
"Bu,kami pamit bu.
Terimakasih banyak karena ibu sudah membiarkan kami tinggal ditempat ibu ini untuk beristirahat,saya tidak tau apa yang bakal terjadi dengan istri saya jika ibu semalam gak menolong kami."Kata Rendi dengan sopan.
"Iya, sama-sama nak.
Kamu harus lebih berhati-hati dalam menjaga istri kamu agar tidak terjadi peristiwa seperti kemarin lagi."Kata ibu itu mengingatkan.
"Iya bu."Jawab Rendi singkat sambil tersenyum lalu mencium punggung tangan ibu tua yang sudah menolong mereka,membiarkan salah satu kamarnya digunakan untuk mereka beristirahat semalam.
Sabenarnya Rendi merasa tidak enak sudah berbohong kepada ibu tua baik hati itu.
Ibu itu percaya kalau mereka adalah sepasang suami-istri.
"Mbah..kami pamit ya mbah, terimakasih mbah."Kata Rini ikut mencium punggung tangan perempuan tua pemilik rumah.
"Terimakasih dasternya ya mbah, sudah saya cuci dan saya jemur dibelakang dasternya ya mbah."Lanjut Rini.
"Hati-hati ya ndu', ingat pesan mbah tadi."Kata mbah mengingatkan.
"I..iya mbah, do'akan saja ya mbah."Ucap Rini sambil tersenyum.
"Pesan?Pesan apa mbah?"Tanya Rendi penasaran.
"Sudah...itu pesan untuk perempuan,mas Rendi gak usah ikut campur."Kata Rini sambil menarik tangan Rendi tidak ingin Rendi tau kalau ibu tadi menyuruhnya supaya cepat mendapatkan momongan agar rumah tangga mereka tidak terasa hampa, padahal mereka kan belum menikah,bagaimana mungkin mereka cepat mendapatkan momongan, menikah aja belum.
Tepat pukul sembilan pagi,mereka berangkat untuk melanjutkan perjalanan mereka menuju ke kampung halaman mereka di Jawa dengan naik mobil yang dikendarai oleh Rendi.
"Tadi si ibu itu menyuruh apa yang?"Tanya Rendi sambil menyalakan mesin mobilnya setelah mereka sedang berada di dalam mobil.
"Ah..gak penting, sudah cepetan jalan."Kata Rini gak mau Rendi tau bisa gawat urusannya.
"Masa mas gak dikasih tau sih yang?Jadi mau main rahasia-rahasiaan nih..."Kata Rendi.
"Mas Rendi kenapa bohongi mbah itu sih mas? Pakai bilang kita suami istri lagi.Huh...gara-gara mas Rendi mbah tadi menyuruh Rini supaya jangan menunda kehamilan, suruh cepet punya anak katanya biar gak hampa,hidup rumah tangga kita kurang lengkap kalau belum memiliki anak."Kata Rini sambil cemberut.
"Dan ternyata mas Rendi ya?Yang sudah ganti baju Rini,iiiih...sebel..."Kata Rini sambil memukul-mukul lengan Rendi dengan kedua tangannya.
"Aduh yang...mas lagi nyetir mobil nih,nanti nabrak,mas terpaksa biar kamu gak sakit.
Habisnya ibu tadi gak bisa bantu gantiin baju kamu, cucunya rewel semalam."Kata Rendi memberitahu.
__ADS_1
"Iih...Mas Rendi pasti sudah lihat semuanya,aa..."Teriak Rini sambil menutup wajahnya sendiri karena malu campur kesel.
"Sudahlah yang,mau diapain lagi.
Ya jelas mas lihat lah, bagaimana mas melepas bajumu kalau mas gak lihat."Jawab Rendi terlihat cuek.
"Mas Rendi kenapa lihat, seharusnya tutup matanya..."Kata Rini kembali memukul lengan Rendi.
"Ya mas gak bisa melepaskan baju kamu yang basah dan kotor dong kalau gak lihat,gimana sih!"Kata Rendi protes.
"Sebel..sebel...hiks...."Kata Rini sambil menutup telinganya sendiri.
"He..he..sudah jangan nangis, nanti mas bakalan tanggung jawab,kamu tenang saja,mas cuma lihat tapi belum mengunjungi,he..he.."Goda Rendi.
"Ih..."Rini membulatkan matanya dengan sempurna sambil mencubit pinggang Rendi karena kesel.
"Aw...yang...mas lagi nyetir mobil lho yang, jangan nakal."Kata Rendi terus menggoda Rini yang terlihat menggemaskan kalau sedang ngambek seperti anak kecil.
******
******
"Apa nak Rendi sudah yakin serius mau menikah dengan putri bapak?"Tanya pak Karta memastikan.
"Rendi sudah yakin pak, Rendi serius ingin menikah dengan putri bapak."Jawab Rendi dengan tegas.
"Kenapa kamu ingin menikah dengan anak bapak?Apa kedua orang tuamu sudah merestui hubungan kalian?Apa kamu sudah menyelesaikan masalahmu?"Tanya pak Karta lagi dengan suara beratnya.
"Sabenarnya kedua orang tua Rendi belum merestui hubungan kami,tapi Rendi tetap ingin menikah dengan Rini meskipun tanpa restu dari kedua orang tua Rendi pak, Rendi sangat mencintai Rini pak, tolong beri kami izin dan do'a restu untuk menikah karena kami saling mencintai dan kami sudah sepakat untuk menikah mesti tanpa restu dari orang tua Rendi."Jawab Rendi.
"Hanya cinta? Bagaimana kalian akan hidup bahagia kalau hanya mengandalkan cinta saja.
Memangnya cinta dapat menjamin hidup rumah tangga anak bapak nanti bakalan bahagia?Apa kamu sudah mendapatkan pekerjaan untuk mencukupi kebutuhan anak bapak?
Bapak gak mau putri kami hidup menderita nanti apalagi kedua orang tua kamu tidak setuju kalian hidup bersama."Kata pak Karta merasa keberatan sambil menatap tajam ke arah Rendi.
"Tapi pak...."Ucap Rini memotong pembicaraan bapaknya.
Pak Karta mengarahkan telapak tangannya ke arah Rini agar dia diam tidak ikut menjawab pertanyaan yang diajukan untuk Rendi.
Rini menundukkan kepalanya karena merasa takut dengan bapaknya.
__ADS_1
"Kamu sekarang kerja dimana?"Tanya pak Karta.
"Rendi membantu papa mengurus konveksi yang ada di Pekalongan pak, karena papa sedang sakit jadi untuk sementara Rendi yang mengambil alih usaha papa."Jawab Rendi.
"Lho mas.., jadi papa mas Rendi sedang sakit?"Tanya Rini kaget.
"Iya,papa terkena serangan jantung."Kata Rendi menjelaskan.
"Kalau papa mas Rendi sedang sakit,kenapa mas Rendi sama mbak Siska malah di Jakarta?"Tanya Rini.
"Ceritanya panjang,nanti mas ceritain."Kata Rendi.
"Siapa Siska ndu'?"Tanya bu Retno yang dari tadi diam saja.
"Mbak Siska.... istrinya mas Rendi bu."Kata Rini berbicara pelan dan hati-hati karena takut kedua orang tuanya marah setelah mengetahui Rendi sudah menikah dan ternyata benar dugaan Rini,pak Karta semakin murka setelah mengetahui kalau Rendi ternyata sudah menikah.
"Apa?Jadi Rendi sudah menikah?Kalau begitu Rini mau dijadikan istri kedua kamu Ren?Dan kamu Rini,kenapa kamu masih berhubungan dengan Rendi yang sudah punya istri,kamu mau jadi pelakor?Kamu...."Pak Karta tidak melanjutkan ucapannya karena tiba-tiba dadanya terasa sakit.
"Pak..kenapa pak?bapak gak apa-apa kan?"Tanya bu Retno khawatir.
"Bapak gak apa-apa bu!"Jawab pak Karta kembali melihat ke arah Rini.
"Maaf pak, Rini sudah berusaha menghindar dan menjauhi mas Rendi tapi Tuhan selalu mempertemukan kami dan itu membuat Rini jadi semakin susah untuk melupakan mas Rendi.
Rini sangat mencintai mas Rendi, Rini ingin menikah dengan mas Rendi pak."Kata Rini sambil menunduk.
"Tidak bisa,kamu tidak boleh merusak rumah tangga orang lain ndu', masih banyak laki-laki yang lebih baik dari Rendi."Kata pak Karta dengan suara keras.
"Maaf nak Rendi, kami cuma ingin yang terbaik untuk anak-anak kami, tolong tinggalkan Rini karena kamu sudah menikah."Kata pak karta berganti menatap wajah Rendi.
"Maaf pak, Rendi menikah dengan Siska karena terpaksa tapi Rendi gak cinta sama dia pak, Rendi cintanya sama Rini."Kata Rendi gak mau meninggalkan Rini.
"Kamu mempermainkan perasaan wanita,kalau kamu bisa berbuat seperti itu ke istri kamu, berarti kamu juga bisa berbuat seperti itu juga ke Rini."Kata pak Karta.
"Tidak pak,dihati Rendi dari dulu sampai sekarang hanya ada Rini seorang, Rendi sudah cukup lama mencari Rini, bahkan Rendi sudah seperti orang gila mencari keberadaan Rini.
Sekarang Rendi gak mau dipisahkan lagi setelah kita sudah dipertemukan kembali."Rendi tetap bersikeras untuk menikahi wanita yang sangat dicintainya yaitu Rini.
"Beri Rendi waktu untuk bisa membuktikan kalau Rendi bersungguh-sungguh dengan Rini pak, Rendi akan menceraikan istri Rendi jika perlu karena Rendi menikah dengannya bukan karena cinta tapi karena terpaksa demi keselamatan nenek waktu itu."Kata Rendi menjelaskan.
"
__ADS_1