Lord Of The Secret Dimension

Lord Of The Secret Dimension
Hadiah Spesial Dari Kakak Roosevelt


__ADS_3

Ravettha melarikan dirinya dari Roosevelt dengan menggunakan panggilan yang mendesak.


Roosevelt sama sekali tidak mengetahui bahwa panggilan yang mendesak tersebut hanyalah termasuk bagian dari rencana yang dibuat oleh Ravettha sebagai bentuk peralihan.


"Apa tidak salah? Kenapa dia mudah sekali dialihkan oleh yang tadi? Tidak mungkin jika dia membebaskanku dengan mudahnya tanpa memberikan peringatan atau ancaman! Jangan bilang... Dia sungguh hanya tertarik denganku untuk menjadi adik angkatnya, lalu menggunakanku sebagai senjatanya karena ia tahu aku sedang berada di dekat Tuan Calhoun? Yang jelas, ia akan membunuh semua yang ditemuinya jika berhubungan dengan Tuan Calhoun!" Pikir Ravettha yang sedang mencari keberadaan Lartson, Eleanor, Tuan Ananta, dan Tuan Calhoun dengan menggunakan 'Eye Sighting' miliknya.


"Tunggu... Jangan bilang, maksud dari 'bertahan hidup selama tiga hari di Wynciouft Land' adalah hidup dengan tenang dan menghindari peristiwa yang mengancam hidup dari kekacauan yang akan terjadi? Sial! Jika benar-benar kekacauan besar akan terjadi, hal itu akan memakan banyak korban!" Pikir Ravettha dengan serius.


Tibalah ia di suatu tempat perlindungan bagi Lartson, Eleanor, Tuan Ananta, dan Tuan Calhoun.


Tempat perlindungan tersebut adalah sebuah markas rahasia milik Tuan Calhoun yang sudah lama dibangun.


Markas tersebut pernah digunakan untuk markas peperangan saat melawan para musuh.


Saat ia tiba disana, ia melihat teman-temannya yang sedang berdiskusi.


Diskusi tersebut tertunda sejenak setelah kehadiran Ravettha yang datang dengan selamat tanpa luka sedikitpun.


"Master!" Ucap Lartson yang langsung berlari ke arah Ravettha dan memeluknya dengan erat.


"Nona! Maafkan saya karena tidak bisa melindungi anda. Saya pantas dihukum!" Ucap Eleanor dengan rasa penuh bersalah dan berlutut kepada Ravettha.


"Bangunlah. Aku yang bersalah karena telah membiarkan kalian terpisah, terluka, dan terlambat memberikan informasi kepada kalian semua." Ucap Ravettha yang juga merasa bersalah.


"Tidak masalah! Berkat kau kita bisa selamat dan berada disini." Ucap Tuan Ananta dengan mengelus kepala Ravettha dengan cepat dan tersenyum senang.


"Itu benar." Ucap Tuan Calhoun.


Melihat Eleanor yang masih berlutut dihadapannya, Ravettha langsung mengulurkan tangannya kepada Eleanor untuk membantunya kembali berdiri dan bersemangat.


Eleanor yang melihat uluran tangan dari Ravettha menjadi terharu dan tersenyum senang.


"Anda benar-benar baik hati." Ucap Eleanor dengan tersenyum senang.


"Terimakasih atas pujiannya." Ucap Ravettha.


"Anda kemana saja, master? Saya sangat khawatir dengan anda." Ucap Lartson yang masih memeluk erat tubuh Ravettha.


"Aku masih di dalam rumah itu." Ucap Ravettha.

__ADS_1


"Tuh kan! Ternyata tebakanku benar! Kenapa kau tidak langsung keluar setelah memberitahukan saranmu itu? Apa kau bertemu pembunuh yang kau katakan?" Tanya Tuan Ananta dengan tatapan yang tajam dan rasa penasaran yang tinggi.


"Aku sedang mencari dan mengumpulkan informasi tentang tempat itu dan juga pembunuhnya. Tentu saja aku bertemu dengannya. Yang lebih anehnya lagi adalah dia bahkan memintaku untuk menjadi adik angkatnya karena mengingatkannya kepada adik kecilnya!" Ucap Ravettha.


"Hm... Melihat reaksimu, kau pasti menolaknya, bukan?" Tanya Tuan Ananta.


"Tentu saja." Ucap Ravettha dengan nada dingin.


"Lalu, informasi apa yang telah kau dapatkan, nak?" Tanya Tuan Calhoun yang telah menyimak pembicaraan tersebut.


"Pembunuh itu bernama Roosevelt Norftord Starthearn. Ia berasal dari keturunan keluarga Starthearn. Orang yang ia incar adalah Tuan Calhoun Xavicier Lawton karena telah membunuhnya dengan racun yang mematikan." Ucap Ravettha.


Ia pun langsung melirik ke arah Tuan Calhoun.


Saat ia melirik ke arah Tuan Calhoun, ia melihat reaksi yang sungguh menakjubkan dari Tuan Calhoun.


Tuan Calhoun sama sekali tidak menunjukkan reaksi apapun setelah mendengar pernyataan tersebut.


Ia justru bersikap tenang dan rileks tanpa kekhawatiran sedikitpun di wajahnya.


Ravettha langsung menggunakan 'Eye Sighting' miliknya tanpa diketahui oleh Tuan Calhoun.


Ia melakukan hal tersebut dengan cepat.


"Tunggu, jika Roosevelt benar-benar sudah mati tetapi kembali hidup, itu artinya ia pasti menggunakan sihir hitam untuk kembali hidup. Dengan kata lain, ia telah memberikan jiwa dan nyawanya kepada sihir hitam tersebut dan menjadi kaki tangannya dengan cara menumbalkan nyawa. Bukankah begitu?" Pikir Ravettha dengan serius.


"Hei, kau tidak membunuhnya tanpa alasan, bukan?" Tanya Tuan Ananta kepada Tuan Calhoun.


"Tentu saja. Perempuan itu pantas mati!" Ucap Tuan Calhoun dengan tatapan dingin dan tajamnya.


"Aku jadi penasaran dengan apa yang telah kau perbuat hingga perempuan yang kau maksud itu pantas mati?!" Ucap Tuan Ananta dengan sangat penasaran.


"Dahulu, ada seorang gadis yang sangat rupawan. Ia memiliki segalanya, mulai dari kecerdasan, kekayaan, kekuasaan, dan kepopuleran. Hingga suatu hari, ia selalu memerhatikan apapun yang kulakukan. Hal itu sangatlah menggangguku. Ia juga selalu mencoba untuk mendekati dan menggodaku. Tanpa kusadari, ia telah membunuh ayahku. Aku pun sangat marah setelah mengetahuinya, sehingga aku membunuhnya dengan menggunakan racun yang mematikan. Sejak saat itu, duniaku menjadi sangat hancur dan dipenuhi hal-hal yang tidak masuk akal. Kupikir aku sudah gila karena kehilangan orang yang kusayangi." Ucap Tuan Calhoun yang tiba-tiba menangis.


Sayangnya Ravettha menyadari adanya hal aneh dari seluruh perkataan Tuan Calhoun.


Ia langsung membaca seluruh pikiran Tuan Calhoun tanpa sepengetahuannya.


"Dengan begitu, seluruh perhatian akan tertuju kepada perempuan itu! Dan aku akan dikasihani oleh perhatian banyak orang, lalu akan mengambil seluruh kekayaannya dan menempati posisi putra mahkota! Hahaha! Aku yakin mereka akan menjalankannya sesuai rencanaku!" Pikir Tuan Calhoun dengan tersenyum licik dan telah menyembunyikan kebenarannya dengan sangat sempurna.

__ADS_1


"Apa? Aku tidak salah dengar bukan? Ia memiliki rencana jahat dibaliknya! Itu artinya, Roosevelt tidak sepenuhnya bersalah!" Pikir Ravettha.


Sebelum Ravettha bertindak dan meluruskan kesalahpahaman tersebut, seseorang yang tidak diundang datang dengan tiba-tiba dan menghancurkan seluruh rencana milik Tuan Calhoun.


Seseorang tersebut adalah Roosevelt Norftord Starthearn.


Ia datang dengan penuh percaya diri.


"Haah! Apa lagi yang akan kau rencanakan, sayangku? Oh ya, lama tidak bertemu! Apa kau merindukanku?" Tanya Roosevelt dengan tersenyum senang.


"A-Apa? Tidak mungkin!" Ucap Tuan Calhoun dengan terkejut setengah mati dan meragukan apa yang dilihatnya.


Roosevelt langsung berjalan mendekati Tuan Calhoun.


Tuan Calhoun yang sangat terkejut tersebut dengan spontannya langsung menghindari Roosevelt.


"Apanya yang tidak mungkin, sayang? Apa kau berniat meninggalkanku lagi? Aku kemari hanya untukmu dan..." Ucap Roosevelt dengan tersenyum licik.


Ia langsung membuat sebuah dimensi miliknya untuk membalaskan dendamnya.


Ia juga menyeret paksa Tuan Calhoun kedalamnya tanpa mengenal belas kasihan.


"Haha! Ayo kita bermain, sayang!" Ucap Roosevelt dengan sangat sangat senang.


"T-Tidak! Jangan bunuh aku! Bunuh saja yang lainnya!" Ucap Tuan Calhoun dengan penuh rasa ketakutan setengah mati.


"Kenapa aku tidak boleh membunuhmu? Kau kan yang telah membuatku mati!" Ucap Roosevelt dengan menyentuh wajah Tuan Calhoun dan langsung menggores wajahnya hingga menimbulkan luka yang sangat dalam dengan menggunakan pisau belati miliknya.


Hal itu membuat Tuan Calhoun merasakan sakit yang sangat pedih.


"Argh! Tolong hentikan! Kumohon! Aku akan melakukan apapun yang kau inginkan!" Ucap Tuan Calhoun dengan menahan rasa sakitnya.


"Kenapa? Kau ingin aku berhenti sekarang? Dan tidak membunuhmu? Sayang sekali itu sudah terlambat! Hahaha! Kau akan menjadi hadiah terindah selanjutnya bagi adik baruku yang sangat manis dan baik itu! Aku yakin dia pasti senang!" Ucap Roosevelt dengan tersenyum senang.


Ia melanjutkan tindakan pembunuhannya.


Tidak lupa juga dengan mengeluarkan seluruh organ tubuh milik Tuan Calhoun, memotong-motong seluruh tubuhnya, mengumpulkan seluruh tulangnya, dan darahnya.


Ia langsung membungkusnya ke dalam tempat penyimpanan khusus untuk berburunya dan menghiasnya ke dalam sebuah kotak yang telah diberikan hiasan yang indah.

__ADS_1


"Sudah jadi! Ini adalah hadiah keduaku untuk adikku yang baik dan manis! Aku akan hidup dengan normal bersama adikku! Tidak akan kubiarkan adikku jauh dariku ataupun ada yang menyakitinya seperti adikku yang dahulu! Aku sangat yakin dia akan sangat senang jika aku melakukan semuanya untuknya!" Pikir Roosevelt dengan sangat senang dan tidak sabar untuk melihat reaksi adiknya.


BERSAMBUNG


__ADS_2