
"Selamat pagi bos, sarapan dulu bos,saya sudah buatin sarapan kesukaan pak bos."Kata Rini yang sedang membersihkan lantai dipagi hari saat Johan baru keluar dari kamarnya.
"Maaf ya Rin,gue berangkat ke kantor dulu,gue gak bisa makan makanan yang sudah lo bikinin.
Gue mesti buru-buru ke kantor nih,tadi bokap telpon katanya pagi ini gue mesti datang kekantor pagi-pagi sekali mau ada rapat penting."Kata Johan sambil berjalan mengambil sepatunya yang diletakkan di dekat pintu depan.
"Yah.. sayang sekali bos, padahal aku sudah masak dengan sangat lezat."Kata Rini sambil meletakkan sapu di tempatnya setelah selesai membersihkan lantai.
"Sorry...!"Kata Johan merasa tidak enak.
"Nanti siang lo gak usah masak buat gue ya Rin, soalnya nanti siang gue gak pulang,mau ada acara makan bersama klien.
Sorenya kita makan diluar aja ya,kan gue udah lama gak ajak lo makan diluar, sekalian kita mampir ke supermarket untuk membeli keperluan dapur kita,kata lo sudah banyak yang habis."Kata Johan.
"Asyik..makan di luar.Okelah kalau begitu bos, kita makan di restoran yang waktu itu ya bos, kangen sama makanan disana yang super uenak...!"Kata Rini merasa senang
"Terserah lo aja.
Ya sudah gue ke kantor dulu."Kata Johan sambil berjalan menuju pintu apartemen.
"Kalau ada orang yang datang selain gue gak usah dibuka pintunya Rin."Kata Johan mengingatkan sebelum keluar.
Setelah mengatakan itu, Johan keluar apartemen meninggalkan Rini yang sedang berdiri di dekat sofa sambil menatap dirinya.
"Yes...hari ini gue bisa bersantai-santai seharian.
Ci huy...nanti sore mau diajak makan diluar."Kata Rini merasa sangat senang setelah Johan sudah pergi.
Ia bernyanyi dan menari-nari seperti anak kecil sangking senengnya.
Setelah lima belas menit dijalan, akhirnya Johan sampai di kantornya.
Ia langsung berjalan menuju ruangannya untuk mengambil berkas-berkas yang akan dibawa untuk rapat bersama orang-orang penting.
Johan bergegas keluar dari ruangannya setelah memastikan berkas-berkas yang ia butuhkan tidak ada yang ketinggalan.
Johan ditemani sekretarisnya keruang rapat.
Terlihat disana sudah banyak orang penting yang hadir untuk membahas tentang perkembangan dan kerjasama mereka.
Rapat akhirnya selesai dengan baik setelah kurang lebih satu jam mereka membahas persoalan yang dihadapi oleh perusahaan mereka.
Sempat terjadi perdebatan cukup lama karena mereka masing-masing mempunyai pendapat yang berbeda.
Tapi akhirnya perbedaan pendapat mereka bisa disatukan berkat ide dan gagasan dari Johan yang terkenal dengan kepandaiannya dalam membuat dan menyusun rencana.
Semua orang yang hadir di sana menyetujui ide dari Johan,dan akhirnya rapat berakhir dengan lancar dan damai tanpa ada perselisihan antara mereka.
__ADS_1
Selesai rapat, Johan kembali keruangannya.
Ia duduk di kursi kerjanya untuk menghilangkan rasa lelahnya.
"Sedang apa ya sikutu kupret Rinol."Gumam Johan lirih saat teringat dengan Rini.
Dibukanya laptop miliknya.
Ia melihat kegiatan Rini melalui laptopnya.
Tanpa sepengetahuan Rini, Johan selama ini memasang cctv di dalam apartemennya.
Tapi hanya terdapat diruang tamu dan dapur saja.
Johan senyum-senyum sendiri melihat layar laptop.
Terlihat Rini yang sedang asyik bernyanyi sambil joget seperti anak kecil.
Gayanya terlihat lucu dan menggemaskan.
"Ha..ha.... Rini.. Rini.
lo bener-bener perempuan unik."Kata Johan tertawa melihat tingkah Rini yang terlihat begitu lucu.
Tok..tok..
Johan buru-buru mematikan rekaman cctv,ia berpura-pura sedang sibuk bekerja menggunakan laptopnya.
"Maaf pak,saya cuma menyampaikan kalau acara makan bersama klien diajukan satu jam, jadi bapak masih punya waktu 30 menit lagi."Kata seorang perempuan, sekertaris Johan.
"Oke.. terimakasih Sih..!"Kata Johan kepada sekertaris nya yang bernama Asih.
"Em...maaf pak,kita nanti pergi bersama kan?"Tanya Asih sambil tersenyum menggoda kearah Johan.
"Ehem..maaf sih, sepertinya aku nanti pergi sama Wahyu saja.
Sekarang kamu boleh pergi."Kata Johan tegas.
"Tapi pak?"Protes Asih, sekertaris Johan,dia tidak melanjutkan ucapannya karena
Johan menatap tajam ke arahnya.
Perempuan itu nampak kesal dengan sikap Johan,ia bergegas pergi meninggalkan ruangan Johan dengan wajah cemberut.
"Hufh... untung gak ketahuan gue sedang ngintip cewek di laptop gue ini,he..he..!"Kata Johan lirih sambil mematikan laptopnya dan menutupnya kembali.
Ia merogoh handphone miliknya yang ada di kantong kemejanya.
__ADS_1
"Halo Yu..bisa keruangan ku sekarang?"Kata Johan kepada Wahyu di panggilan telponnya.
Ternyata Johan menghubungi Wahyu untuk datang keruangannya.
Setelah beberapa menit, Wahyu datang keruangan Johan.
"Ada apa pak?Apa ada yang bisa saya bantu?"Tanya Wahyu sopan.
"Sudahlah Yu, jangan terlalu formal manggilnya.
Nih kita lagi berdua,jadi biasa saja manggilnya."Kata Johan merasa risih dengan ucapan Wahyu yang terlalu formal.
"Ya sudah,ada apa lo panggil gue?"Tanya Wahyu bersikap seperti biasa layaknya seorang temannya,bukan atasan dan bawahan.
"Lo nanti ikut gue ketemu sama pak Sandi ya Yu,gue malas ditemani sama Asih."Kata Johan malas.
"Memangnya kenapa dengan Asih Han?Itu kan memang tugas dia nemenin lo ketemu sama klien-klien lo!"Ucap Wahyu.
"Malas gue...dia kadang nyebelin sih, gara-gara sikap dia yang terlihat begitu perhatian sama gue waktu itu,pakai nempel-nempel sok dekat sama gue, membuat kedua orang tua gue salah paham,di kira gue ada hubungan spesial dengan sekertaris gue sendiri, nyokap terus-terusan nanyain kapan dia dibawa pulang."Jelas Johan.
"Ya bagus dong Han.. berarti lo gak usah susah-susah nyari calon bini,kan udah ada di depan mata.
Udah cantik,pinter.Mau nyari yang gimana lagi lo!"Lanjut Wahyu.
"Mau nyari cewek unik yang sekarang ada di apartemen gue!"Jawab Johan keceplosan.
"Hah...lo nyimpen cewek di kontrakan Lo Han?"Tanya Wahyu kaget.
"Jangan-jangan lo....!"Kata Wahyu curiga.
"Eh...ma..maksud gue cewek unik tinggal di dekat apartemen gue...!Lo jangan berfikir macam-macam deh."Jawab Johan sedikit gugup karena tidak sengaja bicara soal keberadaan Rini di apartemennya.
"Huh... kirain lo selama ini diam-diam tinggal sama seorang perempuan."Kata Wahyu merasa lega ternyata kecurigaannya salah.
Sabenarnya gue juga sedang bingung nih, cewek yang gue cari sampai sekarang belum ketemu."Kata Wahyu dengan wajah berubah sendu.
"Sabar Yu...lo yang semangat ya."Kata Johan sambil menepuk pundak Wahyu.
"Maaf Yu, sabenarnya cewek yang lo cari ada sama gue.
Gue belum bisa kasih tau lo sekarang karena dia belum mau bertemu dengan lo, gak tau kenapa rasanya gue gak rela jika Rini harus bersama lo dan meninggalkan apartemen gue."
Ucap Johan didalam hati.
Ia juga bingung dengan perasaannya sendiri.
"Ya sudah ayok siap-siap, sebentar lagi kita mesti ketemu sama klien,lo jangan lupa bawa kertas yang gue suruh fotocopy ya Yu!" Perintah Johan.
__ADS_1
"Oke bos."Jawab Wahyu singkat.