Ketulusan Cinta Rini 2

Ketulusan Cinta Rini 2
Nadia dan Johan.


__ADS_3


Nadia, perempuan dewasa berwajah cantik yang selalu tampil seksi, manja, keras kepala tapi sabenarnya memiliki hati yang lembut.


"Kenapa? Nona tidak tau kalau calon istri pak Agung lumpuh?"Tanya Joko.


"Aku tidak tau,ah bodoh amat,itu bukan urusanku."Jawab Nadia terlihat cuek masuk kedalam mobilnya kembali dan bergegas pergi meninggalkan Joko.


"Dasar wanita sombong,tidak berperasaan lagi,kok bisa-bisanya pak Agung dulu pacaran sama tuh cewek sombong,ih-ih-ih...


Cakepan Salsabila kemana-mana deh,udah cantik, solehah lagi!"Gumam Joko lirih setelah Nadia dan mobilnya sudah pergi menjauh.


Sementara didalam mobil Nadia tampak tidak fokus menyetir mobil, alhasil ia tidak sengaja menabrak seorang pengendara sepeda motor yang tiba-tiba ada didepannya.


Brak...


Sepeda motor didepannya sampai oleng ke kanan dan terjatuh karena ditabrak oleh Nadia dari belakang.


"Ah...."Ucap Nadia kaget saat menyadari kalau dirinya menabrak seorang pengendara motor.


Nadia langsung meminggirkan mobilnya dan cepat-cepat turun dari mobil setelah pintu mobil dia buka.


Ia langsung berlari cepat menghampiri seseorang yang terjatuh tertimpa motor.


Terlihat seorang laki-laki paruh baya yang kebetulan sedang berada di pinggir jalan hendak menyeberang jalan juga langsung berlari menghampiri si pengendara motor yang terjatuh tertimpa motor miliknya sendiri.


"Mbak bisa bawa mobil gak sih?"Kata laki-laki paruh baya itu terlihat sangat marah kepada Nadia, ia langsung menarik motor yang menimpa tubuh pemiliknya, setelah motor itu berhasil diangkat dari tubuh laki-laki pemilik motor yang juga ikut terjatuh tertimpa motor miliknya sendiri, laki-laki paruh baya itu meletakkan motor yang terlihat rusak dan membantu si pengendara motor untuk berdiri.


"Maaf,aku tidak sengaja."Kata Nadia setelah berada di samping pengendara motor itu.


"Aduh bu, makanya kalau bawa mobil jangan sambil telpon atau melamun, untung masnya gak apa-apa, bagaimana kalau sampai amit-amit jabang bayi ya,ini cuma seandainya masnya meninggal dunia bagaimana coba?"Kata seorang perempuan yang sedang lewat di jalan itu.


"Maaf mas,aku benar-benar tidak sengaja, apanya yang terluka mas?Ayok aku antar ke rumah sakit untuk diobati."Ucap Nadia terlihat sangat ketakutan saat melihat ada darah di siku jari tangan laki-laki itu.

__ADS_1


"Udah gak apa-apa, nanti biar di obati setelah sampai kantor bu."Jawab si pengendara motor yang ternyata adalah seorang laki-laki.


"Aduh.."Terlihat laki-laki itu memegang kakinya sendiri menahan sakit saat ia mau berjalan.


"Mas mending ikut sama mbak Itu kerumah sakit untuk diobati, motor mas juga sepertinya rusak,"Kata seorang perempuan yang masih berada di sana.


"Iya mas, sebaiknya masnya ikut ke mobil aku saja, kita pergi kerumah sakit untuk mengobati luka masnya biar gak terkena infeksi,ayok aku antar kerumah sakit sekarang."Ajak Nadia.


"Sebentar aku telpon teman-teman aku yang bekerja di bengkel, yang kebetulan bengkel mereka ada disekitar sini,biar mereka membawa motor kamu yang rusak untuk diperbaiki."Lanjut Nadia langsung menghubungi seseorang dengan menggunakan handphonenya.


Setelah menunggu beberapa menit, terlihat dua pemuda memakai seragam berwarna oranye yang terdapat tulisan dibelakangnya "Kami siap membantu menyelesaikan masalah anda."


Berjalan menghampiri Nadia dan beberapa orang yang sedang berkumpul di sana.


"Mas Danu, mas Pujo, tolong bawa dan perbaikan motor ini ya mas,"Kata Nadia kepada kedua pemuda itu.


"Baik mbak Nadia."Jawab kedua pemuda itu sambil membungkukkan badannya memberi hormat.


"Wow..ternyata brondong,gila... tampan sekali dia."Gumam Nadia dalam hati saat melihat wajah laki-laki yang ditabraknya,hid


"Ini Kartu nama gue, cepat hubungi gue kalau motor gue sudah jadi ya."Kata laki-laki itu yang ternyata adalah seorang pemuda tampan, Nadia sampai tidak berkedip melihat wajah pemuda yang ditabraknya.


Laki-laki pemilik motor menyerahkan helmnya dan sebuah kartu nama kepada salah satu pemuda pegawai bengkel.


"Baik mas, percayakan sama kami,kami akan berusaha memperbaiki motor anda."Kata pemuda yang bekerja dibengkel menerima helm dan kartu nama milik laki-laki yang ternyata terlihat lagi


Akhirnya pemuda tampan itu dengan dipapah oleh dua orang laki-laki yang menolongnya masuk kedalam mobil Nadia.


Dengan kecepatan sedang Nadia mengendarai mobilnya menuju ke rumah sakit terdekat.


"Maaf lho mas,aku tadi benar-benar tidak melihat masnya , habis masnya tiba-tiba nongol didepan mobil aku."Kata Nadia sambil menyetir mobilnya.


"Gak apa-apa bu, aku juga yang salah main nyalip gitu aja,aku tadi sedang buru-buru mau kekantor karena sudah sangat terlambat,eh malah terlambat sekalian deh."Jawab pemuda tampan itu berbicara dengan sopan tidak menggunakan gue-lo sambil menahan sakit dipergelangan kaki dan tangannya.

__ADS_1


"Em.. jangan panggil aku bu dong mas, memangnya aku sudah kelihatan setua itu ya mas? padahal aku belum nikah kali mas."Protes Nadia.


"Oalah, maaf bu.. eh mbak, kirain mbaknya sudah nikah."Jawab pemuda tampan itu merasa tidak enak.


"Nama masnya siapa?Nama aku Nadia."Kata Nadia memperkenalkan diri.


"Nama aku Johan mbak."Jawab pemuda tampan yang sedang duduk disamping Nadia.


"Mas Johan."Ucap Nadia sambil menghentikan mobilnya karena mereka sudah sampai didepan rumah sakit.


"Sebentar mas jangan turun dulu, biar aku bantu."Kata Nadia membuka sabuk pengamannya,ia langsung keluar dari mobil dan berlari memutar kesamping pintu sebelah kemudi tempat pemuda tampan yang bernama Johan saat ini sedang duduk.


"Ayok mas,aku bantu berjalan."Kata Nadia mengulurkan tangannya membantu Johan keluar dari mobil.


Dengan hati-hati Nadia memapah Johan yang terluka di bagian kaki dan tangannya masuk kedalam rumah sakit.


"Dokter tolong teman aku dok."Kata Nadia setelah berada didalam ruangan seorang dokter.


"Ada apa dengannya bu?"Tanya seorang dokter laki-laki yang ada didalam ruang prakteknya langsung bangkit dari duduknya dan berlari menghampiri Nadia dan pemuda yang terlihat lebih muda berdiri didepan pintu, dokter laki-laki itu membantu memapah pemuda tampan yang lebih cocok menjadi adik Nadia.


"Terimakasih dok."Ucap Johan sambil berbaring di ranjang pasien yang ada didalam ruangan dokter itu.


"Dia habis kecelakaan dok."Kata Nadia menjelaskan.


"Apa dia adik mbaknya?"Tanya dokter.


"Em..bukan dok."Jawab Nadia terlihat sedikit gugup.


Dokter laki-laki itu menyuruh Johan untuk membuka jaket yang dipakainya dan melinting celana panjangnya agar ia mudah memeriksa keadaan si pasien.


"Untung lukanya tidak terlalu serius,tapi untuk beberapa hari sebaiknya kamu beristirahat jangan banyak bergerak dulu."Perintah dokter sambil mengobati luka pasien.


"Oke.. saya kasih resep obat, nanti tolong ditebus didepan."Lanjut dokter sambil berjalan ke mejanya setelah selesai mengobati luka pasien, dokter itu duduk di kursi,lalu ia menulis sesuatu diatas buku kecil lalu menyobeknya kertas yang tadi ditulis dan menyerahkannya kepada Nadia.

__ADS_1


__ADS_2