Ketulusan Cinta Rini 2

Ketulusan Cinta Rini 2
Ibuku cuma Bunda seorang,dia bukan Ibuku.


__ADS_3

"Dokter... tolong istri saya Dok!"Seru Rendi ketika sudah berada di rumah sakit, dilihat istrinya yang sedang berbaring lemah tidak sadarkan diri diatas brankar dorong yang sedang didorong para perawat menuju ruang operasi untuk mengeluarkan timah panas dari tubuhnya.


Ini adalah kedua kalinya Rini masuk kedalam ruang operasi dengan kasus yang berbeda.


****


"Bunda,hiks... maafin Chelsea Bunda,ini semua gara-gara Chelsea sampai Bunda seperti ini."Ucap Chelsea lirih sambil terisak digenggamnya tangan Rini dengan lembut.


ditatapnya wajah wanita yang sudah 18 tahun merawatnya itu, karena dua minggu yang lalu adalah hari ulang tahunnya.Hari kelahirannya ternyata selisih satu hari dengan Fareal.


Sabenarnya Rini juga sudah menyiapkan surprise party untuk Chelsea yang seharusnya akan diadakan satu minggu setelah ulang tahun Fareal,dimana pada hari itu mereka menemukan Chelsea didepan rumah mereka,pada saat itu mereka menentukan hari itu adalah hari kelahiran Chelsea.


Wajah Rini Terlihat pucat sambil memejamkan matanya, empat hari sudah Rini berbaring lemah diatas ranjang pasien disebuah rumah sakit terbaik di Jakarta.


Tes...


Air mata Chelsea menetes di punggung tangan Rini, Chelsea yang sedang menunduk sambil menangis merasa terkejut saat merasakan ada gerakan tangan dari Bundanya, ditatapnya jari-jari sang Bunda yang memang ada gerakan.


"Bunda..."Panggil Chelsea lirih sambil menatap wajah Bundanya yang masih terpejam.


Chelsea langsung berlari untuk memanggil dokter atau perawat.


Tidak lama Chelsea kembali lagi bersama seorang perempuan memakai jas warna putih, perempuan itu adalah dokter yang menangani Rini.


"Bagaimana dengan keadaan Bundaku Dok?"Tanya Chelsea setelah Dokter wanita itu selesai memeriksa keadaan Rini.


"Alhamdulillah Dek, keadaan Bunda kamu sudah mulai ada perkembangan."Jawab dokter wanita itu sambil tersenyum.


"Alhamdulillah,terimakasih Dok."Ucap Chelsea sangat bahagia.


"Chels...."Terdengar lirih suara Rini hampir tidak terdengar memanggil nama putri kesayangannya.


"Bunda...Dok, Bunda tadi berbicara Dok,aku tadi mendengarnya."Seru Chelsea ketika samar-samar mendengar suara Bundanya.


Dua minggu kemudian.


"Bunda...!"Panggil kedua anak Rini menghampiri Bundanya yang sedang berada didalam kamar setelah pagi tadi diperbolehkan pulang dari rumah sakit.


"Bagaimana keadaan Bunda?"Tanya Chelsea naik diatas ranjang dan duduk disamping Rini diikuti Fareal yang juga ikut naik diatas ranjang kedua orang tuanya dan duduk disamping Ibunda tercinta.

__ADS_1


"Haduh Nak... nanti ranjang Bunda sama Ayah bisa ancur kalau kalian semua naik,turun...turun sana."Seru Rendi yang juga sedang duduk dipinggir ranjang.


"Ah... Ayah pelit,kita kan pingin deket Bunda."Ucap Chelsea sambil memeluk tubuh Rini dari samping lalu diciumnya dengan lembut pipi Rini.


"Seneng deh, akhirnya Bunda sudah boleh pulang, Bunda jangan tinggalin kita lagi ya,sepi kalau gak ada Bunda dirumah,gak ada yang ngomelin kita,he...he..."Ucap Fareal sambil cengengesan.


"Kamu...!"Ucap Rini sambil mengacak rambut Fareal merasa gemas dengan sikap anak laki-lakinya itu.


"Ayah ayok foto bareng Yah!"Ajak Chelsea menarik tangan Rendi untuk bergabung bersama mereka.


"Waduh...wes tah kayaknya besok bakal beli tempat tidur baru ini."Ucap Rendi ikut naik diatas kasur,lalu duduk ditengah-tengah istri dan anak perempuannya,dengan kedua kaki diluruskan kedepan, sedang kepalanya bersender di dada istrinya yang sedang duduk bersender di bantal yang sengaja ditumpuk sebagai senderan.


Rini mengusap lembut rambut suaminya, disamping kanan Rini dan Rendi ada Chelsea dan samping kanan mereka ada Fareal.


mereka berempat mengabadikan momen kebersamaan dengan berfoto menggunakan ponsel milik Chelsea.


"Oke...senyum semuanya...."


Jepret....


"Sekali lagi, Ayah tadi gak senyum.


Ayok senyum dong Yah!"Perintah Chelsea.


"Ah Ayah lebay, tenang aja Yah,kalau ayah gak punya duit nanti gampang kredit sama Om Andrew, pasti dikasih."Kata Fareal santai.


"Hus sembarangan,siapa bilang Ayah gak punya duit, Ayah cuma gak mau kehilangan ranjang Ayah ini yang banyak kenangan sama Bunda."Jelas Rendi sambil tersenyum menatap wajah istrinya yang masih terlihat cantik.


"Ayah...!"Rini mengusap wajah suaminya dengan lembut sambil tersenyum malu.


"Ya sudah Ayok kita foto sekali lagi, senyum semuanya."Perintah Chelsea,dan....


Jepret....


"Nah...begitu dong."Ucap Chelsea merasa puas dengan hasil foto yang kedua.


"Sekarang Ayah foto kami bertiga ya Yah,he...!"Perintah Chelsea sambil nyengir.


"Duh...udah kayak artis saja minta difoto terus."Ucap Rendi sambil mengambil ponsel putrinya.

__ADS_1


Lalu ia mengambil gambar istri dan kedua anaknya dengan menggunakan ponsel putrinya itu.


"Nanti kirim fotonya ke nomor Mas ya Dek!"Seru Fareal yang tidak membawa ponselnya, ponsel Fareal berada didalam kamarnya.


"Oke Mas."Jawab Chelsea sambil melihat hasil foto mereka di ponselnya.


"Lihat Bunda."Ucap Chelsea memperlihatkan foto mereka kepada Rini.


"He...he... Ayah lucu banget sih, wajahnya kayak anak kecil, Ucap Rini saat melihat wajah Rendi didalam foto yang memasang wajah cemberut seperti anak kecil sedang merajuk.


"Ya sudah kami kembali ke kamar ya Bun, Bunda istirahat dulu supaya cepat sehat lagi,dah Bunda,cup...."Ucap Chelsea mencium pipi Rini dan bergegas pergi keluar kamar diikuti Fareal.


Keesokan harinya.


"Sayang...Apa kamu sudah menemui Ibu kamu?"Kata Rini berbicara dengan suara lembut dan pelan ketika siang harinya saat Chelsea baru pulang dari sekolahnya.


"Ibu yang mana?"Tanya Chelsea terlihat cuek.


"Ibu Siska,biar bagaimanapun dia adalah Ibu kandung kamu sayang."Ucap Rini lembut sambil mengusap lembut rambut Chelsea.


"Ibuku cuma Bunda seorang,dia bukan Ibuku.


Aku malas bahas wanita jahat itu Bun,aku gak mau dengar apapun tentang wanita itu."Chelsea langsung bangkit dari duduknya dan pergi meninggalkan Rini yang masih duduk diatas kasur didalam kamar.


"Chelsea...."Panggil Rini lembut.


"Maaf Bun,aku mau kekamar dulu."Jawab Chelsea tanpa menoleh kearah Rini.Terlihat ada kesedihan diwajahnya,ia kembali teringat kejadian waktu itu yang membuat ia hampir kehilangan wanita yang sangat disayanginya.


Chelsea langsung merebahkan tubuhnya diatas kasur setelah berada didalam kamarnya.


Terlihat cairan bening keluar dari kedua matanya, entah apa yang membuat dirinya begitu sedih, hanya dia sendiri yang tau apa yang sedang ia rasakan saat ini.


Tin...tin....


Terdengar suara klakson mobil dari luar.


Chelsea langsung mengusap air matanya sendiri dan bergegas bangun untuk melihat siapa yang datang.


Terdengar suara pintu gerbang dibuka setelah berhenti beberapa menit pintu gerbang itu terdengar lagi untuk ditutup kembali menandakan mobil yang baru datang sudah masuk ke halaman rumah milik Rendi dan Rini yang cukup luas.

__ADS_1


Chelsea berlari keluar untuk melihat siapa yang datang.


"Halo sayang...."Ucap seorang wanita yang baru keluar dari dalam mobil saat melihat Chelsea sedang berdiri didepan pintu.


__ADS_2