Ketulusan Cinta Rini 2

Ketulusan Cinta Rini 2
Rencana Pak Eko.


__ADS_3

"Jangan bicara apapun,mama mau istirahat."Ucap Bu Citra yang sudah tau apa yang akan dibicarakan oleh anak dan menantunya.


"Bagaimana ini yah?Mama begitu membenci Chelsea karena dia anak dari laki-laki yang sudah mengakibatkan mama harus kehilangan adik satu-satunya."Kata Rini setelah mertuanya sudah berada didalam kamar.


"Taulah bun, ayok kita kekamar saja saatnya menggenang malam pengantin baru,heh...!"Ucap Rendi tersenyum mesum sambil menaik-turunkan alisnya menggoda sang istri tercinta.


"Ih ayah...!"Rini mencubit pinggang suaminya yang jadi tambah genit setelah umur mereka semakin bertambah.(Kata anak jaman sekarang tua-tua keladi makin tua makin jadi, hehehe....)


Dert....


Tiba-tiba handphone Rini bergetar saat mereka sudah berada didalam kamar mereka.


"Fareal telpon yah!"Ucap Rini setelah melihat layar handphone ternyata anak semata wayangnya yang telah menelpon dirinya.


"Halo Fa....!"Sapa Rini setelah mengangkat panggilan telpon dari anaknya.


"Bunda...ayah mana?Happy wedding anniversary ya bun"Ucap Fareal memberi selamat ulangtahun pernikahan untuk orang tuanya melalui panggilan telpon.


"Makasih sayang,ayah lagi ada didalam kamar mandi,nah itu dia ayah sudah keluar,apa kamu mau bicara sama ayah?"Tanya Rini.


"Boleh."Jawab Fareal.


"Yah... Fareal mau bicara yah!"Panggil Rini kepada suaminya yang baru keluar dari dalam kamar mandi.


"Halo Fa, bagaimana kabar kamu disitu?Apa kamu betah?"Tanya Rendi setelah handphone istrinya sudah berada ditangannya.


"Alhamdulillah betah yah, ternyata orang-orang di sini ramah-tamah kok yah tidak seperti yang Fareal bayangkan,kata teman-teman Fareal orang Amerika cuek-cuek, jahat, tapi ternyata tidak benar, mereka baik dan ramah."Jelas Fareal.


"Syukurlah kalau begitu."Ucap Rendi.

__ADS_1


"Ayah happy wedding anniversary ya yah!"Ucap Fareal.


"Wah... ternyata kamu ingat toh,tadi adikmu juga habis dari sini mengucapkan itu kepada ayah sama bunda."Rendi memberitahu.


"Oh ya? Em...sabenarnya Chelsea juga yang sudah mengingatkan Fareal sih yah kalau hari ini ulang tahun pernikahan ayah dan bunda, hehehe...."Ucap Fareal sambil cengengesan.


"Oalah... dasar anak durhaka kau, berarti kamu tau hari ini hari ulang tahun pernikahan kami karena Chelsea toh yang sudah memberitahumu?"Tanya Rendi.


"Hehehe...iya!"Jawab Fareal jujur.


Rini yang ikut mendengarkan percakapan mereka langsung mengambil handphone dari tangan suaminya.


"Em... berarti kalau Chelsea gak kasih tau kamu gak kasih selamat dong buat kami,"sambung Rini."Tapi makasih ya sayang, kalian adalah anak-anak ayah dan bunda yang sangat baik,kami merasa bersyukur memiliki anak-anak seperti kalian, kami sangat menyayangi kalian berdua."Ucap Rini tulus.


"Aku dan Chelsea juga sangat menyayangi ayah sama bunda,kami ingin melihat kalian bahagia.Semoga kalian selalu diberi kesehatan, dilancarkan usaha dan rizkinya,"Do'a Fareal untuk kedua orang tuanya."Tapi jangan lupa nanti kalau rizki kalian lancar Bolehlah kirim kesini, hehehe,"sambung Fareal bercanda.


"Sini bun,"bisik Rendi meminta handphone, Rini pun menyerahkan handphone kepada suaminya.


"Halo nak, sudah dulu ya,kami mau bulan madu dulu mengenang saat-saat baru jadi pengantin baru."Ucap Rendi langsung dicubit oleh Rini.


"Ih ayah nih kalau ngomong dijaga napa,anak kita sudah bujang."Ucap Rini melotot kearah suaminya yang suka ceplas-ceplos kalau bicara.


"Jangan didengarkan ayahmu Fa,kamu jangan berfikir macam-macam."Teriak Rini karena handphone masih dipegang suaminya.


"Ya sudah ya nak,bunda kamu sudah tidak sabar,dah sayang kamu jaga kesehatan, jangan lupa makan yang banyak, kalau uang jajannya sudah habis cepat kasih tau ayah nanti ayah kirim."Ucap Rendi lalu panggilan telpon dimatikan.


"Ayah... kebiasaan deh."Ucap Rini sambil cemberut.


"Hehehe ya biarin aja lho bun,dia udah gede ya pasti dia juga sudah tau masalah gituan yang penting kan dia bisa jaga diri, ayah percaya sama dia gak bakal melakukan sesuatu yang bakal membuatnya menyesal dikemudian hari."Jelas Rendi mencubit pipi istrinya karena gemas.

__ADS_1


"Kamu kok semakin menggemaskan sih bun,ayah jadi semakin cinta tau gak!Ayok lah bun saatnya kita tancap!"Ucap Rendi mencium singkat bibir istrinya.


"Apanya yang ditancap?"Tanya Rini nampak bingung.


"Haduh bun, kamu seperti anak ABG saja deh, senjata ayah lah yang ditancapkan ke itu tuh...!"Rendi tersenyum genit menunjuk kearah barang berharga istrinya membuat wajah Rini jadi merah karena malu setelah mengerti dengan maksud ucapan suaminya.Tanpa aba-aba terlebih dahulu Rendi langsung melahap bibir seksi istrinya.


Di tempat lain.


"Maafkan bapak ya sayang, gara-gara bapak kamu jadi diusir dari rumah kedua orang tua kamu."Ucap Pak Eko menatap putrinya merasa tidak enak dengan putrinya yang tidak bisa berkumpul dengan kedua orang tua yang sudah merawat dan membesarkannya.


"Tidak apa-apa pak,kan Chelsea bisa menemui mereka kapan-kapan."Ucap Chelsea sambil tersenyum menatap wajah bapaknya.Ia berusaha bersikap biasa-biasa saja walau dalam hatinya ia merasa sedih karena tidak bisa berkumpul bersama kedua orang tua yang sangat ia rindukan.


"Ada apa?Kok kalian terlihat murung?Apa telah terjadi sesuatu?"Tanya Siska yang baru datang dari dalam ikut duduk bergabung dengan anak dan Pak Eko yang sedang duduk di sofa ruang tamu.


"Gak ada apa-apa bu,kapan nih kalian meresmikan hubungan kalian? Chelsea ingin melihat kalian menikah, terus kita bisa berkumpul menjadi keluarga yang utuh."Ucap Chelsea mengalihkan pembicaraan.


"Eh...em...."Siska jadi salah tingkah mendengar ucapan Chelsea lain halnya dengan Pak Eko yang terlihat begitu bahagia mendengar ucapan dari putri mereka itu.Ia tersenyum menatap Siska yang terlihat malu-malu dengan wajahnya yang sudah berubah merah.


"Secepatnya nak, dalam minggu-minggu ini bapak akan segera melamar ibumu."Ucap Pak Eko mantap.


"Mi...minggu ini?"Tanya Siska gelagapan.


"Iya,aku sudah menyiapkan segalanya, kita akan menikah paling lambat minggu depan menunggu persiapannya selesai dulu,aku sedang mengurus surat-surat untuk pernikahan kita.Semoga semuanya berjalan dengan lancar,minggu depan kita bisa menikah."Jelas Pak Eko.


"Hah... cepat sekali, bahkan aku belum ada persiapan sama sekali."Ucap Siska sangat terkejut.


"Kami gak perlu menyiapkan, semua biar aku yang mengurus,aku juga sudah memesan baju pengantin untuk kita!"Sekali lagi Siska dibuat terkejut dengan ucapan Eko.


"Bagaimana bisa? Untuk memesan baju pengantin kan mesti diukur dulu,gak main pesan begitu saja, memangnya kue...bisa dipesan!"Protes Siska.

__ADS_1


__ADS_2