
"Terimakasih ya yah, sudah mengantarkan Chelsea sekolah."Ucap Chelsea setelah sampai didepan pintu gerbang sekolah SMA milik swasta terbaik di Jakarta.
"Kamu belajar yang bener ya nak, hati-hati kalau ada apa-apa kasih tau ayah."Kata Rendi
"Iya yah."Chelsea keluar dari dalam mobil.
"Da ayah...."Ucap Chelsea sambil melambaikan tangannya, sedangkan Rendi hanya tersenyum menatap wajah putrinya,lalu ia bergegas pergi meninggalkan Chelsea yang sudah berada didepan pintu gerbang sekolah SMA tempatnya mencari ilmu.
Dert....
Tiba-tiba handphone milik Chelsea bergetar saat ia baru melangkah hendak masuk.Diambilnya handphone didalam tasnya dengan tangan satunya membawa beberapa buku materi pelajaran yang lumayan tebal.
Dert....
Handphone Chelsea terus bergetar, Chelsea tampak kesusahan mengambil handphone miliknya yang ada didalam tas, saat ia hendak mengangkat panggilan telpon ternyata panggilan telpon itu dimatikan oleh si penelepon.
"Ealah...malah mati lagi, nomor siapa sih ini, mengganggu saja."Gumam Chelsea lirih melihat layar handphone terlihat nomor tidak dikenal dipanggilan tak terjawab, Chelsea memasukkan handphonenya kedalam tasnya lagi.
Dert....
Handphone Chelsea kembali bergetar saat ia baru memasukkan handphone kedalam tasnya lagi.
"Alamak... siapa sih yang telpon,ah bodoh amat lah."Chelsea terlihat cuek ia mengabaikan panggilan telpon dari seseorang yang tidak ia kenal karena nomor telepon tidak ada namanya.
Dert...dert....
"Haduh... Sungguh menyebalkan."Ucap Chelsea menghentikan langkahnya,ia nampak kesal dengan seseorang yang menelponnya.
"Halo siapa ini? Kenapa kamu menggangguku?Mau apa kamu? Jangan ganggu aku lagi,aku mau belajar."Ucap Chelsea dengan suara ketus,Chelsea terus bertanya tanpa memberi kesempatan si penelpon untuk menjawab pertanyaannya.
"Dek...dek...ini Mas Fareal dek."Kata seseorang yang ada dipanggilan telpon saat Chelsea hendak mematikan handphonenya.
"Mas Fareal?Mas mengganti nomor telepon?"Tanya Chelsea nampak terkejut.
"Ini nomor telepon Agus,dia lagi ada gratisan lumayan kan dek."Jawab Fareal apa adanya.
"Pantas nomornya gak aku kenal,ih...Mas Fareal gak modal,"ledek Chelsea.
__ADS_1
"Bukan gitu dek,mas lagi ngirit kan sekarang mas harus bisa menghemat uang biar gak minta terus sama ayah, kasihan kan ayah sama bunda."Jelas Fareal."Lo lagi ngapain dek?" Tanya Fareal
"Sekolah lah mas, memangnya mas Fareal gak sekolah?"Chelsea balik bertanya.
"Disini masih malam hari dek."Jawab Fareal.
"Oalah...disana masih malam hari toh mas?Mas Fareal ngapain telpon?"Tanya Chelsea.
"Kangen dek, memangnya kamu gak kangen."Ucap Fareal.
Deg....
Jantung Chelsea seakan berhenti mendadak mendengar ucapan kakaknya.
"Halo dek, apa lo dengar?"Tanya Fareal karena Chelsea hanya diam saja tidak mengatakan apapun.
"Eh,i... iya mas,aku dengar kok."Jawab Chelsea gugup.
"Lo kenapa?"Tanya Fareal khawatir.
"Ya sudah aku mau masuk kelas dulu ya mas, sudah mulai pelajaran, nanti aku telpon kalau sudah pulang sekolah."Ucap Chelsea mengalihkan pembicaraan.
"Iya."Jawab Chelsea singkat.
"Selamat belajar dek,lo jangan genit disekolah, nanti jangan lupa telpon mas kalau lo udah pulang sekolah,mas tunggu."Fareal mengingatkan.
"Iya mas Fareal sayang...."Ucap Chelsea dengan suara lembut membuat jantung Fareal seakan mau loncat mendengar kata sayang dari adiknya.
"Ehem... coba ulangi kata yang tadi dek!"Perintah Fareal sambil tersenyum
"Kata yang mana?"Tanya Chelsea bingung.
"Yang tadi lho...!"Ucap Fareal.
"Yang mana?"Memangnya tadi aku ngomong apa?"Chelsea semakin bingung.
"Yang sayang tadi,mas pingin dengar lagi,ayok lah dek please...."Ucap Fareal memohon.
__ADS_1
"Ih...Mas Fareal,itu tadi maksud aku...aku cuma bilang...ah mas Fareal udah salah paham."Ucap Chelsea manja dengan wajahnya yang sudah berubah merah karena malu dengan ucapannya yang tidak ia sadari ternyata bakal membuat kakaknya jadi salah mengartikan.
"Dek...lo gak usah malu, semua sudah tau tentang kita,bunda sama ayah juga sudah tau kalau kita saling cinta,mas juga sayang sama lo,tunggulah mas pulang ya, jangan dekat laki-laki lain."Kata Fareal dengan suara lembut membuat Chelsea jadi salah tingkah."Mas bakal giat belajar, agar mas bisa jadi orang sukses nanti,jika mas sudah punya uang banyak mas ingin meminta lo dari Tante Siska untuk menjadi istri gue, jaga hati lo jangan diberikan kepada laki-laki lain.
Mas serius,mas sayang lo dek,mas pingin lo jadi istri mas nanti,Halo dek...lo dengar kan?"Tanya Fareal dipanggilan telpon karena Chelsea lagi-lagi hanya diam saja.
Kedua mata Chelsea tampak berkaca-kaca mendengar ucapan kakaknya yang tentu saja tidak bisa dilihat oleh Fareal.
"Ah...gak tau lah, ya sudah aku mau masuk kelas, bye-bye Mas Fareal...tut...tut...."Panggilan telpon dimatikan oleh Chelsea karena sudah tidak tahan dengan ucapan kakaknya yang membuat jantungnya berdebar.
Ia mengusap air matanya sendiri dengan jarinya dan memasukkan handphonenya kembali kedalam tas sambil tersenyum.
"Mas Fareal...aku juga sayang sama kamu, semoga apa yang kamu ucapkan benar adanya,aku bakal jaga hatiku hanya untuk Mas Fareal seorang,I love you mas."Ucap Chelsea dalam hati sambil tersenyum sendiri.
Teeeet.....
Terdengar suara bel sekolah berbunyi begitu nyaring menyadarkan lamunan Chelsea.
"Waduh mati aku."Ucap Chelsea yang masih berada dihalaman sekolah,ia langsung berlari dengan cepat menuju kelasnya.
Brug....
Karena terburu-buru hendak masuk kelas, Chelsea terpeleset dan terjatuh hingga buku yang ia pegang berantakan dilantai.
"Kamu gak apa-apa dek?"Tanya seorang laki-laki paruh baya membantu Chelsea berdiri dan membantu mengumpulkan buku-buku milik Chelsea yang berserakan di lantai lalu diserahkan kepada Chelsea.
"Terimakasih pak,"ucap Chelsea menerima buku-bukunya kembali.
"Hati-hati kalau jalan, nanti jatuh lagi."Ucap laki-laki paruh baya itu.
"Iya pak terimakasih."Jawab Chelsea langsung pergi meninggalkan laki-laki yang sudah menolongnya tadi tanpa melihat wajah laki-laki itu.
"Eh...."Laki-laki tadi berusaha memanggil Chelsea karena kartu pelajarnya terjatuh tapi ia sudah tidak melihat keberadaannya.Diambilnya kartu pelajar milik Chelsea yang terjatuh.
"Hem... sungguh ceroboh."Laki-laki itu langsung memasukkan kartu pelajar itu kedalam saku kemejanya karena ia juga terburu-buru.
"Pak Eko...."Panggil seorang perempuan paruh baya berlari menghampiri laki-laki tadi yang sedang berjalan hendak keluar dari gedung sekolah SMA swasta yang cukup besar dan luas.
__ADS_1
"Oalah apa yang sedang bapak lakukan disini?"Tanya perempuan itu menghampiri laki-laki paruh baya yang memiliki nama Eko Prasetyo.
"Bu Sundari,ibu ngajar disini?"Tanya Pak Eko kepada perempuan yang memakai setelan seperti seorang guru yang sekarang sudah berada didepannya.