Lord Of The Secret Dimension

Lord Of The Secret Dimension
Penculikan Tuan Putri Keempat


__ADS_3

Di suatu wilayah yang bernama Ocaxius, terdapat kerajaan besar yang makmur dan sejahtera.


Kerajaan itu bernama Ocaxius yang diambil dari nama wilayah tersebut.


Kerajaan itu berada dibawah kuasa Raja Rubeus Oswald Toftrelnd dan ratunya yang bernama Ratu Lucretia Verity Neville.


Dari pasangan tersebut memiliki tiga anak, yaitu Severus Blaise Toftrelnd, Ginevra Loise Toftrelnd, dan Millicent Druella Toftrelnd.


Hari ini adalah hari yang meriah dan sudah ditunggu-tunggu baik itu anggota kerajaan di dalam istana mau pun masyarakat di luar istana.


Semua orang percaya bahwa sebuah rumor yang mengatakan bahwa setelah seribu tahun akan lahir seorang putri yang akan membawa kesejahteraan dan kemakmuran bagi warga wilayah Ocaxius.


Tiba setelah seribu tahun, Ratu Lucretia Verity Neville melahirkan, dan ternyata itu adalah anak perempuan.


Ratu Lucretia yang selalu menginginkan seorang putra untuk membantu urusan kerajaan dan menjadi raja selanjutnya, merasa benci dan kecewa sangat besar.


Kabar tersebut menyebar sangat cepat hingga ke telinga sang Raja yang sedang sibuk dengan pekerjaannya.


Setelah mendengar kabar tersebut, ia menemui istrinya.


Ia sangat senang sampai tidak bisa berkata-kata atas kelahiran putrinya yang selamat dan sehat.


"Sayang, Apa kau baik-baik saja? Bagaimana keadaanmu?" Tanya sang Raja.


"Aku baik-baik saja. Tidak ada yang perlu kau khawatir kan." Ucap sang Ratu.


"Maafkan aku karena tidak menemanimu saat melahirkan." Ucap sang Raja dengan sedih.


Sang Ratu yang benci terhadap bayi tersebut, mendapatkan ide untuk membuang dan melenyapkan bayi tersebut.


Sang Raja langsung memanggil ahli sihir yang sudah melayani kerajaan selama sepuluh ribu tahun lamanya dan sudah sangat dipercayai oleh raja-raja terdahulu hingga sekarang.


Ahli sihir tersebut bernama Ellievont Paelverdn.


Melihat akan hal itu, ratu tersebut melaksanakan idenya untuk menggagalkan dan menimbulkan rasa benci dari suaminya kepada bayi tersebut.


Sang Ratu langsung mencegah suaminya agar tidak memanggil ahli sihir kepercayaannya.


"Sayang, untuk apa memanggil ahli sihir itu? Bagaimana kalau putri kita terluka? Apa kau yakin dengan hal itu?" Tanya sang Ratu dengan nada lemah karena melahirkan.


"Tidak ada yang perlu dikhawatirkan, sayang. Aku sudah yakin dengan keputusanku. Kamu istirahat saja, ya?" Ucap sang Raja.


Istrinya semakin marah dan kesal dengan hal itu.


"Baiklah." Ucap sang Ratu dengan pura-pura bahagia.

__ADS_1


Dengan sigapnya, ahli sihir itu langsung menghadap kepada rajanya.


"Selamat atas kelahiran putri anda, Yang Mulia Raja." Ucap si Ahli Sihir.


"Terimakasih atas ucapan selamatnya. Aku perintahkan kau untuk meramal putriku!" Ucap sang Raja.


"Baik, Yang Mulia." Ucap si Ahli Sihir.


Setelah peramalan dilakukan, ahli sihir tersebut terkejut.


"Apa yang terjadi dengan putriku? Apa putriku baik-baik saja?" Tanya sang Raja yang cemas akan putrinya.


"Ia baik-baik saja, Yang Mulia. Anda tidak perlu khawatir karena ramalanku mengatakan bahwa tuan putri keempat merupakan seseorang yang dirumorkan oleh rumor tersebut. Ia akan menjadi anak yang jenius, berbakat dan istimewa." Ucap si Ahli Sihir.


"Syukurlah. Sayang, lihat putri kita ia sehat dan juga cantik sepertimu." Ucap sang Raja dengan senang.


Mendengar hasil ramalan tersebut, sang Ratu berusaha menenangkan diri dengan berpikir jernih tetapi tetap tidak bisa.


"Mungkin anak ini akan berguna di masa depan nanti. Jika tidak berguna aku yang akan membuangnya langsung! Jadi, jangan harap kau layak mendapatkan kasih sayang dariku dan semua orang!" Pikir sang Ratu.


"Baiklah kau sudah boleh undur diri dari ruangan ini." Ucap sang Raja.


"Terimakasih banyak, Yang Mulia." Ucap si Ahli Sihir.


Saat berada tepat di depan pintu ruangan tersebut, ia berpikir, "Sesuai perkiraanku, tuan putri keempat akan lebih layak tinggal di Tscaxius bersamaku dan segera meninggalkan tempat ini secepatnya. Kalau begitu aku akan pergi pada tengah malam saat semua orang tertidur."


Kemudian ia mempersiapkan segala kebutuhan yang diperlukan.


Tscaxius adalah sebuah wilayah khusus untuk para penyihir dan orang-orang yang memiliki bakat tersembunyi dalam penggunaan sihir.


Tscaxius berada di langit dan tersembunyi.


Hanya pemilik kekuatan khusus saja yang bisa menemukannya.


Tscaxius sama seperti Ocaxius, tetapi penduduk yang terdapat disana melebihi penduduk Ocaxius dikarenakan mayoritas pemilik kekuatan khusus pindah ke Tscaxius dan menetap disana.


Saat tengah malam tiba di Tscaxius, si Ahli Sihir yang sudah siap dengan semua rencananya mulai menyelinap ke kamar tuan putri keempat.


Untungnya, semua orang yang terdapat di dalam istana sudah diberikan sebuah botol kecil ramuan penidur yang ia telah siapkan.


Ramuan tersebut berupa gas yang akan menyebar melalui udara dengan jangkauan sangat besar hingga dapat menyebar ke seluruh wilayah Ocaxius.


Selain itu, ramuan ini akan menghapus semua memori yang berkaitan dengan tuan putri.


Ia berhasil menyelinap ke kamar tuan putri tanpa ada halangan.

__ADS_1


Ditemukannya tuan putri sedang tertidur.


Ia dengan sigapnya menggendong tuan putri dan menghilang dengan sekejap serta menghapus semua bukti-bukti yang ada tanpa tersisa satu pun.


Selama perjalanan, tuan putri sama sekali tidak menangis, tidak seperti bayi lainnya.


Meskipun begitu, hal tersebut membuat rencana penculikannya semakin lancar dan tidak membuat kecurigaan.


Setibanya di Tscaxius, si Ahli Sihir berkata, "Huft, Aku harus mulai hati-hati sekarang!"


Seseorang muncul dari belakang si Ahli Sihir secara diam-diam.


Seseorang tersebut kemudian menepuk pundak si Ahli Sihir.


Secara spontan si Ahli Sihir terkejut dan hampir berteriak.


Ia menoleh kebelakangnya, ternyata itu adalah kembarannya yang bernama Elliovent Paelverd yang lebih tua lima belas menit dari Ellievont.


"Kukira siapa? Ternyata kakak, mengagetkan saja! Lama tidak bertemu, Bagaimana kabarmu kak?" Tanya si Ahli Sihir.


"Kau kaget ya? Maaf, kakak tidak sengaja. Kabar kakak baik, Bagaimana denganmu? Kau pasti rindu dengan kakak kan?" Tanya kakak si Ahli Sihir.


"Sama sekali tidak." Ucap si Ahli Sihir dengan tegas.


"Yah, padahal aku sudah menunggumu, tetapi tidak apa-apa, itu bukan masalah besar." Ucap kakak si Ahli Sihir dengan sedikit sedih.


Kakak si Ahli Sihir itu melihat adiknya yang sedang menggendong sesuatu.


"Apa yang kau gendong itu? Kau tidak menculik bayi orang lain, kan?" Tanya Elliovent yang penasaran.


Pernyataan yang sangat tepat sasaran, tetapi si Ahli Sihir bertingkah seperti tidak terjadi apa-apa.


Lalu ia berkata, "Aku hanya membawa benda keperluanku saja. Tidak mungkin aku menculik bayi orang lain." Ucap si Ahli Sihir dengan nada yang datar.


"Hm... Kau sangat pandai menyembunyikan rahasia, ya?" Tanya kakak si Ahli Sihir dengan nada yang menyindir.


"Jadi kakak mau membantuku atau tidak?" Tanya si Ahli Sihir.


"Kita akan bicarakan saat dirumah saja. Akan banyak yang mendengar pembicaraan kita jika disini." Ucap kakak si Ahli Sihir.


"Baiklah." Ucap si Ahli Sihir.


Mereka memulai perjalanannya menuju rumah.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2