
"Menurut lo, gue salah gak kalau gue mencintainya."Ucap Fareal sambil bersender di-senderan kursi pesawat dengan kedua mata terpejam.
"Kenapa salah,toh kalian bukan saudara kandung."Jawab Agus terlihat cuek.
"Jadi menurut lo gue boleh mencintainya Gus? Kalau gue nanti menikah dengannya gak dosa kan Gus?"Tanya Fareal serius.
"Ya enggak lah bro, memangnya kamu serius ingin menikahinya?Tapi bagaimana dengan dia,apa dia mau? Terus orang tua lo?Apa mereka setuju?Kok lo bisa sampai cinta sama adik lo gimana ceritanya?Apa karena lo tau kalau dia ternyata bukan adik lo atau karena ada alasan lain."Fareal diserbu banyak pertanyaan dari Agus.
"Gue yakin kalau dia juga menyukai gue,gue bisa merasakan saat gue menciumnya waktu itu."Jawab Fareal sambil tersenyum mengingat kejadian yang telah lalu.
"Gue juga gak tau kenapa bisa cinta sama dia."Lanjutnya.
"Oke,kita lihat aja apa yang bakal terjadi nanti, setelah tidak ketemu adik lo selama kita tinggal di Amerika,apa perasaan lo masih sama apa berubah.
Gue berharap sih lo nanti disana ketemu dengan cewek bule terus lo jatuh cinta dan akhirnya lo memutuskan untuk menikah dengan tuh si bule,jadi adik lo biar sama gue aja, hehehe...."Ucap Agus langsung dijitak kepalanya sama Fareal.
Cetak....
"Sembarangan,lo gak boleh sama adik gue."Ucap Fareal.
"Memangnya kenapa?Bunda lo aja setuju kalau gue nanti sama adik lo,"
"Bunda? Kapan bunda ngomong?"Tanya Fareal.
"Pas gue main kerumah lo lah, gue bilang sama Bunda Rini kalau gue ingin menikah dengan Chelsea kalau Chelsea udah lulus sekolah nanti, kata Bunda Rini gue boleh nikah sama Chelsea kalau gue udah jadi orang sukses, makanya gue belajar mati-matian siang malam demi mendapatkan beasiswa ini,demi adik lo.
Ah... senangnya kalau memang itu terjadi."Ucap Agus sambil senyum-senyum sendiri.
"Gak boleh,gak ada yang boleh deketin dia karena dia hanya milik gue titik, gue bunuh lo kalau sampai deketin adik gue."Ucap Fareal menarik kaos yang dipakai Agus dengan kasar.
"Apa hak lo ngelarang gue , yang penting kedua orang tua lo setuju."Ucap Agus menyingkirkan tangan Fareal dari kaosnya.
"Lo mau bersaing sama gue,ayok gue layani."Ucap Fareal nampak marah berbicara dengan suara keras membuat semua orang yang ada didalam pesawat menoleh kearahnya.
"Dek... jangan berisik."Ucap seorang perempuan paruh baya yang duduk di kursi samping mereka.
__ADS_1
"Maaf bu."Ucap Fareal sambil menundukkan kepalanya merasa tidak enak.
"Awas lo...."Ancam Fareal menatap tajam kearah Agus.
"Haduh... orang kalau sedang jatuh cinta memang suka nekat, hihihi...lo sangat lucu, santai aja kali bro,gue cuma bercanda, Lagian siapa juga yang suka sama adik lo, terserah lo saja lah, gue gak mau ikut campur dengan hubungan kalian, ya udahlah gue ngalah aja.
Lebih baik gue yang nyari cewek bule aja buat memperbaiki keturunan."Ucap Agus malas ribut dengan sahabatnya sendiri gara-gara cewek.
"Gue heran sama kalian berdua,kok kalian bisa jatuh cinta, apa karena kalian tau kalau kalian bukan saudara kandung?Tapi seandainya kalian saudara kandung apa kalian tetap memiliki perasaan seperti itu?"Tanya Agus penasaran.
"Sialan lo Gus,
sabenarnya gue sendiri juga bingung,ah...tau lah mending kita tidur aja."Ucap Fareal kembali memejamkan matanya, Agus menoleh kearah Fareal, ditatapnya wajah sahabatnya itu.
"Huh... sorry bro, sabenarnya gue dikasih tugas sama bokap lo supaya gue bisa bikin lo melupakan adik lo itu,bokap lo gak mau kalau sampai lo terus-terusan memikirkan Chelsea."
Gumam Agus dalam hati sambil menatap wajah Fareal yang sepertinya sudah tertidur.
Sementara di bandara.
"Halo Rin, dimana Fareal?"Tanya Siska yang baru sampai ditempat mereka berkumpul sedetik setelah keberangkatan pesawat yang membawa Fareal dan Agus.
"Mbak Siska bagaimana kabarnya?"Tanya Rini sambil mengulurkan tangan bersalaman dengan mantan istri suaminya.
"Alhamdulillah sangat baik Rin,
wah terlambat dong,pantas saja Chelsea lari-lari."Ucap Siska memeluk Rini.
"Terimakasih Sis sudah mengantarkan Chelsea kesini,"ucap Rendi.
"Mbak, Chelsea malam ini nginap dirumah kami boleh tidak?Biar rumah kami gak sepi,satu malam saja."Lanjut Rini.
"Boleh dong,dia juga kan anak kalian."Jawab Siska melepas pelukannya.
"Terimakasih mbak."Ucap Rini senang.
__ADS_1
🌻🌻🌻🌻
"Sayang...tadi kamu kasih kakak kamu apa nak?"Tanya Rini penasaran saat malam harinya ketika mereka sedang berada diruang makan untuk makan malam bersama.
Atas permintaan Rini akhirnya Chelsea malam ini menginap dirumah Rendi-Rini.
"Chelsea kasih jaket bun."Jawab Chelsea jujur.
"Bunda kenapa gak makan?"Tanyanya karena Rini dari tadi tidak menyentuh piring yang sudah terisi nasi dan lauk-pauk.
"Bunda gak lapar."Jawab Rini singkat, wajahnya terlihat murung tidak bersemangat.
Chelsea menggeser kursinya agar lebih dekat dengan sang bunda.
"Bunda...sini Chelsea suapin,bunda harus makan nasi biar bunda gak sakit.
Nanti Chelsea mesti bilang apa sama Mas Fareal kalau sampai bunda sakit.
Mas Fareal kan sudah pesan supaya aku jagain bunda,aku gak mau diarahin mas Fareal nanti."Diambilnya piring Rini, Chelsea menyuapi Rini dengan telaten hingga makanan Rini habis tak tersisa berkat Chelsea.
Rendi hanya bisa tersenyum bahagia melihat sikap putrinya yang begitu perhatian dengan bundanya.
Terlihat ada kesedihan diwajahnya sambil menatap kedua perempuan yang sangat ia sayangi.
"Haruskah aku biarkan Fareal menikahi Chelsea agar ia bisa selalu bersama kami, terus bagaimana kata orang nanti, sedang yang mereka tau Chelsea dan Fareal adalah saudara kandung.
Papa-Mama juga pasti tidak merestuinya, apalagi kalau sampai mereka tau kalau Chelsea ternyata anaknya Siska.
Aku sampai sekarang juga gak tau kenapa Mama begitu tidak suka dengan Chelsea, padahal dia anak yang baik, lembut, dan penyayang,dia juga sangat perhatian dengan kami sebagai orang tuanya meski dia tau kalau kami bukan orang tua kandungnya."Gumam Rendi dalam hati sambil menatap Chelsea yang sedang menyuapi istrinya.
🌻🌻🌻🌻
"Yah...ayah kenapa kok dari tadi bengong."Ucap Rini saat mereka sedang beristirahat didalam kamar mereka.
"Gak apa-apa bun,ayah cuma lagi memikirkan sesuatu,kenapa mama gak suka sama Chelsea."Jawab Rendi lirih.
__ADS_1
"Iya yah,bunda juga heran sama mama, padahal Chelsea anak yang begitu manis, kenapa sampai sekarang mama gak menyukainya, kata mama wajah Chelsea mirip dengan seseorang yang sangat dibencinya."Balas Rini.
"Kira-kira siapa bapak kandung Chelsea?Mama dulu pernah bilang kalau wajah Chelsea mirip dengan laki-laki brengsek yang sudah membuat adik satu-satunya bunuh diri,apa mungkin Chelsea adalah anaknya Siska dengan Eko? Laki-laki brengsek yang sudah membuat bibik Nari, adik Mama sampai bunuh diri karena diper**kosa oleh laki-laki brengsek itu."Gumam Rendi dalam hati menatap wajah istrinya dengan serius.