
Kedua orang tua Rendi mengajak Rendi pergi ke suatu tempat, awalnya Rendi tidak mau tapi melihat mamanya sedih akhirnya Rendi mengikuti kemauan kedua orang tuanya.
Mereka pergi ke restoran xx untuk menemui seseorang.
"Sabenarnya kita mau menemui siapa sih ma?"Tanya Rendi nampak gelisah karena sabenarnya Rendi sudah ada janji dengan kekasihnya untuk mengajak jalan hari ini.
"Nanti kamu juga akan tau sendiri nak."Kata bu Citra.
Setelah menunggu cukup lama akhirnya orang yang mereka tunggu datang juga.
Terlihat seorang laki-laki yang masih terlihat muda berjalan mendekati mereka sambil menggendong tas ransel berukuran sedang.
"Hai Bram..apa kabar?Ayok duduk!"Kata pak Burhan kepada laki-laki yang baru datang.
Laki-laki itu duduk disebelah Rendi.
Rendi menatap laki-laki itu merasa bingung.
"Bagaimana Bram?Apa kamu membawa foto-foto itu?"Tanya pak Burhan.
"Iya bos."Kata laki-laki itu sambil mengambil sesuatu dari dalam tas ransel miliknya.
"Ini bos."Kata laki-laki itu sambil menyerahkan sebuah amplop ke arah pak Burhan.
Pak Burhan mengambil amplop itu dan melihat isinya.
"Bagus... terimakasih ya Bram,nanti uangnya aku transfer ke rekening kamu."Kata pak Burhan kepada laki-laki itu.
"Oke...kalau begitu saya permisi bos."Kata laki-laki itu berpamitan.
"Silahkan."Jawab pak Burhan.
Laki-laki itu pergi meninggalkan mereka, Rendi menatap papanya dengan tatapan penuh kecurigaan.
"Ini...kamu lihat sendiri, seperti apa perempuan yang kamu cintai itu!"Kata pak Burhan sambil melempar amplop yang diberikan oleh laki-laki tadi ke arah Rendi.
Rendi nampak terkejut,diambil amplop yang ada didepannya.
Rendi membuka isi amplop, ternyata isinya adalah beberapa foto.
Rendi membulatkan matanya saat melihat foto-foto itu.
foto Rini sedang bersama dengan seorang laki-laki, mereka terlihat begitu romantis di dalam foto, membuat Rendi cemburu melihatnya.
__ADS_1
"Apa ini?Gak mungkin pa... Rini bukan perempuan seperti ini.Ini bohong pa..."Kata Rendi tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
"Ya sudah kalau kamu tidak percaya, yang penting itulah kenyataannya."Kata pak Burhan.
"Sudah lah,kamu harus sadar kalau perempuan itu tidak baik untuk kamu nak,kamu harus tinggalkan dia sebelum kamu terluka lebih dalam lagi sayang."Kata bu Citra dengan suara lembut berusaha meyakinkan anak semata wayangnya.
"Tidak...ini tidak benar."Kata Rendi langsung pergi meninggalkan kedua orang tuanya.
"Rendi..."Teriak bu Citra berusaha menghentikan Rendi,tapi Rendi sudah terlanjur pergi sambil berlari meninggalkan mereka.
"Sudah ma.. biarkan saja, sebentar lagi kita akan bawa pulang Rendi karena dia pasti akan meninggalkan perempuan itu,papa yakin."Kata pak Burhan tampak yakin.
"Memangnya itu tadi foto siapa pa?"Tanya bu Citra penasaran karena bu Citra tidak tahu soal foto itu.
"Pacar Rendi dengan laki-laki lain,papa menyuruh Bram untuk mengikuti dan mengawasi pacar Rendi.Bram berhasil mengambil gambar pacar Rendi saat sedang bersama laki-laki lain."Kata pak Burhan.
"Pacar Rendi selingkuh?"Tanya bu Citra nampak terkejut.
"Mungkin...!"Jawab pak Burhan singkat.
"Baguslah pa...mama ingin melihat mereka segera berpisah,mama tidak suka Rendi bersama dengan perempuan itu."Kata bu Citra terlihat bahagia mendengar ucapan suaminya.
Rendi pergi meninggalkan restoran xx dengan mengendarai motor milik Agung karena Rendi tidak mau ikut naik mobil bersama kedua orang tuanya.
"Kenapa kamu lakuin ini ke aku Rin?Apa benar kamu selingkuh?"Kata Rendi didalam hati sambil mengendarai motornya.
"Sayang.. kamu kok baru datang."Kata Rini sambil tersenyum melihat kedatangan kekasihnya.
Rini langsung keluar dari dalam kontrakan begitu mendengar suara motor milik Rendi berhenti di depan kontrakannya.
Rendi langsung menghampiri Rini dan melempar kasar beberapa foto ke hadapan Rini.
"Apa maksudnya itu?"Kata Rendi penuh emosi.
"Maksud mas Rendi apa?"Tanya Rini bingung sambil mengambil foto yang berserakan di tanah.
"Apa ini?"Kata Rini setelah melihat foto-foto itu.
Rini nampak kaget dengan gambar yang ada di foto-foto itu.
Foto mereka terlihat begitu romantis,wajar saja jika Rendi marah melihatnya. Jangankan Rendi, siapapun yang melihatnya pasti akan marah melihat kekasihnya sedang terlihat mesra dengan laki-laki lain, mereka terlihat romantis di dalam foto.
"lho....kok bisa ada foto aku sih?"Darimana mas Rendi dapat foto ini?"Tanya Rini nampak kaget melihat foto dirinya deng dengan seorang laki-laki.
__ADS_1
"Ternyata kamu sama saja dengan perempuan lain,cih..."Kata Rendi langsung pergi meninggalkan Rini.
"Mas... tunggu dulu,ini tidak seperti yang kamu pikirkan,kamu salah paham.Dia itu....."Kata Rini sambil menarik tangan Rendi yang hendak pergi tapi Rendi menghempaskan tangan Rini dengan kasar.
"Pergi kamu perempuan ja....ng....!"Kata Rendi penuh emosi sambil mendorong tubuh Rini hingga terjatuh.
"Mas ... dengarkan aku dulu dia itu pacar ....."Kata Rini berusaha memberi tau yang sabenarnya tapi Rendi memotong ucapannya sebelum Rini selesai berbicara.
"Sudah gak ada yang perlu dijelaskan lagi,aku tidak mau bertemu kamu lagi perempuan jala..ng...!"Kata Rendi langsung menjalankan motornya dan pergi meninggalkan Rini.
"Mas...."Teriak Rini.
Hati Rini begitu sakit dengan ucapan Rendi.
Rini langsung berlari masuk ke dalam kontrakan dan menangis seorang diri di dalam kontrakan.
"Mas Rendi kok kamu bicara seperti itu,kenapa kamu tidak mau mendengarkan penjelasan aku.Dia itu cowoknya sekar,disana juga ada sekar waktu itu.Didalam foto memang kelihatan romantis,tapi waktu itu aku sedang bercanda,Sekar juga tau karena Sekar ada disana,hiks...."Kata Rini sambil terisak seorang diri.
Tiga hari yang lalu.
Rini secara tidak sengaja bertemu dengan Sekar dan seorang cowok di supermarket dekat kontrakan Rini dan Salsabila.
Sekar bergandengan tangan dengan laki-laki itu yang ternyata adalah pacar Sekar.
Mereka berbincang-bincang, Rini menggoda Sekar dan pacarnya,mereka saling bercanda.
Pacar Rini nampak malu dengan candaan Rini.
Ternyata ada seseorang yang mengambil foto mereka saat mereka sedang bercanda.
Kejadian yang sabenarnya adalah Rini sedang bicara dengan pacar Sekar karena pacar Sekar bicara dengannya bahwa dirinya pasti lebih tampan dari pacar Rini.
Rini mendekati pacar Sekar dan bicara dengannya.
"Oh ya...kamu tidak ada apa-apanya dibanding pacarku... Karena pacarku laki-laki paling tampan di dunia."Kata Rini sambil menyentuh hidung pacar Sekar dengan telunjuk jarinya.
Posisi mereka sangat dekat.
Tapi pacar Sekar malah membalas ucapan Rini dengan menggelitiki Rini dan pada saat itulah seseorang mengambil foto mereka yang sedang bercanda.
Sekar hanya tertawa melihat tingkah konyol sahabat dan pacarnya.
Lalu mereka berpisah karena Rini harus kembali ke kontrakan sedangkan Sekar dan pacarnya, mereka pergi berdua dengan boncengan motor.
__ADS_1