
Satu minggu telah berlalu namun tidak ada kabar tentang dimana keberadaan Chelsea.
Rini bahkan sampai sakit karena terlalu memikirkan keadaan Chelsea.
"Bunda... makanlah dulu Bun, Bunda gak boleh seperti ini, kalau Bunda gak mau makan bagaimana kita nanti mencari keberadaan Chelsea Bun."Bujuk Rendi tidak tega melihat keadaan istrinya yang tidak memiliki semangat lagi.
"Bagaimana Bunda mau makan Yah, sementara Bunda gak tau bagaimana dengan keadaan Chelsea, apakah dia sekarang sudah makan apa belum."Jawab Rini dengan wajah sendu.
"Bunda sangat merindukannya Yah,dia itu gak mau makan nasi kalau gak Bunda suapin, maunya ngemil terus, terus nanti siapa yang bakal nyuapin dia Yah,hiks..."Lanjut Rini dengan kedua mata berkaca-kaca, terlihat cairan bening keluar dari kedua matanya.
Chelsea suka manja dengan Rini meskipun sudah berusia 17 tahun, susah sekali kalau disuruh makan nasi, sukanya ngemil,kalau pagi juga sukanya makan roti, makanya saat siang hari ketika Chelsea pulang sekolah, Rini selalu menyuapinya agar putrinya itu mau makan nasi.
"Ayah yakin Chelsea sudah makan, sedangkan Ayah sendiri tidak tahu keberadaannya bagaimana Ayah tau.
Bunda takut terjadi sesuatu dengannya Yah, hiks..."Ucap Rini belum mau berhenti menangis.
"Iya Nak, benar kata suamimu sayang,ayok makanlah dulu Nak!"Sambung Bu Citra.
Dua hari yang lalu Bu Citra bersama suaminya datang ke Jakarta setelah mendapat kabar kalau cucunya menghilang.
Sabenarnya Bu Citra dari dulu kurang menyukai Chelsea, karena Chelsea bukan darah daging Rendi dan Rini, Bu Citra bahkan dulu pernah menyarankan agar bayi mungil yang tidak berdosa itu diserahkan ke panti saja karena Bu Citra tidak mau mereka memungut anak yang gak jelas bebet- bobotnya, Bu Citra takut itu anak yang dilahirkan dari hubungan terlarang,di buang karena malu mempunyai anak haram ,tapi beliau juga khawatir saat mendengar cucunya itu menghilang.
"Ayah...Bunda...!"Panggil Fareal yang baru pulang sambil berjalan menghampiri kedua orang tuanya yang saat ini sedang berada didalam kamar.
"Bunda... Fareal sudah tau dimana keberadaan Chelsea Bun."Ucap Fareal duduk dipinggir ranjang samping Ibunya,digenggamnya tangan Bundanya itu dengan lembut.
"Benarkah sayang..Dimana dia?Sama siapa? Terus bagaimana keadaannya?Ayok kita pergi kesana sekarang."Wajah Rini yang tadinya terlihat pucat langsung berubah ceria begitu mendengar putrinya sudah diketahui keberadaannya,ia terlihat bersemangat ingin segera menemui putrinya.
__ADS_1
"Chelsea ternyata dibawa oleh seseorang ke sebuah Villa didaerah pegunungan Bun, kemarin Fareal dan teman-teman bertanya ke teman-teman Chelsea di sekolahannya, kita juga coba cari informasi dari orang-orang yang berada disekitar sekolahan, ternyata ada seorang pedagang bubur ayam yang kebetulan melihat saat kejadian dimana Chelsea menghilang,kata Abang tukang buryam, Chelsea waktu itu diajak oleh seorang perempuan naik mobil,dan ternyata ada salah satu teman Chelsea yang bernama Misyatun, katanya Chelsea sudah beberapa kali ditemui seorang perempuan, Chelsea pernah cerita ke Misyatun kalau perempuan itu yang sudah membuat Chelsea sangat membenci Bunda karena perempuan itu sudah menghasutnya.
Tapi untungnya kebenaran langsung Chelsea ketahui dari Mbak Erna sehingga Chelsea tidak sampai berbuat dosa terlalu lama karena sudah membenci orang yang salah."
"Siapa perempuan itu?"Tanya Rini memotong ucapan Fareal karena sudah tidak sabar.
"Nah...itu dia yang tidak kami tau,cuma berkat bantuan dari pihak sekolah Chelsea yang sudah mau membantu mencari informasi tentang hari dimana Chelsea menghilang akhirnya polisi dapat menemukan mobil yang dipakai si perempuan misterius itu yang sering menemui Chelsea ke-sekolahannya.
Ternyata mobil itu menuju ke puncak daerah pegunungan."Jelas Fareal.
"Ya sudah ayok kita sekarang kesana mau tunggu apa lagi!"Rengek Rini.
"Iya,ayok kita cari Chelsea sekarang, tapi Bunda makan dulu, Fareal suapin ya Bun."Fareal mengambil piring yang sedang digenggam Ayahnya lalu menyuapkan nasi ke mulut Bundanya.
Akhirnya Rini mau makan berkat bujukan Fareal.
Keesokan paginya.
"Oh iya bun, di perempatan jalan yang tadi kita lewati, saat itu Ayah lihat Bunda tengah berjalan sendirian terus tiba-tiba pingsan."Balas Rendi teringat kejadian 20 tahun yang lalu.
"Jangan-jangan...."Rendi yang sedang duduk didepan sambil mengemudi menatap istrinya melalui kaca kecil yang terpasang di atasnya dengan wajah berubah tegang.
"Apa benar dia yang sudah menculik Chelsea Yah?Iya Bunda yakin dia yang melakukannya, Bunda baru ingat,aku pernah lihat dia menemui Chelsea."Ucap Rini penuh kecurigaan.
"Siapa dia Nak?Siapa orang yang kalian bicarakan?"Tanya Pak Burhan yang duduk dikursi tengah bersama istri dan menantunya, sedangkan Fareal duduk didepan menemani Ayahnya yang sedang mengemudikan mobil.
Dibelakang mereka ada mobil polisi yang juga ikut membantu mencari keberadaan Chelsea yang mereka duga telah diculik seseorang.
__ADS_1
"Sabenarnya 20 tahun yang lalu Rini juga pernah diculik Pa."Jelas Rendi.
"Hah... diculik?Siapa yang sudah menculik istrimu Ren? Kenapa istrimu diculik?"Tanya Bu Citra kaget.
"Em... Rendi gak tau cerita yang sabenarnya Ma, lebih baik Mama tanyakan saja sama Rini, dia yang lebih tau ceritanya."Jawab Rendi yang memang gak tau bagaimana cerita yang sabenarnya.
"Ayok sayang, coba ceritakan sama kita apa yang terjadi 20 tahun yang lalu,siapa yang berani menculik kamu waktu itu."Desak Bu Citra.
"Sabenarnya Aku sudah gak mau mengingat kejadian itu, tapi kalau memang perempuan itu yang sudah berani menculik putriku awas saja."Ucap Rini jadi emosi.
"Siapa perempuan itu Nak?Kamu Jangan buat kita penasaran."Tanya Bu Citra sangat penasaran.
"Mbak Siska Ma,dia yang sudah menculik aku 20 tahun yang lalu,dia berniat ingin merusak hidupku dengan cara menyuruh seseorang untuk mengambil kesucian aku agar Mas Rendi jijik dan pergi meninggalkan aku,tapi aku berhasil kabur, untung saat itu Mas Rendi datang dan menolong aku kalau gak aku gak tau apa yang bakal terjadi dengan aku Ma."Jelas Rini dengan wajah sendu.
"Kurang ajar! Ternyata perempuan itu lagi,Mama sungguh menyesal kenapa dulu begitu menginginkan dia sebagai menantu Mama, Mama malah lebih mempercayai ucapan perempuan itu daripada anak Mama sendiri."Kata Bu Citra penuh penyesalan.
"Em... sabenarnya...Adel dan Erna menduga kemungkinan ibu kandung Chelsea yang sabenarnya adalah Mbak Siska Ma."Ucap Rini dengan suara pelan.
"Hah...!"Semua yang ada didalam mobil tampak terkejut mendengar ucapan Rini.
Ditempat lain.
Terlihat seorang gadis remaja sedang duduk sambil menatap pemandangan lewat jendela kamarnya dengan tatapan kosong, wajahnya terlihat pucat.
Ceklek....
Terdengar pintu kamar dibuka oleh seseorang dari luar.
__ADS_1
"Sayang makanlah Nak, kata si Mbok dari kemarin kamu gak mau makan."Bujuk seorang perempuan sambil berjalan menghampiri gadis remaja itu dengan membawa nampan, diatasnya terdapat piring berisi nasi, lauk pauk dan minuman.
"Chelsea mau pulang, kenapa Tante malah mengurung aku disini?Aku kangen Bunda, saat ini Bunda pasti sedang khawatir dan mencemaskan aku."Jawab gadis remaja yang ternyata adalah Chelsea, wajahnya terlihat sendu,lalu ia memalingkan wajahnya tidak mau menatap ibu kandungnya sendiri.