Ketulusan Cinta Rini 2

Ketulusan Cinta Rini 2
Bab 52


__ADS_3

Tepat pukul dua siang, Rendi dan Siska melakukan ijab kabul yang dilakukan dirumah pak Burhan dan bu Citra karena Rendi yang meminta.


Semua orang tampak kagum dengan Siska yang terlihat sangat cantik memakai baju kebaya warna putih.


Tapi Rendi tampak cuek tidak perduli.Ia bahkan tidak mau melihat kearah Siska sama sekali.


"Sayang..kamu cantik sekali nak."Kata bu Citra memuji menantunya itu.


"Terimakasih ma."Kata Siska sambil tersenyum malu.


"Rendi.. lihatlah istrimu sayang...dia sangat cantik sekali."Kata bu Citra kepada anaknya.


Bunda Karmila dan pak Surya juga tampak bahagia melihat putri mereka bahagia.


"Akhirnya kita jadi besan juga ya bu!"Kata bunda Karmila kepada bu Citra.


"Iya bu!


Semoga mereka cepat kasih kita cucu ya bu."Kata bu Citra.


"Coba dulu Rendi mau menikahi Siska, pasti saat ini kita sudah punya cucu,tapi sayangnya nak Rendi malah pergi,dan Siska...."Kata bunda Karmila tidak meneruskan ucapannya.


"Maaf bu, tolong jangan membicarakan itu lagi.


Yang penting mereka akhirnya menikah."Kata bu Citra tidak mau mengingat masa lalu.


"Apa semua sudah siap? Kita mulai ijab kabulnya sekarang ya..."Kata pak penghulu.


"Ayok nak Rendi sudah siap kan? Sekarang ikuti bapak ya."Kata pak penghulu kepada Rendi.


Rendi hanya menganggukkan kepalanya saja dengan wajah datar.


"Saya nikahkan dan kawinkan saudara Rendi Wibowo binti Burhan Wibowo dengan saudari Siska Amelia dengan mas kawin sebuah mobil di bayar tunai.


Dan saat rendi mengucapkan ijab kabul,dia melakukan kesalahan sampai tiga kali.


Terpaksa ucapan Rendi di ulang sampai beberapa kali karena Rendi salah menyebut nama pengantin wanita.


Dia terus menyebutkan nama Rini membuat Siska dan kedua orangtuanya jadi sangat marah.


"Rendi.... yang benar dong, jangan bikin malu kami, serius."Bisik pak Burhan lirih di telinga Rendi,pak Burhan dan bu Citra merasa tidak enak dengan keluarga Surya .


Setelah diulang sampai berkali-kali karena Rendi melakukan kesalahan beberapa kali, akhirnya acara ijab kabul telah selesai ketika semua saksi mengucapkan kata "Sah..."


***

__ADS_1


Pernikahan Rendi dan Siska terlihat sangat meriah dimalam hari, banyak orang penting yang hadir di sana.


Terlihat banyak teman-teman Siska yang hadir, mereka adalah para dokter dan para perawat.


Siska terlihat sangat cantik memakai baju pengantin,ia tersenyum kepada para tamu undangan


Pak Burhan dan bu Citra juga tampak sibuk menyambut para tamu undangan yang kebanyakan adalah para pengusaha dari berbagai kota.


*****


"Selamat ya dok... semoga rumah tangga kalian langgeng sampai kaki nini."Kata salah satu teman Siska yang merupakan seorang perawat.


"Terimakasih."Kata Siska sambil tersenyum kepada temannya itu.


"Hai Sis... selamat ya.. Akhirnya nikah juga lo!


Oh iya...mana laki lo Sis?"Kata seorang laki-laki memakai jas warna hitam yang baru datang.


"Iya.. makasih ya Nes.sudah mau datang."Kata Siska kepada sahabat karibnya yang bernama Agnes,dia yang selalu menemani Siska dalam suka maupun duka.


"Sis...gue tadi lihat Riski didepan."Bisik Agnes lirih ditelinga Siska.


"Yang benar Nes?"Kata Siska kaget sambil membulatkan matanya.


"Iya beneran,sepertinya dia sangat marah,lalu dia pergi lagi dengan motornya."Kata Agnes masih berbisik lirih ditelinga Siska.


"Eh tante...


Selamat ya tante!"Kata Agnes kepada bu Citra.


"Iya terimakasih.


Lho Rendi mana sayang?"Tanya bu Citra kepada menantunya.


"Em..tadi sama teman-temannya ma..!"Kata Siska sambil tersenyum menatap wajah mertuanya.


Sementara semua orang terlihat sangat bahagia, Rendi terlihat murung, tidak ada senyum dibibir nya sama sekali.


Seorang pemuda tampan berjalan menghampiri Rendi yang sedang berdiri seorang diri mengambil air minum.


"Hai bro ... waduh...lo parah banget menikah kok gak kasih kabar, untung kemarin nyokap gue telpon katanya lo nikah hari ini, pagi-pagi sekali gue langsung pulang dari Jakarta dengan naik motor demi lihat lo nikah."Kata Wahyu, sahabat Rendi dari kecil


"Hay Yu,apa kabar?Lo yang parah banget,pergi begitu saja gak ada kabar berita."Kata Rendi sambil memeluk tubuh sahabatnya itu.


Maaf Yu... soalnya mendadak jadi gak sempet kasih kabar.

__ADS_1


Lo gimana kabarnya? Kenapa dulu Lo tiba-tiba menghilang begitu saja?


Handphone lo juga tidak bisa dihubungi.Lo marah ya sama gue karena gue jadian sama Rini waktu itu, padahal gue tau kalau lo juga suka sama Rini.


Maaf ya Yu, cinta datang begitu saja.Gue tidak bisa hidup tanpa dia."Kata Rendi menatap wajah Wahyu yang terlihat lebih tampan dan lebih bersih setelah cukup lama mereka tidak bertemu.


"Maaf Ren, sabenarnya gue dulu memang sangat marah dan kecewa sama kalian.


Tapi akhirnya gue ikhlas, yang penting kalian bahagia.


Gue kira lo nikah sama Rini, ternyata sama Siska Ren?Kok bisa sih Ren? Katanya lo gak suka sama Siska?"Kata Wahyu penuh selidik.


"Iya Yu,demi nenek.


Kemarin nenek tiba-tiba sakit dan harus dirawat di rumah sakit karena mendengar ucapan Siska kalau gue yang sudah menghamilinya.Dan akhirnya nenek meminta gue buat nikahi Siska.


Akhirnya gue nikah sama tuh cewek karena gue gak mau keadaan nenek semakin memburuk kalau gue menolak keinginannya.


"La terus Rini bagaimana?Apa dia tau soal hal ini? Pasti dia sangat kecewa dan sedih. "Kata Wahyu merasa khawatir dengan keadaan Rini.


Wahyu tidak tau kalau Rini bekerja di apartemen Johan.


Rini selama ini bersembunyi di apartemen Johan tanpa Rendi, Salsabila dan Wahyu ketahui karena Rini meminta Johan untuk tidak mengatakan kepada siapapun tentang keberadaannya.


"Lo jahat banget Ren,kalau tau lo bakal bikin Rini kecewa seperti ini,dulu gue gak mau lepasin dan serahkan dia ke lo.Gue ikhlasin dia sama lo karena gue ingin dia bahagia.Gue yakin jika lo bisa buat dia bahagia.


Tapi ternyata...."Kata Wahyu menghentikan ucapannya.


Wajah Wahyu berubah sendu membayangkan dan memikirkan keadaan Rini.


"Gue sangat mencintai Rini Yu..!Gue terpaksa ngelakuin ini demi nenek."Kata Rendi tidak mau disalahkan.


"Gue akan ambil dia lagi."Kata Wahyu sambil menatap tajam wajah Rendi.


"Tidak..lo gak boleh deketin dia, karena dia hanya milik gue."Kata Rendi menahan tangan Wahyu yang hendak pergi.


"Hah..lo jangan egois Ren..lo sekarang sudah punya Siska,lo gak boleh serakah dong.


Lo mau punya bini dua?"Tanya Wahyu sambil membulatkan matanya merasa kesal dengan sikap temannya itu.


"Iya... Apa boleh buat, karena gue gak mau Rini dimiliki oleh orang lain.Pokoknya dia harus jadi milik gue,gak ada satu orangpun yang boleh miliki dirinya selain gue."Kata Rendi bersungguh-sungguh dengan penuh percaya diri.


"Lo sudah gila Ren."Kata Wahyu sambil menggelengkan kepalanya.


"Iya..gue gila semenjak mengenal Rini.

__ADS_1


Hanya dia yang membuat gue jadi gila seperti ini."Kata Rendi tegas.


__ADS_2