan tangan saya, nanti ada yang lihat,gak enak saya pak."Kata Salsabila memohon.


"Tidak,ayok ikut.


Ada yang ingin aku omongin sama kamu!"Kata laki-laki itu yang ternyata adalah Agung.


"Tapi pak, sebentar lagi jemputan saya datang."Protes Salsabila.


"Telpon dia suruh pulang karena kamu sudah ada yang mengantarkan pulang."Kata Agung sambil menggenggam erat tangan Salsabila.


Dengan langkah panjangnya Agung berjalan menuju mobilnya dengan menggandeng tangan Salsabila, banyak pasang mata yang melihat mereka berdua.


Terdengar bisik-bisik dari para karyawan pabrik yang kebetulan masih berada disana menunggu jemputan masing-masing,ada yang berboncengan motor dengan kekasihnya dan ada yang jalan kaki menuju kontrakannya yang tidak jauh dari pabrik.


"Pak.. lepasin tangan saya ngapa pak, gak enak lho pak dilihatin sama yang lain."Rengek Salsabila sambil menundukkan kepalanya karena merasa gak enak dilihatin para karyawan pabrik yang lain.


Agung hanya diam saja dengan tangannya masih menggandeng tangan Salsabila, dia terlihat cuek tidak memperdulikan dengan para karyawannya yang terus menatapnya.


Semua karyawan pabrik langsung diam saat Agung menoleh dan menatap tajam ke arah mereka.


Ia kembali berjalan diikuti Salsabila menghampiri mobilnya yang terparkir di depan pabrik.


Tit...


Agung mengambil remote mobil dari sakunya dan membuka kunci mobil melalui remote itu.


Ia membuka pintu mobil untuk Salsabila.

__ADS_1


"Masuklah atau aku paksa kamu masuk."Perintah Agung dengan suara ketus.


"Ih.." Ucap Salsabila, ia pun akhirnya masuk kedalam mobil dengan perasaan kesal.


Setelah Salsabila masuk kedalam mobil, Agung menutup pintunya lalu dia berjalan kesamping, dibukanya pintu samping dan ia langsung duduk dikursi kemudi.


"Pasang sabuk pengamannya atau aku pasangin."Perintah Agung lagi tanpa menoleh ke arah Salsabila.


"Huh..."Salsabila membuang nafasnya kasar lalu ditariknya sabuk pengaman itu dan dipasangkan sabuk pengaman pada dirinya.


"Good!"Kata Agung lalu ia menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang.


Mereka saling diam tanpa ada yang bersuara.


Diam-diam Agung memperhatikan Salsabila yang terlihat sangat gelisah.


"Lo gak usah takut, gue gak mau culik lo."Ucap Agung sudah kembali ke bahasa santai dia yang menggunakan lo-gue.


"Kenapa sih....,bisa gak sekali aja bapak gak maksa saya untuk mengikuti kemauan bapak."Kata Salsabila kesal sambil cemberut.


"Lo harus dipaksa, kalau gak mana mau lo ikut sama gue.Pokoknya mulai sekarang, gue yang antar jemput lo,jadi lo gak usah naik ojek lagi."Perintah Agung.


Kalau di pabrik bapak boleh perintah saya,tapi kalau sudah diluar pabrik,bapak gak berhak melarang atau memerintah saya."Kata Salsabila dengan suara keras karena merasa emosi dengan sikap bosnya yang seenaknya mengatur kehidupan pribadinya.


Ciiit...


Agung menghentikan mobilnya secara tiba-tiba membuat tubuh Salsabila maju ke depan, untung dia pakai sabuk pengaman jadi gak sampai terkena bagian depan mobil.


"Aduh pak,kalau mau mengerem mobil jangan mendadak gini dong pak,bisa celaka kita."Protes Salsabila.


"Hem..."Agung menarik nafas lalu membuangnya pelan sambil menyenderkan kepalanya di senderan kursi dan memejamkan matanya.


"Pak...!"Panggil Salsabila menoleh ke arah Agung.


"Apa bapak baik-baik saja?"Tanya Salsabila jadi khawatir.


"Gak apa-apa."Jawab Agung singkat.


Ia kembali menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju ke kontrakan Salsabila.


Mereka kembali diam hingga sampai di depan gang sempit,gang menuju kontrakan Salsabila.

__ADS_1


Agung menghentikan mobilnya.


"Pulang dan langsung tidur, gue gak mau lo sampai sakit.


Gue ingin lihat lo besok dengan wajah ceria."Ucap Agung tanpa menoleh ke arah Salsabila.


Salsabila menoleh ke arah bosnya itu dengan perasaan bingung juga aneh dengan sikap bosnya.


"Em..apa bapak sakit?"Tanya Salsabila jadi khawatir, ditatapnya wajah bosnya yang tiba-tiba berubah pucat.


"Bapak terlihat pucat."Kata Salsabila masih menatap wajah Agung,ia menempelkan telapak tangannya di kening Agung karena merasa khawatir.


"Badan bapak panas, sebaiknya bapak jangan bawa mobil dulu kalau sedang sakit, bahaya lho pak!"Perintah Salsabila.


Agung masih terdiam sambil bersandar di sandaran kursi dengan wajah pucat.


Salsabila membalikkan badannya untuk membuka pintu mobil.


Saat pintu sudah terbuka, Salsabila kembali menoleh ke arah Agung yang masih bersandar di sandaran kursi dengan wajah pucat tanpa menoleh ke arah dirinya.


Salsabila kembali duduk karena tidak tega melihat bosnya yang terlihat pucat.


"Sebaiknya bapak malam ini tidur dikontrakkan saya saja pak,kok saya jadi khawatir ya, tidak tega jika Bapak mengendarai mobil dengan keadaan seperti ini, nanti saya telpon sama pak RT kalau bapak menginap dikontrakkan saya."Kata Salsabila.


Akhirnya setelah menelpon dan minta izin sama pak RT, Agung tidur dikontrakkan Salsabila dengan syarat harus ada orang lain didalam kontrakan tidak hanya berdua saja, akhirnya Salsabila meminta ibu pemilik kontrakan untuk menemaninya malam ini karena tidak mau ada fitnah.


Sedang mobil Agung diparkir didepan minimarket dititipkan sama pak satpam suruh menjaga mobil Agung.


Semalaman Agung mengigau karena badannya sangat panas, Salsabila mengompresnya semalaman ditemani ibu pemilik kontrakan.


"Ndu',emak tidur dulu ya ndu',emak ngantuk berat nih."Kata ibu pemilik kontrakan.


"Ya sudah emak tidur saja dulu,biar orang ini Bila yang jaga."Kata Salsabila.


"Ya sudah emak tidur dikursi depan saja, pintu kamar biarkan terbuka agar tidak terjadi fitnah."Perintah ibu pemilik kontrakan.


"Iya mak."Jawab Salsabila singkat.


Sementara ibu pemilik kontrakan tertidur di kursi depan, Salsabila berjalan kedapur mengganti air hangat untuk mengompres Agung karena airnya sudah dingin.


Meskipun badan Salsabila terasa lelah seharian bekerja di pabrik,ia juga masih kesal dan marah dengan sikap bosnya itu,tapi ia tetap menjaganya,mengompresnya hingga akhirnya ia pun tertidur dipinggir ranjang dengan posisi duduk di kursi sedang kepalanya berada di samping Agung yang sedang berbaring.

__ADS_1


__ADS_2