
"Bapak kasih kamu waktu satu bulan untuk membuktikan ucapan kamu, selama satu bulan kamu tidak boleh bertemu dengan Rini,bapak melarang kalian bertemu sampai kamu benar-benar sudah menyelesaikan masalahmu Ren,dulu kamu juga pernah berjanji sama bapak akan menyelesaikan masalahmu sebelum kamu mencari Rini,tapi mana? Sampe sekarang masalah kamu dengan kedua orangtuamu belum kamu selesaikan.Dan sekarang kamu malah ingin menikahi Rini disaat kamu sudah menikah dengan perempuan lain.
Bapak gak mau anak bapak menikah dengan laki-laki yang sudah punya istri."Kata pak Karta dengan tegas.
"Baik pak, Rendi akan segera menyelesaikan masalah Rendi, untuk kali ini Rendi tidak berbohong."Jawab Rendi.
"Ya sudah bapak tunggu,dan ingat...kamu tidak boleh menemui Rini selama kamu belum berhasil menyelesaikan masalahmu dengan kedua orang tua kamu dan juga dengan istrimu."Kata pak Karta mengingatkan.
"Iya pak, Rendi janji tidak akan menemui Rini selama Rendi belum menyelesaikan masalah Rendi."Ucap Rendi dengan tegas.
Rendi pun pamit pulang setelah berbicara cukup lama dengan kedua orang tua Rini.
Ia kembali kerumah kedua orang tuanya di Pekalongan.
"Rendi.. akhirnya kamu pulang juga nak."Kata bu Citra setelah Rendi sampai dirumah mereka.
"Maaf ma, kemarin Rendi mengalami sedikit masalah dijalan jadi terlambat pulang.
Papa bagaimana keadaannya ma?"Tanya Rendi sambil memeluk tubuh mamanya.
"Papa ada dikamar sedang istirahat nak.
Istrimu juga baru sampai tadi habis subuh,kok kalian tidak bareng sih pulangnya?"Kata bu Citra memberitahu tentang Siska.
"Oh..."Ucap Rendi terlihat cuek.
"Kok cuma bilang oh!"Kata bu Citra jadi curiga.
"Lha terus Rendi mesti bilang apa ma?Sudah ah, Rendi mau mandi dulu, badan Rendi lengket semua.
"Ya sudah sana ke kamarmu, Siska ada di kamar."Perintah bu Citra.
"Iya, Rendi ke kamar dulu ya ma."Kata Rendi.
Ia bergegas pergi ke kamarnya untuk membersihkan diri.
Saat tangan Rendi akan membuka pintu tiba-tiba pintu terbuka, ternyata Siska yang telah membuka pintu kamar Rendi.
Mereka berpapasan tidak sengaja saling bertatapan mata di depan pintu.
__ADS_1
Pasangan suami-istri itu tidak sengaja bertemu didepan pintu kamar karena mereka bersamaan berada di depan pintu,Siska yang hendak keluar dan Rendi yang akan masuk kamar.
"Mas... ternyata kamu sudah pulang toh."Kata Siska kaget berusaha meraih tangan Rendi tapi langsung ditepis oleh Rendi dengan kasar.
"Awas minggir gue mau masuk."Kata Rendi menyingkirkan tubuh Siska,Rendi langsung masuk kedalam kamar melewati Siska yang masih berdiri di depan pintu.
"Rendi...kenapa sih lo masih saja bersikap cuek sama gue?"Kata Siska mengikuti langkah kaki suaminya.
"Lo pikir saja sendiri kenapa gue bersikap seperti ini,lo yang sudah buat gue seperti ini tau gak?"Kata Rendi sambil menatap wajah Siska dengan tatapan tidak suka.
"Tapi gue sekarang sudah menjadi istri lo Ren, tolong hargai gue sebagai istrimu."Ucap Siska dengan kedua mata berkaca-kaca.
"Ha..ha.. gue harus menghargai lo?Lucu sekali.
Lo minta dihargai oleh orang lain sementara lo gak bisa menghargai diri lo sendiri."Kata Rendi sambil tersenyum sinis.
"Apa maksud lo?"Tanya Siska bingung sambil mendekati Rendi yang sedang berjalan masuk ke dalam kamar mandi.
Brag...
Rendi menutup pintu kamar mandi dengan sangat kasar hingga terdengar suara yang begitu kencang.
Tok..tok..
"Terserah lo mau apa, gue gak perduli lagi."Ucap Siska lalu berjalan menuju pintu untuk keluar dari kamar mereka.
Sementara didalam kamar mandi Rendi terlihat diam sambil memejamkan kedua matanya dibawah guyuran air yang keluar dari shower.
"Lo pikir gue gak tau apa yang sudah lo lakukan sama Rini kemarin?"Ucap Rendi lirih.
Sabenarnya kemarin saat Rini menelpon Adel, Rendi mendengarkan percakapan mereka dari balik pintu,ia tau kalau ternyata Siska sudah berbuat jahat dengan kekasihnya itu.
Rendi bertekad akan mengumpulkan banyak bukti untuk diserahkan kepada kedua orangtuanya agar kedua orang tuanya tau bagaimana Siska yang sesungguhnya.
"Sebentar lagi....kita akan bersama untuk selamanya sayang."Ucap Rendi lirih sambil membayangkan wajah Rini.
Ditempat Rini.
"Kakak...hua... Ana kangen banget lho kak,kenapa kakak baru pulang,kakak jahat pergi gak bilang-bilang sama Ana,gak pernah telpon, Memangnya kakak gak sayang sama Ana, hiks....."Kata Ana, adiknya Rini yang sangat manja dan cengeng.
__ADS_1
"Maaf dek,kakak ada urusan di Jakarta.Yang penting sekarang kan sudah pulang.
Uh..cayang...adeknya kakak yang paling cantik."Rayu Rini sambil memeluk tubuh adek kesayangannya.
"Bu.. maafin Rini ya bu, Rini sudah membuat ibu sama bapak jadi sedih, Rini sangat mencintai mas Rendi bu, Rini gak bisa hidup tanpa dia."Kata Rini sambil menatap wajah perempuan paruh baya yang sedang duduk di samping Ana, perempuan yang sangat dirindukannya.
"Tapi ndu', Rendi sudah punya istri lho ndu'!"Kata bu Retno mengingatkan.
"Rini tau bu, tapi istri mas Rendi itu jahat bu,dia membohongi keluarga mas Rendi,dia gunakan cara licik untuk mendapatkan mas Rendi,dia juga sudah menculik Rini berniat ingin menghancurkan hidup Rini agar mas Rendi jijik sama Rini."Kata Rini keceplosan.
"Apa ndu'? Kamu diculik?Kapan?Kenapa kamu gak pernah cerita?"Tanya bu Retno kaget.
"Apa yang sudah dia lakukan sama kamu ndu'?"Bu Retno terus bertanya sambil membolak-balikkan tubuh Rini mencari siapa tau ada yang terluka.
"Rini gak apa-apa kok bu,mas Rendi yang sudah menyelamatkan Rini."Kata Rini jadi gak enak karena keceplosan bilang kalau dirinya habis diculik.
"Syukurlah nak,sudah..kamu jangan pergi-pergi lagi, pokoknya apapun yang terjadi kamu tetap dirumah saja,ibu gak kasih izin kamu pergi dari rumah, kalau kamu ingin bekerja,bekerja di konveksi budemu saja jangan pergi ke Jakarta lagi."Kata bu Retno sambil memeluk tubuh Rini.
"Oh iya,kamu sudah tau belum nak?Sekar sama Riko mau nikahan lho minggu depan,ibu kemarin dapat undangan suruh rewangan ditempat orang tuanya Sekar."Kata bu Retno melepas pelukannya.
"Apa?Sekar sama Riko?Gak salah bu? Kok bisa bu?Setau Rini Sekar kan pacarnya orang Jakarta bu, Rini bertemu Sekar sama pacarnya itu waktu Rini masih tinggal dikontrakkan mbak Bila.
Lha..kok sama Riko sih nikahnya,wah... Rini besok mesti kerumah Sekar nih,kok bisa-bisanya dia nikah sama Riko."Kata Rini kaget,ia terlihat begitu syok mendengar kalau kedua sahabatnya akan menikah.
"Hp kamu dimana ndu'?Kata mbakmu dia dari kemarin telpon ke nomor handphone kamu kok gak bisa."Kata bu Retno.
"Eh..itu bu, hp Rini ketinggalan di tempat temen, Rini sudah telpon Adel kok bu, nanti Adel yang ambilin hp Rini ditempat teman Rini itu."Kata Rini memberitahu.
"Kok bisa hp sampai ketinggalan tempat teman kamu?Ya sudah kamu istirahat dulu gih sana,ibu juga mau istirahat."Kata bu Retno.
"Kak, Ana malam ini tidur dikamar kakak ya?"Rengek Ana menempelkan kepalanya di pundak kakaknya.
"Ya sudah..tapi gak boleh ngompol ya!"Canda Rini sambil mengacak rambut Ana.
"Ih...siapa juga yang masih ngompol, amit-amit."Ucap Ana terlihat kesal sambil cemberut.
"He..he..kali aja kamu masih ngompol."Kata Rini tertawa kecil.
"Uh... jangan-jangan malah kak Rini paling yang masih suka ngompol ha..ha.."Kata Ana malah balik menggoda kakaknya.
__ADS_1
"Eh....berani kamu sama kakak..!"Ancam Rini pura-pura marah.
"Enggak kak."Kata Ana langsung memeluk tubuh kakaknya agar tidak marah.