Ketulusan Cinta Rini 2

Ketulusan Cinta Rini 2
Bab 21.Kedua orang tua Rendi datang ke Jakarta.


__ADS_3

"Ini pacar kamu Ren?"Tanya Nenek saat mereka sudah bertemu.


Rendi dan Rini mencium punggung tangan Nenek itu bergantian.


"Iya Nek,gimana pacar Rendi Nek?"Tanya Rendi sambil tersenyum.


"Cantik Ren...duh siapa nama kamu ndu'?"Tanya Nenek menatap wajah Rini dengan penuh kasih.


"Namaku Rini Nek."Jawab Rini sambil tersenyum menatap wajah Neneknya Rendi.


"Gadis cantik seperti ini kenapa Burhan sama Citra kok tidak setuju,gimana sih kedua orang tua kamu Ren."Kata Nenek nampak kecewa dengan sikap anak dan menantunya yang sekarang masih berada di Pekalongan.


Rini hanya menunduk dengan wajah sendu mendengar ucapan dari Neneknya Rendi.


"Kamu tenang saja ndu'...Nenek mendukungmu untuk menjadi istri Rendi.Kamu gak usah takut ya sayang."Kata Nenek mencoba menenangkan pacar Rendi yang terlihat ketakutan.


Rini mengangguk pelan sambil tersenyum.


"Nek... katanya Nenek lagi butuh Mbak buat bantu membersihkan rumah,nenek udah dapet belum Mbaknya?"Tanya Rendi.


"Belum Ren... sabenarnya Nenek sudah telpon ke yayasan tapi belum ada kabar.


Nenek pingin seseorang yang sudah berpengalaman kerja seperti Mbak Inah, sayang sekali dia mesti pulang kampung karena suaminya sakit-sakitan."Jelas Nenek dengan wajah yang tiba-tiba berubah sendu.


Mbak inah sudah sepuluh tahun bekerja di rumah Nenek dan kakeknya Rendi sejak Mbak Inah masih gadis,tapi dia harus pulang kampung karena suami Mbak Inah sedang sakit.


"Kalau begitu biar pacar Rendi aja yang bekerja di sini ya Nek."Kata Rendi membuat Rini terkejut.


"Hah ..."Rini merasa kaget.


"Kenapa yang?Kamu katanya lagi nyari kerja,ya sudah kamu kerja dirumah nenekku saja.


Gak apa-apa kan?"Tanya Rendi menatap wajah Rini yang nampak terkejut.


"Apa benar ndu'...kamu mau nyari kerja."Tanya Nenek memastikan.


"I..iya Nek..."Jawab Rini gugup.


Sabenarnya Rini sungguh tidak menyangka kalau kekasihnya bakal menyuruh dia bekerja di rumah Neneknya.


"Ya sudah.... Nenek senang kalau kamu mau bekerja di sini,nenek jadi punya teman ngobrol,kapan kamu mulai bekerja di sini?"Tanya nenek tidak sabar.


"A..."Ucap Rini langsung dipotong Rendi.


"Besok Nek...besok Rini sudah bisa bekerja di sini,iya kan sayang.."Kata Rendi sambil tersenyum menatap wajah Rini.

__ADS_1


"Ih mas apaan sih orang aku belum jawab."bisik Rini lirih kepada Rendi.


"Ada apa ndu'?"Tanya nentek penasaran.


"Enggak apa-apa Nek, Rini bilang sama Rendi katanya dia setuju kerja di sini besok."Kata Rendi berbohong menjawab pertanyaan Neneknya yang seharusnya di berikan kepada Rini.


"Nenek tanya sama pacar kamu Ren....bukan sama kamu."Kata Nenek sambil menggeleng kepalanya melihat tingkah cucunya.


"Kan sama aja nekt... Rendi yang jawab."Kata Rendi cuek.


"Dasar kamu cucu kurang ajar."Nenek jadi gmas sambil menjitak kepala Rendi.


"Aduh Nek... sakit...!"Seru Rendi sambil memegangi kepalanya sendiri yang sedikit sakit atas jitakan yang di berikan oleh nenek.


"Rini nanti tanya sama Mbaknya Rini dulu ya Nek, boleh apa tidak.


Besok Rini kesini lagi kalau sudah dapat izin dari Mbak "Ucai Rini sopan.


"Oh..kamu disini tinggal sama Mbak kamu ya?


Ya sudah nanti kamu tinggal telpon sama Rendi kalau kamu mau kesini biar Rendi yang jemput kamu ya."Kata nenek lembut.


"Iya Nek, terimakasih."Ucap Rini.


"Om kamu belum pulang Ren.


Tadi pagi Agung kelihatan seneng banget, kira-kira ada apa Ren...apa dia habis menang lotre ya Ren"Tanya Nenek penasaran.


"Ha...ha... Nenek bisa saja,sejak kapan om Agung suka pasang lotre.Lagi jatuh cinta kali."Jawab Rendi asal.


"Hah.. jatuh cinta? Amiiin.... semoga benar kata kamu Ren,nenek sudah pingin punya cucu dari om mu itu."Kata Nenek tampak senang mendengar ucapan dari cucunya.


"Nenek gak pingin punya cicit juga?"Tanya Rendi.


"Cicit...?"Tanya Nenek kaget.


"Ya iyalah Nek,kalau kita menikah, punya anak berarti Nenek punya cicit dong dari kita."Jelas Rendi dengan santai langsung mendapat cubitan dari Rini.


"Mas..."Kata Rini lirih sambil melotot kearah Rendi.


"Kenapa sih yang....memang kamu gak ingin punya anak dari mas."Kata Rendi menatap wajah Rini yang sudah berubah merah.


"Duh... ternyata cucu nenek sudah gak sabar pingin cepat nikah sama kamu ndu'...kamu kerja dulu yang bener Ren,kalau pingin nikah.


Gimana kamu bisa kasih makan anak sama istri kamu nanti kalau kamu belum punya pekerjaan."Kata nenek menasehati.

__ADS_1


"Iya dong Nek...makanya Rendi lagi semangat kerja nih buat melamar kekasih Rendi ini."Kata Rendi sambil meluk Rini dari samping.


"Ish..."Kata Rini menyingkirkan tangan Rendi dari tubuhnya.


"Rendi...belum muhrim..singkirkan tangan kamu Ren..kamu minta dijitak lagi sama nenek?"Kata nenek mengancam.


"Enggak Nek, sakit...!"Teriak Rendi langsung melepas pelukannya.


"Kamu bilang aja sama Nenek ya ndu' kalau Rendi macam-macam sama kamu."Kata Nenek kepada Rini.


"Iya ntek."Jawab Rini sambil tersenyum malu


Tin..tiiin...


Terdengar suara klakson mobil didepan rumah nenek.


"Siapa itu Ren...?"Tanya Nenek.


"Gak tau nek..."Jawab Rendi sambil berjalan cepat melihat mobil yang datang dari teras lantai dua tempat mereka sedang ngobrol.


"Papa..."Gumam Rendi lirih saat melihat Papanya keluar dari mobil diikuti Mamanya juga ikut keluar lewat pintu mobil sampingnya.


Rendi langsung masuk kedalam dengan malas.


" Siapa Ren?"Tanya Nenek yang sedang duduk bersama Rini.


"Papa sama Mama Nek..!"Rendi tampak murung.


Ting..tong...


Terdengar suara bel rumah berbunyi.


Wajah Rini langsung berubah pucat saat mendengar ucapan dari Rendi dan mendengarkan suara bel rumah neneknya Rendi berbunyi.Rini jadi teringat kata-kata pak Burhan waktu mereka bertemu di rumah pak Burhan yang ada di Pekalongan.Nenek langsung menoleh ke arah Rini yang nampak ketakutan dengan wajah yang sudah berubah pucat.


"Tenanglah sayang,kamu jangan takut,ada Nenek disini.Mereka tidak akan berbuat macam-macam sama kamu selagi ada nenek."Kata nenek sambil menggenggam lembut tangan Rini.


"Tumben kedua orang tuamu datang ke Jakarta tanpa memberi kabar terlebih dahulu,ya sudah kamu bukakan pintu sana Ren."Perintah Nenek.


Rendi turun dari lantai dua untuk membukakan pintu untuk kedua orang tuanya.


Terdengar pintu gerbang dibuka lalu ditutup lagi, setelah beberapa menit terlihat seorang laki-laki yang sudah berumur tapi masih terlihat muda berbadan tinggi, tegap, dengan memakai celana jins warna hitam dan kaos oblong warna putih seperti anak muda naik kelantai dua bersama seorang wanita yang juga sudah berumur tapi masih terlihat cantik karena pintar merawat diri


Rini berpindah duduk dibelakang neneknya Rendi karena takut dimarahi kedua orang tua Rendi dengan menggenggam kuat tangan Nenek.


"Ibu..."Panggil laki-laki itu sambil berjalan mendekati Nenek dan didampingi seorang perempuan cantik yang tak lain adalah Pak Burhan dan Bu Citra, mereka adalah anak dan menantu pertama Nenek,juga keduaorang tua Rendi.

__ADS_1


__ADS_2