Lord Of The Secret Dimension

Lord Of The Secret Dimension
Raja Kegelapan


__ADS_3

Saat orang tersebut sedang berbicara, Ravettha justru mendapat sebuah pesan untuknya.


Pesan tersebut muncul seperti milik Falext.


Perbedaannya adalah, Falext berwarna biru sementara di Tower Oltorn ini berwarna kuning.


"Pengumuman: Diberitahukan kepada peserta Ravettha Toftrelnd Seinoray, untuk melaksanakan misi untuk menaiki lantai selanjutnya. Misi di lantai kesatu ini adalah mengalahkan Lucius Draco Malfoy. Hadiah dari misi ini adalah mendapatkan energi yang kembali penuh, 10.000 koin emas, 5.000 koin perak, dan pemulihan kesehatan." Bunyi pesan tersebut.


"Menarik." Pikir Ravettha.


"Hei, kau bocah! Kau dari tadi mendengarkanku tidak?!" Ucap Lucius dengan marah dan kesal.


"Jadi namamu Lucius Draco Malfoy, ya? Mari kita lihat." Ucap Ravettha dengan tersenyum licik.


"Tepat. Sepertinya kau meremehkan kekuatanku, ya?" Tanya Lucius.


"Baiklah. Kita mulai saja eksperimennya." Ucap Lucius.


Lucius memulai penyerangannya, ia menggunakan Demon Sword, yang merupakan pedang kesayangannya yang pertama.


"Kuperintahkan Demon Sword..." Ucap Lucius yang belum selesai mengucapkan perintahnya kepada pedang kesayangannya yang pertama.


"Sudah selesai membaca perintahnya?" Tanya Ravettha.


Lucius merasa marah dan kesal karena semakin lama direndahkan dan merasa terlemah oleh perkataan Ravettha.


"Kau benar-benar menganggapku lemah, ya? Akan ku buktikan kalau aku lebih kuat darimu!" Ucap Lucius dengan penuh amarah.


"Kuperintahkan Demon Sword ku untuk membunuh lawanmu yang tidak berguna itu, yaitu bocah kecil di depanku!" Ucap Lucius.


"Rasakan Demon Swordku!" Ucap Lucius.


Demon Sword miliknya langsung mengeluarkan kekuatan kegelapan terkuatnya saat diperintahkan oleh majikannya.


Seluruh kekuatan kegelapan terkumpul dari seluruh wilayah di lantai satu menjadi badai petir yang menyambar dengan kuat.


"Menakjubkan. Sayang sekali masih sangat kurang." Pikir Ravettha.


Badai petir tersebut menyambar Ravettha dengan kekuatan penuh.


Saat badai petir tersebut menyambarnya, ia menemukan Demon Sword milik Lucius yang berada tepat di depan tubuhnya.


"Nona Ravettha, mulai sekarang anda adalah majikan saya sekaligus pemilik diri saya yang berupa Demon Sword." Ucap Demon Sword tersebut.


"Bukankah ini Demon Sword milik Lucius? Pedang ini bisa berbicara?" Ucap Ravettha.


"Tentu saja, master. Saya adalah roh kegelapan yang tinggal di dalam sebuah pedang. Oleh karena itu saya bisa berbicara dengan anda." Ucap Demon Sword tersebut.


"Apa alasanmu menginginkanku menjadi majikanmu?" Tanya Ravettha.


"Saat pertama kali saya melihat anda, saya melihat tekad dan semangat yang kuat untuk meraih impian yang anda inginkan. Saya sangat yakin jika anda akan dapat mewujudkan impian anda. Kumohon terima aku sebagai pelayan anda. Kekuatan dan hidup saya berada di tangan anda, master." Ucap Demon Sword dengan penuh harap.


"Apakah hanya itu saja alasannya?" Tanya Ravettha.


"Sebenarnya, selama saya berada di bawah kekuasaan tuan Lucius, saya selalu dimanfaatkan olehnya untuk membunuh semua makhluk hidup yang masuk ke wilayahnya untuk dijadikan bahan eksperimen miliknya. Ia bahkan tidak memberikan waktu istirahat untuk memulihkan tenaga." Ucap Demon Sword dengan sedikit sedih.

__ADS_1


"Baiklah. Kesepakatan yang bagus. Mulai sekarang kau jadi milikku, Demon Sword." Ucap Ravettha.


"Tentu, master." Ucap Demon Sword dengan senang.


Lucius belum tahu akan hal tersebut.


"Pft. Sudah kubilang, bukan? Jangan pernah meremehkan kekuatan dan kemampuan milikku. Sayang sekali eksperimen ke 10989 nya gagal." Ucap Lucius dengan kesal.


Badai petir milik Lucius pun menghilang secara perlahan-lahan.


Ravettha berhasil bangkit tanpa ada luka maupun goresan sama sekali karena ia memiliki kemampuan regenerasi.


"K-Kau? Masih bisa bangun? Bagus, bagus, eksperimenku lumayan hebat." Ucap Lucius.


"Sepertinya anda kehilangan sesuatu yang berharga. Bagaimana, ya? Barang kesayanganmu sudah menjadi milikku. Bagaimana rasanya?" Tanya Ravettha.


Lucius terkejut mendengar perkataan dari Ravettha.


"Apa maksudmu?" Tanya Lucius dengan penasaran.


"Lihat ini! Dia sudah menjadi milikku loh." Ucap Ravettha dengan senyum liciknya.


Dengan cepat, ia langsung menyerang Lucius dengan 'Bloody Ice' dari jarak jauh.


'Bloody Ice' membentuk tombak yang sangat transparan tersebut mengenai jantung Lucius.


Saat tombak tersebut berhasil menusuk jantung Lucius, Ravettha mengambil seluruh kekuatan dan kemampuan yang Lucius miliki.


"Kau pikir aku akan mati seperti ini? Sungguh bodoh." Ucap Lucius dengan menarik tombak Bloody Ice milik Ravettha dengan cepat.


Lucius merasakan ada yang aneh dengan tubuhnya.


"Argh. Apa yang terjadi dengan tubuhku?" Tanya Lucius.


Dari tubuhnya tersebut, keluar bayangan hitam yang sangat besar.


Dari auranya terlihat kegelapan yang mencekam dan kemarahan yang mendalam.


Bayangan hitam tersebut menyelimuti seluruh tubuh Lucius sehingga kesadaran Lucius diambil alih oleh bayangan hitam tersebut.


"Akhirnya... Aku bisa bangun dari tidur panjangku. Sayang sekali setiap aku bangun akan ada yang nyawa berjatuhan." Ucap bayangan hitam tersebut.


"Kau tahu siapa aku, bocah kecil?" Tanya bayangan hitam tersebut dengan tersenyum licik.


"Raja Kegelapan?" Tanya Ravettha.


"Tepat sekali. Bocah kecil ini ternyata cerdas juga, ya? Karena kau sudah memabangunkanku, maka aku yang akan membunuhmu lalu memakan jiwa arwahmu. Hahaha. Akan seperti apa rasanya, ya?" Tanya Raja Kegelapan.


"Hati-hati, master. Menurut pengalamanku, Raja Kegelapan akan merasuki targetnya dan mengambil jiwa arwah lalu dimakan agar menjadi kuat. Sedikit energi dari Raja Kegelapan saja akan merasuki dan memakan jiwa korbannya dengan sangat cepat." Ucap Demon Sword.


"Baiklah. Terimakasih, Demon Sword." Ucap Ravettha.


Raja Kegelapan mulai mengeluarkan sedikit energinya untuk merasuki Ravettha.


Sebelum terlambat, Ravettha mengeluarkan 'Holy Spare Radiance'.

__ADS_1


'Holy Spare Radiance' tersebut menyebar dan mengelilingi seluruh wilayah di lantai satu tersebut dengan kekuatan yang lebih besar dari kekuatan Raja Kegelapan.


Sehingga kekuatan Raja Kegelapan menurun drastis dan menjadi sangat lemah.


"Tidak!!! Panas! Hentikan! Hentikan itu! Cepat! Atau kubunuh kau bersamaku!" Ucap Raja Kegelapan yang sangat murka.


Raja Kegelapan tersebut berlari dengan kecepatan tinggi dan ingin membunuh Ravettha langsung dengan tangannya.


"Kemari kau! Dasar bocah tidak tahu sopan santun! Jangan lari seperti pengecut!" Ucap Raja Kegelapan yang sangat murka.


Raja Kegelapan berencana ingin mencekik leher Ravettha, akan tetapi rencana tersebut sia-sia.


"Aku akan mendapatkanmu! Lalu membunuhmu!" Ucap Raja Kegelapan dengan murka.


Kekuatan Raja Kegelapan menjadi habis total karena ia paksa menggunakannya untuk membunuh Ravettha.


"Sayang sekali, kekuatanmu sudah habis. Selamat tidur kembali, Raja Kegelapan." Ucap Ravettha.


Raja Kegelapan berhasil dikalahkan oleh Ravettha.


Semua sisa kekuatan dari Raja Kegelapan telah lenyap tanpa sisa.


Yang terakhir adalah mengalahkan pemilik tubuh tersebut, yaitu Lucius Draco Malfoy.


"Uhuk. Uhuk. Uhuk."


Suara itu berasal dari Lucius yang sudah kembali sadar.


Batuknya tersebut mengeluarkan darah yang banyak tanpa berhenti.


"Sial! Aku tidak akan bisa menang melawannya lagi disaat situasiku seperti ini." Pikir Lucius.


"A-A-Aku menyerah." Ucap Lucius.


"Huh? Kau menyerah secepat itu? Yang benar saja?" Tanya Ravettha.


"Ini bukan pertama kalinya aku kalah tahu! Ini adalah yang kedua kali." Ucap Lucius.


"Kau tidak kecewa bukan setelah bertarung denganku?" Tanya Lucius.


"Yah. Kuakui kekuatanmu termasuk menakjubkan untuk ukuran yang memiliki Raja Kegelapan. Cukup memuaskan." Ucap Ravettha.


Mata Lucius menjadi berkaca-kaca setelah mendengar perkataan dari Ravettha.


"Kau kenapa lagi?" Tanya Ravettha dengan penasaran.


"Aku baru pertama kali mendapatkan pujian dari seorang bocah kecil. Sungguh lucu." Ucap Lucius.


Pesan pemberitahuan kembali muncul.


"Pemberitahuan: Selamat anda berhasil mengalahkan Lucius Draco Malfoy. Hadiah dari misi ini adalah mendapatkan energi yang kembali penuh, 10.000 koin emas, 5.000 koin perak, dan pemulihan kesehatan. Anda juga mendapatkan Demon Sword. Anda dapat menaiki lantai kedua." Bunyi pesan tersebut.


Saat pesan tersebut selesai dibaca oleh Ravettha, ia langsung dikirim ke lantai dua.


Ia pun tiba di lantai kedua.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2