Lord Of The Secret Dimension

Lord Of The Secret Dimension
Toko Pasiofaelt


__ADS_3

"Anda sudah siap untuk menaiki lantai empat?" Bunyi pesan yang disampaikan.


"Ya." Ucap Ravettha.


"Baik. Sistem akan mentransfer anda ke lantai empat." Bunyi pesan yang disampaikan.


"20%... 60%... 100%... Sistem telah siap untuk mentransfer anda ke lantai empat." Bunyi pesan yang disampaikan.


Ravettha langsung ditransfer ke lantai empat setelah membaca pesan tersebut.


Ia melihat lingkungan yang dipenuhi makhluk-makhluk sedang sibuk dengan masing-masing aktivitasnya.


Ada yang berdagang, berlatih pedang, bercanda gurau dengan yang lain, dan masih banyak lagi.


"Ramainya..." Ucap Ravettha yang baru pertama kali melihatnya secara langsung.


Ia berjalan melihat-lihat apakah ada barang yang menarik dan bagus.


"Master!" Ucap Nicholas yang tiba-tiba muncul di samping kirinya dan berdiri di pundak Ravettha.


"Ya?" Ravettha menoleh ke arah kirinya.


Ternyata itu adalah Nicholas.


"Nicholas! Apa kabar? Aku senang kau kemari tanpa kupanggil! Bagaimana dengan yang lain?" Ucap Ravettha, lalu ia memeluk Nicholas dengan sangat erat.


"Senangnya! Saya juga senang bertemu anda, master." Ucap Nicholas yang membalas pelukan dengan lebih erat yang diberikan oleh Ravettha.


"Master bertanya bagaimana kabarku? Kabarku baik. Mereka juga baik-baik saja." Ucap Nicholas.


"Anda tahu? Mereka dan aku merindukan master." Ucap Nicholas dengan senang.


"Ya. Aku juga merindukan mereka." Ucap Ravettha.


Saat berbincang-bincang, Ravettha melihat sebuah toko barang-barang antik.


Sebuah toko yang terlihat sangat sepi pengunjung dan berbeda dari toko-toko yang disekitarnya.


Ia pun pergi menuju toko tersebut yang bernama Toko Pasiofaelt.


Ia juga mengajak Nicholas melihat-lihat koleksi yang dijual oleh toko tersebut.


Pemilik toko tersebut adalah pria yang sudah sangat tua dan renta.


Hanya ada satu pembantu yang mengurusi toko tersebut, yaitu anak pertamanya.


Ia melihat banyak sekali barang antik yang mahal.


Walaupun mahal, kualitas yang Ravettha lihat oleh 'Eye Sighting' miliknya sangat tinggi dan bagus.


Sayangnya, hanya sedikit yang berbelanja disini.


Saat berkeliling melihat koleksi tersebut, ia menemukan item yang sangat langka.


"Nak, sepertinya kau tertarik dengan Spelt Cane. Kau memiliki pengamatan yang bagus." Ucap pemilik toko tersebut.


"Spelt Cane? Bukankah ini termasuk item langka?" Tanya Ravettha.

__ADS_1


"Kau benar. Sayang sekali karena Spelt Cane ini sudah berada di tokoku kurang lebih 10 tahun. Dan kau beruntung. Aku akan memberikannya kepadamu secara gratis." Ucap pemilik toko tersebut dengan menyerahkan Spelt Cane tersebut kepada Ravettha.


"Tidak, tidak, tidak. Jika begitu, anda akan mengalami kerugian! Aku akan membayarnya! Berapa harganya?" Tanya Ravettha.


"Ayahku sudah mengatakannya, bukan? Karena item ini sudah tidak ada yang meminati, maka kau bisa mengambilnya secara gratis." Ucap anak dari pemilik toko tersebut.


"Hm... Kalau begitu, terimakasih banyak. Aku akan membeli barang yang lain juga. Tidak mungkin aku keluar dari toko ini tanpa membayar sepersenpun." Ucap Ravettha.


"Huh. Baiklah kalau yang kau inginkan seperti itu. Mari kuantar anda." Ucap anak dari pemilik toko tersebut.


"Ya." Ucap Ravettha.


Ternyata masih terdapat banyak sekali barang antik dan langka.


"Benar-benar diluar dugaanku! Toko ini sangat menakjubkan!" Ucap Ravettha yang terpesona dengan barang-barang antik dan langka tersebut.


"Kami mempunyai Dark Cloak, Witchcraft Handle, Hole Storage, dan masih banyak lagi." Ucap anak dari pemilik toko tersebut.


Ravettha menjadi antusias dalam mendengarkan penjelasan yang diberikan oleh anak dari pemilik toko tersebut.


"Dark Cloak, seperti yang anda lihat. Sebuah jubah yang dibuat oleh Edward Snowden. Jubah ini dapat digunakan untuk melindungi diri dari musuh, meningkatkan pemulihan, sebagai kamuflase saat terancam, dan menyerap energi kehidupan di sekitar pemakai jubah tersebut." Ucap anak dari pemilik toko tersebut.


"Witchcraft Handle merupakan sebuah buku yang berisi cara mengatasi berbagai sihir. Jika beruntung, pemilik akan mendapatkan kekuatan tambahan dan memperkuat kekuatannya." Ucap anak dari pemilik toko tersebut.


"Hole Storage adalah sebuah bola yang dapat menyimpan segala yang diserapnya. Item ini juga bisa menyerap item milik orang lain, mengeluarkan kekuatan cadangan milik pemiliknya. Jika beruntung, pemilik dari item ini dapat mengubahnya menjadi segala wujud seperti yang diinginkan pemiliknya." Ucap anak dari pemilik toko tersebut.


"Kalau begitu, aku mau membeli Witchcraft Handle!" Ucap Ravettha dengan tangan yang menunjuk ke arah suatu item yang terlihat berkilau menurut Ravettha.


Anak dari pemilik toko tersebut kemudian menoleh ke arah yang ditunjukkan oleh Ravettha.


Ia sangat terkejut dengan apa yang telah dipilih oleh pengunjung tersebut.


"10.850 Eld disini sama dengan 2,17 koin perak." Pikir Ravettha.


"Falext!" Ucap Ravettha.


"Ya, master?" Tanya Falext.


"10.850 Eld disini sama dengan 2,17 koin perak, benar bukan?" Tanya Ravettha kepada Falext.


"Tepat!" Ucap Falext.


"Tolong tukarkan 2,17 koin perak menjadi 10.850 Eld!" Ucap Ravettha.


"Baik, master." Ucap Falext.


"Penukaran mata uang sudah selesai. Anda bisa segera menggunakannya." Ucap Falext.


Ravettha hanya mengangguk dan menyerahkan uang tersebut kepada penjualnya.


"Ini dia uangnya. Kalau begitu, aku akan mengambil itemnya dan terimakasih banyak atas Spelt Cane nya." Ucap Ravettha kepada pemilik dan anak dari pemilik toko tersebut.


"Tidak. Kami yang seharusnya berterimakasih." Ucap pemilik toko tersebut.


"Mampirlah kembali, ya?" Tanya pemilik toko tersebut.


"B-Baiklah. Aku pergi dulu." Ucap Ravettha.

__ADS_1


Sebelum pergi keluar toko, ia memasukkan item yang telah dibelinya kedalam tas penyimpanan.


"Falext!" Ucap Ravettha.


"Ya, master?" Tanya Falext.


"Masukkan dan simpan semua item ini kedalam tas penyimpanan!" Ucap Ravettha.


"Baik." Ucap Falext.


"Semua item yang telah masuk dan tersimpan didalam tas penyimpanan." Ucap Falext.


"Bagus." Ucap Ravettha.


"Bagaimana rasanya setelah berbelanja?" Tanya Falext.


"Tidak terlalu buruk." Ucap Ravettha.


"Anda akan segera terbiasa." Ucap Falext.


Ravettha melirik ke arah Falext dengan diam-diam.


"Bagaimana kabarmu?" Tanya Ravettha.


"Baik, seperti biasanya." Ucap Falext.


Ravettha tidak melanjutkan pembicaraannya dan memutuskan untuk pergi keluar dari toko tersebut.


Pemilik tersebut melambaikan tangannya kepada Ravettha dengan senang.


"Akhirnya kita akan mempunyai pembeli tetap. Bersiaplah!" Ucap pemilik toko tersebut dengan sangat senang.


"Baik, ayah. Sepertinya hari ini adalah keberuntungan kita." Ucap anak dari pemilik toko tersebut.


"Kau benar, nak." Ucap pemilik toko tersebut dengan sangat senang.


Sementara itu, Ravettha yang sedang berada di seberang toko melihat suatu pertikaian yang lumayan hebat.


Terdapat banyak warga yang berkumpul menyaksikan hal tersebut.


Hal ini menyebabkan jalanan menjadi padat dan terlalu ramai.


"Apa yang membuat tempat ini terlalu berisik?" Tanya Ravettha.


Ia mencari tahu apa penyebabnya.


"Permisi. Jika boleh tahu, apa yang sedang terjadi?" Tanya Ravettha kepada seseorang yang juga menyaksikan kejadian tersebut.


"Seorang nenek tua yang sedang ditindas oleh sekelompok bandit." Ucap orang tersebut.


"Kenapa ia bisa ditindas?" Tanya Ravettha.


"Aku kurang tahu. Yang kutahu, nenek itu hanya ingin mencari bahan-bahan untuk obat cucu dan anaknya." Ucap orang tersebut.


"Baiklah. Terimakasih atas informasinya." Ucap Ravettha.


"Jangan sampai kau juga berurusan dengan kelompok bandit tersebut, nak!" Ucap orang tersebut.

__ADS_1


Ravettha hanya terdiam sejenak.


BERSAMBUNG


__ADS_2