
"Wah.. ternyata lo parah juga Ren, ternyata diam-diam lo selingkuh dari bini lo!"Bisik dokter Lambang ditelinga Rendi.
Rendi langsung melotot ke arah dokter Lambang.
"Mas Rendi kemarin makan apa dok?"Tanya Rini penasaran.
"Makan otak-otak yang!Iya kan Mbang."Kata Rendi sambil menyenggol lengan dokter Lambang dan melotot kearah lambang agar dia tidak mengatakan kejadian yang sabenarnya.
"Iya, kemarin Rendi habis makan otak-otak dengan rakusnya sampai kelolotan karena tuh otak-otak nyangkut di leher pacar kamu ini mbak, saat mau di obati malah katanya biarkan saja biar mati sekalian kalau tidak bisa hidup dengan pujaan hatinya."Kata dokter Lambang berbohong.
"Hah..kok bisa sih?"Tanya Rini sambil menggaruk kepalanya sendiri yang sabenarnya tidak gatal merasa aneh membayangkan Rendi kelolotan gara-gara makan otak-otak.
"He..he.."Tiba-tiba Rini tertawa sendiri membayangkan lucunya wajah Rendi saat sedang kelolotan.
"Kenapa kamu ketawa sendiri yang?"Tanya Rendi menoleh ke arah kekasihnya itu.
"Ih...yang,ha..ha..."Lambang malah menertawakan Rendi saat mendengar Rendi memanggil kekasihnya dengan sebutan yang.
"Lha...ini lagi manusia satu, memangnya kenapa kalau gue bilang yang sama calon bini gue."protes Rendi.
"Lha...apa gak salah dengar gue,lo mau nikah lagi Ren?Siska mau si kemanain,gue aja satu belum dapet lo malah udah mau dua.
Sudah lo sama Siska aja,yang ini buat gue."Kata Lambang.
"Berani lo,awas saja kalau sampai lo deketin dia habis lo gue bikin rujak bebek."Ucap Rendi marah.
"Hahaha...lo bener-bener sekarang sudah Ren, ternyata cinta dapat merubah seorang Rendi yang angkuh dan sombong jadi laki-laki manis dan menggemaskan,ha...ha..."Ucap dokter Lambang ketawa terbahak-bahak melihat perubahan sahabatnya itu.
"Herlambang....!"Teriak Rendi kesal.
"Hahaha..ya sudah gue tinggal dulu ya bro."Kata dokter Lambang sambil berjalan meninggalkan Rendi.
"Em..mbak Rini ya nama kamu? Tolong jagain laki-laki yang sedang duduk disana dengan baik ya mbak, sepertinya tuh orang sudah bucin parah gara-gara mbak Rini."Kata dokter Lambang lirih tapi masih didengar oleh Rendi.
"Lambang...Herlambang...!"Teriak Rendi lagi langsung turun dari ranjang dan berjalan menghampiri dokter Lambang.
"Sudah sana lo, periksa tuh pasien lo yang lain."Kata Rendi sambil mendorong tubuh Lambang untuk keluar dari dalam kamar Rendi saat ini dirawat.
"Iya bro, santai saja kali.. gue bisa keluar sendiri."Kata dokter Lambang sambil tersenyum menggoda Rendi.
__ADS_1
Rendi langsung menutup pintu kamar setelah dokter Lambang sudah berada diluar kamar.
Tok..tok..
"Ren... gue mau beli otak-otak nih,mau nitip gak?"Kata Lambang masih belum mau berhenti menggoda temannya itu.
"Bodoh amat."Teriak Rendi sambil menahan pintunya agar dokter Lambang tidak masuk lagi.
setelah sudah tidak terdengar suara sahabatnya itu didepan kamar, Rendi membuka pelan pintu kamar,dan...
"Ba...."Dokter lambang yang sengaja diam bersembunyi dibalik pintu langsung menunjukkan wajahnya saat Rendi membuka pintunya.
"Ha..ha..kena lo!Tenang bro,buat ngetes keadaan lo, ternyata lo memang sudah benar-benar sembuh,nanti sore sudah boleh pulang!"Teriak dokter Lambang sambil berlari dengan cepat menghindari amukan dari pasiennya sekaligus sahabatnya itu.
"Herlambang.."Teriak Rendi kesal langsung mengejar dokter Lambang yang sedang berlari setelah berhasil mengerjainya,ia menghentikan langkahnya setelah dokter Lambang sudah jauh.
"Hah..hah...kurang ajar kau!"Ucap Rendi dengan nafas tersengal-sengal.
Ia masuk kembali kedalam kamarnya, terlihat Rini sedang menutupi mulutnya sendiri menahan tawanya saat melihat dua laki-laki dewasa yang bersikap konyol seperti anak kecil.
"Hufh.."Rendi langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang pasien karena badannya tiba-tiba merasa lemas gara-gara sikap sahabatnya itu.
"Em....gantian mengerjai Rini ah."Gumam Rendi dalam hati.Rendi memejamkan matanya pura-pura sakit.
"Sayang.. apanya yang sakit?Apa perlu aku panggilkan dokter yang tadi?"Tanya Rini memegangi tangan kekasihnya.
"Gak usah, dokter yang tadi malah membunuhku nanti."Kata Rendi menggenggam tangan Rini yang saat ini sedang memegang tangannya,lalu meletakkannya di atas dadanya sendiri.
"Sakitnya disini yang, obatnya gampang kok gak perlu dokter."Jawab Rendi.
"Tuh kan? Haduh.. Rini takut mas Rendi kenapa-kenapa, sebentar mas, Rini panggilkan dokter dulu ya!"Ucap Rini berusaha melepas genggaman tangan Rendi dari tangannya.
"Gak usah sayang, dibilangin obatnya gampang."Kata Rendi sambil bangun dari rebahannya.
Ia duduk dipinggir ranjang dan menarik tangan Rini hingga Rini terjatuh dan duduk dipangkuan Rendi.
"Nah mulai lagi deh,mas Rendi nanti dilihat orang lagi,malu ah."Kata Rini merasa risih dengan kekasihnya yang selalu bersikap manja semenjak sadar dari komanya.
Rendi tidak perduli dengan ucapan kekasihnya.
__ADS_1
Ia mengusap lembut pipi kekasihnya, disentuhnya bibir mungil Rini dengan jari-jarinya dan...
Cup...
Rendi kembali mencium bibir kekasihnya itu dengan sangat lembut.
Rini mulai hanyut dan terbawa suasana dengan permainan kekasihnya itu,ia dapat merasakan bibir Rendi yang begitu lembut bermain di bibirnya.
Rendi semakin memperdalam ciumannya saat merasakan ada balasan dari Rini.
Kita tinggalkan dulu sepasang kekasih yang lagi dimabuk asmara itu ya gaes.
Kita intip Salsabila dan Agung yuk, sedang apa mereka ya?
Disebuah pabrik terlihat seorang perempuan cantik sedang siap-siap hendak pulang,ia berjalan untuk menemui Agung di ruang kerjanya.
Sesampai di depan ruang kerja Agung dia mendengar ada suara perempuan didalam ruangan,ia langsung membuka pintu tanpa mengetuk terlebih dahulu.
Brak....
Pintu terbuka dengan lebar, Salsabila terbelalak melihat seorang perempuan sedang berciuman dengan Agung didalam ruangan.
Ia menutup mulutnya sendiri dengan kedua mata berkaca-kaca.
"Bang..."Kata Salsabila langsung membalikkan badannya dan bergegas lari meninggalkan Agung dan perempuan itu.
"Sa.. tunggu sa,ini tidak seperti yang lo pikirkan."Teriak Agung hendak mengejar Salsabila tapi tangannya langsung ditarik oleh perempuan itu yang ternyata adalah Nadia, mantan pacar Agung.
"Lo awas, gara-gara lo calon bini gue jadi salah paham."Bentak Agung mendorong tubuh Nadia dan langsung mengejar Salsabila yang sudah pergi jauh.
"Sa.. tunggu, dengerin penjelasan gue please sa."Teriak Agung ketika sudah berhasil mengejar Salsabila.
"Hiks...hiks..."Salsabila tidak menghiraukan ucapan Agung,ia masih terus berlari sambil terisak tidak melihat kejalan,dan...
Brak...
Sebuah mobil dengan kecepatan penuh datang dari arah berlawanan, tubuh Salsabila terpental sampai jauh karena tertabrak mobil.
"Salsa.... Tidak...!"Teriak Agung berlari menghampiri Salsa yang sudah tergeletak di tanah, dengan darah segar keluar dari kepalanya.
__ADS_1