Ketulusan Cinta Rini 2

Ketulusan Cinta Rini 2
Bab 28.Sikap konyol sepasang kekasih


__ADS_3

"Memangnya apa yang akan lo lakukan dengan handphone gue?"Tanya Rini penasaran.


"Udah sini deh...!"Kata pacarnya Sekar meminta handphone milik sahabat pacarnya itu.


"Ini...tapi jangan macam-macam ya!Awas lho kalau berani macam-macam sama handphone gue."Kata Rini mengancam.


"Ya elah... takut amat sih....tenang aje ye, gue macam-macamnye ame my baby gue ajalah,iya gak my baby?"Kata pacar Sekar sambil tersenyum menatap wajah Sekar, sedangkan


Sekar hanya tersenyum malu.


"Sini deh kalian berdua merapat,kita foto bertiga dulu."Ucap pacarnya Sekar.


"Buat apa?"Tanya Rini curiga.


"Udah...lo curigaan mulu deh ah,mau cepet kelar gak nih urusan?"Tanya pacarnya Sekar.


"Udah...ayok ikutin aja Rin,my honey gue gak mungkin berbuat jahat,kalau dia berani macam-macam sama lo lihat aja bakal gue bikin bergedel dia."Kata Sekar menatap tajam ke arah pacarnya.


"Oh no my baby.....!"Ucap pacarnya Sekar manja sambil menyenderkan kepalanya di bahu Sekar.


"Ih.... lo ketemu orang satu nih dimana sih kar?Kok bisa sih lo pacaran sama cowok model kayak gitu,ih...."Ucap Rini merasa geli dengan tingkah pacarnya Sekar.


"Hait...ngomong apa lo barusan!Hayo ... jangan-jangan lo iri ya...?"Kata pacarnya Sekar saat mendengar ucapan Rini.


"Iuh...gue iri sama cowok model kayak lo?Ha...ha...ogah banget deh..!"Ucap Rini.


"Mau dibantu gak nih..!Kalau gak gue ajak Sekar pergi ya!"Kata pacarnya Sekar pura-pura marah.


"Ya udah-ya udah,jangan marah.... gue cuma bercanda kali."Ucap Rini menarik tangan pacarnya Sekar yang sudah mau pergi.


"Sudah dong my honey sayang,kamu tadi mau melakukan apa dengan handphone Rini?"Kata Sekar sambil menggenggam tangan pacarnya dengan lembut.


"Ya sudah pertama-tama kita foto bareng dulu."Ucap pacarnya Sekar.


Rini dan Sekar menurut, mereka bertiga foto bareng.


Rini disebelah kiri Sekar, sedangkan pacar Sekar berada di sebelah kanan Sekar, pacar Sekar langsung mencium pipi Sekar begitu kamera ditekan,dan hasilnya Sekar sedang dicium pacarnya.


"My baby jangan mencari kesempatan dalam kesempitan dong...!"Ucap Sekar sambil mencubit lengan pacarnya karena merasa kesal dengan sikap pacarnya itu.


"Auw.... sakit my baby...!"Ucap pacarnya Sekar sambil mengusap lengannya yang habis di cubit kekasihnya itu.

__ADS_1


"Habisnya kamu nyebelin,kan malu dilihat orang."Kata sekar sambil cemberut.


"Sayang...my baby yang paling cantik jangan ngambek dong, atau jangan-jangan mau minta dicium lagi ya..nanti ya yang kita lakukan dikontrakkan saja,biar gak ada yang lihat!"Bisik pacarnya Sekar lirih ke telinga Sekar.


"Ih..."Kata sekar sambil menjauhkan wajah kekasihnya itu dari wajahnya.


"Aduh....nih sabenarnya pada mau bantu gue apa mau pacaran sih?"Kata Rini kelihatan kesal.


"Oke... sorry cuy.."Ucap Sekar merasa gak enak sama sahabatnya itu.


"Udah cepetan my baby...apa yang akan kamu lakukan dengan foto itu."Kata Sekar dengan kekasihnya.


"Oke.. pertama kita kirim foto ini ke pacar sahabat kamu dulu."Ucap pacarnya Sekar.


"Mana nih nomor pacar kamu Rin?"Tanya pacarnya Sekar.


"Sini gue cariin nomor pacar gue."Kata Rini mengambil handphone miliknya dan memberi tau nomor handphone kekasihnya.


"Oke...gue kirim foto kita kedia ya,gue yakin habis dapat kiriman foto ini,dia pasti telpon lo, nah saat dia telpon baru kita jelasin masalah yang sabenarnya, mumpung kita masih bertiga nih."Kata pacarnya Sekar menjelaskan.


"Oke.... You my best friend.Ide lo ternyata very good..!"Ucap Rini memuji pacar Sekar.


"Ya iyalah,siapa dulu dong....!"Kata pacarnya Sekar penuh percaya diri.


Dan benar saja, tidak lama pacarnya Sekar mengirim foto ke Rendi, Rendi langsung menghubungi Rini.


Dert..dert ..


handphone Rini bergetar, terlihat dilayar handphone tertulis nama sayangku, yang berarti yang menelpon adalah Rendi.


"Tuh kan...apa gue bilang,tuh pasti cowok lo yang telpon kan?"Tanya pacarnya Sekar.


"Betul...!"Jawab Rini.


Rini mengangkat panggilan telpon dari kekasihnya.


"Halo...apa maksud lo kirim foto ini ke gue!"Kata Rendi terdengar ketus.


"Maaf mas,aku cuma pingin mas tau, kejadian yang sabenarnya, cowok yang ada didalam foto itu adalah pacarnya Sekar,kalau mas Rendi gak percaya,nih orangnya lagi ada disini bareng sama Sekar."Kata Rini menjelaskan.


"Mas bisa video call agar mas bisa lihat sendiri saat ini aku lagi bersama Sekar dan pacarnya."

__ADS_1


Sekar langsung mengambil handphone milik Rini saat Rini sedang bicara dengan Rendi.


"Halo mas Rendi..masih ingat sama gue gak?Kita pernah ketemu di Brengkolang waktu itu."Kata Sekar mengingatkan Rendi.


"Iya,lo Sekar temannya Rini kan?"Kata Rendi didalam panggilan telpon.


"Iya betul...Rini sudah menceritakan tentang foto itu ke gue, kejadian yang sabenarnya gak seperti itu mas...gue juga ada kok disitu, mereka tidak seperti yang mas Rendi pikirkan, cowok yang ada di dalam foto itu pacar gue mas."Kata Sekar menjelaskan kejadian yang sabenarnya.


"Kalian sekarang sedang ada dimana?"Tanya Rendi.


"Di supermarket dekat kontrakan Rini mas,tadi Rini menelpon gue minta ketemuan di sini, gara-gara foto itu Rini meminta gue datang menemuinya.Lagian mas Rendi aneh, langsung percaya gitu aja tanpa mau mendengarkan penjelasan Rini dulu,Lain kali diselidiki dulu kebenarannya mas,jangan pakai emosi."Kata Sekar merasa kesal dengan sikap pacar sahabatnya itu.


"Rini mana Kar?Gue mau ngomong sebentar sama dia."Kata Rendi didalam panggilan telpon.


Sekar menyerahkan handphone ke Rini.


"Halo...!"Ucap Rini.


"Halo Rin... maafin mas sayang,besok aku datang ke kontrakan kamu sekalian mau ajak kamu ketempat Nenek,kemarin Nenek nanyain kamu yang...kata nenek kapan kamu mau bekerja di tempat Nenek ?"Jelas Rendi.


"Maaf mas besok aku belum bisa,ya sudah nanti aku telpon lagi,gak enak sama Sekar dan pacarnya,ya sudah dulu ya mas,dah..."Kata Rini lalu mengakhiri panggilan telponnya.


"Bagaimana Rin? Cowok lo masih belum percaya?"Tanya Sekar penasaran.


"Alhamdulillah dia percaya, terimakasih ya Kar,mas... gue gak tau deh apa yang bakal gue lakukan tanpa bantuan kalian."Ucap Rini tulus.


"Biasa saja kali Rin.seperti sama siapa aja lho!"Kata Sekar sambil menepuk pundak sahabatnya itu.


"Iya biasa aja lah kalau cuma bilang makasih,yang luar biasa itu kalau di traktir makan....


Lapar....beliin apa kek buat ngisi perut gue yang udah keroncongan...itu baru caranya membalas...."Kata pacarnya Sekar sambil memegangi perutnya sendiri karena memang sangat lapar.


"My baby..."Teriak Sekar sambil menutup mulut kekasihnya.


"Jangan dengerin dia Rin,dia orangnya memang suka gitu."Kata Sekar masih menutup mulut kekasihnya yang suka asal njeplak kalau bicara.


"Karyo....ini gue lagi kelaparan malah lo tutupi mulut gue!"Teriak pacar Sekar sambil menarik tangan Sekar yang menutup mulutnya.


"Lo pingin gue mati apa? Terus nyari cowok lain,gue gak terima...,gue bakal jadi hantu gentayangan yang selalu gangguin hidup lo my baby."Ucap pacarnya Sekar asal.


"Apaan sih my honey...!Ih...sebel..."Teriak Sekar sambil memukul dada pacarnya.

__ADS_1


"He..he... enggak sayang...aku bercanda!"Kata pacar Sekar sambil mendekap tubuh Sekar kedalam pelukannya.


Rini hanya tersenyum sambil menggeleng kepalanya merasa geli dengan tingkah konyol kedua pasangan kekasih disampingnya.


__ADS_2