Ketulusan Cinta Rini 2

Ketulusan Cinta Rini 2
Kritis.


__ADS_3

"Sa..bangun sa, please...!"Teriak Agung langsung mengangkat tubuh Salsabila.


Para karyawan pabrik yang sedang berada disana berlari menghampiri Salsabila yang sudah tidak sadarkan diri.


Agung dibantu para karyawannya langsung membopong tubuh Salsabila, mereka memasukkan tubuh Salsa kedalam mobil Agung dan dengan kecepatan penuh Agung mengendarai mobilnya untuk pergi kerumah sakit ditemani oleh beberapa karyawan pabrik


Agung menghentikan mobilnya begitu sudah sampai di depan rumah sakit, tubuh Salsabila yang sudah dipenuhi dengan darah segar langsung dibawa masuk kedalam rumah sakti untuk segera mendapat penanganan.


Tubuh Salsabila langsung dibawa keruang operasi


"Maaf, siapa keluarga pasien? saat ini keadaan pasien sangat kritis,kami harus melakukan operasi secepatnya,tapi kami butuh persetujuan dari tanda tangan dari keluarga pasien."Kata seorang dokter.


"Apa harus keluarganya yang harus menandatangani dok?"Tanya Agung.


"Iya pak."Jawab dokter itu.


"Sebentar ya dok."Jawab Agung.


"Apa ada yang tau nomor orang tuanya Salsabila?"Tanya Agung kepada para karyawannya yang ikut mengantar Salsabila kerumah sakit.


"Kami tidak tau pak."Jawab mereka.


"Oh iya,mana tas Salsa?Apa kalian membawa tas milik Salsa?Tadi aku gak kepikiran dengan tasnya."Tanya Agung panik.


"Oh iya, sebentar pak,aku yang bawa tadi."Kata seorang laki-laki yang ikut mengantar Salsabila,ia bergegas lari keluar untuk mengambil tas Salsa yang saat ini ada didalam rumah sakit.


Tidak lama laki-laki yang tadi kembali lagi kedalam sambil membawa tas kecil milik Salsabila.


"Ini pak tasnya."Kata laki-laki itu menyerahkan tas kecil milik Salsabila kepada Agung.


Dirogohnya tas kecil milik Salsabila, Agung mengambil ponsel Salsabila dan langsung mencari kontak keluarga Salsabila.


Dikontak ada nomor handphone atas nama bapak, Agung tanpa pikir panjang langsung menghubungi nomor yang tertulis nama bapak.


Cukup lama Agung menunggu panggilan telponnya diangkat oleh nomor yang tertulis nama bapak tapi belum juga diangkat.


"Maaf dok, keluarganya tidak bisa dihubungi."Kata Agung kepada dokter.

__ADS_1


"Tapi kami harus segera menangani pasien kalau gak nyawanya tidak bisa tertolong."Kata dokter itu menjelaskan.


"Ya sudah segera lakukan yang terbaik untuknya dok,aku mohon,nanti aku yang bertanggung jawab."Kata Agung terlihat sangat mencemaskan keadaan Salsabila.


"Ya sudah, silahkan bapak ikuti perawatan ini,dia akan mengantarkan bapak untuk menandatangani surat persetujuan untuk pasien melakukan operasi."Kata dokter itu.


"Baik dok."Jawab Agung langsung pergi mengikuti langkah kaki perawat.


Akhirnya operasi dilakukan oleh para dokter untuk menyelamatkan nyawa Salsabila berkat persetujuan dari Agung.


Dert...


Ponsel Salsabila bergetar saat Agung sedang menunggu Salsabila di operasi diruang operasi.


"Halo.. selamat siang pak."Jawab Agung setelah mengangkat panggilan telpon yang ternyata dari orang yang dengan tulisan nama bapak yang tadi dihubunginya melalui ponsel Salsabila.


"Halo,ini siapa ya?Kok handphone anak bapak sama kamu?"Tanya seorang laki-laki yang ternyata adalah bapaknya Salsabila di seberang telpon.


"Maaf pak ini aku Agung,tadi mau memberitahukan kepada bapak kalau saat ini putri bapak yang bernama Salsabila sedang berada dirumah sakit Bunda, Jakarta pusat,dia mengalami kecelakaan pak dan harus dioperasi secepatnya."Kata Agung berbicara dengan hati-hati dan dengan suara lembut.


"Hah.. terus bagaimana dengan keadaan anak bapak nak Agung?"Jawab bapaknya Salsabila terdengar sangat terkejut.


Aku tadi sudah mencoba menghubungi nomor bapak tapi sama bapak gak diangkat, maaf pak aku tadi terpaksa menandatangani surat persetujuan karena aku tidak mau terjadi sesuatu yang buruk dengan Salsa pak,sekali lagi aku minta maaf sudah bersikap lancang demi kebaikan Salsabila."Kata Agung.


"Terimakasih nak Agung, maaf tadi bapak sedang bekerja tidak dengar HP bapak bunyi,bapak nanti sore langsung ke Jakarta sama ibu,nak agung tolong nitip anak bapak ya nak sebelum kami datang."Kata bapaknya Salsabila terdengar begitu panik.


"Iya pak."Jawab Agung.


"Tanpa disuruh pun aku pasti bakal jagain Salsa pak." Batin Agung.


Ceklek..


Pintu ruang operasi dibuka, terlihat brankas dorong keluar dari dalam ruangan itu.


"Sa..."


Agung yang sedang duduk langsung bangkit dan berlari menghampiri brankar dorong yang baru keluar dari dalam ruang operasi, terlihat Salsabila sedang berbaring lemah di atas brankar itu tak sadarkan diri, wajahnya terlihat begitu pucat.

__ADS_1


"Maaf pak, pasien akan dipindahkan ke ruang ICU,untuk saat ini keadaan pasien masih kritis belum bisa ditemui."Kata dokter menghentikan langkah kaki Agung yang hendak mengejar brankar dorong yang terdapat Salsabila diatasnya.


"Oh Tuhan,tolong selamatkan dia aku mohon."Kata Agung sambil duduk.


Dert...


Ponsel Salsabila kembali bergetar, Agung langsung mengambil ponsel Salsabila yang dimasukkan kedalam saku celananya.


Terlihat dilayar handphone Salsabila tertulis nama adikku.


"Halo.."Kata Agung mengangkat panggilan telpon dari seseorang yang ditulis adikku di handphone Salsabila.


Agung belum tau kalau adik dari kekasihnya adalah Rini, pacarnya Rendi.


"Halo, bagaimana keadaan mbak Bila?Kata bapak mbak Bila kecelakaan ya pak?"Tanya Rini yang belum tau kalau yang ditelpon nya adalah Agung,om nya Rendi.


Rini yang sedang berada dirumah sakit bersama Rendi dikasih kabar dari bapaknya kalau mbak nya dia sekarang sedang berada di rumah sakit, sedang ponselnya Sekarang ada sama temannya,tapi bapaknya Rini tidak memberitahu Rini siapa nama teman Salsabila yang memegang ponsel Salsabila itu.


"Iya."Jawab Agung si singkat.


"Bagaimana keadaan mbak aku pak?"Tanya Rini khawatir.


"Sudah selesai operasi, sekarang sudah dipindahkan ke ruang ICU."Jawab Agung.


"Mbak Bila hiks..."Terdengar suara perempuan yang diberi nama adikku di handphone Salsabila sedang menangis.


"Sudah yang, jangan nangis.


Kita doakan saja yang terbaik untuk mbak Bila."Terdengar suara laki-laki dipanggilan telpon.


"Hah... sepertinya aku kenal sama suara mereka."Batin Agung,tapi saat ia hendak bertanya tiba-tiba panggilan telpon dimatikan oleh seseorang yang tadi menelponnya.


"Kok tadi seperti suara Rendi sama ceweknya yang pernah tinggal dirumah ibu ya?"Gumam Agung lirih setelah.


"Ah....gak mungkin,suara seperti itu banyak yang punya."Agung berusaha menghilangkan kecurigaannya.


Sementara ditempat lain,dirumah sakit yang berbeda, terlihat Rini sedang menangis setelah mendapatkan kabar tentang mbaknya yang kecelakaan.

__ADS_1


Rendi berusaha menghibur kekasihnya itu yang terlihat begitu syok mendengar mbaknya mengalami kecelakaan, sementara nenek dan kakeknya Rini yang baru dikasih tau oleh Agung kalau Salsabila sekarang sedang berada di rumah sakit, langsung pulang ke Jakarta diantar pak Rudi,orang kepercayaan pak Burhan. Rendi sendiri yang sore ini sudah boleh pulang dari rumah sakit,ia akhirnya pulang dengan naik taksi bersama Rini.


__ADS_2