
Tuan Calhoun berencana untuk mengurusi urusan lainnya yang belum sempat ia kerjakan.
Sementara itu, Tuan Ananta memutuskan untuk tetap berada disana dan melanjutkan meminum tehnya.
"Kalau begitu, aku pergi dahulu, ya? Jika ada yang dibutuhkan, kalian bisa meminta kepada Tuan Ananta." Ucap Tuan Calhoun dengan senang.
"Kuberi sedikit bocoran! Tuan Ananta sangat takut dengan ular kecil!" Bisik Tuan Calhoun kepada Ravettha.
"Hei! Aku bisa mendengarmu!" Ucap Tuan Ananta yang langsung merasa kesal.
Ravettha yang mendengarnya menjadi tersenyum kecil dan berpura-pura menganggapnya sebagai bahan lelucon biasa.
Ia melakukan hal tersebut untuk mengujinya langsung dengan melihat kelemahan Tuan Ananta dan Tuan Calhoun melalui 'Eye Sighting' miliknya.
Ternyata benar tentang apa yang telah dikatakan oleh tuan Calhoun.
"Apa? Dia benar-benar takut kepada ular kecil? Jika ia, darimana Tuan Calhoun bisa mengetahuinya? Apa karena mereka sangat dekat?" Pikir Ravettha dengan melirik ke arah Tuan Ananta dan Tuan Calhoun yang sedang bercanda gurau sebelum Tuan Calhoun pergi menyelesaikan urusannya.
Setelah bergurau sejenak, Tuan Calhoun langsung pergi.
Tuan Ananta melanjutkan minum tehnya kembali.
"Apa yang akan kau lakukan selanjutnya?" Tanya Tuan Ananta dengan tatapan seriusnya.
"Membaca buku." Ucap Ravettha yang sedang mengambil beberapa bukunya dari dalam tas penyimpanan.
"Hm..." Ucap Tuan Ananta dengan melirik ke arah Ravettha yang sedang membawa beberapa buku yang telah disiapkannya dan membacanya dengan duduk di dekat jendela.
Setelah meminum secangkir tehnya, ia berencana untuk tidur di sofa karena sama sekali tidak mempunyai pekerjaan yang harus dilakukan.
"Lebih baik aku tidur dahulu selagi menunggu malam tiba." Pikir Tuan Ananta.
"Aku jadi penasaran apa saja rahasia yang mereka sembunyikan? Mari kita lihat seluruh ingatan mereka!" Pikir Ravettha dengan sangat penasaran.
Ia menggunakan kemampuan 'Eye Sighting' miliknya kembali sehingga ia bisa melihat seluruh ingatan Tuan Calhoun, dan pelayan tersebut.
"Ternyata Tuan Calhoun adalah seorang pangeran yang disenangi banyak orang. Tidak ada yang istimewa darinya selain memiliki kejeniusan dan pengendali tujuh elemen utama. Sedangkan pelayan tersebut bernama Eleanor Rigby Tomlinson. Seorang pelayan yang multi talenta. Ia ternyata lebih kuat daripada Tuan Calhoun, dan kekuatan masih berada dibawah Tuan Ananta." Pikir Ravettha yang telah menyimpulkannya setelah membaca dan mengetahui seluruh ingatan mereka berdua.
Ravettha yang melihatnya hanya membiarkan Tuan Ananta hingga tertidur pulas dan melanjutkan membaca bukunya.
"Saya telah membawakan secangkir cokelat panas. Silahkan dinikmati!" Ucap pelayan yang tiba-tiba muncul dengan membawa secangkir cokelat panas di tangannya.
"Terimakasih banyak, Eleanor." Ucap Ravettha dengan tersenyum senang.
"B-Bagaimana anda bisa mengetahui nama asliku? Padahal anda tidak pernah bertanya kepada Tuan Calhoun ataupun Tuan Ananta." Tanya Eleanor dengan takjub.
"Aku hanya kebetulan mengetahuinya." Ucap Ravettha.
__ADS_1
"Yah, karena anda sudah terlanjur anda mengetahuinya... Kemisteriusanku hilang...!" Ucap Eleanor dengan sedikit sedih.
Ravettha pun menghabiskan waktunya untuk membaca buku miliknya dan juga buku yang terdapat di rak kamarnya tersebut.
"Tidak terasa waktu sudah menjelang malam." Pikir Ravettha yang sedang membereskan buku-buku tersebut.
"Apakah anda berniat pergi ke festival tahunan?" Tanya Eleanor.
"Bagaimana denganmu? Kau juga akan pergi jika aku pergi?" Tanya Ravettha.
"Itu benar. Ini sudah menjadi tugas saya untuk melindungi anda." Ucap Eleanor dengan tatapan seriusnya.
Tuan Ananta telah bangun dari tidurnya karena mendengar suara dari Ravettha dan Eleanor.
Ia pun melihat sudah jam berapa sekarang melalui jam miliknya dan juga menatap matahari yang hampir tenggelam.
"Hari berlalu dengan cepat, ya?" Tanya Tuan Ananta kepada Ravettha.
"Ya. Anda benar." Ucap Ravettha yang telah bersiap untuk menghadiri acara festival tahunan.
Begitupun dengan Tuan Ananta yang juga bersiap-siap untuk pergi ke acara tersebut.
"Tok, tok, tok!"
Suara pintu yang diketuk oleh seseorang tamu yang mengunjungi mereka.
"Aku saja yang membuka pintunya!" Ucap Tuan Ananta yang sedang berjalan mendekati pintu tersebut.
Saat ia membukanya, ia melihat Tuan Calhoun yang telah siap dengan segala kebutuhan yang dibawanya.
Ia tersenyum senang dan langsung mengajak Tuan Ananta, Ravettha, dan Eleanor.
"Apa kalian telah siap untuk pergi?" Tanya Tuan Calhoun.
"Tentu!" Ucap Tuan Ananta dengan senang.
Ravettha hanya mengangguk dan langsung keluar dari kamarnya.
Sementara itu, Eleanor hanya mengikuti Ravettha keluar dari kamarnya.
"Tunggu apa lagi? Bukankah festivalnya akan dimulai?" Tanya Ravettha dengan sangat bersemangat.
"Baiklah." Ucap Tuan Ananta.
"Kau terlihat sangat bersemangat, ya?" Tanya Tuan Calhoun dengan tersenyum senang.
"Tentu saja! Aku sudah tidak sabar untuk melihatnya!" Ucap Ravettha dengan sangat bersemangat.
__ADS_1
Mereka pun berjalan menuju tempat festival tersebut diadakan.
Sesampainya di sana, mereka melihat banyak sekali permainan, pertunjukkan, banyak barang-barang yang dijual, seperti perhiasan, makanan, cemilan, mainan, dll.
Festival tersebut terlihat sangat meriah daripada tahun sebelumnya.
Saat ingin memasukinya, mereka diharuskan untuk menyerahkan masing-masing sebuah karcis untuk memasuki tempat festival tersebut.
"Woah!" Ucap Ravettha dengan sangat takjub dan menjadi tertarik untuk mencoba seluruh permainan yang ada disana.
"Aku harus mencoba semuanya!" Ucap Ravettha dengan mata yang berbinar-binar karena terlalu bersemangat.
"Eleanor! Ayo temani aku bermain!" Ucap Ravettha.
"Curang! Aku juga ingin bermain dengan anda, master!" Ucap Lartson yang cemburu karena tidak mengajaknya bermain.
"Tentu saja! Akan menyenangkan jika bermain bersama-sama!" Ucap Ravettha.
"A-Apa anda mempunyai semacam peliharaan?" Tanya Eleanor dengan sangat penasaran.
Ravettha hanya mengangguk dan tersenyum senang.
Ia langsung mengajak semuanya termasuk Tuan Ananta dan Tuan Calhoun untuk bermain bersama-sama.
"Master! Bagaimana jika bermain itu?" Tanya Lartson dengan menunjuk ke arah 'Rumah Hantu' yang sangat besar dan terlihat sangat menarik dari luar.
"Ya, ayo kita bermain kesana!" Ucap Ravettha kepada semuanya.
Tuan Calhoun menjadi sangat senang karena terdapat kenalannya yang sangat bersemangat saat bermain.
"Hei, bagaimana jika kita bertaruh? Yang pertama kali ketakutan dan lari keluar dari rumah ini harus membelanjakan apapun yang diinginkan sang Pemenang!" Ucap Tuan Calhoun dengan sangat bersemangat.
"Tentu saja!" Ucap Tuan Ananta, Ravettha, Lartson, dan Eleanor secara bersamaan.
Mereka pun memasuki 'Rumah Hantu' tersebut dengan penuh keyakinan bahwa mereka akan memenangkannya.
Tidak lupa juga mereka memberikan tiket khusus untuk bermain disana.
"Anda harus menyerahkan sebuah tiket khusus untuk bermain disini." Ucap penjaga tiket masuk ke dalam 'Rumah Hantu' dengan tersenyum ramah.
"Oh ya! Aku hampir lupa! Untungnya aku telah menyiapkan semuanya, ini adalah tiket khusus untuk bermain apapun yang kalian inginkan selama berada di area festival tahunan ini. Nikmatilah malam ini dengan bersenang-senang karena besok adalah hari yang berat!" Ucap Tuan Calhoun.
"Baiklah. Terimakasih, Tuan Calhoun." Ucap Ravettha dan Eleanor.
Lartson tidak peduli dengan tiket tersebut dan selalu merengek supaya cepat memasuki rumah tersebut.
"Baiklah. Ayo kita masuk!" Ucap Tuan Ananta.
__ADS_1
"Yey! Aku bisa bermain bersama master!" Ucap Lartson yang kembali menjadi sangat senang dan bersemangat.
BERSAMBUNG