Ketulusan Cinta Rini 2

Ketulusan Cinta Rini 2
Bab 23.Siska datang ke Jakarta.


__ADS_3

"Ayok antar aku pulang...." Rengek Rini manja.


"Ya sudah ayok,mas antar kamu pulang."Kata Rendi sambil melepas pelukannya kepada Rini.


Mereka meninggalkan pantai untuk kembali ke kontrakan Salsabila.


Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh akhirnya mereka sampai di kontrakan Salsabila dan Rini.


Didalam perjalanan mereka tidak sengaja bertemu dengan seseorang saat mereka berhenti di lampu merah.


"Rendi...."Panggil seorang perempuan yang ada di dalam mobil yang berhenti pas disamping mereka.


Rini dan Rendi menoleh bersamaan kearah seseorang yang memanggil nama Rendi.


Terlihat seorang perempuan cantik berambut panjang terurai dengan indah didalam mobil Avanza warna hitam.


"Siska...!"Kata Rendi nampak terkejut tak percaya dengan apa yang dilihatnya.


"Siska datang ke Jakarta...?"Gumam Rendi dalam hati.


"Akhirnya gue bertemu dengan lo Ren... bisakah kita bicara Ren, gue mohon."Kata Siska.


Rendi tidak menjawabnya karena lampu sudah kembali berwarna hijau, Rendi menjalankan motornya tanpa memperdulikan Siska.


"Rendi....! Aa....sial..." Teriak Siska didalam mobilnya sambil memukul setir mobil merasa kesal karena Rendi tidak memperdulikannya.


"Lo pikir bisa pergi meninggalkan gue begitu saja Ren... Gue tidak akan membiarkan lo bersama dengan perempuan itu, pokoknya lo harus menjadi milik gue "Kata Siska lirih sambil menatap motor Rendi yang sudah jauh.


"Lihat saja apa yang akan gue lakukan untuk membuat kalian berpisah untuk selamanya,heh..."Kata Siska sambil tersenyum licik.


.....


.....


"Maaf Mas... besok aku belum bisa ketempat Nenek,nanti tolong sampaikan maaf aku sama Nenek ya Mas,aku belum bisa bekerja di sana besok, terus terang aku belum siap bertemu dengan kedua orang tua mas Rendi disana."Kata Rini Setelah mereka sudah berada di kontrakan.


"Ya sudah enggak apa-apa, nanti biar Mas sampaikan sama Nenek."Jawab Rendi.


"Kenapa...?"Tanya Rendi saat melihat wajah Rini yang tiba-tiba berubah sendu.


"Enggak apa-apa...."Jawab Rini sambil menundukkan kepalanya.


"Apa karena Siska?"Tanya Rendi menebak.


Rini hanya diam saja tidak menjawab pertanyaannya.


"Kok Mbak Siska bisa berada di Jakarta?Apa mungkin mereka memang sengaja ke Jakarta untuk menemui Mas Rendi."Kata Rini merasa curiga karena dalam waktu bersamaan dirinya menemui kedua orang tua Rendi yang baru datang dari Pekalongan dan juga Siska.

__ADS_1


"Kamu tenang saja sayang... Mas janji akan menyelesaikan masalah ini, kita hadapi masalah ini bersama-sama."Kata Rendi menggenggam erat tangan Rini.


"Rin.... tolong maafkan ucapan kedua orang tua Mas ya! Mas janji akan segera membongkar kebohongan Siska agar kedua orang tua Mas tau yang sabenarnya dan mereka bisa menerima kamu sebagai menantu mereka nanti."Kata Rendi masih menggenggam erat tangan Rini.


"Tapi..kalau kedua orang tua Mas Rendi tetap tidak setuju dengan hubungan kita,apa yang akan Mas Rendi lakukan?"Tanya Rini.


"Aku tetap akan berjuang untuk hubungan kita apapun yang terjadi.Kamu tahu...?Kamu adalah cinta pertama Mas dan akan menjadi yang terakhir buat mas."Jelas Rendi berusaha meyakinkan Rini.


Rini hanya diam saja, cairan bening telah lolos keluar dari kedua matanya karena merasa terharu mendengar ucapan kekasihnya,Rendi juga cinta pertama buat Rini.


Dert....dert...


Tiba-tiba handphone Rini bergetar, Rini segera merogoh handphone miliknya yang ada di kantong celananya.


Dilihat layar handphone miliknya tertulis nama panggilan masuk Mbak Salsa, berarti yang menelpon adalah mbaknya.


"Halo assalamu'alaikum Mbak...."kata Rini setelah mengangkat panggilan telpon.


"Halo Rin...apa kamu sudah pulang ke kontrakan?"Tanya Salsabila didalam panggilan telpon.


"Sudah Mbak,mbak Bila kok belum pulang?"Tanya bali Rini.


"Maaf Rin,mbak disuruh lembur malam ini,kamu gak apa-apa kan di kontrakan sendirian?"Jelas Salsabila.


"Oh ya sudah gak apa-apa Mbak,mbak Bila hati-hati ya!"Jawab Rini.


"Ada apa yang?"Tanya Rendi penasaran.


"Mbak Bila memberi tau katanya malam ini lembur."Jawab Rini.


"Berarti kamu sendiri dong malam ini di kontrakan."Kata Rendi jadi khawatir.


"Ya gak apa-apa lah...aku sudah biasa kali mas, sendirian di kontrakan, waktu Mbak Bila dapat shift malam,aku juga sendiri dikontrakkan." Rini menjelaskan.


"Ya sudah malam ini Mas tidur di sini saja ya nemenin kamu biar gak sendirian."Ucap Rendi dengan santainya.


"Ih.. apaan sih Mas Rendi mah modus, sudah sana cepetan pulang sebelum Pak RT dan warga datang buat gebukin mas Rendi."Kata Rini malah menakut-nakuti kekasihnya.


"Jahat banget si yang... memang kamu mau lihat masmu ini bonyok digebukin warga sini."Kata Rendi sambil cemberut.


"Ya habisnya....Mas Rendi ngaco....mau tidur disini, minta dihajar Pak hansip ya?Kita kan bukan suami istri ya gak boleh lah tinggal satu rumah cuma berdua,nanti apa kata orang."Kata Rini protes dengan wajah cemberut sambil memalingkan wajahnya.


"He..he..mas bercanda sayangku...mas juga gak beranilah yang..."Kata Rendi tertawa kecil sambil memegang kedua pipi Rini yang sedang memalingkan wajahnya sambil cemberut, Rendi membetulkan posisi wajah Rini dengan kedua tangannya untuk menghadap ke arahnya.


Rendi menatap wajah Rini dengan tatapan penuh cinta, pandangannya berhenti di bibir mungil milik Rini yang selalu menggoda untuk mengunjunginya,yang sudah menjadi candu baginya lalu Rendi mencium bibir Rini begitu lembut.


"I love you sayang..."Kata Rendi lirih sambil mencium bibir Rini.

__ADS_1


"Love you too.."Jawab Rini lirih setelah Rendi melepas ciumannya.


.....


Di tempat lain


"Kamu tidak pulang bos...?"Kata Joko kepada atasannya.


"Sebentar lagi Ko...kamu kalau sudah mau pulang pulanglah dulu,ada beberapa hal penting yang harus aku selesaikan."Kata bosnya Joko yang tak lain adalah Agung sambil meneliti berkas-berkas yang tadi diberikan oleh asisten pribadinya itu.


"Ya sudah saya pulang dulu ya bos."Kata Joko berpamitan.


"Silahkan."Kata Agung tanpa melihat kearah Joko.


"Ko..."Panggil Agung secara tiba-tiba membuat Joko yang sudah berada di depan pintu menghentikan langkahnya.


"Ada apa bos?"Tanya Joko menoleh ke arah Agung.


"Apa malam ini ada yang lembur?"Tanya Agung menatap Joko yang sudah berada di depan pintu.


"Ada bos,kelompok B malam ini suruh lembur karena barangnya harus jadi besok."Kata Joko menjelaskan.


"Kelompok B? Berarti perempuan itu malam ini lembur."Kata Agung bergumam dalam hati.


"Ada apa bos?"Tanya Joko penasaran.


"Enggak apa-apa...ya sudah kalau kamu mau pulang."Kata Agung kembali melakukan pekerjaannya memeriksa berkas-berkas yang ada di meja kerjanya.


Joko membuka pintu ruangan bosnya dan langsung pergi meninggalkan bosnya seorang diri didalam ruangannya.


Tuliling... tuliling....


Terdengar ponsel milik Agung berbunyi, mengagetkan Agung yang sedang sibuk bekerja.


Agung langsung mengambil handphone miliknya yang diletakkan di atas meja kerjanya.


Terlihat nama my baby dilayar handphone miliknya.


"Halo baby sayang..."Ucap Agung langsung mengangkat telponnya.


"Halo sayang...kamu. lagi dimana?Kok kamu sudah lama gak main kerumah sih?"Kata perempuan didalam telpon terdengar manja.


"Aku masih di pabrik,kenapa baby..kamu kangen ya?"Kata Agung dengan suara lembut tapi tangannya masih sibuk menandatangani berkas-berkas yang ada di depannya.


"Kapan kita ketemu... kangen...!" perempuan itu merengek.


"Besok siang aku kesana,ya sudah dulu ya my baby ...aku lagi sibuk banget nih,dah my baby sayang, muach..."Kata Agung sambil mengecup handphone miliknya sendiri dan kembali melanjutkan pekerjaannya setelah mematikan handphone miliknya.

__ADS_1


__ADS_2