Ketulusan Cinta Rini 2

Ketulusan Cinta Rini 2
Bab 55.Kemarahan Rendi


__ADS_3

Didalam kamar, Siska sibuk memilih baju tidur yang diberikan oleh mertuanya.


"Em...gue mesti pakai yang mana ya?Agar Rendi tergoda sama gue,yang ini,apa yang ini?"Kata Siska seorang diri di dalam kamar sambil memegang dua baju tidur yang terlihat begitu seksi dan tembus pandang itu.


"Okelah..kalau begitu gue pakai yang warna biru saja,gue yakin Rendi nanti bakalan klepek-klepek lihat tubuh gue."Kata Siska sambil senyum-senyum penuh percaya diri.


Siaka gaun pengantinnya dengan hati-hati,lalu ia masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri, setelah tiga puluh menit, Siska keluar dari kamar mandi dengan memakai baju tidur yang sangat seksi dan sangat tipis, tembus pandang.


Sehingga bisa terlihat dengan jelas lekuk tubuhnya.


Siska melihat dirinya didalam cermin.


"Em... sempurna....!"Kata Siska memuji dirinya sendiri.


"Dimana Rendi ya?Kok dia belum masuk kamar sih?ya sudahlah mending gue tungguin dia sambil rebahan deh."Kata Siska lirih,ia naik diatas kasur Rendi yang sangat empuk.


Karena merasa kelelahan akhirnya Siska tertidur dengan pulasnya.


Sementara diluar terlihat Rendi malah tidur di sofa Yang ada di ruang tengah.


"Lho...Kamu kok malah tidur di sini Ren?"Tanya nenek saat melihat cucunya tidur di sofa ruang tengah.


"Eh..nenek!"Kata Rendi kaget sambil membuka matanya perlahan,ia merasa terkejut tiba-tiba neneknya ada disampingnya.


"Kenapa kamu tidak tidur di kamar?"Tanya nenek.


"Didalam kamar panas nek,enak disini saja."Jawab Rendi asal.


"Lho memangnya kamar kamu gak ada AC?"Tanya nenek.


"Ada kok,tapi AC nya rusak."Ucap Rendi lagi sambil melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya.


"Nenek ngapain malam-malam sudah bangun,baru jam 4 pagi lho nek!"Kata Rendi setelah melihat jam yang ada di pergelangan tangannya.


"Nenek haus Ren,mau ambil minum."Kata nenek masih berdiri di samping Rendi.


"Ya sudah sana, Rendi mau tidur lagi.

__ADS_1


Masih ngantuk."Kata Rendi kembali memejamkan matanya,ia tidur masih mengenakan celana panjang dan kemeja panjang yang tadi sore dipakai di acara pesta pernikahannya tanpa memakai selimut.


Wajah nenek berubah sendu sambil menatap wajah Rendi yang sudah kembali tidur di atas sofa ruang tengah.


"Maafkan nenek Ren,nenek tau bagaimana perasaan kamu,tapi nenek melakukan ini buat kebaikan kamu Ren, kasihan Siska,dia harus hidup menderita karena perbuatanmu."Gumam nenek didalam hati.


Beliau kembali berjalan kedapur untuk mengambil minuman.


Lalu nenek kembali masuk kedalam kamarnya sambil membawa botol kecil yang berisi air putih dingin untuk berjaga-jaga takut beliau merasa haus lagi.


Kukuruyuk..


Terdengar suara ayam jago menandakan pagi hari telah tiba,suara ayam yang bersaut-sautan membangunkan semua orang yang sedang tertidur dengan pulasnya.


Rendi menggeliat membuka matanya berlahan saat mendengar suara ayam jago yang terdengar begitu nyaring di ruang tengah, tempat Rendi tidur.


Tidak lama terdengar suara adzan subuh, Rendi langsung bangun dari tidurnya dan berjalan masuk kedalam kamarnya.


Dibukanya pintu kamar yang tidak terkunci.


Ia melihat seorang perempuan cantik sedang tertidur dengan pulasnya diatas kasur miliknya.


Perempuan itu menggeliat pelan dan membuka matanya saat mendengar ada suara disampingnya.


Ia membalikkan tubuhnya, dilihatnya seorang laki-laki yang ternyata adalah Rendi, suaminya.


"Mas..."Panggil Siska kepada suaminya.


Ia merasa bahagia akhiratnya Rendi masuk kedalam kamar mereka.


"Lho mas Rendi kok masih memakai pakaian itu?"Kata Siska sambil bangun dari tidurnya,ia turun dari ranjang dan menghampiri suaminya yang sedang berdiri di lemari baju.ia berusaha memegang tangan Rendi,tapi Rendi malah menghempaskan tangan Siska dengan kasar,Rendi berjalan keluar kamar sambil membawa baju ganti.


"Mas..mas Rendi mau kemana?Kenapa gak mandi disini saja?"Kata Siska sambil menatap punggung Rendi yang sedang berjalan kearah pintu kamar.


Rendi hanya diam saja meninggalkan Siska yang masih diam mematung di belakangnya.


"Ren...kenapa kamu tidak mau bicara dengan gue? Memangnya apa kesalahan gue?"Teriak Siska sangat kesal dengan sikap suaminya itu.

__ADS_1


Rendi menghentikan langkahnya dan membalikkan badannya.


"Lo pingin tau apa kesalahan lo?Banyak...


Tapi...ya sudahlah gue lagi malas membicarakannya.


Yang penting lo kan sudah menikah sama gue."Kata Rendi dengan santainya.


"Tapi lo jangan bersikap seperti itu dong, sebagai suami istri ya kita harus bersikap bagaimana suami istri yang semestinya,jangan diemin gue seperti ini,gue semalam nungguin lo di dalam kamar,tapi lo gak juga masuk kamar."Kata Siska dengan suara keras.


"Oh..jadi lo semalam menunggu gue,uh..kasihan..."Kata Rendi berjalan mendekati Siska.


"Apa lo menginginkannya sayang...!"Kata Rendi berbisik di telinga Siska lalu ia mendorong tubuh Siska dengan kasar hingga Siska jatuh diatas kasur.


"Jangan mimpi lo...sampai kapanpun gue gak akan pernah menyentuh lo!"Kata Rendi dengan suara keras sambil menatap tajam ke arah Siska.


Rendi membalikkan badannya dan kembali berjalan ke arah pintu.


Siska langsung bangun dan berlari mengejar Rendi,ia memeluk tubuh Rendi dari belakang sambil terisak.


"Ren...gue mohon.. jangan tinggalin gue Ren.


Biar bagaimanapun kita sekarang sudah menikah,suka atau tidak suka,gue sekarang sudah menjadi istri lo,hiks...!"Kata siska sambil memeluk tubuh suaminya dengan begitu erat.


"Lepasin gue Siska."Bentak Rendi dengan suara keras sambil menarik tangan Siska dan menghempaskannya dengan kasar.Rendi terlihat sangat marah dengan Siska.


"Terserah lo mau ngomong apa,gue tidak perduli.Mau sampai lo nangis darah pun gue tetep tidak perduli sama lo!'Kata Rendi langsung pergi meninggalkan Siska yang masih menangis.


dibukanya pintu kamar,lalu pintu kamar ditutup kembali oleh Rendi dengan kasar.


Terdengar suara pintu kamar begitu keras saat Rendi dengan kasar menutupnya membuat dua asisten rumah tangga pak Burhan yang sudah berada didapur untuk menyiapkan makanan buat para majikannya merasa kaget sampai meloncat sangking kagetnya.


"Edan...siapa sih pagi-pagi sudah ngamuk-ngamuk, hampir saja piring yang sedang aku pegang jatuh."Ucap mbak yang memakai jilbab.


"Hus..jangan keras-keras ngomongnya,itu tadi den Rendi,itu dia orangnya lagi berjalan ke kamar mandi tamu."Kata mbak yang satunya lagi sambil menunjuk kearah Rendi yang sedang berjalan kekamar mandi tamu yang ada di ruang tengah yang sangat luas itu.


"Lha.. pengantin baru kok mandinya diluar,pakai banting pintu lagi tadi,paling semalam gak di kasih jatah tuh sama non Siska,makanya pagi-pagi sudah ngamuk-ngamuk gara-gara semalam gak dikasih,he..he...!"Kata mbak yang memakai jilbab.

__ADS_1


"Hus..ngomong opo kowe..!Jangan ngaco..kedengeran sama orangnya bisa dipecat langsung kamu!"Kata mbak yang satunya lagi.


__ADS_2