
"Maaf ayah, Fareal selama ini menyukai Chelsea yah, Fareal gak rela jika ia dimiliki oleh laki-laki lain."Jawab Fareal menarik tangan Chelsea dan mendekapnya kembali kedalam pelukannya.
"Fareal...kamu bicara apa nak?"Tanya Rendi bingung.
"Aku mencintainya yah,aku baru sadar kalau apa yang aku rasakan ini adalah cinta."Jawab Rendi mempererat pelukannya kepada Chelsea.
Plak....
Sebuah tamparan cukup keras mendarat di pipi Fareal.
Ini adalah pertama kalinya Rendi menampar anaknya sendiri.
"Ayah...apa yang ayah lakukan?"Rini mendorong tubuh Rendi,lalu ia menghampiri Fareal dan langsung memeluknya .
"Kamu sungguh memalukan Fa,kamu sadar apa yang kamu ucapkan?Dia adikmu Fa, bagaimana kata orang nanti kalau kakak beradik menjalin hubungan asmara? Mereka bakal mencemooh kami sebagai orang tua kalian."Bentak Rendi, kedua matanya tampak merah bertanda kalau dirinya sangat marah.
"Kenapa memangnya yah?Apa yang salah dengan perasaan Fareal?Toh kami bukan saudara kandung, orang juga nanti akan mengerti."Jawab Fareal cuek.
"KAMU...!"Teriak Rendi mengangkat tangannya lagi hendak menampar wajah Fareal tapi langsung dihalangi oleh Rini.
"Ayah...."Panggil Chelsea melepas genggaman tangan Fareal yang begitu kuat,lalu Chelsea menghampiri ayahnya yang terlihat sangat marah.
"Ayah...."Panggil Chelsea lagi sambil mengusap lembut dada ayahnya, Chelsea berusaha menenangkan sang ayah agar tidak emosi.
"Sekarang ayah baru tau apa alasan Chelsea pingin pergi dari rumah ini, itu pasti gara-gara kamu,ayah yakin,iya kak nak?Apa kakakmu telah berbuat sesuatu sama kamu, sehingga kamu ingin pergi dari rumah ini?Ayok katakan jangan takut sayang."Tanya Rendi menatap serius kearah Chelsea yang sedang ada didepannya.
"Enggak ayah,bukan karena Mas Fareal yang bikin Chelsea mau tinggal bersama Ibu Siska,tapi karena Chelsea memang ingin tinggal di sana untuk menemani Ibu Siska."Jawab Chelsea.
"Benarkah itu?"Tanya Rendi masih belum percaya.
"Benar ayah, tolong jangan sakiti Mas Fareal."Jawab Chelsea membela kakaknya.
__ADS_1
"Ya sudah Chelsea pamit bun,mas."Ucap Chelsea mengulurkan tangannya, ia menarik tangan sang bunda yang masih terlihat syok dengan ucapan Fareal lalu Chelsea mencium punggung tangannya dengan lembut, ia juga menarik tangan Fareal dan mencium punggung tangan kakaknya itu dengan meneteskan air mata, entah apa yang saat ini dirasakan hanya dia sendiri yang tau.
Chelsea pergi meninggalkan sang bunda dan kakaknya yang masih berdiri didepan pintu dengn membawa koper berukuran sedang berisi beberapa baju dan buku-buku sekolahnya.Ia pergi kerumah Siska diantar Rendi.
"Sayang...apa yang sabenarnya terjadi ayok ikut bunda,kita bicara didalam."Ucap Rini setelah kepergian Chelsea dan suaminya.
"Bunda maafin Fareal."Ucap Fareal dengan wajah sendu.
"Sayang...ayok kita masuk kedalam."Ajak Rini menggandeng tangan anaknya untuk masuk kedalam rumah.
"Sekarang coba ceritakan sama bunda nak, sabenarnya apa yang terjadi sama kamu,bunda yakin apa yang kamu rasakan karena kamu belum siap kehilangan dia, karena kamu sangat menyayangi adikmu seperti bunda juga menyayanginya,itu bukan cinta namanya nak,tapi karena kamu terbiasa bersama terus tiba-tiba dia pergi meninggalkan kamu,"Ucap Rini setelah mereka sudah berada didalam sambil duduk di sofa ruang tamu.
"Tadinya Fareal juga berfikir seperti itu bun,tapi perasaan ini semakin lama semakin kuat, Fareal gak bisa berhenti memikirkan Chelsea, Fareal sampai putus dengan pacar Fareal karena tidak bisa berhenti membicarakan dia didepan pacar Fareal bu, yang ada di hati Fareal cuma ada Chelsea."Jelas Fareal.
"Enggak Fa,bunda yakin pasti itu perasaan sayang biasa bukan cinta,kamu harus bisa berfikir jernih, besok biar ayahmu minta izin ke dosen,kamu besok sebaiknya berlibur ke tempat oma,siapa tau setelah kamu berada disana kamu bisa berfikir jernih tidak berfikir macam-macam."Perintah Rini.
"Fareal gak perlu liburan kemana-mana bun, Fareal cuma...."
"Ya sudahlah terserah bunda saja."Jawab Fareal bangun dan berjalan menuju kamarnya .
Sementara ditempat lain.
Setelah menempuh perjalanan hampir tiga jam karena tempat tinggal Siska lumayan jauh ditambah jalanan macet,akhirnya Rendi dan Chelsea sampai juga dirumah Siska yang ternyata sudah disambut oleh Siska dan Bunda Karmila didepan pintu.
"Hai Ren, terimakasih sudah mengantarkan Chelsea kesini ."Ucap Siska bersikap sopan setelah Rendi dan Chelsea sudah keluar dari mobil.
"Hay Sis, bagaimana kabar kamu?"Tanya Rendi menghampiri mantan istri dan mantan mertuanya yang sedang berdiri didepan pintu.
"Alhamdulillah sudah jauh lebih baik."Jawab Siska.
"Tolong jaga Chelsea dengan baik Sis, jangan biarkan dia sampai sakit ataupun terluka,jika sampai aku tau telah terjadi sesuatu dengannya maka siap-siap saja aku bakal ambil dia lagi darimu."Ucap Rendi tegas.
__ADS_1
"Lo tenang saja Ren,gue bakal menjaganya dengan baik, karena gue juga menyayanginya."Jawab Siska.
Ayok masuk dulu Ren."Lanjut Siska.
"Aku mau langsung pulang saja,ya sudah nak,ayah pulang ya nak,kalau ada apa-apa cepat hubungi ayah atau bunda, ingat pesan bunda tadi, kamu janganlah lupa makan,jaga kesehatan, pulanglah kerumah jika kamu merindukan kami, mintalah izin ibumu pasti dia akan mengizinkanmu."Ucap Rendi kepada Chelsea.
"Kok mau langsung pulang Ren?Gak masuk dulu kan baru sampai."Kata Bunda Karmila.
"Enggaklah tante,aku mau pulang saja kasihan istriku, saat ini dia pasti lagi sedih banget ditinggal putri kesayangannya."Jawab Rendi.
Rendi pun pergi meninggalkan putrinya yang saat ini sudah berada dirumah ibu kandungnya sendiri setelah berpamitan.
"Ayok sayang."Ajak Siska memeluk tubuh Chelsea dari samping.
"Mbak... tolong bawain kopernya,taruh dikamar Chelsea ya mbak!"Perintah Siska kepada asisten rumah tangganya.
"Baik bu."Jawab asisten rumah tangga Siska mengambil koper yang sedang dipegang Chelsea lalu ia dorong untuk dibawa kedalam kamar Chelsea yang sudah disiapkan dari kemarin.
"Ibu seneng banget sayang, akhirnya kamu mau tinggal bersama ibu nak,semoga kamu betah tinggal disini ya sayang."Ucap Siska sambil menggenggam tangan Chelsea.
"Em...."Chelsea menganggukkan kepalanya sambil tersenyum manis.
"Kalau kamu butuh apa-apa katakan saja sama kami ya sayang, nanti kami carikan apa yang kamu butuhkan."Sambung Bunda Karmila.
"Iya nek, terimakasih."Jawab Chelsea tersenyum menatap Bunda Karmila.
"Kamu sudah makan belum tadi nak?"Tanya Siska
"Sudah bu."Jawab Chelsea singkat.
"Ya sudah kamu Istirahatlah dulu sana nak,tapi maaf,ibu gak bisa kasih kamu tempat tidur yang sebagus dan seluas tempat tidur kamu saat tinggal bersama ayah dan bundamu."Ucap Siska dengan wajah sendu.
__ADS_1
"Tidak apa-apa bu, yang penting ada tempat untuk beristirahat."Jawab Chelsea.