Lord Of The Secret Dimension

Lord Of The Secret Dimension
Permainan Bagi Para Pemula


__ADS_3

Setelah memakai alat yang diberikan oleh Scott, sebuah labirin tua tiba-tiba muncul dengan sendirinya.


Labirin tua tersebut dapat mengeluarkan seratus jebakan yang lebih menyakitkan.


Jebakan itu hanya akan keluar saat ada seseorang yang memasuki suatu bagian di dalam labirin tanpa adanya peringatan.


Bendera ungu sebagai penentu kelompok pemenang berada di tengah-tengah labirin.


"Aku yakin di dalam labirin ini akan ada jebakan juga, bukan? Dan lagi kita akan berhadapan dengan mereka saat diperjalanan menuju bendera ungu itu! Kita harus lebih cepat untuk mendapatkannya!" Ucap Ranson dengan berlari.


"Ya!" Ucap para murid di kelompok tiga secara bersamaan.


Untuk mempermudah permainannya, Ravettha menggunakan 'Eye Sighting' miliknya.


"Ikuti jalan ini!" Ucap Ravettha dengan menggunakan kemampuan 'Eye Sighting' miliknya yang menunjuk ke arah tenggara.


"Tapi aku yakin yang itu!" Ucap Nathan dengan menunjuk ke arah barat.


"Jalan yang mana sebenarnya? Kenapa bercabang? Ah! Kita coba saja keduanya!" Ucap Ranson yang mulai panik.


"Jangan panik dahulu! Kita harus berpikir jernih untuk menyelesaikan permainan ini!" Ucap Dalton dengan memegang pundak Ranson untuk tidak salah mengambil keputusan.


"Huh! Percayalah kepadaku mengenai arah!" Ucap Ravettha yang masih fokus dengan semua kemungkinan pergerakannya maupun musuhnya.


"Baiklah! Semoga kau benar!" Ucap Scott dengan menarik tangan Nathan untuk segera berlari ke jalan selanjutnya.


Mereka berempat mengikuti petunjuk yang diberikan oleh Ravettha dengan baik.


"Sudah 5 menit kita berlari, apakah masih jauh jarak kita dengan bendera ungu itu?" Tanya Nathan.


"Kita baru melewati 3/4 labirin ini. Persiapkan diri kalian karena kita akan bertemu kelompok 1 di perempatan jalan!" Ucap Ravettha yang masih menggunakan 'Eye Sighting' miliknya.


Sesuai perkataannya, hanya ada tiga orang dari kelompok satu yang berpapasan dengan mereka berlima.


Tiga orang itu adalah Cathy, Tom, dan Karin.


Mereka bertiga ternyata sengaja untuk menjebak anggota kelompok tiga.


"Cathy, Tom, dan Karin! Dengar dan ingat ini! Kalian bertiga harus menghentikan Nathan, Dalton, dan Ranson! Mereka bertiga adalah yang terkuat dari mereka berlima! Sisanya biarkan saja karena mereka tidak bisa apa-apa jika kekurangan anggota!" Ucap Marigold dengan tegas dan penuh percaya diri.


Karena Ravettha bisa membaca pikiran musuh tanpa menyentuh lawannya, ia menjadi sangat bersemangat setelah mengetahui informasi penting dari musuhnya tersebut.


Ia langsung mengeluarkan 'Light Shadow' dan menyerangnya dengan secepat kilat.

__ADS_1


"BLARRR!!!"


Sengatan listrik yang muncul secara tiba-tiba mengenai Cathy, Tom, dan Karin.


Karena sangat terkejut, dengan spontannya Karin mengeluarkan kekuatan pelindung airnya untuk melindunginya dan juga rekan sekelompoknya.


Sayangnya mereka bertiga justru salah langkah karena elemen listrik sangat mudah merambat pada air sehingga mereka berdua tersetrum listrik dengan daya yang lumayan kuat.


"Hei! Semuanya ikuti rute yang sudah kukirim di alat pelacak kalian itu!" Ucap Ravettha melalui telepatinya.


"B-Baik! Lalu kau bagaimana?" Tanya Nathan melalui telepatinya.


"Jangan khawatirkan aku! Aku yang akan mengurus mereka! Tenang saja aku akan tiba tepat waktu saat kalian akan mendapatkan bendera itu!" Ucap Ravettha melalui telepatinya.


Rekan sekelompoknya langsung meninggalkan Ravettha sendirian disana dan menggantikan mereka untuk bertarung.


"Arghh!!!"


Mereka berteriak dan juga menahan rasa sakitnya di saat yang bersamaan.


"Hah! Hah! Hahaha! Seranganmu boleh juga, bocah! Sayangnya itu tidak membuatku " Ucap Tom yang langsung bangkit dari serangan tersebut.


"Tentu saja! Tidak akan menyenangkan jika kalian langsung kalah, bukan?" Tanya Ravettha dengan tersenyum senang.


Karena Ravettha sedang tidak berniat untuk membunuhnya, ia hanya menusuknya di bagian perut saja.


Tom langsung mengeluarkan darah dari mulut dan perutnya.


Sementara itu, Karin dan Cathy masih pingsan karena sengatan listrik milik Ravettha.


"Ah! Menyebalkan! Kenapa mereka sangat lemah begini? Setahuku, ras iblis juga termasuk ras terkuat! Kuharap kita bisa bertanding kembali!" Ucap Ravettha dengan meninggalkan mereka bertiga yang tergeletak di tanah.


"Hm... Bagaimana kabar mereka berempat saat ini, ya?" Pikir Ravettha dengan berlari menuju rekan sekelompoknya.


Sebelum tiba di tujuan, Ravettha justru diserbu oleh kelima anggota kelompok dua.


"Hai! Kita bertemu lagi! Ini akan menjadi keberuntungan atau kesialan bagimu, ya?" Tanya Sarah dengan tersenyum liciknya.


"Ah! Lagi-lagi kau yang bertemu denganku! Apa tidak ada yang lain selain pengkhianat ini?" Tanya Ravettha dengan memancing amarah Sarah.


"A-Apa kau bilang? Pengkhianat? Siapa yang mengatakannya?" Tanya Sarah dengan amarah yang langsung meningkat.


"Hehe, berhasil!" Pikir Ravettha yang telah berhasil memancing amarah Sarah.

__ADS_1


"Kan kau yang mengatakannya barusan!" Ucap Ravettha yang mencoba untuk menguji Sarah.


Sarah yang telah terpancing amarahnya tersebut sudah tidak bisa lagi menahannya sehingga ia memilih untuk meluapkannya dengan cara melukai Ravettha sebagai penyebab masalahnya.


"Mati saja kau, dasar sialan!" Ucap Sarah dengan menyerang Ravettha menggunakan cakar harimaunya.


Sayangnya ia selalu meleset dan justru melukai rekan sekelompoknya sendiri.


"Argh! Kenapa kalian tidak membantuku? Jangan diam saja! Cepat bantu aku untuk menangkap bocah ini!" Ucap Sarah dengan sangat marah.


"Ah! Lagi-lagi aku mendengar sebutan bocah di tubuhku. Hm... Kau tahu? Kau sangat cocok untuk menjadi bonekaku, loh! Kubuat sekarang saja atau nanti, ya?" Tanya Ravettha dengan menyentuh wajah Sarah dengan tersenyum licik.


"Karena aku hari ini sedang penuh kesabaran, aku akan memberikan kalian hadiah saja! Ambillah!" Ucap Ravettha dengan mengeluarkan lima buah kupu-kupu yang memiliki sayap yang indah dan beragam warna.


Kupu-kupu tersebut terbang menghampiri kelima anggota kelompok dua dan langsung hinggap tepat di hidungnya.


Mereka yang tertarik untuk menatapnya dari dekat akan pingsan dan kehilangan kekuatan terbesarnya karena telah terserap oleh Ravettha melalui kupu-kupu perantaranya.


"Kerja bagus, kupu-kupuku! Dan terimakasih juga!" Ucap Ravettha dengan tersenyum senang.


"Huh! Urusanku kenapa akhir-akhir ini cepat sekali selesainya, ya? Sebenarnya tidak masalah bagiku, tetapi... bukankah ini terlalu mudah juga seperti sebelumnya? Aku berharap ada lawan yang lebih kuat dariku sehingga aku bisa belajar banyak darinya!" Pikir Ravettha dengan memainkan pedangnya.


Ia pun langsung bangun dan berjalan menuju rekan sekelompoknya dengan kecepatan tinggi.


Ia juga melewati jebakan yang munculnya tiba-tiba dengan sangat cepat tanpa terluka sedikitpun.


"Oh! Itu mereka! Hei, semuanya! Aku tidak telat, bukan?" Tanya Ravettha dengan tersenyum senang.


"Ya. Kau tidak telat sedetikpun, tetapi kau melewatkan pertunjukan yang seru!" Ucap Ranson yang sangat menikmati pertunjukan yang ia buat bersama yang lainnya.


"Pertunjukan? Aku sangat menyukai pertunjukan! Seharusnya kalian tunggu aku juga!" Ucap Ravettha dengan sedikit sedih.


"Hehe! Lain kali saja. Bagaimana kalau aku akan ceritakan setelah ini?" Tanya Ranson dengan wajah yang memerah.


"Hoi! Kau menyukainya, Ranson?" Tanya Dalton dengan menggoda Ranson.


"Tidak mungkin!!!" Ucap Ranson dengan sangat kesal sekaligus malu dengan rekan sekelompoknya.


"Ravettha! Berkat petunjukmu, kita bisa memenangkan permainan ini dan mengambil bendera ungunya! Kuakui kau sangat cerdas!" Ucap Nathan dengan mengacak-acak rambut Ravettha karena terlalu imut baginya.


"Itu benar!" Ucap Scott, Dalton, dan Ranson secara bersamaan.


"Terimakasih atas pujiannya!" Ucap Ravettha.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2