
Rencouff dan Ravettha telah menghancurkan sebagian besar 'Shark Boot Camp'.
Jauh dari lokasi penghancurannya, mereka hanya perlu menunggu di 'Void Room' milik Ravettha.
"Oh, jadi mereka menyeimbangkan alamnya lagi?" Tanya Ravettha melihat kondisi di luar.
Sebuah kondisi itu masih didominasi dengan kekacauan yang telah dibuat mereka berdua.
"Hoam! 'Void Room' sesuai untuk tempat tidur siangku. Apa mereka telah meningkatkan tipe kesulitan permainannya? Akan sangat normal jika mereka membalaskan dendam." Ucap Rencouff yang baru saja bangun dari tidur singkatnya.
"Seharusnya seperti yang kau bilang, sayangnya kita juga kedatangan tamu." Ucap Ravettha menunjukkan kedatangan Raja Singa.
Perkataannya berhasil membuat sang Raja Singa dihargai keberadaannya.
Ia berjalan semakin mendekati Ravettha dan Rencouff.
Seluruh atribut di tubuhnya masih dapat dikatakan tidak tersentuh kekacauan yang telah terjadi.
"Jadi, kalian juga selamat?" Tanya Raja Singa berubah wujud ke bentuk manusianya.
"Ya, itu benar." Ucap Rencouff dan Ravettha secara bersamaan.
"Kami tidak mengerti apa yang terjadi. Saat ledakan itu muncul, banyak wilayah berubah menjadi debu. Lebih mengherankannya lagi, terdapat sebuah gelembung berukuran besar melindungi wilayah kami." Ucap Raja Singa yang kebingungan mengenai siapa yang telah melindungi kaumnya.
Mendengar informasi berharga diberikan secara gratis, Ravettha dan Rencouff akhirnya menyadari apa yang telah mereka lewatkan.
Keduanya memilih diam meskipun memiliki niat untuk melakukan penyelidikan lagi.
"Apa maumu? Sebelumnya anda berkata sebuah gelembung melindungi kalian, sementara bencana terjadi. Jika ini adalah wilayah kalian dan tidak ada yang saling berburu, apa kau berniat kami bermain denganmu?" Tanya Ravettha dengan menatap tajam kedua mata lawan bicaranya.
"Lebih tepatnya aku ingin kalian membantuku menemukan siapa yang memasang pelindungnya." Ucap Raja Singa pamit undur diri dan kembali ke halaman rumahnya.
"DING!"
"Raja Singa telah memberikan perintah. Tipe tantangan tersembunyi tingkat S. Sebagai bantuan, apakah kalian berniat menggunakan 1 petunjuk gratis?" Bunyi pesan yang kembali muncul setelah sekian lama.
"Tidak. Menggunakannya di awal hanya akan memperburuk keadaan. Kami akan mencarinya terlebih dahulu." Ucap Rencouff mengajak rekannya agar dapat menyelesaikan permainan lebih cepat.
Mereka berdua mengikuti arah pulang Raja Singa.
__ADS_1
Padang rumput yang luas menyambut kedatangannya.
Para singa masih berfokus menyiapkan diri dari bencana yang mungkin terjadi untuk kedua kalinya.
Tidak ada satupun kaum singa menginginkan kepunahan masing-masing anggotanya.
"Selamat datang, Yang Mulia." Ucap para kaumnya memberikan salam penghormatan pada rajanya.
"Dua tamu istimewa kita, mereka akan tinggal sementara disini. Perlakukan mereka sesuai cara kita!" Ucap Raja Singa menepuk kedua pundak Rencouff dan Ravettha sekaligus tersenyum bangga.
Di antara dua tamunya ini, mereka sama sekali tidak mengerti maksud senyuman tuan rumah.
Satu hal yang mereka tahu dengan pasti, yaitu tugasnya belum dikerjakan.
"Mari saya antarkan ke rumah anda, Tuan dan Nona." Ucap seorang wanita begitu mengerti apa saja yang dibutuhkan tamu terhormatnya ini.
"Siapa namamu dan juga rajamu?" Tanya Ravettha menatap dengan serius wanita tersebut.
"Namaku Duraca Fedelgard dan Yang Mulia Raja bernama Jieston Duraca." Ucap Fedelgard tersenyum kecil menggenggam cincin pernikahan di jari manisnya.
"Duraca... Apa marga keluarga kalian adalah Duraca?" Tanya Ravettha yang penasaran mengapa nama marga keluarga diletakkan di nama pertama.
Secepat mungkin ia membawa Ravettha ke dalam rumah yang telah disediakan Raja Duraca.
Meskipun rekannya ini merasa kesal, tetapi dirinya telah berhasil menggali informasi tanpa harus menimbulkan masalah.
"Jika sistem itu saja mengeluarkan tugas yang sejalan dengan keinginan sang Raja, bukankah itu berarti pihak dua guru itu tidak campur tangan? Atau... Pihak tidak diundang memanipulasi sistem ini?" Tanya Ravettha dengan menghindari seorang pun di luar mendengar percakapan mereka berdua.
"Kita akan mengetahuinya setelah tahu satu hal terpenting, yaitu ketahui tujuan mereka melakukan semua ini!" Ucap Rencouff menyimpan dua kemungkinan terbesar yang telah dipikirkan Ravettha.
Mendengar jawaban yang diberikannya, Ravettha akhirnya memahami jalan pikiran rekannya ini sedikit demi sedikit.
Baik dirinya ataupun Rencouff, tidak ada yang menginginkan membuang waktu berharganya secara sia-sia.
Mereka berjalan mengikuti peta milik Ravettha dan menghubungkannya dengan keadaan di sekitar.
"Pelindung itu tidak berbentuk bangun ruang yang lain, kecuali lingkaran ini paling berguna untuk memantulkan energi bahaya kembali ke awalnya." Ucap Ravettha memeriksa daerah yang dilalui garis pelindung.
"Disini! Perhatikan setengah lingkarannya! Dari kawasan ini ke satunya hanya berjarak 17 km, yang artinya orang itu hanyalah manusia seperti kita." Ucap Rencouff menunjukkan seberapa berpengaruhnya pelindung itu bagi sekitarnya.
__ADS_1
"Apa kau ingin mengatakan orangnya adalah pemain seperti kami?" Tanya Ravettha yang tidak percaya dengan cara pesaingnya bertahan hidup demi keamanan.
Rencouff sama sekali tidak yakin dengan jawabannya sehingga dirinya hanya terdiam dan menatap rekannya.
Mereka berdua seharusnya telah mengetahui jumlah para pemain dan segala informasi tersembunyi di balik permainan 'Shark Boot Camp' ini.
"Ravettha! Alat pemancarku menemukan orang itu di arah jam 12." Ucap Rencouff berlari sekaligus mengajak rekannya mencari tahu sumber targetnya.
"Tunggu, apa?! Kapan kau membeli alatnya?" Tanya Ravettha yang mendadak menyadari seseorang mematai dirinya dari kejauhan.
"Aku tidak membelinya, melainkan membongkar isi tas penyimpananku." Ucap Rencouff memandu di depan, sementara Ravettha mengikutinya di belakang.
Tidak begitu lama mereka berlari, sinyal merah dan keberadaan target hilang dalam sekejap.
Satu langkah Rencouff ke depan, alat pemancarnya meledak hingga rusak total.
Tidak ada yang tahu cara memperbaiki alat seperti ini.
"BRUK!"
"Sayang! Aku berhasil menemukanmu!" Ucap seorang pria yang terasa familiar di telinga Ravettha.
Suaranya benar-benar lunak dan lebih lembut dari bujukan ayah ataupun paman Ravettha.
Dibandingkan rasa senang, ada hal yang lebih menyeramkan baginya.
"Jadi dia rekan barumu saat aku tidak di sisimu, sayang? Kudengar kau membantu Ravettha ku mencari buku di perpustakaan, bekerjasama menyelesaikan 30 rintangan, dan kelima tingkat permainan 'Shark Boot Camp' ini. Aku jadi berterimakasih kau mempermudah pekerjaanku, Borend Couffel." Ucap Vicenzo tersenyum ramah sekaligus menyembunyikan kecemburuannya.
"Kau menyebut rekanku dengan 'Ravettha ku'? Siapa kau sebenarnya?" Tanya Rencouff benar-benar curiga mengetahui orang asing di hadapannya ini mengetahui semua kegiatannya.
"Dia partnerku, Vicenzo Cedric Gervais. Kurasa dia memanggilku begitu karena...!" Ucap Ravettha yang langsung teringat kehidupan pertama dan keduanya.
Belum sempat dirinya melanjutkan perkataannya, wajahnya memerah dan seluruh badannya bergetar memikirkan apa yang baru saja terlintas di kepalanya.
"Karena apa?" Tanya Rencouff menjadi begitu penasaran setelah mengetahui ada hal menarik yang perlu ia ketahui.
"Lupakan saja!" Ucap Ravettha berbalik badan dengan penuh penyesalan.
BERSAMBUNG
__ADS_1