Lord Of The Secret Dimension

Lord Of The Secret Dimension
Ujian Khusus Bagi Murid Baru


__ADS_3

"Baiklah! Temui aku di taman istana setelah acara ini selesai!" Ucap Raja Kourtnef dengan melambaikan tangannya.


"Hei! Beritahu aku bagaimana kau bisa dekat dengan Yang Mulia Raja Kourtnef!" Ucap pria kacamata yang duduk disebelah kiri Ravettha.


"Benar!" Ucap wanita yang duduk disebelah kanan Ravettha.


"Dekat? Pft. Yang benar saja! Apa kalian sungguh berpikir aku dekat dengannya? Tentu saja tidak!" Ucap Ravettha dengan tatapan datarnya.


Sebenarnya ia hanya menghindari suatu kesalahpahaman yang tidak perlu di antara mereka.


Sejam kemudian, acara perjamuan telah selesai.


Ravettha berjalan menuju taman istana untuk menepati janjinya walaupun sebenarnya ia sangat sibuk untuk mengurusi hal tersebut.


Sesampainya di taman, Ravettha melihat Raja Kourtnef sedang berjalan menuju taman istana.


"Apa yang ingin ia bicarakan?" Pikir Ravettha dengan berjalan menemui Raja Kourtnef.


"Hei, penyelamatku! Jangan terlalu formal saat bertemu denganku! Aku punya sebuah kesepakatan untukmu. Maukah kau menjadi muridku?" Tanya Raja Kourtnef dengan penuh berharap.


"Kenapa tiba-tiba sekali?" Tanya Ravettha dengan tidak percaya.


"Aku sedang butuh bantuanmu! Mendekatlah! Ada yang ingin kukatakan padamu!" Ucap Raja Kourtnef dengan menyuruh Ravettha.


Ravettha pun mendekat karena ia tidak merasakan sesuatu yang buruk.


"Ya?" Tanya Ravettha.


Raja Kourtnef langsung membisikkan sesuatu yang sangat ia ingin katakan sebelumnya.


"Aku butuh bantuanmu untuk mendapatkan perhatian dewa kembali dengan cara kau harus menjadi muridku!" Bisik Raja Kourtnef.


"Muridmu? Bisakah aku juga meminta sebuah syarat penawaran di dalamnya?" Bisik Ravettha.


"Tentu! Katakan saja!" Ucap Raja Kourtnef yang mengira bahwa Ravettha sudah pasti akan setuju dengan permintaannya.


"Saat anda menjadi guruku, anda harus mengajariku. Dengan kata lain, aku akan berhenti apabila anda tidak mengajariku dengan baik." Ucap Ravettha dengan tegas.


"Haha! Sudah kuduga kau sangat cocok jika menjadi muridku!" Ucap Raja Kourtnef dengan sangat senang.


"Kapan mulai belatihnya, guru? Jika sekarang akan berlatih, dimana tempatnya? Atau berlatih secara otodidak dahulu? Apa aku bisa meminjam perpustakaan anda sebentar?" Tanya Ravettha dengan sangat penasaran.

__ADS_1


Raja Kourtnef yang memperhatikan seluruh pertanyaan tersebut menjadi sangat bangga karena ada sangat antusias dan memiliki daya tarik yang tinggi.


'"Baiklah, kita akan berlatih di halaman istanaku!" Ucap Raja Kourtnef dengan senang.


"Benarkah?" Tanya Ravettha yang sudah tidak sabar untuk segera memulai latihannya.


Ravettha yang berjalan dibelakang Raja Kourtnef langsung pergi menuju halaman istana milik Raja Kourtney bersama-sama.


Sesampainya disana, ia melihat para murid lainnya yang sangat sibuk melatih dirinya untuk menjadi sangat kuat.


Jumlah murid Raja Kourtnef berjumlah lima belas termasuk Ravettha.


"Guru!" Ucap para murid lainnya dengan menghampiri Raja Kourtnef.


"Ya, aku sudah kembali." Ucap Raja Kourtnef.


"Aku sudah tidak sabar untuk bertanding bersama guru, sayangnya anda langsung pergi setelah kembali dari perjalanan anda." Ucap murid pertama dengan sangat percaya diri.


"Kami juga, guru!" Ucap para murid lainnya kecuali Ravettha.


"Siapa yang dibelakang anda?" Tanya murid kelima dengan sangat penasaran.


Keempat belas murid tersebut sangat terkejut dan ada juga yang ingin menolak pernyataan tersebut.


Hanya murid kelima yang tidak menunjukkan ekspresi apapun selain rasa ketertarikannya kepada Ravettha.


"Hai, namaku Sarah Azhari! Kau bisa memanggilku Sarah saja!" Ucap Sarah si Murid Kelima dengan mengulurkan tangannya untuk saling berjabat tangan.


"Baiklah, Sarah! Senang bertemu dengan anda!" Ucap Ravettha dengan membalas jabat tangannya dengan penuh percaya diri.


"Sarah, kenapa kau mendekatinya?" Tanya murid pertama dengan dipenuhi rasa curiga kepada Ravettha.


"Tidak perlu curiga berlebihan seperti itu, Rai! Aku yakin dia tidak memiliki rencana yang tersembunyi. Jika saja dia punya, kita pasti bisa menanganinya, bukan?" Tanya Sarah dengan tatapan tajamnya.


"Kali ini aku setuju denganmu!" Ucap Rai Scounfel si murid pertama dengan penuh perhitungan.


"Baiklah! Karena kalian telah mengenal satu sama lain, aku ingin menguji seluruh potensimu sebelum pelatihan yang pertama! Tenang saja! Kau tidak perlu khawatir jika gagal karena kau tetap akan lulus menjadi murid tetapku!" Ucap Raja Kourtnef dengan menghilangkan seluruh baju pertemuannya dan mengubahnya menjadi baju latihan.


"Baiklah, aku akan mencobanya!" Ucap Ravettha dengan penuh semangat.


Ravettha yang telah sepenuhnya siap untuk diuji.

__ADS_1


Ravettha memulainya dengan mengeluarkan 'Crash Fire'.


Kemampuan tersebut menghasilkan serangan yang tidak dapat dilihat menggunakan mata istimewa ataupun diperkirakan dengan penuh perhitungan oleh lawan sang Pengguna.


Kecepatan serangan tersebut sebesar 0,0075 m/s.


Karena sangat cepat pergerakannya, Raja Kourtney langsung menghindari dengan insting bertarungnya.


"Boleh juga dia hingga membakar ujung bajuku! Ternyata... dia tidak mengeluarkan kekuatan terkuatnya di awal, ya? Dilihat dari sorot matanya yang tajam dan serius serta rasa semangat mengejar ilmunya tidak akan berhenti bagaimanapun caranya! Sesuai perkiraanku, dia memang anak yang menarik! Sepertinya aku tidak bisa meremehkannya lagi setelah kejadian itu. Baguslah! Dengan begini, aku akan mendapatkan pengakuan darinya dengan cepat!" Pikir Raja Kourtnef dengan tersenyum kecil.


Ravettha langsung memadatkan seluruh kekuatan dari 'Crash Fire' tersebut menjadi lima mata pedang yang panjang dan sangat tajam.


Kemampuan tersebut bernama '5 Eyes Blade Dense'.


Bekas ujung baju Raja Kourtnef yang telah terbakar justru merambat ke seluruh tubuh Raja Kourtnef dan tumbuhlah lima puluh sembilan pedang yang saling menusuk ke tubuhnya.


Untungnya ia sempat menghindarinya lagi walaupun bayangannya terkena seluruh tusukan tersebut dan menghilang.


Mengetahui kekuatan dan potensi yang hebat dari murid barunya, Raja Kourtnef langsung mengalahkannya dengan serangan fisik jarak dekat.


"Kekuatan sihirnya lumayan bagus dan masih harus dikembangkan, potensi di bidang pertarungan sudah sangat baik. Mari kita lihat kemampuan fisiknya!" Pikir Raja Kourtnef dengan menyerang Ravettha dari segala arah.


Sayangnya hal tersebut bahkan tidak berhasil menyentuh Ravettha.


Ia justru menghentikan penyerangan dari Raja Kourtnef dan memberikan penyerangan di saat celah terlihat dan kesempatan yang bagus.


Ia juga sebenarnya juga tahu jika semua penyerangannya tidak akan berguna karena ia tidak menghancurkan kemampuan pemulihan milik Raja Kourtnef.


"Walaupun serangan tadi menjadi sia-sia, setidaknya aku bisa mendapatkan hakku untuk mengambil seluruh informasi dan ilmu pengetahuan dari mereka!" Pikir Ravettha dengan sangat bersemangat.


"PROK! PROK! PROK!"


Raja Kourtnef dan keempat belas muridnya langsung bertepuk tangan di saat yang bersamaan.


"Tidak mengherankan bahwa murid pilihanku layak untuk menjadi murid baruku! Ikut aku! Akan kutunjukkan pelatihan pertama untukmu! Untuk tugas tertulisnya, kau harus meminta dari masing-masing seniormu itu! Mereka yang akan membuat soalnya dan mengecek seluruh tugasmu!" Ucap Raja Kourtnef.


"Baik, guru." Ucap Ravettha yang kembali bersemangat karena ia yakin tugas tertulisnya akan diperbolehkan untuk mencari di buku referensi.


"Asik! Aku sudah tidak sabar untuk mengikuti pelatihan pertama bersama guru dan berburu buku!" Pikir Ravettha dengan sangat bersemangat.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2