Ketulusan Cinta Rini 2

Ketulusan Cinta Rini 2
Perasaan dulu imut-imut kok sekarang jadi amit-amit sih!


__ADS_3

"Nyami-nyami..em..."Ucap Rini sambil mencium aroma ayam bakar yang bikin meleleh, Setelah melakukan banyak proses,dari memotong ayam, membersihkannya,membuat bumbu,membakar, akhirnya ayam bakar mak nyus siap disantap, Rini langsung melahap makanan yang ada didepannya tidak perduli ada banyak teman yang menatapnya.


"Lo tuh Rin, perasaan dulu imut- imut kok sekarang jadi amit-amit sih!"Kata Wahyu yang baru tau sifat asli Rini yang ternyata begitu rakus kalau sedang makan enak.


"He..he.."Rini hanya tertawa kecil menatap Wahyu.


"Ya seperti itulah Rini Yu, makanya jangan gampang tertipu oleh wajah polosnya, Rendi aja terlalu bodoh,kok bisa-bisanya suka sama cewek model kayak Rini,em..."Ucap Adel bercanda sambil menggelengkan kepalanya saat melihat cara makan Rini seperti orang kesurupan.


"Sudahlah... makan-makan,kalau gak tak abisin semua nanti jatah kalian."Kata Rini berbicara dengan mulut penuh nasi.


"Hayyoo....mang muat Rin? Dasar Perut kadut."Kata Riko.


"Apa tuh perut kadut Ko?"Tanya Johan.


"He..he... enggak... lupakan saja,gak penting."Jawab Riko.


"Jangan dengerin ucapan bang Riko mas,dia orangnya suka asal kalau ngomong."Ucap Sekar.


"Kalian kok ngobrol terus sih?Ayok makan-makan jangan ngobrol terus."Perintah Rini sambil mengunyah nasi.


"Haduh.. mendadak kenyang gue lihat lo makan Rin."Kata Wahyu yang dari tadi memperhatikan cara makan Rini.


"Siapa suruh lo lihatin dia makan."Kata Rendi ketus,ia merasa kesal karena Wahyu dari tadi memperhatikan kekasihnya yang sedang makan .


"Lha.. gimana gak lihat Ren,dia ada di depan gue, otomatis gue lihat dia dong."Protes Wahyu.


"Jangan lihat."Ucap Rendi sambil menahan amarahnya menatap tajam kearah Wahyu.


"Hahaha...lo memang gak berubah Rin,"Ucap Johan sambil tertawa melihat kearah Rini yang sedang makan dengan lahap tanpa perduli dengan Rendi yang terlihat sangat marah melihat kearahnya.


"Mas Jo.. jangan terlalu serius lihat Rini, bahaya mas, nanti bisa jatuh cinta sama dia."Bisik Riko menyenggol lengan Johan.


"Habisnya dia gemesin banget, pingin rasanya gue cubit pipi dia."Bisik Johan lirih kearah Riko yang duduk disampingnya.


Johan kembali menatap wajah Rini sambil tersenyum, baginya wajah Rini sangat menggemaskan saat sedang makan dengan lahap, ketika semua orang merasa aneh,tapi ia malah merasa senang melihat Rini yang seperti itu.


Johan sudah terbiasa melihat cara Rini makan saat mereka tinggal bersama waktu di Jakarta.

__ADS_1


"Sialan nih cowok,apa sih mau cowok ini sabenarnya? Beraninya dia lihatin pujaan hati gue dengan cara seperti itu."Kata Rendi dalam hati sambil meremas tangannya sendiri menahan amarahnya melihat kearah Johan yang dari tadi tersenyum melihat kearah Rini.


"Sayang.. makannya pelan-pelan dong,sini mas suapin."Rendi menarik piring Rini.


"Ih..mas Rendi apa-apaan sih?Kesiniin mas!"Rini menarik lagi piring yang diambil Rendi.


"Sudah.. jangan membantah,ayok a..."Kata Rendi menyuapi Rini dengan menggunakan tangannya.


"Duh... romantisnya mas Rendi,ayok Rin jangan malu-malu,anggap aja kita ini nyamuk,he..he.."Goda Sekar.


"Bepbep mau abang suapin juga?"Tanya Riko.


"Maulah bang."Jawab Sekar manja.


"Haduh.....ya lah-ya lah...yang sudah punya pasangan masing-masing,la terus bagaimana nasib yang masih jomblo ini,hiks..."Ucap Adel pura-pura sedih.


"Biar gue yang suapin mau gak?"Tanya Wahyu sambil tersenyum menatap Adel.


"Eh..."Adel tersenyum malu jadi salah tingkah saat melihat senyum Wahyu yang membuat jantungnya ser-ser.


(🤔Emak curiga, jangan-jangan Adel sama Wahyu ada apa-apanya deh...)


Saat itu Adel dan teman-teman band nya di undang untuk mengisi acara,ada peristiwa antara Wahyu dan Adel, yaitu saat Adel yang tiba-tiba terpeleset hampir jatuh untung ada Wahyu yang sedang berdiri disamping Adel, dengan gerakan cepat Wahyu menangkap tubuh Adel yang hampir jatuh, mereka berpelukan dalam waktu yang cukup lama, kedua mata mereka bertemu,dan disitulah awal munculnya perasaan aneh mereka berdua.


Pada hari yang sama di Jakarta kedua orang tua Rini sudah bertemu dengan anaknya yang lain yaitu Salsabila yang saat ini sedang dirawat dirumah sakit.


Bu Retno tidak sanggup menahan tangisnya ketika melihat keadaan Salsabila yang sedang berbaring lemah di atas ranjang pasien.


"Hiks... bangun Bil,ini ibu sudah datang ndu'."Kata bu Retno lirih ditelinga Salsabila.


diusapnya dengan lembut rambut Salsabila.


Sabenarnya keluarga pasien belum boleh menemui pasien oleh dokter,tapi karena Bu Retno terus menangis ingin bertemu dengan Salsabila, akhirnya dokter mengizinkannya tapi hanya sebentar.


"Maaf bu, waktunya sudah habis, biarkan pasien merasa tenang dulu ya bu!"Ucap seorang perawat.


"Oh iya sus."Jawab bu Retno melepas tangan Salsabila yang dari tadi digenggamnya.

__ADS_1


"Bu..."Terdengar Salsabila memanggil dengan suara yang hampir tidak terdengar karena sangat lirih.


"Sus...dia bicara sus."Kata bu Retno merasa kaget anaknya berbicara.


Perawat itu langsung berjalan cepat menghampiri Salsabila yang sedang berbaring di ranjang pasien.


"Alhamdulillah, sebentar tak panggilkan dokter dulu."Kata perawat itu langsung berlari keluar ruangan.


"Bagaimana keadaan menantuku Sus?"Tanya nenek khawatir.


"Do'akan saja yang terbaik untuk dia "Jawab perawat itu sambil berlari untuk memanggil dokter.


Tidak lama, perawat itupun datang lagi bersama seorang dokter laki-laki paruh baya.


Mereka langsung masuk kedalam kamar pasien untuk melihat keadaan pasien.


"Alhamdulillah.. akhirnya dia sadar, keadaannya juga jauh lebih baik."Kata dokter itu memberitahu.


"Alhamdulillah... terimakasih dok."Kata bu Retno tulus.


"Iya bu sama-sama,tapi sebaiknya pasien tidak terlalu lama diajak ngobrol ya bu, ia butuh istirahat yang cukup supaya cepat membaik keadaannya."Pesan dokter.


"Iya pak dokter."Jawab bu Retno singkat.


Bu Retno keluar,dan memberi kabar gembira ke semua yang ada di luar kamar inap Salsabila kalau saat ini keadaan Salsabila sudah membaik,ia sudah sadar dari komanya tapi belum boleh bertemu dengan banyak orang."Kata bu Retno.


"Alhamdulillah.. terimakasih ya Allah, akhirnya calon menantuku sudah sadar."Ucap nenek merasa sangat bahagia.


Tidak lama dokter yang memeriksa keadaan Salsabila pun keluar.


"Bolehkah Agung bertemu dengannya dok?"Tanya Agung terlihat tidak sabar ingin menemui kekasihnya.


"Boleh,tapi sebentar saja ya!"Kata dokter.


"Oh.. terimakasih dok."Ucap Agung dengan wajah cerah.


Ia berjalan pelan masuk ke dalam kamar inap kekasihnya, dilihatnya wajah kekasihnya yang terlihat pucat, Salsabila membuka matanya perlahan melihat kearah Agung.

__ADS_1


Ketika Agung baru mau menyentuh tangannya, tiba-tiba Salsabila kejang.


Agung sangat ketakutan langsung berlari keluar dari kamar,ia memanggil dokter untuk memeriksa keadaan Salsabila yang tiba-tiba kejang.


__ADS_2