Ketulusan Cinta Rini 2

Ketulusan Cinta Rini 2
Salah sasaran.


__ADS_3

"Eh... Devira,he...he...i... itu...!"Kata Fareal gugup sambil menunjukkan topi kesayangannya yang ada diatas pagar.


Ternyata perempuan yang memanggilnya adalah Devira, gadis berkacamata yang sedang didekati Fareal.


"Lho...kok bisa?"Ucap perempuan berkacamata nampak terkejut melihat sebuah topi yang ada diatas pagar.


"Hati-hati lho mas, nanti jatuh."Lanjut perempuan berkacamata itu mengingatkan.


"I...iya."Jawab Fareal yang sabenarnya takut ketinggian tapi demi untuk menunjukkan ke wanita yang ada di bawahnya,ia memberikan diri untuk memanjat pagar kampus yang lumayan tinggi, entah bagaimana caranya Agus dan teman-temannya meletakkan topi Fareal disana.


Dengan hati-hati Fareal memanjat pagar dan...hap.Akhirnya topi kesayangannya berhasil ia dapatkan kembali, dengan kaki gemetar Fareal mencoba turun kembali sambil berpegangan pada besi,tapi tiba-tiba ia kehilangan keseimbangan, telapak tangannya tertancap besi dan...


Brug ....


Fareal terjatuh dari atas pagar ketika ia sedang berusaha turun.


"Mas...!"Teriak Devira langsung menghampiri Fareal yang sudah tergeletak di atas rumput dengan posisi duduk.


"Aduh...."Fareal nampak kesakitan.


Untung tidak apa-apa, hanya saja, kakinya terasa nyeri dan telapak tangannya tampak mengeluarkan darah akibat tertancap besi.


(Duh.. teman-teman Fareal sih udah kelewatan deh ngerjainnya, untung Fareal nya gak kenapa-kenapa, kalau terjadi hal yang buruk bagaimana coba,kan bisa saja Fareal cidera, Bunda Rini harus author kasih tau nih biar tuh anak-anak nakal di jewer semua, hihihi...🤭)


"Mas Fareal tidak apa-apa?"Tanya Devira nampak khawatir sambil berjongkok didepan Fareal.


"Aw... enggak apa-apa kok,eh... kenapa-kenapa sih sabenarnya...,nih!"Ucap Fareal menunjukkan telapak tangannya yang terluka,ia sengaja mengambil kesempatan untuk mendapatkan perhatian dari gadis yang sedang didekati itu.


"Aduh.. pasti sakit banget deh,ayok aku bantu berdiri, kita harus segera pergi ke ruang UKS untuk mengobati lukamu."Kata Devira membantu Fareal berdiri.


"Aw... sepertinya kaki gue juga terkilir,gue gak bisa jalan."Ucap Fareal agak berlebihan, pura-pura padahal sabenarnya kakinya hanya nyeri sedikit.

__ADS_1


"Terus gimana dong!Ya sudah ayok aku bantu jalan."Devira memapah Fareal menuju UKS.


Sesampai di lorong menuju ruang UKS mereka bertemu dengan teman-teman Fareal yang sengaja menunggu Fareal untuk melanjutkan aksinya mengerjai Fareal.Mereka yakin kalau Fareal kembali pasti bakal ke toilet terlebih dahulu untuk membersihkan diri sebelum masuk kelas, makanya mereka sengaja membuat jebakan meletakkan ember besar berisi air didepan pintu ,jadi pada saat Fareal nanti membuka pintu toilet,maka ia bakal tersiram air dan basah deh baju Fareal.Dan ternyata dugaan mereka salah, ternyata Fareal malah tampak asyik berbincang-bincang sambil dipapah oleh seorang wanita menuju tempat lain.


Fareal tersenyum tipis kearah teman-temannya yang seperti tampak terkejut melihat dirinya sedang dipapah oleh seorang perempuan.


"Hai bro...lo kenapa?"Tanya Agus langsung menghampiri Fareal dan Devira.


"Gak lihat apa gue lagi kesakitan,awas lo gak setia kawan banget sih lo pada,masa gue ditinggalin sendiri, untung ada Devira yang nolongin gue."Ucap Fareal menyingkirkan tangan Agus dari lengannya.


"Ih.. sombong kali kau! Udah Vir,dia biar sama gue aja, kasihan lo pasti keberatan mapah nih si kadal."Ucap Agus sengaja menyuruh Devira menyerahkan Fareal.


"Ya sudah kalau begitu, tolong bawa dia ke ruang UKS ya, lukanya harus segera diobati kalau gak nanti bisa terkena infeksi."Kata Devira membiarkan Agus menggantikannya untuk memapah Fareal.


"Eh.. enggak bisa, gue maunya sama Devira aja gak mau sama si keling."Ucap Fareal karena kulit Agus sedikit gelap agak dekil,makanya ia sering dipanggil keling oleh teman-temannya.


"Udah..lo jangan manja Dal,kadal! Udah Vir kalau mau kembali ke kelas lo niar ini si kadal gue yang urus."Ucap Agus.


"Awas lo ah, mengganggu saja kau,gagal deh berduaan sama dia."Ucap Fareal mendorong tubuh Agus yang sedang memapahnya.


"lha...lo bisa jalan sendiri?"Agus nampak terkejut.


"Em...tau gue sekarang."Lanjut Agus sambil tersenyum menatap sahabatnya yang ternyata modus agar bisa berdekatan dengan cewek tadi.


Halo anak-anak,kok kalian masih disini?Ayok cepetan masuk kelas, sebentar lagi sudah mulai pelajaran."Terdengar suara seorang laki-laki yang tau-tau ada dibelakang mereka.


"Eh... Pak Ketus,ini pak mau mengantar Fareal ke ruang UKS untuk mengobati lukanya."Kata Agus menunjukkan luka Fareal untuk memberi alasan kenapa mereka masih berada diluar.


"Oh yasudah."Jawab laki-laki itu yang ternyata adalah seorang guru.


"Pak!"Bapak mau kemana?"Tanya Agus mulai khawatir karena guru mereka malah berjalan menuju toilet laki-laki.

__ADS_1


"Seperti yang kalian lihat mau ke toilet, memangnya kenapa?"Tanya Pak Ketus.


"Eh jangan pak, pintu toilet yang itu sepertinya rusak deh, mending bapak ke toilet yang lain saja."


"Iya Pak betul."Kata yang lainnya berusaha menghalangi guru mereka masuk kedalam toilet yang sabenarnya sudah mereka pasang jebakan untuk Fareal,tapi terlambat karena Pak Ketus yang sudah terlanjur berada disana ditambah sudah kebelet pingin buang air kecil tetap melanjutkan langkahnya.


Agus dan dua temannya nampak ketakutan sedangkan Fareal hanya bisa menatap tingkah teman-temannya yang terlihat sangat mencurigakan.


Byur....


Sebuah ember berukuran besar berisi air jatuh tepat di atas kepala guru mereka saat pintu toilet dibuka.


"Aaaa...!"Teriak Pak Ketus kaget.


"Wadoh, mampus kita gaes, salah sasaran."Bisik Agus berjalan mundur tanpa bersuara bersama dua temannya.


"Ayok kita kabur gaes."Bisik Agus membalikkan badannya hendak lari,tapi....


"Agus... Fareal... kalian semua yang ada disitu jangan coba-coba kabur,diam ditempat...!"Teriak Pak Ketus menghentikan langkah Agus dan kedua temannya.Pak Ketus sepertinya tau itu perbuatan siapa.Dikampus anak yang paling iseng ya cuma mereka berempat termasuk Fareal,tapi kali ini Fareal benar-benar tidak ada hubungannya karena target sasaran mereka yang sabenarnya adalah Fareal,teman mereka sendiri.


Akhirnya Agus dan kedua temannya mendapatkan hukuman dari Pak Ketus untuk membersihkan seluruh toilet yang ada di gedung kampus itu.


Sedang Fareal lolos dari hukuman karena terbukti tidak bersalah.


"Fa, tunggu kita Fa, kita sabenarnya disuruh nyokap lo suruh kesana, kita barengan Fa."Ucap Agus ketika Fareal hendak pulang duluan.


"Iya bro,tadi nyokap lo udah pesan sama kita suruh datang kesana bareng sama lo."Sambung teman Fareal yang satunya lagi.


"Sekarang aja kalian minta ditungguin, giliran tadi gak perduli sama gue."Ucap Fareal nampak kesal tapi sebagai sahabat baik mereka, akhirnya Fareal mau menunggu ketiga temannya menyelesaikan hukuman mereka yang diberikan Pak Ketus.


Setelah hampir tiga jam mereka membersihkan toilet, akhirnya selesai juga.

__ADS_1


"Kok tumben sih nyokap gue nyuruh kalian datang kerumah?"Tanya Fareal jadi curiga saat mereka sedang berjalan keluar gedung kampus.


__ADS_2