
"Ternyata lo yang bawa gue kesini,cih... dasar pengecut,kenapa lo lakuin ini ke gue? Bukannya lo sudah mendapatkan apa yang lo mau?"Ucap Rini dengan wajah emosi melihat perempuan cantik yang sedang berdiri di depannya.
"Apa lo bilang,gue pengecut....?"
Plak .... sebuah tamparan cukup keras mendarat di pipi Rini oleh wanita cantik itu, terlihat darah segar keluar dari sudut bibir Rini.
"Gue ingin melihat lo menderita, karena gara-gara lo, suami gue tidak mau menganggap gue sebagai istrinya."Kata perempuan cantik yang ternyata adalah Siska.
"Hahaha...ya pantas saja dia gak mau menganggap lo sebagai istrinya,lo nya aja seperti itu, menggunakan cara licik untuk mendapatkan apa yang lo mau, sabenarnya bukan mas Rendi kan yang sudah buat lo sampai hamil?Gue percaya sama mas Rendi,kalau dia gak bakal lakukan itu."Ucap Rini sambil memegangi pipinya sendiri menahan sakit akibat pukulan yang begitu keras dari Siska.
"Lo....!"Kata Siska sambil menjambak rambut Rini dengan kuat.
"Aw..."Ucap Rini kesakitan.
"Hahaha... ucapan lo memang benar,bukan dia yang sudah menghamili gue waktu itu,tapi siapa yang mau percaya,yang penting kedua orang tua Rendi percaya kalau anak mereka yang sudah melakukannya,gue gak perduli dengan perasaan Rendi ke gue,yang gue butuhkan adalah harta orangtuanya, nanti lama-lama Rendi juga bakal suka sama gue kalau lo sudah tidak ada lagi dunia ini. Sekarang lo gak bisa berbuat apa-apa, gue ingin lo membusuk di tempat ini.
Karena gak bakal ada orang yang tau dimana lo sekarang."Kata Siska sambil tersenyum licik menatap wajah Rini.
Ia melepas kasar rambut Rini dari genggamannya.
"Sekarang nikmati aja hidup lo didalam gudang yang...iuwh... kotor....!"Ucap Siska sambil mengibaskan tangan ke mulutnya sendiri,lalu ia mendorong kasar tubuh Rini.
"Hahaha.... dasar wanita jala**ng.cuh..."Ucap Rini sambil meludah.
"Apa lo bilang?Lo ngatain gue wanita jala**ng?
Gak salah dengar gue,lo tuh yang wanita jala**ng."Ucap Siska kembali mendekati Rini dan menarik kerah kaos Rini.
"Gue nyesel udah nyerahin mas Rendi ke wanita jahat seperti lo,kalau memang lo pingin gue mati kenapa lo gak langsung bunuh gue aja kan beres, dengan demikian lo bisa hidup tenang karena gue sudah gak bakal merebut suami lo lagi.."Ucap Rini tanpa merasa takut.
"Ha...ha...gue pingin hidup lo menderita dulu sebelum mati,enak banget lo mau langsung mati aja,lo mesti ngerasain apa yang sudah gue rasain selama ini."Ucap Siska sambil tersenyum licik menatap wajah Rini.
"Oh iya,gue kasih tau, nanti malam lo harus siap-siap ya,karena mau ada seseorang yang akan datang kesini,lo harus layanai dia dengan baik."Bisik Siska ditelinga Rini.
__ADS_1
Rini membulatkan matanya dengan sempurna,ia merasa ngeri dengan ucapan Siska, tiba-tiba badannya gemetar karena merasa takut.
"Gue pingin tau,apa Rendi masih mau sama lo yang sudah tidak suci lagi, hahaha...."Ucap Siska sambil tertawa terbahak-bahak.
"Dasar perempuan gila, sinting, sableng."Ucap Rini mengatai Siska.
"Sudah Siska,ayok kita pergi saja dari tempat ini, percuma meladeni perempuan itu."Ucap perempuan di belakang Siska yang dari tadi diam saja.
Siska melepas kasar genggaman tangannya ke kaos Rini.
Ia membalikkan badannya dan berjalan menghampiri perempuan paruh baya yang sedang berdiri di dekat pintu.
"Dasar pengecut, cewek bar-bar, beraninya main culik-culik orang, dasar perempuan licik."Teriak Rini.
"Lo..."Ucap Siska hendak berjalan kearah Rini tapi ditahan oleh perempuan paruh baya itu.
"Sudahlah ayok kita pergi sekarang Sis,bentar lagi tante mau ada acara makan bersama klien penting."Ucap perempuan paruh baya itu.
Akhirnya dua perempuan berbeda usia itu pergi meninggalkan Rini didalam gudang seorang diri.
Ia mengelap air matanya sendiri dengan jarinya,lalu ditatapnya sebuah lemari besar yang menutupi jendela.
"Gue harus bisa menggeser lemari itu agar gue bisa keluar dari tempat ini.
Ayok Rini, semangat..lo gak boleh takut."Ucap Rini lirih berusaha menyemangati dirinya sendiri.
Ia berjalan menuju lemari besar yang ada di belakangnya.
"Oke.. sekarang gue coba lagi menggeser lemari ini,huh... bismillah!"Ucap Rini menarik nafasnya dalam-dalam dan mengeluarkannya lagi pelan.
Ia mencoba menggeser lemari besar yang menutupi jendela.
Berlahan lemari besar itu mulai tergeser.
__ADS_1
Rini menghentikan usahanya karena merasa kecapean, ia kehabisan tenaganya karena dari pagi belum makan, Siska menyuruh orang yang menjaga Rini untuk tidak memberikan makanan untuk Rini.
Ceklek...
Tiba-tiba ada seseorang yang membuka pintu dari depan.
Rini merasa terkejut, jantungnya berdebar sangat kencang,ia menoleh kearah pintu dengan wajah tegang.
Terlihat seorang laki-laki paruh baya seperti biasanya membawa satu bungkus nasi untuk Rini.
Rini mengusap dadanya merasa lega karena ternyata laki-laki itu adalah laki-laki yang biasa memberikan makanan untuknya.
"Pak.. tolong keluarin aku dari sini pak."Kata Rini memohon tapi laki-laki itu terlihat cuek tidak memperdulikan ucapan Rini.
"Pak,aku harus keluar dari sini."Rengek Rini.
Tapi laki-laki itu malah pergi setelah meletakkan kantong plastik yang berisi nasi dan lauk pauk di atas meja.
"Kata mbak Siska kamu harus makan buat tenaga buat nanti malam." Ucap laki-laki itu setelah berada didepan pintu,ia bergegas keluar dan mengunci pintu itu lagi.
"Pak.. tunggu, keluarin aku dari sini,aku mohon pak..!"Teriak Rini sambil berlari menuju ke pintu dan memukuli pintu itu dengan kedua tangannya.
"Pak.. bukain pintunya,aku mohon,hik..."Teriak Rini lagi sambil terisak.
Ia menjatuhkan badannya kelantai sambil menangis sejadi-jadinya.
"Ibu..bapak... tolongin Rini.
Mas Rendi...."Ucap Rini memanggil orang-orang yang sangat disayanginya.
Ia melihat ke kantong plastik warna hitam yang ada diatas meja.
" Gue harus makan yang banyak, agar gue punya banyak tenaga untuk menggeser lemari itu, gue harus keluar dari tempat ini sebelum malam hari."Ucap Rini lirih, ia bangkit berdiri dan bergegas lari ke arah meja, diambilnya kantong plastik yang berisi sebungkus nasi.
__ADS_1
Rini langsung membuka bungkusan yang berisi nasi dan lauk pauk,ia menyantapnya makanan itu secepatnya,dalam hitungan detik makanan itupun telah berhasil ia habiskan tanpa ada sisa.Rini mengambil sebotol air mineral, ditenggaknya minuman itu.
Ia duduk sebentar karena perutnya sudah merasa kenyang setelah dari semalam tidak terisi apapun karena laki-laki tadi tidak memberinya makanan