Ketulusan Cinta Rini 2

Ketulusan Cinta Rini 2
Bab 47.Nenek pingsan


__ADS_3

Ting..tong..


Terdengar suara bel rumah berbunyi,


Nenek berteriak memanggil Rini yang ada dilantai tiga untuk membukakan pintu.


Rini yang sedang berada di lantai tiga bergegas turun ke lantai satu dan berlari untuk membukakan.


"Hah.. Siska..."Kata Rini nampak terkejut melihat seorang perempuan cantik yang sangat dikenalnya.


Walaupun hatinya terasa sakit saat melihat Siska tapi dia tetap membukakan pintu untuk Siska.


"Lo... ngapain lo disini?"Tanya Siska yang tidak kalah terkejutnya saat melihat Rini yang ada dirumah neneknya Rendi.


"Maaf mbak.."Rini hanya mengucapkan kata maaf.


Siska langsung masuk menerobos masuk ke dalam rumah neneknya Rendi begitu saja, tidak memperdulikan Rini yang masih berada di depan pintu.


Dia langsung naik ke lantai dua.


"Nenek..."Sapa Siska kepada neneknya Rendi yang sedang duduk sambil melihat acara televisi diruang tengah lantai dua.


"Dokter Siska..."Panggil nenek merasa bahagia ternyata tamunya adalah dokter Siska,orang yang telah memeriksa keadaannya waktu itu.


"Apa itu dok?"Tanya nenek saat melihat sebuah kantong plastik warna putih ditangan Siska.


"Oh iya nek..ini Siska bawakan kue untuk nenek."Kata Siska sambil menyerahkan kantong plastik warna putih yang isinya dus kecil berisi kue.Siska tersenyum manis menatap wajah nenek yang sudah terlihat sedikit keriput.


"Oalah...kamu itu repot-repot aja lho.."Ucap nenek merasa bahagia menerima kue dari Siska.


"Rini..."Panggil nenek.


"Iya nek..."Jawab Rini langsung berlari menemui nenek dan Siska diruang tengah lantai dua sambil membawa nampan yang diatasnya terdapat dua gelas yang berisi air minum yang berbeda.


Satu gelas berisi teh manis untuk Siska, satunya lagi berisi teh pait untuk nenek.


Nenek tidak suka minum minuman manis, makanya Rini membuatkan teh pait untuk nenek.


"Sayang.. tolong kamu taruh kue ini kedalam kulkas ya..."Kata nenek menyerahkan kantong plastik yang isinya kue pemberian Siska kepada Rini.


"Iya nek."Kata Rini mengambil kantong plastik berwarna putih itu dari tangan nenek.


Siska menatap Rini dengan tatapan penuh kebencian.


Diam-diam nenek memperhatikan Siska tanpa Siska sadari.


"Ehem..."Nenek berdehem karena Siska terlihat diam saja sambil menatap tajam kepergian Rini.

__ADS_1


"Eh.. maaf nek."Kata Siska gugup karena ketahuan sedang memperhatikan Rini.


"Kamu kenapa melihat Rini seperti itu dok?"Tanya nenek.


"Tidak apa-apa nek,oh iya.... bagaimana keadaan nenek?Apa nenek masih suka pusing?"Tanya Siska mengalihkan pembicaraan.


"Alhamdulillah..nenek sekarang sudah jauh lebih baik, Rini begitu pintar merawat nenek.Makanya nenek sekarang baik-baik saja.


Nenek gak tau deh kalau gak ada Rini."Kata nenek terus memuji Rini di hadapan Siska, membuat Siska jadi semakin membenci Rini.


"Kok dia bisa ada disini nek?"Tanya Siska.


"Nenek yang suruh, soalnya nenek suka kesepian kalau Rendi sama Agung sedang berada di pabrik."Kata nenek.


"Oh.. begitu."Kata Siska terlihat murung.


"Ayok diminum tehnya."Kata nenek menyuruh Siska minum teh buatan Rini.


"Apa dokter baik-baik saja?Dari tadi nenek perhatikan dokter lebih banyak diam."Kata nenek sambil meminum teh paitnya.


"Tidak apa-apa kok nek."Jawab Siska sambil mengambil gelas yang berisi teh manis diatas meja.


"Kenapa nenek gak mencari pembantu rumah tangga saja untuk menemani nenek,kan kasian juga Rini kalau harus bolak-balik ke rumah ini."Kata Siska yang tidak tau kalau Rini tinggal di rumah nenek.


"Buat apa bolak-balik, Rini tinggal dan tidur disini."Kata nenek menjelaskan.


Byur...


"Uhuk ...uhuk..."Bahkan Siska sampai batuk-batuk karena kesedak minuman.


"Kenapa dok? Hati-hati kalau minum dok."Kata nenek sambil mengusap lembut punggung Siska.


"Rini tidur disini nek? Berarti Rendi dan Rini bertemu setiap hari dong."Kata Siska tampak begitu terkejut.


"Ya iyalah... mereka bertemu terus tiap hari, orang mereka tinggal satu rumah."Kata nenek memberi tau.


"Kok bisa...?"Kata Siska kaget.


"Ya biasalah, Memangnya kenapa?"Tanya nenek bersikap santai.


"Nenek gak takut mereka..ber..buat..."Kata Siska tampak ragu-ragu untuk mengatakannya.


"Berbuat mesum?"Tanya nenek menebak maksud ucapan Siska.


"I..iya."Jawab Siska gugup


"Nenek percaya sama mereka berdua.Mereka tidak akan melakukan itu sebelum waktunya."Kata nenek yakin.

__ADS_1


Siska menundukkan kepalanya, wajahnya berubah sendu mendengar ucapan nenek yang terdengar seperti sedang menyindir dirinya.


"Maaf dok...apa benar dokter sedang hamil?Nenek dengar dari kedua orang tua Rendi katanya Rendi yang sudah melakukannya.Apa itu benar? Bicaralah yang sejujurnya Sis? Jangan sekali-kali kamu berbohong.


Karena kebohongan hanya akan menghancurkan hidupmu sendiri."Kata nenek menasehati.


"Maaf nek ..aku.... sabenarnya aku sudah menggugurkan kandunganku satu bulan yang lalu sebelum aku berangkat ke Jakarta.


Aku terpaksa menggugurkan kandunganku karena Rendi tidak mau bertanggung jawab,dia malah pergi tidak kembali lagi untuk menikahi aku ,Aku tidak mau punya anak tanpa suami makanya aku menggugurkan kandunganku."Kata Siska menjelaskan kejadian yang sabenarnya.


"Jadi benar..anak yang kamu kandung adalah anaknya Rendi?"Tanya nenek nampak syok.


Siska mengangguk pelan.


Nenek terlihat begitu syok saat mengetahui penjelasan dari Siska.


Tiba-tiba dada Nenek terasa nyeri.Siska terlihat panik melihat neneknya Rendi.


"Nek..nenek kenapa."Kata Siska .


Rini yang sedang ada di dapur langsung berlari menghampiri nenek yang sedang memegangi dadanya.


Nenek pingsan saat Rini sampai disana.


"Apa yang terjadi dengan nenek mbak?"Tanya Rini begitu panik.


"Mana gue tau."Kata Siska yang juga merasa panik.


"Cepat bantu gue bawa nenek ke mobil."Bentak Siska.


Mereka memapah tubuh nenek untuk dibawa turun kelantai satu.


Setelah sampai dibawah, mereka membawa nenek ke mobil Siska yang diparkir di didepan rumah nenek.


Dengan kecepatan penuh Siska mengemudikan mobilnya menuju kerumah sakit tempatnya bekerja.


....


Rini langsung menghubungi Rendi setelah nenek sedang diperiksa di ruangan pasien.


"Halo mas... cepat kerumah sakit XX, nenek tadi pingsan, sekarang sedang dirawat di rumah sakit."Kata Rini memberitahu kepada Rendi soal neneknya.


Setelah menunggu cukup lama didepan ruangan pemeriksaan, akhirnya Rendi dan Agung datang kerumah sakit.


"Bagaimana keadaan ibu gue Rin? Apa yang terjadi?Kenapa ibu sampai pingsan?"Tanya Agung terlihat begitu panik setelah berada di samping Rini.


"Rini tidak tau om,tadi nenek sedang bicara dengan mbak Siska diruang tengah, tiba-tiba nenek pingsan."Kata Rini menjelaskan kejadian yang sabenarnya.

__ADS_1


"Apa? Siska datang kerumah Rin?"Tanya Rendi kaget.


"Pasti Siska sudah mengatakan sesuatu yang menyebabkan nenek pingsan."Kata Rendi curiga.


__ADS_2