
"Em... baunya harum banget....Tapi enak tidak?"Kata Johan di dapur sambil berdiri di belakang Rini yang sedang sibuk membuatkan sarapan untuk mereka berdua.
Johan yang sedang bersiap-siap didalam kamarnya untuk pergi ke kantor, langsung keluar kamar saat mencium bau masakan yang baunya begitu harum membuat perutnya meronta-ronta ingin cepat diisi.
"Duduk dulu ngapa, bentar juga selesai."Kata Rini merasa risih karena Johan terlalu dekat dengannya.
"Cobain dong sedikit."Kata Johan sambil menjulurkan tangannya hendak mengambil telur dadar yang sudah matang hendak diiris untuk dicampur bersama nasinya nanti.
"Ih..tangan tidak sopan."Kata Rini sambil memukul tangan Johan yang hendak mengambil telur dadar.
"Yak elah..pelit amat sih...dikit doang...!"Kata Johan sambil mengusap tangannya yang tadi dipukul oleh Rini.
"Duduk dulu..sabar.!"Perintah Rini.
"Kelamaan, keburu cacing yang ada di perut gue mati semua nih!"Kata Johan sambil duduk di kursi.
"Sabar ya cing,bentar lagi jadi nasgornya.
Lagian mas Johan kok tumben jam segini sudah bangun, biasanya juga bangun siang."Kata Rini sambil memasukkan nasi kedalam wajan setelah bumbunya matang.
"Kamu tuh yang tumben jam segini baru bikin sarapan,lihat tuh jam berapa?"Kata Johan menyuruh Rini melihat jam yang terpasang didinding dapur belakang Rini.
Rini menoleh kebelakang dan melihat jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 07.30 menit.
"Hah..yang bener? Sudah jam setengah delapan pagi?Ah..salah paling tuh jam-nya mas..!"Kata Rini tidak percaya.
"Lo yang salah,Biasanya gue masih enak-enak mimpi lo gedor-gedor aja tuh pintu kamar gue suruh cepetan bangun, sekarang gue sudah siap berangkat kantor,lo malah baru masak untuk sarapan."Kata Johan sambil melihat Rini.
"He..he.. maaf bos.. bangunnya kesiangan."Kata Rini sambil meletakkan dua piring yang berisi nasi goreng diatas meja makan.Rini duduk berhadapan dengan Johan.
Johan melihat kearah Rini,kedua mata Rini terlihat bengkak, menandakan Rini kurang tidur atau bisa jadi habis menangis semalaman.
"Lo habis begadang ya semalam?Hayo sama siapa?"Tanya Johan sambil menatap wajah Rini.
"Ih apaan sih, siapa juga yang habis begadang."Kata Rini sambil menundukkan kepalanya agar Johan tidak melihat matanya yang terlihat bengkak karena dia habis menangis semalam.
__ADS_1
Semalam Rini yang gak bisa tidur,mengambil handphone miliknya dan mengaktifkan nomor handphone dia yang sengaja di matikan, saat nomor HP-nya aktif, tiba-tiba ia mendapatkan MMS dari seseorang yang nomornya tidak dikenal.
Orang itu mengirim sebuah foto pernikahan Rendi dengan Siska.
Rini merasa kaget, bagaikan tersambar petir dimalam hari,iamenangis semalaman melihat kekasihnya tengah bersanding dengan perempuan lain.
Hatinya terasa sakit, ternyata orang yang sangat dicintainya setulus hati malah menghianatinya.
"Oh..jadi gak mau cerita nih....Kalau begitu gue kasih tau sama pacar lo yang namanya Rendi itu ya...agar dia datang kesini."Kata Johan mengancam.
"Jangan.. please...jangan bilang ke siapapun tentang keberadaan aku ya mas,aku belum siap di serbu pertanyaan nih, maklumlah artis yang lagi naik daun jadi incaran para wartawan,he..he..."Kata Rini malah bicara ngelantur.
"Artis apaan, artis kamar mandi.Ha..ha..."Ledek Johan.
"Aih..dah ah,mas Johan jahat banget sih!"Kata Rini sambil cemberut.
"Sudah..ayok cepet dimakan nasi goreng spesialnya mas, kasihan tuh cacing-cacing peliharaan mas Johan sudah teriak-teriak minta dikasih makan."Ucap Rini sambil menunjuk ke perut Johan.
"He..he...tau saja kau."Kata Johan langsung melahap nasgor buatan Rini
"Tunggu... review kelulusan seleksi tahap pertama sedang mengalami gangguan karena para operatornya lagi sarapan dulu."Kata Johan kembali menyendokkan nasi ke mulutnya.
Ia terlihat sangat lahap menyantap nasi goreng buatan Rini.Dalam waktu sekejap,nasi goreng milik Johan sudah habis tanpa sisa.
"Weleh-weleh...doyan..apa lapar...!"Kata Rini sambil menggeleng kepalanya melihat cara makan Johan yang tidak seperti biasanya.
"Lapar!"Jawab Johan singkat sambil mengunyah nasi.
Rini mengambilkan minum untuk Johan.
"Cepetan diminum."Kata Rini sambil menyerahkan segelas air putih kepada Johan.
"Alhamdulillah..kenyang...! Akhirnya cacing-cacing yang ada di dalam perut gue aman!"Kata Johan sambil mengusap perutnya sendiri.
"Berarti lulus ya mas nasi goreng buatanku,hem....!"Kata Rini sambil menaik alisnya.
__ADS_1
"Oke... setelah diteliti lebih lanjut, ternyata dengan berat hati lo harus berlatih memasak dengan lebih baik lagi,karena masakannya jauh dari kata enek."Kata Johan langsung bangun dari duduknya untuk menghindari amukan Rini nanti.
"Hah....yang benar saja,mas Johan.... tidak punya perasaan...nasi goreng sudah habis ludes tinggal piringnya saja dibilang jauh dari kata enak.
Bener-bener ya,kenapa piringnya dimakan sekalian,mas Johan....!"Teriak Rini kepada Johan yang sudah berlari duluan dari meja makan, Johan langsung mengambil tasnya yang diletakkan di sofa ruang santai dan berlari dengan cepat kearah pintu apartemen.
"Ha..ha...Sabar ya neng...mas pergi kekantor dulu,lo jaga apartemen gue jangan sampai di gondol semut."Kata Johan sambil membuka pintu apartemen dan bergegas keluar apartemen sambil tertawa.
"Ha..ha..lo sangat lucu kalau sedang marah Rin, haduh kalau seperti ini terus gue takut bakalan jatuh cinta sama lo Rin."Kata Johan saat sudah berada di luar apartemen dengan bibir yang mengembang.
Sesampai di kantor ternyata sudah ada Wahyu yang disana.
"Lho.. Yu,kok lo sudah disini?"Kata Johan merasa kaget karena Wahyu sudah ada dikantor padahal dia kemarin izin mau pulang kampung selama satu minggu.
"Memangnya teman lo gak jadi nikah?"Kata Johan penasaran.
" Ya jadi dong bos, semalam setelah menghadiri acara pernikahan temanku,aku langsung meluncur ke Jakarta lagi,ini aja aku baru sampai bos, langsung kekantor."Kata Wahyu menjelaskan.
"Memangnya gak capek Yu...?Lo istirahat aja dulu di kontrakan lo sana kalau capek,gampang besok mulai kerja lagi."Perintah Johan.
"Gak lah bos, nanggung sudah sampai sini."Kata Wahyu sambil berjalan menuju ruangannya yang sama dengan ruangan Johan.
"Aku harus segera selesaikan pekerjaan aku yang tertunda pak,supaya bisa secepatnya mencari dan menemukan perempuan yang aku sayangi,sebelum mantan pacarnya lebih dulu menemukan keberadaannya.
"Wah.. ternyata lo sudah punya kekasih Yu?"Kata Johan merasa terkejut, Wahyu yang dikenal cuek sama perempuan,ternyata sudah memiliki wanita yang disukai.
"Iya,aku sangat menyayangi perempuan itu,walau akhirnya aku harus pergi meninggalkan dirinya saat aku tahu kalau temanku juga menyayanginya.
Aku harus merelakan dia bersama temenku yang ternyata malah menghianatinya.
Aku tidak akan membiarkan temanku itu mengambil dia lagi.
Setelah bertemu dengannya,aku akan langsung melamarnya dan mengajaknya menikah secepatnya agar tidak ada lagi laki-laki yang mengambil dia dariku."Kata Wahyu dengan tegas.
"Hebat lo Yu,gitu dong..jadi cowok itu harus tegas."Kata Johan sambil menepuk pundak Wahyu.
__ADS_1
"Maaf kalau boleh gue tahu,siapa sih nama perempuan yang lo suka itu?"Tanya Johan sambil duduk di kursinya.