
"Ngapain lo senyum-senyum sendiri?"Tanya Agus yang baru pulang dari beli makanan.
"Ada deh...kepo aja lo!"Jawab Fareal masih senyum-senyum sendiri.
"Haduh... besok gue mesti cari mbah dukun,ada gak ya ditempat ini mbah dukun-nya?"Tanya Agus sambil membuka makanan yang tadi dibelinya.
"Hah...buat apa lo nyari dukun?"Tanya Fareal.
"Buat jampi-jampi lo,biar gak diganggu demit Amerika."Jawab Agus asal.
"Sialan lo!"Ucap Fareal melempar bantal kecil kearah Agus, dengan gerakan cepat Agus menangkap bantal kecil itu.
"Habisnya lo aneh,dari kemarin lo senyum-senyum sendiri terus, gue takut lo kesambet,"jelas Agus.
"Sembarangan,mana ada mbah dukun dikota ini, gue tuh lagi seneng bro, rasanya gue pingin balik ke Indonesia, gue pingin peluk dia, gue pingin cium dia,gue pingin...."Fareal berbicara sambil memejamkan matanya dan dengan tersenyum membayangkan sedang bermesraan dengan wanita pujaannya.
Pletak....
"Ah dasar lo otak mesum, cepetan makan ini keburu dingin."Ucap Agus menjitak kepala Fareal,ia menyodorkan makanan yang tadi dibelinya kepada Fareal.
"Ish... syirik aja lo mah!"Seru Fareal sambil mengusap kepalanya sendiri yang sakit karena jitakan dari sahabatnya itu.
"Wow...taco...!"Seru Fareal melihat makanan yang ada ditangan Agus.
"Thanks Gus,lo memang yang terbaik."Ucap Fareal menerima makanan khas Amerika yaitu taco,isi sayuran dan daging yang rasanya mak nyus.
"Heit...itu gak gratis ya!"Ucap Agus.
"Iye... nanti gue bayar,tapi nunggu kiriman, hehehe...."Ucap Fareal langsung menggigit taco yang super lezat.
"Sebentar gue mau kirim ini ke adik gue."Fareal berfoto sambil menggigit taco lalu ia kirim fotonya ke nomor handphone Chelsea."Em..."Fareal kembali tersenyum sambil memainkan ponselnya.
"Haduh...lo benar-benar sudah gila,wes tah orang kalau lagi jatuh cinta dunia seakan milik berdua."Ucap Agus sambil menggelengkan kepalanya merasa geli dengan sikap sahabatnya yang sedikit lebay.
"Lo bener bro, gue jadi gila karena dia,aduh mak... rasanya gue ingin peluk dia, gue gemes pingin cubit pipinya."Ucap Fareal sambil memandangi sebuah foto yang ada di handphonenya.Foto dirinya dengan Chelsea yang sedang berangkulan sambil tersenyum bahagia,ia ambil saat dulu mereka masih belum tau kalau mereka ternyata bukan saudara kandung."Dia manis sekali lho bro, haduh... gue udah gak tahan pingin gigit dia."Ucap Fareal menunjuk foto dirinya dan Chelsea kepada Agus.
__ADS_1
"Alamak... Apanya yang pingin lho gigit, Haha...."Ledek Agus.
"Em... semuanya, hehehe...."Fareal terkekeh.
"Dasar lo otak mesum."Ucap Agus mengacak rambut Fareal."
Tling...
Sebuah pesan masuk ke nomor WA Fareal.
"Yes...dia membalas chatting gue."Fareal nampak kegirangan membuka chatting dari Chelsea, dibacanya isi pesan singkat dari nomor WA Chelsea.
"Duh yang lagi makan-makan,enak tuh kayaknya!"
"Hehehe...."Fareal tertawa kecil.Lalu ia mengetik sesuatu untuk membalas chatting dari Chelsea.
Sementara di Indonesia.
Tling...
"Dek, kirimin foto lo dong yang sekarang ya,mas pingin lihat wajah lo yang baru bangun tidur seperti apa sih!"
"Ih apaan sih Mas Fareal nyebelin,ah malas lah."Chelsea meletakkan handphonenya disamping ia tidur.
Dert....
Tidak lama handphone Chelsea kembali bergetar, ternyata Fareal melakukan panggilan video.
"Lha... kok malah video call?Ih nyebelin banget deh."Gerutu Chelsea menyingkirkan handphonenya menjauh."Bodoh amat lah."Chelsea cuek.
Dert....
Handphone Chelsea terus bergetar membuat ia akhirnya menyerah dan mengangkat panggilan video call dari kakaknya.
"Mas Fareal apaan sih?"Tanya Chelsea setelah mengangkat panggilan video call dari kakaknya.Terlihat wajah Fareal sedang menatap dirinya sambil tersenyum.
__ADS_1
"Dek... lihat sini dong,mana wajah lo?"Tanya Fareal karena wajah Chelsea tidak terlihat dilayar handphone,ia sengaja menyembunyikan wajahnya agar tidak bisa dilihat oleh kakaknya.
"Mas Fareal pasti sengaja ya bikin aku malu?Mukaku kusut pasti kelihatan jelek banget deh,ih malas lah, pasti mas mau ketawain aku."Jawab Chelsea masih belum mau menunjukkan wajahnya di layar handphone.
"Dek...ayok lah,mas pingin lihat wajah lo please...mas janji gak bakal ketawa."Rengek Fareal dengan suara lembut seperti sedang merayu anak kecil.
"Tuh... lihat gak?"Chelsea akhirnya menunjukkan wajahnya tapi tidak berani menatap wajah kakaknya.
"Aduh dek mas kangen banget, boleh mas peluk gak?Mas udah gak sabar pingin peluk lo, nanti kalau mas sudah pulang ke Indonesia,mas boleh peluk lo ya dek?Mas pingin cium lo juga,aduh dek,mas kangen banget rasanya pingin cepat balik ke Indonesia terus melamar lo, kita nikah terus punya dedek yang banyak,"ucap Fareal dengan suara lembut sambil berkhayal.
"Ah tau lah."Jawab Chelsea dengan wajah berubah merah sangking malunya mendengar ucapan mesum kakaknya itu.
"Paman Aciel masih suka menemui lo gak dek?"Tanya Fareal.
"Kemarin kita ketemu saat aku lagi makan bareng ibu Siska di restoran."Jawab Chelsea.
"Terus..."Fareal nampak terkejut.
"Biasa aja lali mas,dia ternyata udah punya pacar lho mas, pacarnya cantik."Kata Chelsea memberitahu.
"Syukurlah, berarti gak ada yang ganggu lo, gue jadi tenang,lo jangan ganjen disitu ya dek,jaga hati lo hanya untuk mas, jangan deket-deket dengan laki-laki lain,nanti kalau Mas Fareal sudah pulang ke Indonesia,mas mau langsung melamar lo, kita nikah setelah itu lo gue ajak kesini."Ucap Fareal bersungguh-sungguh.
"Ih...mas PD banget,emang aku setuju? Lagian kenapa aku tidak boleh deket-deket dengan laki-laki lain, memangnya siapa Mas Fareal,kita kam cuma adik-kakak saja, kita bukan sepasang kekasih,jadi aku bebas dong mau dekat dengan siapapun."Jelas Chelsea karena mereka memang belum membicarakan soal hubungan mereka, Fareal terus mengatakan kalau dia mencintai Chelsea tapi dia belum meminta secara langsung apakah Chelsea mau jadi pacarnya atau tidak.
"Maksud lo apa dek?"Tanya Fareal bingung.
"Mas selama ini kan belum meminta secara langsung ke aku untuk jadi pacar mas."Jawab Chelsea.
"Oh...iya, maaf mas lupa dek,mas gak kepikiran kesitu.Ya sudah sekarang mas mau menembak lo,kamar kita masing-masing yang jadi saksi mas hari ini, kalau Indonesia berarti malam ini, meminta lo untuk kadi pacar gue,maukah lo menjadi kekasih gue dek?"Tanya Fareal bersungguh-sungguh.
"Em... gimana ya?"Chelsea jadi gugup.
"Dek... cepetan jawab."Ucap Fareal tidak sabar.
"I...iya mas,a...aku mau."Jawab Chelsea sambil tersenyum malu lalu ia langsung mematikan panggilan telpon dari kakaknya.
__ADS_1