
Agung duduk dikursi yang ada di toko sepatu menunggu Salsabila yang masih sibuk mencari sepatu yang pas.
Tiba-tiba ada seorang wanita cantik memakai sepatu warna hitam berhak tinggi, rok mini dengan panjang diatas lutut dan kaos pendek warna putih juga membawa tas kecil warna silver berjalan mendekati Agung yang sedang duduk seorang diri.
"Hay my honey...!"Panggil seorang wanita cantik dan seksi langsung memeluk tubuh Agung dan mencium pipi Agung tanpa merasa malu.
Agung langsung menghindar saat Salsabila menoleh ke arahnya.
"Lo ngapain disini?jangan seperti itu dong..ini kan ditempat umum."Kata Agung agak gelagapan tidak enak dengan Salsabila.
"Sayang...kamu kenapa sih? Biasanya juga seperti ini,kamu tidak pernah menolak.Kenapa sekarang kamu menghindar."Kata perempuan itu menatap Agung penuh selidik.
"Sayang..aku kangen... memangnya kamu gak kangen sama aku ya my honey..!"Kata perempuan itu manja sambil menggandeng tangan Agung dengan mesranya.
"Ya sudah..nanti kita bicara lagi, maaf gue sedang sibuk, sekarang lo pergilah."Kata Agung sambil melepas tangan perempuan itu dari tangganya.
Agung melirik ke arah Salsabila, terlihat Salsabila memalingkan wajahnya tidak mau menatap Agung yang sedang bermesraan dengan seorang wanita.
"Itu pasti pacarnya pak Agung,huh... dasar laki-laki playboy."Ucap Salsabila dalam hati.
"Mbak..saya mau yang ini saja sepatunya sepertinya cocok sama gaunnya."Kata Salsabila kepada mbak penjual sepatu.
"Kenapa aku harus yang milihin sepatu kalau pacarnya sudah ada di sini."Salsabila kembali berbicara dalam hati.
"Sudah selesai belum milih sepatunya?"Kata Agung kearah Salsabila.
"Sudah..."Kata Salsabila singkat dengan wajah cemberut.
"Siapa dia sayang..?"Kata perempuan cantik itu melihat kearah Salsabila.Agung berjalan mendekati Salsabila.
"Kekasih gue."Jawab Agung sambil menggandeng tangan Salsabila.
"Sayang..kamu jangan bercanda deh, perempuan itu siapa?"Tanya perempuan cantik itu berjalan kearah Agung dan Salsabila.
"Sudah gue bilang dia kekasih gue."Kata Agung sambil menarik tangan Salsabila untuk meninggalkan perempuan cantik yang masih berdiri menatapnya.
"My honey,kamu anggap apa aku ini..?"Teriak perempuan cantik itu tidak terima diperlakukan seperti itu.
"Hai.. kamu perempuan penggoda."Teriak perempuan cantik itu sambil menarik tangan Salsabila dengan kasar.
"Aduh .."ucap Salsabila lirih merasa kesakitan tangannya ditarik dengan kasar.
"Hai...lo menyakitinya....awas."Kata Agung menghempaskan tangan perempuan cantik itu dengan kasar.
"Oh..jadi karena perempuan ini,kamu sudah tidak mau bertemu denganku."Kata perempuan cantik itu dengan kedua mata berkaca-kaca.
"Eh...em... maaf mbak.. saya.."Kata Salsabila merasa tidak enak karena perempuan itu sudah salah paham.
__ADS_1
"Sudah ayok pergi."Kata Agung langsung menarik tangan Salsabila.
Mereka masuk kedalam mobil, Agung langsung menjalankan mobilnya meninggalkan toko sepatu.
Didalam mobil mereka saling diam tidak ada yang berani bicara.
"Lo kenapa?"Tanya Agung memecahkan suasana saat melihat wajah Salsabila yang masih murung.
"Oke...gue kasih tau,dia tadi pacar gue,tapi gue tidak mencintainya.
Orangtua gue juga tidak setuju jika gue berhubungan dengan dia."Kata Agung jujur,dia tidak mau Salsabila membenci dirinya karena sudah berbohong.
"Tapi..bapak tidak boleh memperlakukan seperti itu kepada dia,kalau bapak gak mencintainya kenapa bapak pacaran sama dia?"Kata Salsabila.
"Itu...ah sudahlah jangan bahas masalah itu.
Itu urusan gue,lo tidak boleh ikut campur urusan gue."Kata Agung tidak mau berdebat.
Agung menghentikan mobilnya di toko perhiasan.
"Kenapa Kita berhenti di sini pak?"Tanya Salsabila kaget, tiba-tiba bosnya itu berhenti di toko perhiasan.
"Bapak sungguh orang aneh,kalau mau beli perhiasan buat pujaan hati bapak kenapa mesti ajak saya sih pak?Kan bisa ajak pujaan hatinya bapak."Kata Salsabila merasa kesal dengan sikap bosnya itu.
"Sekali lagi lo panggil gue dengan bapak, gue pecat lo dari pabrik."Ancam Agung sambil menatap tajam wajah Salsabila.
"Eh..i..iya pak..em..bang."Ucap Salsabila gugup campur takut.
"Mbak coba ambilkan aku liontin berwarna biru itu."Kata Agung sambil menunjukkan sebuah kalung liontin emas dengan dihiasi permata berwarna biru.
pemilik toko emas itu mengambilkan kalung yang ditunjukkan oleh Agung dan memberikannya kepada Agung.
"Ini liontin keluaran terbaru, sangat cocok untuk kekasih tuan yang cantik ini."Ucap pemilik toko sambil menyerahkan sebuah kalung liontin emas dengan dihiasi permata berwarna biru.
Coba lo pakai ini."Kata Agung sambil mengambil kalung liontin dan memakaikannya dileher Salsabila.
Deg...
Jantung Salsabila kembali terasa berhenti mendadak saat Agung memakaikan kalung liontin itu dilehernya.
Jantung Salsabila seakan mau loncat menatap wajah Agung yang begitu dekat,ia dapat mencium aroma parfum Agung yang menyegarkan.
"Cantik..."Kata Agung menatap wajah Salsabila setelah selesai memakaikan kalung liontin itu ke leher Salsabila.
"Ehem.. maksud gue kalungnya yang cantik."Ucap Agung merasa gugup karena ketahuan sedang mengagumi kecantikan perempuan yang ada di depannya.
"Iya tau..."Kata Salsabila ketus dengan wajah cemberut.
__ADS_1
Agung melepaskan lagi kalung liontin itu dan membayar kalung liontin yang dipilihnya.
Si penjual memasukkan kalung liontin kedalam kotak perhiasan dan menyerahkan kepada Agung.
"Lo kenapa?"Tanya Agung sambil menatap wajah Salsabila yang masih cemberut.
"Enggak apa-apa...!"Jawab Salsabila singkat.
"Masih lama gak pak?Saya capek lho pak, pingin cepat pulang terus bobo nanis."Jawab Salsabila malas.
"Oh tidak bisa..lo masih harus nemenin gue makan dulu."Kata Agung asal padahal belum lapar, Agung sengaja bicara seperti itu karena belum mau berpisah dengan Salsabila.
"Aduh pak ...tadi kan sudah makan bakso,bapak masih mau makan lagi?kakiku sudah pegal."Rengek Salsabila terdengar manja.
"Kan sudah dari tadi makannya, sekarang sudah lapar lagi lah."Jawab Agung cuek.
"Kenapa?Lo mau gue pecat!"Ucap Agung sengaja mengancam Salsabila.
"Ih..mulai deh...ya sudah ayok cepetan makan terus pulang,katanya nanti mau pergi ke pesta."Kata Salsabila sambil berjalan malas.
"Ya sudah ayok...apa perlu gue gendong biar gak capek."Goda Agung menggoda Salsabila.
"Eh.. enggak pak."Kata Salsabila gugup yang langsung mendapat tatapan tajam dari Agung karena kembali memanggilnya dengan sebutan pak.
"Maksud saya bang Agung,he..he..."Kata Salsabila mengerti dengan maksud tatapan Agung.
****
Akhirnya setelah berkeliling cukup lama, Agung mengantarkan Salsabila pulang ke kontrakannya tepat pukul tiga sore setelah mereka makan terlebih dahulu.
"Nanti jam tujuh gue jemput,lo harus sudah siap,ingat jam tujuh."Kata Agung mengingatkan.
"Iya pak."Jawab Salsabila dengan malas sambil keluar dari mobil.
"Bawalah ini, lo pakai nanti malam."Kata Agung menyerahkan baper bag yang berisi belanjaan yang tadi di beli.
"Tapi pak ini kan?"Kata Salsabila bingung.
"Sudah pokoknya nanti malam lo pakai itu,lo pikir gue beli itu buat siapa,itu buat lo pakai nanti malam
Gue pingin lo terlihat cantik nanti malam,disana bakal ada banyak pemimpin perusahaan yang hadir,jadi jangan buat gue malu."Kata Agung terlihat sombong.
"Ih.. lagian bang Agung aneh, sudah tau bakal ada banyak pemimpin perusahaan yang datang malah ajak saya."Kata Salsabila protes.
"Lo..." Agung tidak jadi melanjutkan ucapannya karena tiba-tiba Salsabila memotong pembicaraannya.
"Iya... dipecat."Jawab Salsabila langsung memotong ucapan Agung.
__ADS_1
"Pintar..."Kata Agung sambil tersenyum singkat menatap wajah Salsabila.
Diapun langsung menjalankan mobilnya begitu Salsabila sudah masuk kedalam gang sempit menuju kontrakannya.