
"Apa maksudmu? Bukankah kita sama-sama mengetahui kerugiannya?" Tanya Levord dengan penasaran terhadap alasan Kalvetno.
"Itu benar. Sekarang bukan waktunya menjelaskan panjang lebar, Levord! Cepat pindah ke B4!" Ucap Kalvetno dengan mendorong paksa tubuh sahabatnya.
Dengan secepat mungkin, Vicenzo membawa dua anak buah Levord yang masih cemas akan keselamatan majikannya.
Di saat masing-masing pemain memfokuskan tujuannya, persegi B3 semakin menyusut tanpa penyebab yang jelas.
"Levord! Kenapa anak buahmu ini begitu arogan?" Tanya Vicenzo dengan cukup kesal sehingga ia memutuskan untuk melempar salah satu anak buah Levord.
"Apa itu penting di saat seperti ini? Biar aku saja yang menangkap si hitam itu!" Ucap Kalvetno yang telah tiba bersama Levord di persegi B3.
Ia langsung menangkapnya, sedangkan Levord mengulurkan tangannya kepada Vicenzo dan satu anak buah lainnya.
Vicenzo yang menerima uluran tangan sahabatnya langsung menggenggam erat satu tangannya bersamaan dengan menolak kakinya hingga berjalan cepat di kemiringan yang terjal.
"Terima kasih! Tampaknya kalian berdua belum mendapatkan kejutannya?" Tanya Vicenzo dengan memperhatikan situasi di sekitarnya.
Persegi yang dipijaknya beserta persegi lainnya tetap berdiri kokoh dan saling berdekatan.
Ia tidak lagi melihat perubahan di persegi sebelumnya.
Hanya terdapat satu hal yang mengganggu perhatiannya.
Kedua pelawak ternyata masih berdiri di posisi siaganya, seperti awal permainan.
Kedua pelawak tersebut kembali melirik dalam hitungan kurang dari sedetik.
Sementara Kalvetno dan Levord melihat hal yang sama melalui kempat mata kepalanya sendiri.
Terlihat dengan jelas bahwa kemunculan dua jalur bertanda kuning telah berpusat dari B3.
Jalur pertama menuntunnya ke arah A4 dan berakhir di A5, sedangkan jalur kedua akan menuntunnya langsung menuju C4.
Mengetahui akan hal tersebut, membuat Kalvetno dan Levord sama sekali tidak mengetahui bahwa apa yang mereka temui hanyalah keuntungan umum yang sangat mudah ditemui oleh pemain lainnya.
"K-Kal-Kalvetno? Apa kau melihat urutan garis bertanda kuning? Mereka menunjuk ke dua arah!" Ucap Levord yang masih tidak mengerti mengapa mereka menunjukkannya dengan semudah itu.
"Ya! Hasil pengamatan bahkan tidak memiliki informasi tentang ini!" Ucap Kalvetno dengan sedikit terkejut.
"Ikuti aku! Kita akan menuju C4!" Ucap Vicenzo yang berusaha mencari jalan keluar.
__ADS_1
Di saat seperti ini, Levord justru kehilangan pusat pikirannya.
Sebagai sahabatnya, Kalvetno memberikan dukungan yang lebih mudah dipahami oleh Levord.
"Levord...! Apa yang akan kau lakukan setelah permainan ini selesai?" Tanya Kalvetno dengan membuka pembicaraan yang baru.
Ia sangat yakin bahwa pertanyaannya tidak akan dijelaskan lebih detail, melainkan hanya sesingkat mungkin.
Dibandingkan membuat harapan tentang keberhasilan, ia langsung memilih cara lain agar dirinya dapat terhubung dengan sesuatu yang lebih nyata.
Tepat saat Levord ingin menjawab pertanyaan Kalvetno, Vicenzo datang dari arah belakang dan menepuk masing-masing pundaknya.
"Hei! Apa yang sedang kalian bicarakan? Lihat kedepan! Kita telah mendapatkan target penutup!" Ucap Vicenzo dengan jari telunjuknya yang menunjukkan kehadiran Sorayna.
Dirinya diam-diam kembali tersenyum senang karena apapun rintangannya akan dilalui bersama-sama dengan para sahabatnya.
Mendengar hal tersebut, Sorayna yang telah tiba di dalam persegi yang sama dengan ketiga sahabatnya menjadi marah.
"Apa yang kalian lakukan disini? Seharusnya kalian keluar dari tempat ini secepatnya!" Ucap Sorayna dengan sangat kesal.
Dirinya yang sangat kesal karena telah ikut bersusah payah memutar pikirannya justru mendapatkan pernyataan yang hanya diketahui oleh keempat sahabatnya.
"Kau masih sama seperti dahulu, Sorayna!" Ucap Kalvetno dengan tertawa kecil.
"Hm... Ngomong-ngomong apa ini?" Tanya Sorayna dengan mengurangi ekspresi terkejut yang berlebihan.
Ia yang menunjuk ke arah persegi pijakannya membuatnya dipenuhi rasa ingin tahu.
Layaknya pengunjung tanpa pengetahuan, Sorayna memberikan hampir seribu pertanyaan kepada dua sahabatnya, yaitu Levord dan Vicenzo.
"Oh tidak! Bagaimana kau bisa sebesar ini dalam waktu kurang dari semalam? Kau juga Levord! Apa ini juga peliharaanmu? Siapa namanya? Pinjamkan ia padaku, ya?" Tanya Sorayna dengan sangat antusias.
"BUGH!"
"Bisa tidak kau serius sebentar saja, Sorayna?" Tanya Kalvetno bersamaan dengan memberikan sebuah pukulan di atas kepala Sorayna.
Ia benar-benar ingin mengetahui apakah tingkat kesehatan sahabatnya juga mempengaruhi pola pikirnya.
"Seharusnya aku yang memberikan hukuman kepadamu bukan sebaliknya! Huh, baiklah! Kita telah berada di tepi arena permainan. Aku yakin kalian terus berjalan maju ke depan sampai sini. Ini sudah cukup baik! Ada dua persegi yang sangat mungkin kita gunakan. Di antara B5 dan C5, mana yang menurut kalian aman?" Tanya Sorayna dengan tersenyum senang.
"C5!" Ucap Kalvetno dan Vicenzo secara bersamaan.
__ADS_1
"B5." Ucap Levord dengan penuh ketegasan terhadap keputusannya.
"Pilihan yang bagus!" Ucap Sorayna dengan sangat bersemangat.
Ia berjalan dengan menarik calon anak buah baru Levord menuju persegi B5 dan tidak lupa juga dengan mengajak ketiga sahabatnya.
"Apa lagi yang kalian tunggu disana? Kemarilah dan kita lihat apa yang akan terjadi!" Ucap Sorayna dengan mengulurkan kedua tangannya.
"Huft! Kau masih menganggapnya seperti harapan mereka, Sorayna!" Gumam Kalvetno dengan berjalan sendiri menuju persegi B5.
Vicenzo, Levord, beserta para anak buahnya pun langsung mengikuti perkataan Sorayna.
Rasa kepercayaan antar anggota yang telah tertanam menjadi semakin besar.
Mereka tidak lagi didasari pandangan diri sendiri terhadap suatu masalah.
"Persiapkan diri kalian! Kita akan-...!" Ucap Sorayna dengan sangat bersemangat hingga ia belum menyelesaikan perkataannya.
Sesuai kalimat pertama Sorayna, hal yang menjadi pusat pertanyaan bagi Kalvetno ternyata memberikan kesan yang lebih menakjubkan dibandingkan apa yang pernah ia perkirakan.
Sebuah persegi yang dipijaknya langsung memantulkan tekanan di atasnya.
Sorayna, Kalvetno, Vicenzo, Levord, dan kedua anak buahnya terlempar hingga keluar dari dinding pembatas yang telah ditetapkan sebelumnya.
Beragam reaksi muncul dengan sendirinya dan hal tersebut juga membuat keenam pemain merasa sedikit terhibur.
Teriakan yang menggelora benar-benar mewarnai perjalanan mereka kali ini.
Tanpa disadari, mereka berenam sudah semakin dekat dengan pijakan baru sehingga langsung mempersiapkan pendaratannya.
"PROK! PROK! PROK!"
Suara tepuk tangan memenuhi ruangan, dimana hanya Kalvetno yang tidak mempercayai bahwa dirinya telah sepenuhnya menjadi anggota pemain terbaik.
Menyadari akan bahaya yang selanjutnya, Levord, Sorayna, dan Kalvetno berdiri dengan saling berdekatan dan melindungi satu sama lain, sedangkan Vicenzo memilih berada di barisan paling belakang setelah dua anak buah Levord.
Suara langkah kaki muncul dari arah tangga istana.
Raja dan Ratu Ocheliux menuruni satu per satu anak tangga dengan cukup cepat, lalu bertepuk tangan lagi setelah turun dari tangga istana.
"Selamat! Selamat! Kuucapkan sekali lagi. Selamat atas keberhasilannya, Tuan Kalvetno Heinry Dalfatch, Tuan Levord Vanschtexion Aieralef, Tuan Vicenzo Cedric Gervais, dan Nona Sorayna Eucaston Geoverra! Untuk kalian yang telah menjadi milik keempat pemain ini, kami persilahkan memilih jalannya sendiri!" Ucap Ratu Arcesfia dengan tersenyum senang.
__ADS_1
"Kalian telah menunjukkan seberapa layak untuk mendapatkan apa yang kalian impikan. Oleh karena itu, seperti yang telah kita janjikan sebelumnya, kalian kuizinkan menggunakan kunci istimewa kami dan pergi menemui sahabat terdekat kalian! Lougerca!" Ucap Raja Ocheliux dengan memanggil pengurus kepercayaannya.
BERSAMBUNG