
"Kita telah tiba di tujuan, Tuan-Tuan dan Nona!" Ucap Gelliert dengan bersedia mengantarkan tamu istananya menghadap Yang Mulia Raja dan Ratu.
Istana termegah dari yang pernah ada sungguh tidak dapat dibayangkan oleh para tamunya.
Seluruh bangunan, fasilitas, taman, dan bahkan lantainya pun berasal dari kristal murni.
Para penjaga khusus istana berdiri di tempat, menjalani tugas, dan menyerahkan hasil terbaiknya kepada pemegang kekuasaan tertinggi, yaitu Raja Ocheliux.
"Mari ikuti saya!" Ucap Gelliert kepada Vicenzo, Levord, Kalvetno, Sorayna, dan Ezcha.
"Baik." Ucap Kalvetno yang sedang berusaha menutupi kegugupannya, sementara yang lainnya hanya memberikan anggukan kecil dan berjalan mengikuti langkah Gelliert.
Tibalah di sebuah ruangan tepat di dalamnya terdapat Raja dan Ratu.
Wajah mereka yang berseri-seri dengan cepatnya berubah menjadi lebih formal.
Gelliert yang telah memasuki ruangan langsung memberikan arahan untuk patuh dan bersikap dewasa di hadapan Raja dan Ratu.
Tidak ada jawaban dari Vicenzo, Levord, Kalvetno, Sorayna ataupun Ezcha.
Mereka hanya saling berpandangan satu sama lain dan kembali berfokus pada tujuannya.
"Kami pikir tamu istimewa kami membatalkan pertemuan penting ini!" Ucap Raja Ocheliux yang masih duduk di kursi singgasananya, seperti Yang Mulia Ratu lakukan.
"Tidak, Yang Mulia." Ucap Kalvetno, Levord, Sorayna, dan Vicenzo secara bersamaan.
"Baguslah jika demikian! Apa tujuan yang sedang kalian cari disini?" Tanya Raja Ocheliux.
"Kami mempunyai apa yang anda cari." Ucap Sorayna.
Mendengar perkataan Sorayna, Ratu Arcesfia langsung menghentikan senyum kecilnya dan mulai memusatkan perhatiannya kepada para tamunya.
"Benarkah?" Tanya Raja Ocheliux.
"Tentu! Kami mempunyai sumbernya di dalam kotak ini." Ucap Sorayna dengan mengeluarkan dan menunjukkan sebuah kotak hitam berukuran sedang.
Sebuah cawan emas dengan padanan batu Ruby yang menyatu menampilkan betapa langkanya cawan tersebut.
__ADS_1
Fokus utama Raja dan Ratu bukanlah mengarah ke cawan yang ditunjukkan oleh Sorayna, melainkan lawan bicara yang mendominasi pembicaraan tersebut.
"Sungguh menarik! Kalian datang kemari untuk melakukan pertukaran?" Tanya Raja Ocheliux dengan tersenyum.
"Anda salah paham. Maksud utama kami adalah menyelesaikan ujian dari 'Igbonefo Stardust' dan pergi menjumpai sahabat kami di luar sana. Sedangkan cawan ini adalah benda eklusif yang akan kami perdagangkan nanti." Ucap Sorayna dengan membalas senyuman Raja Ocheliux dengan senyum ramah yang ia miliki.
"Padahal kami ingin berbincang lebih lama lagi dengan kalian! Sayang sekali kalian tidak tertarik untuk itu. Baiklah! Kita langsung saja! Lougerca!" Ucap Raja Ocheliux dengan memberikan melirik ke arah tangan kanannya.
"Baik, Yang Mulia." Ucap Lougerca dengan berjalan menghampiri Sorayna, Ezcha, Kalvetno, Levord, dan Vicenzo.
Lima buah pintu dengan masing-masing berwarna putih, biru, kuning, hijau, dan merah muncul di hadapan kelima sahabat tersebut.
Melihat kemunculan lima pintu berbeda warna dan kokoh berdiri tanpa pembatas tersebut membuat kelima pesertanya tenang dengan alasan yang tidak jelas.
"Ujian ini sangat mudah! Kalian hanya perlu keluar dari tempat ini tanpa terluka sedikitpun!" Ucap Lougerca dengan tatapan kosongnya.
"Yang Mulia Raja... Yang Mulia Ratu...?" Tanya Sorayna dengan mengingat kembali nama Raja dan Ratu 'Pure Crystal Palace', tetapi ia merasa tidak perlu memanggil namanya yang cukup panjang.
"Yang Mulia Raja Ocheliux dan Yang Mulia Ratu Arcesfia, kami tahu bahwa ini terdengar buruk dan lebih buruk lagi, tetapi bisakah kami meminta satu permohonan?" Tanya Sorayna dengan menatap tajam ke arah Raja dan Ratu secara bersamaan.
"Katakan terlebih dahulu apa permohonan kalian itu!" Ucap Raja Ocheliux dengan membalas tatapan tajam Sorayna dengan tatapan matanya yang dingin dan dipenuhi ketidaktertarikan.
"Akan kami pertimbangkan!" Ucap Raja Ocheliux.
"Kami sangat berterima kasih sekali, Yang Mulia Raja dan Yang Mulia Ratu!" Ucap Sorayna dengan membungkukkan sedikit badannya.
"Hei! Tunjukkan sedikit rasa hormat kalian dengan baik!" Ucap Sorayna dengan menggunakan telepatinya khusus kepada keempat sahabatnya.
Kalvetno hanya merespon, "Oh! Hm...?", sedangkan Levord, Ezcha dan Vicenzo tidak memberikan respon, kecuali berdiri tepat di samping Sorayna.
Kelima pilihan pintu yang tepat berada di hadapan mereka seakan-akan mengatakan, "Cepat pilihlah aku!".
Sebelum Sorayna, Kalvetno, Levord, Vicenzo, dan Ezcha meyakinkan pilihannya, hanya satu kata kunci yang melekat erat di benaknya, yaitu bersama.
Sebuah kata kunci yang sepele tersebut ternyata sangat berarti bagi mereka berlima.
Mereka saling memandang satu sama lain, tangannya yang meraih masing-masing pintu, dan memberikan senyuman kecil untuk kesekian kalinya.
__ADS_1
Di saat Raja, Ratu, dan Lougerca telah mengetahui pilihan para tamunya, wajah mereka langsung berubah seperti tertarik dengan sesuatu.
"Ayo kita lakukan!" Ucap Sorayna, Kalvetno, Levord, dan Vicenzo secara bersamaan, sementara Ezcha hanya menganggukkan kepalanya.
Dengan cepatnya mereka berlima memilih pintu berwarna putih.
Pintu terbuka dan mereka masuk dengan bergandengan tangan.
"PFT!"
Raja Ocheliux menahan tawanya dan mulai duduk santai di singgasana.
"Yang Mulia? Anda sedang menertawakan yang barusan terjadi?" Tanya Lougerca dengan memperhatikan sang Raja dan Ratu.
"Tidak. Dia hanya terhibur setelah menyaksikan kebenaran ucapanku. Menurutmu, mereka anak-anak yang manis?" Tanya Ratu Arcesfia.
"Apa Yang Mulia Ratu juga tertarik dengan anak polos seperti mereka?" Tanya Lougerca dengan memberikan pertanyaan yang menyayat hati.
"Hoho! Kau belum menjawab pertanyaanku!" Ucap Ratu Arcesfia.
"Sudah-sudah. Aku justru sungguh heran bagaimana penasehat itu keluar dari bagian ini!" Ucap Raja Ocheliux dengan berhenti tertawa.
Di lain sisi, Sorayna, Ezcha, Kalvetno, Levord, dan Vicenzo merasa senang setelah mengetahui bahwa mereka masih berada di tempat yang sama.
"Kalvetno! Vicenzo! Sorayna! Ezcha! Apa kalian bisa mendengarku?" Tanya Levord melalui telepatinya.
"Kita memilih pintu ini dengan alasan yang didasari tanggung jawab dan aku yakin mereka baik-baik saja, seperti saat itu!" Pikir Levord dengan memperhatikan mengapa ia dapat berpijak dengan baik, lingkungan sekitarnya yang sepenuhnya putih, terputusnya komunikasi, dan berbagai hal lainnya.
Ia benar-benar menjadi sedih karena hanya dirinya yang bertemu dengan seseorang berjubah putih melayang dengan ukuran lebih besar daripada pendahulunya.
Kedua matanya tertutup dengan penutup jubah kepalanya dan hanya menyisakan sedikit bagian tubuh.
Kedua lengan panjangnya mengeluarkan kilauan cahaya kuning hingga akhirnya berubah menjadi sesuatu yang masih tampak tidak jelas di mata Levord.
"Aku punya jawaban permasalahanmu di tangan kananku dan aku juga punya jawaban kecemasanmu di tangan kiriku. Pilihan bergantung pada dirimu!" Ucap seorang berjubah putih.
"Tidak. Aku tidak membutuhkannya. Terima kasih sudah menawarkannya padaku!" Ucap Levord dengan sangat yakin pada apa yang telah menjadi kepercayaan dirinya.
__ADS_1
BERSAMBUNG