Ketulusan Cinta Rini 2

Ketulusan Cinta Rini 2
Bab 41.Hukuman karena sudah bersikap cuek.


__ADS_3

"Aw.... sakit..."Teriak Rini.


"Tahan yang...nanti juga enak kok"Kata Rendi.


"Pelan-pelan dong..sakit...aw...!"Rengek Rini terdengar manja.


"Sebentar lagi yang,nanti juga enakan.


Kamu tahan sebentar lagi."Kata Rendi dengan suara lembut.


Suara mereka terdengar seperti sedang melakukan sesuatu yang membuat siapapun yang mendengar berfikir macam-macam tentang apa yang sedang mereka lakukan didalam kamar.


Seperti yang dilakukan oleh nenek Rendi.


Nenek yang sedang mengambil buah jeruk di dalam kulkas merasa penasaran dengan apa yang sedang dilakukan Rendi dan Rini dilantai tiga.


Nenek berjalan mendekati tangga dan menguping pembicaraan mereka dari bawah tangga.


"Ealah bocah gemblung, sedang apa mereka diatas,awas saja ya kalau mereka berani berbuat mesum di rumahku."Ucap Nenek jadi emosi, Nenek melinting lengan bajunya seperti mau berantem, beliau langsung naik kelantai tiga dengan wajah penuh emosi berjalan dengan terburu-buru sambil mengangkat dasternya yang panjang menuju ke kamar Rini karena mencurigai mereka melakukan perbuatan mesum di rumahnya.


Nenek menghentikan langkah kakinya didepan kamar Rini yang tidak ditutup pintunya, terlihat Rendi duduk di kursi sambil mengurut kaki Rini, sedangkan Rini duduk dipinggir ranjang dengan kaki diluruskan diatas pangkuan Rendi.


"Nenek..."Panggil Rini merasa kaget dengan kehadiran Neneknya Rendi yang sedang berdiri di depan pintu kamarnya.


Rendi yang duduk membelakangi pintu langsung menoleh ke belakang karena kaget saat Rini memanggil Nenek.


"Ealah... Ternyata Rendi sedang mengobati kakimu toh."Ucap Nenek sambil tersenyum merasa lega ternyata kecurigaannya salah.


"La.. memangnya Nenek kira kita sedang apa? Nenek pasti sudah berfikir macam-macam deh, sampai nenek naik kelantai tiga."Tebak Rendi.


"Yah.. siapa tau aja, habis suara kalian terdengar mencurigakan."Kata Nenek.


"Ih.. Nenek...gak percaya banget sama cucu sendiri,gak mungkin lah Rendi berbuat mesum di rumah nenek."Kata Rendi seperti sudah mengetahui apa yang sedang difikirkan neneknya.


"Makanya nek,besok kita ke Jawa yok nek, menemui kedua orang tua Rini,lamarin Rini buat Rendi nek, syukur langsung nikah,jadi Nenek bisa tenang kalau kita lagi berduaan di dalam kamar seperti ini,ya gak yang."Ucap Rendi sambil tersenyum menatap wajah Rini.

__ADS_1


"Bocah kucluk.... memangnya gampang mau nikah? Kerja dulu yang bener cari uang yang banyak, istrimu mau dikasih makan apa nanti kalau kamu gak punya uang."Kata Nenek sambil menjewer telinga Rendi.


"Ya dikasih makan nasi lah nek,masa dikasih makan uang."Jawab Rendi dengan santainya sambil meletakkan kaki Rini dengan hati-hati keatas lantai.


"Cah gemblung...beli nasi pakai apa kalau gak pakai uang."Kata Nenek kembali menjewer telinga Rendi.


"Haduh Nek... telinga Rendi bisa copot kalau nenek tarik terus."Ucap Rendi sambil memegangi telinganya sendiri.


"Makanya kalau dibilangin orang tua tuh jangan suka bantah.


"Sudahlah Nenek mau turun,kamu mengganggu nenek saja,nenek gak jadi bikin jus jeruk gara-gara kalian."Kata nenek membalikan badannya.


"La kok gara-gara kita, Nenek sendiri yang datang kesini.


Makanya Nek...jangan suka curigaan."Kata Rendi tidak mau disalahkan.


"Haduh....punya cucu satu bikin pusing saja."Kata nenek sambil berjalan ke tangga untuk turun ke lantai dua.


"Rendi.. cepat turun kalau sudah selesai mengobati kaki Rini."Teriak Nenek dari tangga.


"Iya..."Jawab Rendi singkat.


"Ish... mas Rendi gak boleh ngomong seperti itu, gitu-gitu juga Neneknya mas Rendi."Kata Rini menasehati.


"He ...he...iya sayang."Kata Rendi sambil tertawa kecil menatap wajah kekasihnya.


"Ya sudah kamu istirahat dulu,mas mau kebawah takut tanduk nenek keluar semua,bisa gawat kalau nenek ngamuk."Canda Rendi.


"Ih..mas Rendi..tak aduin nanti sama nenek biar mas Rendi di marahin lagi."Kata Rini mengancam.


"Jangan dong sayang... memangnya kamu mau masmu ini dihajar sama neneknya."Kata Rendi dengan wajah cemberut.


"He..he...habisnya mas Rendi ngomongnya sembarangan."Kata Rini sambil tertawa kecil.


Rendi hanya tersenyum melihat kekasihnya sudah tidak marah-marah lagi.

__ADS_1


"Ke..kenapa?"Tanya Rini gugup karena Rendi terus menatapnya sambil tersenyum.


"Gak apa-apa,mas turun dulu ya."Kata Rendi sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Rini dan mencium kening kekasihnya itu lalu berjalan keluar meninggalkan kamar Rini.


"Haduh... kirain tadi mau ngapain."Kata Rini lirih sambil memegangi dadanya sendiri merasa lega.


Tiba-tiba Rendi masuk lagi kedalam kamar Rini, langsung mendekati Rini yang masih duduk di pinggir ranjang.Rendi mencium bibir Rini dengan kasar dan rakus membuat jantung Rini seakan berhenti mendadak karena Rendi tiba-tiba datang lagi dan mencium bibirnya tanpa permisi.


Terdengar nafas mereka yang tidak beraturan, Rendi terus mencium bibir Rini dengan begitu rakus tanpa memberi kesempatan untuk Rini bernafas.


Setelah merasa puas, Rendi melepas ciumannya untuk membiarkan kekasihnya itu mengambil oksigen.


"Itu hukum karena kamu sudah cuekin aku hari ini."Ucap Rendi lirih dengan hidungnya masih menempel di hidung Rini.


Rini hanya diam saja dengan nafas tersengal-sengal seperti habis lari maraton.


Rini berusaha mengatur nafasnya yang tidak beraturan dan jantungnya yang berdetak sangat cepat.


Belum berhasil menormalkan jantungnya yang berdetak kencang, Rendi kembali mencium bibirnya dengan lembut, sangat lembut tidak seperti sebelumnya, membuat Rini kembali merasa terkejut.Rini memegangi kepala belakang Rendi dan mengusap lembut rambut kekasihnya itu merasakan hangatnya sentuhan bibir Rendi yang begitu lembut bermain di bibirnya.


Rendi melepas ciumannya, ditatapnya wajah Rini yang masih memejamkan matanya dengan nafas yang tidak beraturan.


"Ini juga hukuman buat kamu,karena kamu tadi pagi tidak menerima ciuman aku,kamu malah pergi saat aku menunggu balasan."Kata Rendi berbisik lirih ditelinga Rini.


Rini hanya diam saja dengan jantung yang sudah tidak menentu.


Rendi tersenyum melihat kekasihnya dan pergi berlalu keluar kamar begitu saja tanpa merasa sudah berbuat dosa,meninggalkan kekasihnya yang masih diam mematung duduk diatas ranjangnya.


"Gila..mas Rendi gila...!"Ucap Rini lirih sambil mengatur nafasnya.


"Besok aku bakal berbuat lebih parah lagi kalau kamu berani cuekin aku."Teriak Rendi diluar kamar Rini sebelum akhirnya turun kebawah.


"Rini menjatuhkan tubuhnya di atas kasur dengan jantung yang masih berdetak tidak beraturan akibat dari serangan mendadak dari kekasihnya.


Sementara dilantai dua Rendi langsung masuk ke dalam kamarnya, masih tersenyum sendiri mengingat kejadian yang baru dialaminya.

__ADS_1


"Rini..oh Rini... sungguh lo membuat gue jadi gila."Ucap Rendi seorang diri sambil tersenyum menatap wajahnya didepan cermin.


"Lo milik gue..hanya milik gue,dan gue akan melakukan apa saja demi bisa mendapatkan lo."Ucap Rendi tegas sambil menatap tajam wajahnya sendiri didepan cermin.


__ADS_2