Ketulusan Cinta Rini 2

Ketulusan Cinta Rini 2
Keinginan aneh Rini.


__ADS_3

"Del... Gue mau bilang sama lo kalau gue suka sama lo, maukah lo jadi pacar gue."Kata Wahyu mengutarakan isi hatinya kepada Adel.


"Hah...."Adel nampak terkejut mendengar ucapan Wahyu yang secara tiba-tiba.


"Gue serius Del,kalau gue suka sama lo."Kata Wahyu berusaha meyakinkan Adel.


"Gu..gue...."Ucap Adel terlihat bingung.


"Kenapa?Lo gak suka ya sama gue? Atau jangan-jangan lo sudah punya pacar?"Tanya Wahyu merasa kecewa.


"Bukan begitu Yu, tapi gue....aduh.... gue sabenarnya juga suka sama lo, gue sudah menyukai lo dari pertama kali lihat lo waktu dirumah Rini dulu,tapi gue hilangkan perasaan gue itu karena gue tau kalau lo suka sama Rini waktu itu, perasaan gue kembali muncul saat kita berada disebuah pesta.


Dan lagi-lagi gue harus berjuang mati-matian untuk membuang jauh-jauh perasaan gue ini karena gue gak mau persahabatan kita putus gara-gara perasaan gue ini yang belum tentu bakal disambut oleh orang yang gue suka yaitu lo Yu."Kata Adel memberitahu tentang bagaimana perasaan dia ke Wahyu yang selama ini dia pendam seorang diri dengan suara keras dan lantang seperti seorang polisi sedang memberi laporan kepada atasannya tanpa bernafas.


"Hufh...hah...."Adel membuang nafasnya dengan kasar dan kembali bernafas dengan cepat seperti seseorang habis berlarian setelah mengatakan apa yang ia rasakan ke Wahyu.


"Jadi..lo juga punya perasaan yang sama dengan yang gue rasain Del?"Tanya Wahyu merasa senang kalau ternyata cintanya tidak bertepuk sebelah tangan setelah sebelumnya harus menerima kenyataan pahit karena mencintai seorang wanita yang ternyata si wanita yang dicintainya malah mencintai laki-laki lain.


Adel tersenyum simpul sambil menganggukkan kepalanya menjawab pertanyaan Wahyu.


"Ye... makasih ya Del."Ucap Wahyu langsung memeluk tubuh Adel membuat Adel yang tidak pernah dipeluk seperti itu oleh laki-laki merasa kaget langsung diam mematung tanpa mengeluarkan sepatah katapun apalagi saat secara tiba-tiba Wahyu mencium bibirnya singkat membuat Adel membulatkan matanya dengan sempurna,ia merasa seakan tersengat aliran listrik bertegangan tinggi.


Adel yang juga belum pernah berciuman sampai tubuhnya berubah kaku seperti patung,ia merasa tegang, jantungnya seakan berhenti mendadak.


Tak henti-hentinya Wahyu mencium punggung tangan Adel karena merasa sangat bahagia.


"Adel, gue sungguh merasa bahagia."Kata Wahyu sambil menciumi punggung tangan Adel.

__ADS_1


"Aduh Yu,udah dong..gue jadi geli nih lihat sikap lo."Kata Adel merasa geli dan risih dengan sikap Wahyu yang berlebihan sampai membuat bulu kuduknya berdiri.


"Gue seneng banget lho Del,I love you Adel."Ucap Wahyu kembali mengecup bibir mungil Adel dengan lembut membuat Adel kembali terkejut, ia langsung diam mematung, badannya terasa kaku.


Wahyu menghentikan aksinya karena tidak ada balasan dari Adel.


Ia tersenyum melihat ekspresi wajah Adel yang terlihat begitu syok karena dirinya.


"Maaf Del,gue langsung refleks gitu aja,ini gerakan alam yang datang secara tiba-tiba perasaan gue yang sangking senengnya karena ternyata lo juga suka sama gue."Ucap Wahyu sambil menatap wajah Adel yang masih terlihat syok, dengan kedua mata terus melihat melotot tanpa berkedip.


"Ayok..gue antar lo pulang, nanti gampang gue pulang pakai taksi saja setelah mengantarmu pulang."Kata Wahyu menggandeng tangan Adel yang terlihat kaku seperti sebuah patung.


"Del... Adel..."Ucap Wahyu menggoyangkan tubuh Adel yang malah bengong mematung.


"Eh..i..iya, sorry."Jawab Adel saat tersadar dari lamunannya.


Wahyu kembali menjalankan motor milik Adel dan bergegas pergi ke rumah kedua orang tua Adel setelah ia dan Adel sudah berada diatas motor,ia tersenyum saat melihat kedua tangan


Adel melingkar diperutnya,ia dapat merasakan hangatnya tubuh perempuan yang ada dibelakangnya,soal perasaannya saat ini seperti sedang terbang ke langit ketujuh, Adel menempel kepalanya dipunggung laki-laki yang sudah resmi menjadi pacarnya itu membuat hati si laki-laki kembali berbunga dengan sangat indah karena merasa sangat bahagia.


"


"Hanya membutuhkan waktu sebentar akhirnya mereka sudah sampai didepan rumah kedua orang tua Adel yang sudah pindah didaerah Pluit.


****


Wahyu langsung balik ke kos-kosan dengan naik taksi setelah memastikan Adel, kekasihnya yang baru resmi jadian beberapa menit yang lalu masuk kedalam rumah kedua orangtuanya.

__ADS_1


"Oh my God.... gue ditembak sama Wahyu."Teriak Adel setelah ia sudah berada didalam kamarnya sambil memegangi pipinya sendiri,ia langsung menjatuhkan badannya di atas kasur sambil membayangkan bagaimana bibirnya tadi bersentuhan dengan bibir seksi milik Wahyu,ciuman pertamanya telah diambil oleh seorang Wahyu.


"mak...dia mengambil ciuman pertamaku..!"Teriak Adel tanpa sadar dengan suara keras, untung kedua orang tuanya sudah terlelap tidur sehingga tidak mendengar teriakkan dari Adel.


Sementara keesokan harinya ditempat lain terlihat sepasang suami-istri sedang berdebat gara-gara baju.


"Sayang..aku ingin kamu memakai kaos warna pink itu."Rengek Rini manja yang ingin melihat suaminya pergi ke konveksi dengan memakai kaos warna pink.


"Yang benar saja, masa mas harus memakai kaos warna pink sih yang?Malu dong, seorang Rendi memakai baju warna pink,oh no....."Kata Rendi tidak mau mengikuti keinginan istrinya yang aneh.


"Hiks.. mas Rendi jahat,hua ..."Rini menangis dengan sangat kencang karena suaminya menolak keinginannya.


Dia sendiri tidak tahu kenapa dirinya sangat menginginkan suaminya yang akan pergi ke konveksi milik orang tuanya itu memakai kaos berwarna pink,ia juga merasa aneh,kenapa dirinya jadi cengeng dan manja seperti itu.


"Sayang....ada apa?"Tanya bu Citra dari lantai satu saat mendengar anak dan menantunya yang ada didalam kamar ribut, beliau semakin merasa khawatir saat mendengar menantunya itu menangis,bu Citra bergegas naik ke lantai dua untuk melihat keadaan menantunya karena takut terjadi apa-apa dengan menantu dan calon cucunya yang masih ada didalam perut menantunya itu.


"Rendi..apa yang sudah kamu lakukan sama menantu mama,kenapa dia sampai menangis seperti ini."Bentak bu Citra terlihat sangat marah kepada anaknya saat sudah ada didalam kamar Rendi yang pintunya dibiarkan terbuka tidak ditutup.


Bu Citra langsung memeluk tubuh menantunya yang sedang terisak.


"Sayang...tenang ya,ada mama jangan nangis lagi."Kata bu Citra sambil membelai rambut Rini dengan lembut.


"Dia tuh yang aneh ma,masa Rendi suruh pakai kaos warna pink ini sih ma,yang bener saja,bisa ditertawakan sama para karyawan nanti Rendi ma."Protes Rendi.


"Oalah.... Kirain ada apa."Ucap bu Citra menepuk keningnya sendiri.


"Ya sudah kamu ikuti saja keinginan istrimu Ren, mungkin ini keinginan anakmu, cepetan pakai kaos itu, mama gak mau cucu mama nanti ileran gara-gara kamu gak mau mengikuti keinginannya."Perintah bu Citra balik memarahi Rendi.

__ADS_1


"Mama...."Teriak Rendi kesal.


__ADS_2