Ketulusan Cinta Rini 2

Ketulusan Cinta Rini 2
Bertemu Siska di toko.


__ADS_3

Hari dan tanggal pernikahan Rini dengan Rendi sudah ditentukan, mereka sengaja mempercepat hari pernikahan dua sejoli ini karena mereka tidak ingin menyesal dikemudian hari,mengingat kedua sepasang kekasih ini sudah sama-sama ngebet pingin kawin, daripada nanti terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,maka mereka memutuskan akan menikahkan dua sepasang kekasih itu lima hari lagi, acara Ijab-kabul akan dilakukan dirumah kedua orang tua Rini.


Mereka bersepakat akan mengadakan pesta pernikahan secara sederhana saja mengingat keluarga pak Karta sedang mengalami musibah dan pak Burhan juga masih sakit ditambah Rendi baru bercerai dengan istri pertamanya.


Rendi mengajak Rini untuk mencari baju , dan semua kebutuhan Rini dari sandal, sepatu,alat kecantikan dan juga seperangkat alat sholat sebagai serah-serahan nanti.


Semua barang-barang yang akan digunakan untuk acara serah-serahan,Rendi meminta Rini sendiri yang memilih.


"Sebentar ya yang,mas mau kekamar mandi dulu,kamu pilih dulu baju yang kamu suka."Kata Rendi saat mereka sedang berada disebuah toko pakaian yang ada di Sri Ratu mall Pekalongan.


"Iya mas, jangan lama-lama ya."Ucap Rini.


"Iya sayang."Jawab Rendi singkat,ia langsung pergi ke toilet karena sudah tidak tahan pingin buang air kecil.


Saat sedang asyik mencari baju, secara tidak sengaja ia bersenggolan dengan seorang wanita yang baru masuk kedalam toko baju itu.


"Eh.. maaf mbak."Kata Rini tanpa melihat ke wanita itu.


"Hai.. ternyata ada perempuan pelakor disini."Kata wanita itu sambil tersenyum sinis menatap Rini membuat Rini yang sedang menunduk langsung mengangkat wajahnya melihat kearah wanita yang ada didepannya.


"Mbak Siska?"Ucap Rini kaget.


"Seneng ya kamu sekarang sudah berhasil mengambil suami gue, terus sekarang malah syoping-syoping, dasar perempuan jala**ng."Ucap wanita itu yang ternyata adalah Siska.


Rini hanya diam saja tidak tau mesti bicara apa.


Hatinya sungguh merasa sakit mendengar ucapan Siska.


"Hai.. ibu-ibu semuanya, hati-hati dengan perempuan yang ada didepanku ini ya,Dia itu pelakor, kerjaannya suka menggoda laki orang, jangan mau tertipu dengan wajahnya yang sok imut dan polos ini ya bu, sabenarnya dia itu ja**blay, perempuan penggoda yang suka deketin kaki-kaki kaya yang punya banyak uang, lihat.. perhatikan baik-baik wajahnya,agar kalian berhati-hati kalau nanti bertemu dengannya lagi!"Teriak Siska kesemua orang yang ada didalam toko itu.

__ADS_1


Terlihat semua orang menatap Rini dengan tatapan jijik.


"Ih..gak nyangka ya, ternyata dia wanita menjijikan,cih... amit-amit, jangan sampai dia menggoda cowokku."Terdengar seorang perempuan muda yang seumuran dengan Rini berbicara dengan temannya.


"Iya,aku juga mesti hati-hati sama perempuan itu,aku harus jagain suami aku biar gak ketemu sama dia, cantik sih cantik..tapi kalau kelakuannya seperti itu amit-amit deh."Kata perempuan yang satunya lagi.


Siska tersenyum penuh kemenangan berhasil membuat Rini malu.


"Heh.. rasain lo...!"Ucap Siska menatap Rini dengan tatapan mengejek,lalu dia pergi meninggalkan Rini yang masih diam mematung tanpa mengeluarkan suara sepatah katapun.


Rini hanya diam saja sambil meremas kedua tangan menahan amarahnya, ingin rasanya ia menampar perempuan yang tadi ada dihadapannya tapi ia berusaha menahan sekuat tenaga untuk tidak melakukannya karena ia tidak ingin menimbulkan keributan di toko baju itu.


Kedua matanya terlihat berkaca-kaca ingin segera lari dan menangis sejadi-jadinya tapi sekali lagi ia mencoba menahannya,ia masih tetap berdiri mesti banyak emak-emak dan para remaja yang terus menghina dan memandang jijik kearahnya hingga terlihat Rendi berjalan dari kejauhan kearahnya.


"Lo..."Ucap Rendi saat berpapasan dengan Siska.


"Cih... kalian sungguh menjijikan."Kata Siska tersenyum sinis kearah Rendi.


"Kenapa tidak lo lakukan,ha..ha... dasar laki-laki pengecut."Ucap Rini mengejek.


"Huh..."Rendi mencoba menahan emosinya,ia bergegas pergi meninggalkan Siska karena malas berdebat dengan dia yang hanya akan membuat darahnya langsung naik.


"Sayang..kamu belum selesai milih bajunya?"Tanya Rendi menghampiri Rini yang sedang sibuk memilih baju.


"Bajunya gak ada yang pas sama aku mas."Jawab Rini pura-pura milih baju membelakangi Rendi menyembunyikan air matanya yang mau keluar dari tempatnya.


"Ya sudah Ayok kita cari tempat lain saja."Ajak Rendi.


"Ayok."Jawab Rini mengusap membalikkan badannya dan tersenyum menatap wajah Rendi,ia berusaha bersikap biasa saja seolah tidak terjadi apa-apa.

__ADS_1


"Cih.. ternyata itu laki-laki yang berhasil dia goda? Kira-kira laki siapa dia ya jeng? Kasihan istrinya."Terdengar suara ibu-ibu dari belakang Rendi membuat Rendi langsung menoleh kebelakang dan menatap tajam kearah tiga orang perempuan paruh baya yang sedang berdiri tidak jauh dibelakangnya.


Ketiga perempuan itupun langsung diam dan bergegas pergi dari toko baju itu karena takut dengan tatapan dari Rendi yang terlihat sangat menakutkan.


Rendi kembali menatap wajah kekasihnya setelah ketiga perempuan paruh baya yang ada dibelakangnya sudah pergi.


"Sayang....apa kamu tidak apa-apa?"Tanya Rendi menatap wajah kekasihnya yang terlihat berubah murung.


"Enggak apa-apa mas,ayok kita pulang saja mas,nyari bajunya dilanjut besok, kepalaku mendadak sakit."Kata Rini tidak berani menatap wajah kekasihnya itu,ia berusaha menyembunyikan wajahnya agar Rendi tidak melihat kedua matanya yang sudah mulai mengeluarkan cairan bening.


"Sayang..!"Rendi membalikkan badan Rini dengan kasar dan meraih kedua pipi Rini dengan tangannya untuk melihat kearahnya.


"Hiks..hiks..."Tangis Rini yang dengan susah payah dari tadi ditahannya akhirnya pecah juga dihadapan kekasihnya.


"Sayang.. Maafin mas, pasti tadi Siska sudah membuat kamu sedih, maaf sayang....


kamu jangan nangis lagi ya,mas ada disini gak akan membiarkan siapapun menyakiti kamu lagi."Ucap Rendi langsung mendekap tubuh Rini kedalam pelukannya.


Terlihat dua perempuan muda pegawai toko dan beberapa gadis remaja yang sedang memilih baju di toko itu hanya diam saja sambil menatap mereka dengan tatapan yang sulit diartikan.


"Maaf mbak,kami tidak jadi membeli baju disini."Kata Rendi ramah kepada dua perempuan pegawai toko setelah melepas pelukannya kepada Rini dan mengusap air mata kekasihnya itu dengan jari-jarinya.


"Iya pak,gak apa-apa."Jawab perempuan itu ramah.


Rendi menggenggam tangan Rini untuk meninggalkan toko.


"Kita cari makan dulu ya,mas lapar,kamu mau makan apa?Kita beli bakso mau gak?"Tanya Rendi masih menggenggam tangan Rini dengan erat.


"Terserah mas saja, Rini nurut ."Jawab Rini.

__ADS_1


"Ya sudah kita beli bakso disana saja, baksonya uenak tenan lho,dulu mas suka beli bakso disana bareng Wahyu."Kata Rendi menunjukkan sebuah tempat penjual bakso dan mie ayam yang ada didalam mall.


__ADS_2