Ketulusan Cinta Rini 2

Ketulusan Cinta Rini 2
Kapan nikah?


__ADS_3

"Rendi...kenapa kamu masih perduli dengan perempuan jala**ng itu."Kata bu Citra saat mereka sudah sampai di rumah.


"Cukup ma.. jangan pernah bilang dia perempuan jala**ng lagi, Rendi sudah mengikuti keinginan kalian tanpa mau mengerti perasaan Rendi.Jadi berhentilah terus menyalahkan Rendi."Jawab Rendi dengan suara keras.


"Rendi...kamu berani membentak mamamu sendiri hanya untuk perempuan itu."Balas bu Citra tidak kalah kerasnya,tapi Rendi malah pergi meninggalkan kedua orangtuanya yang masih berada diruang tengah.


Keesokan harinya Siska pulang bersama dengan ibunya.


"Selamat pagi bu Citra."Sapa bunda Karmila ramah saat mereka bertemu.


"Selamat pagi bu Karmila, bagaimana keadaan ibu."Balas bu Citra sambil mengulurkan tangannya menyambut kedatangan si besan.


"Alhamdulillah baik, bagaimana keadaan pak Burhan?"Tanya bunda Karmila.


"Masih seperti ini bu,belum ada perubahan."Jawab bu Citra sambil menatap sendu kearah suaminya yang sedang duduk dikursi roda.


"Ibu yang sabar,semoga saja pak Burhan cepat pulih,aku yakin kalau pak Burhan bisa cepat pulih."Kata bu Karmila memberi semangat untuk besannya.


"Iya bu terimakasih."Jawab bu Citra.


Mereka berbincang-bincang cukup lama diruang tamu, bunda Karmila mengatakan kepada kedua orang tua Rendi kalau selama ini kata Siska, suaminya masih berhubungan dengan kekasihnya.


Bu Citra terlihat sangat marah mendengar penjelasan dari Siska dan bunda Karmila,lain dengan pak Burhan yang hanya diam saja dengan wajah tanpa ekspresi terlihat tidak terlalu perduli dengan ucapan besan dan menantunya.


Setelah puas membicarakan soal hubungan Rendi dan kekasihnya, bunda Karmila pamit pulang,ia mengulurkan tangannya mencoba bersalaman kepada pak Burhan untuk pamit pulang tapi tidak disambut oleh pak Burhan,ia malah memalingkan wajahnya tidak mau menyambut uluran tangan dari besannya.


Terlihat ada kemarahan di-wajah bunda Karmila.


"pa..."Panggil bu Citra dengan suara lembut tapi tidak dihiraukan oleh pak Burhan.


Entah apa yang sedang ia pikirkan tidak ada yang tau.


***


"Rendi....Kamu sungguh keterlaluan,kamu selama ini diam-diam masih berhubungan dengan perempuan jala**ng itu tanpa sepengetahuan kami."Bentak bu Citra saat Rendi baru pulang dari konveksi.

__ADS_1


"Ma.. sudah berapa kali Rendi bilang jangan pernah menyebut dia dengan sebutan itu, Rendi gak suka."Jawab Rendi dengan amarah yang ditahannya.


"Kalau kamu tidak mau mama bilang seperti itu,maka kamu harus menuruti kata mama, jangan pernah menemui dia lagi.


Kamu sudah punya Siska, kasihan dia."Kata bu Citra sambil menatap menantunya dengan wajah sendu.


Rendi berjalan mendekati istrinya.


"Kamu... jangan coba-coba meracuni otak kedua orangtuaku kalau gak akan ku bongkar semua kebohongan dan kebusukanmu selama ini."Bisik Rendi lirih.


Siska menelan ludahnya sendiri karena merasa takut dengan ancaman suaminya.


Sementara dibelakang kedua perempuan asisten rumah tangga mereka berbisik-bisik.


"Ca..kok majikan kita jadi sering berantem sih?"Tanya seorang perempuan memakai jilbab kepada teman sekerjanya yang bernama Caca.


"Iya Nul, semenjak den Rendi menikah sama non Siska, setiap hari ribut terus.


Aku gak pernah melihat den Rendi tersenyum atau tertawa lagi seperti dulu, padahal dulu sewaktu den Rendi masih sekolah dia sering mengajak kita bicara,den Rendi juga sering bercanda sama kita,tapi sekarang boro-boro mau bercanda,bicara aja gak pernah sama kita kalau tidak penting."Kata temannya kepada perempuan berjilbab yang suka dipanggil Inul oleh temannya itu.


Terdengar suara pintu dibanting dengan kasar dari depan membuat kedua perempuan yang ada dibelakang kaget sampai melompat dari duduknya sangking kagetnya.


"Astaghfirullah... huh... kaget gue."Kata Caca sambil memegang dadanya sendiri.


"Lama-lama bisa jantungan gue kalau setiap hari seperti ini terus."Lanjutnya.


"Sabar Ca,kita doain aja semoga keluarga ini kembali seperti dulu."Kata Inul.


"Iya Nul."Jawab Caca singkat.


Didalam kamar Rendi mengacak-ngacak isi kamarnya merasa kesal dengan orangtuanya yang terus menyalahkan dirinya dan kekasihnya itu.


Ingin rasanya dia kabur meninggalkan kedua orangtuanya lagi tapi dia urungkan karena kasihan melihat papanya yang sedang sakit.


Rendi tidak tega melihat kedua orang tuanya menderita meskipun mereka sering bersikap egois tidak pernah mau mengerti dengan perasaannya.

__ADS_1


Di Jakarta.


Hubungan Agung dan Salsabila semakin hari semakin baik, Agung tidak memberi kesempatan untuk Salsabila pergi sendiri naik ojek,dia selalu antar jemput perempuan pujaannya itu.


Setiap pulang dari pabrik Agung mengajak Salsabila kerumah untuk bertemu dengan kedua orang tuanya terlebih dahulu.


Nenek terlihat sangat bahagia akhiratnya Agung menemukan perempuan yang berhati lembut,baik,sopan, seperti Salsabila.


"Kapan kalian menikah?"Tanya nenek tiba-tiba saat mereka sedang berkumpul dimeja makan untuk makan malam membuat Salsabila yang sedang minum terbatuk-batuk karena kesedak.


"Aduh ndu' ati-ati."Kata nenek.


"Sayang..kamu gak apa-apa?"Tanya Agung mengusap lembut punggung Salsabila.


Dua hari yang lalu mereka berdua resmi menjadi sepasang kekasih, berkat kegigihan Agung yang tidak mau menyerah terus mendekati Salsabila, akhirnya Salsabila menyerah dan menerima Agung sebagai kekasihnya.


"Bagaimana?Apa kamu sudah bilang sama kedua orang tuanya Bila tentang keseriusan kamu Gung, cepetan bilang sama kedua orang tuanya Bila, atau kita langsung aja datang kesana buat melamar Bila, bagaimana ndu'?Apa kamu sudah siap?Nenek sudah tidak sabar pingin cepat dapat cucu dari kalian."Kata nenek terus bicara membuat wajah Salsabila berubah merah menahan malu.


"Em..saya..."Jawab Salsa gugup.


"Ya sudah kita kalau begitu minggu depan kita kerumah kedua orang tuamu untuk membicarakan masalah ini, jawaban kamu tadi sudah cukup buat ibu,ibu anggap kamu setuju."Kata nenek asal tidak mau ada yang membantah keinginannya.


"Ta..tapi..."Kata salsa ingin bicara tapi langsung dipotong oleh nenek.


"Gak ada tapi-tapian, pokoknya minggu depan kalian menikah.


Ibu yang atur semuanya,kamu tinggal bilang sama kedua orang tuamu sja kalau satu minggu lagi kita mau datang kesana buat melamar kamu."Kata nenek tidak mau dibantah.


"Bu... jangan seperti itu dong, kasihan mereka kalau mendadak."Protes kakek.


"Iya bu,biar kita bicarakan masalah ini dulu.Ibu nih gak sabaran amat,yang mau kawin aja sabar."Ucap Agung.


"Habisnya kamu susah sekali disuruh nikah,ibu takut kamu gak jadi lagi.


Ibu sudah cocok sama Salsabila,ibu gak mau menantu yang lain.Pokoknya kamu harus menikah dengannya.

__ADS_1


Ya ndu',kamu mau kan jadi istrinya anak ibu?Kamu tenang saja ndu',kalau suamimu berani macam-macam biar ibu yang jewer kupingnya."Kata ibu bersemangat.


__ADS_2