
"Mari saya tunjukkan dimana buku kedua tersebut!" Ucap pria bertopeng tersebut.
"Baiklah." Ucap Ravettha.
Ia mengikuti pria bertopeng tersebut hingga tiba di depan perpustakaan desa Stymford.
Tibalah mereka di sebuah desa yang bernama Stymford.
Sebuah desa yang memiliki penduduk terbanyak dari seluruh desa.
Para penduduk selalu sibuk dengan rutinitasnya, baik itu bekerja, sekolah, bertani, dll.
Tidak jauh dari pintu masuk desa Stymford, terdapat sebuah perpustakaan yang berdiri tegak diseberang jalan.
Ia melihat perpustakaan tersebut sangat besar dan bertingkat sepuluh lantai.
Ravettha dan pria bertopeng memasuki perpustakaan tersebut dan mulai mencari buku kedua.
Mereka berpencar untuk mencarinya.
Terdapat banyak sekali koleksi buku yang ada disana.
Buku-buku tersebut dikelompokkan berdasarkan golongannya dan disusun dalam rak buku yang telah disediakan.
Selagi mencari buku tersebut, Ravettha menyadari sesuatu.
"Pengunjung yang datang hanya sedikit, ya?" Pikir Ravettha.
"Buku yang ada disini sangat banyak, tetapi pengunjungnya hanya sedikit. Kau tahu mengapa?" Tanya pria bertopeng yang tiba-tiba muncul dan menghampiri Ravettha.
"Kebanyakan penduduk tidak tertarik untuk membaca buku disini?" Tanya Ravettha.
"Ya. Sepertinya begitu." Ucap pria bertopeng.
"Kau sudah menemukan bukunya?" Tanya Ravettha.
"Sama sekali belum. Bagaimana dengan kau?" Tanya pria bertopeng.
"Aku juga." Ucap Ravettha.
Saat Ravettha melanjutkan pencarian buku tersebut, ia menemukan ruangan rahasia melalui salah satu buku yang telah ia sentuh sebagai kunci masuk ke dalam ruangan rahasia tersebut.
Terbukalah sebuah ruangan rahasia yang tersembunyi tersebut.
Pintu tersebut hanya dapat terbuka selama lima detik.
"Hei!" Ucap Ravettha kepada pria bertopeng tersebut.
"Ya?" Tanya pria bertopeng yang menoleh ke arah Ravettha.
"Apa kau melihatnya?" Tanya Ravettha.
"Lihat... Maksudmu pintu yang dibelakangmu?" Tanya pria bertopeng yang sedikit kebingungan.
"Benar! Pintu apa ini?" Tanya Ravettha.
__ADS_1
Sebelum pria bertopeng tersebut menjawab pertanyaan yang diberikan oleh Ravettha, pintu rahasia tersebut hampir menutup rapat.
Dengan seketika, pria bertopeng tersebut menarik tangan Ravettha dan mereka berdua memasuki pintu rahasia tersebut.
"Sepertinya aku pernah mendengar tentang ruangan ini!" Ucap pria bertopeng.
Ravettha yang mendengarnya menjadi penasaran dan sangat ingin mengetahui lebih banyak tentang ruangan ini.
Ruangan yang gelap dan dingin tersebut langsung menjadi terang dan kembali menjadi hangat.
Dilihatnya terdapat beberapa buku yang telah diikat oleh rantai dan sihir penyegel.
Buku-buku tersebut diletakkan di satu meja besar yang melingkar.
"Jangan pernah menyentuh buku yang ada disini!" Ucap pria bertopeng yang memperingati Ravettha.
"Ya... Baiklah." Ucap Ravettha.
Ravettha menggunakan 'Eye Sighting' miliknya kembali untuk mencari keberadaan buku yang ia cari tersebut.
"Ketemu!" Ucap Ravettha.
Ia melihat buku yang ia cari tersebut berada di antar buku yang terletak di atas meja tersebut.
Buku tersebut sama seperti yang lainnya, yaitu tersegel dan dirantai oleh seseorang.
Ia yang sangat penasaran tersebut memutuskan untuk menyentuh dan mengambil buku yang ia cari tersebut.
Saat ia telah menyentuh buku tersebut dengan ujung jari telunjuknya, rantai yang menyegel buku tersebut terbuka, begitupun dengan seluruh buku yang di sekitarnya.
Bayangan tersebut tiba-tiba membuka matanya dan berdiri menatap ke arah Ravettha dengan tatapan tajam yang siap membunuh.
Tatapannya yang tajam tersebut mengubah tubuhnya menjadi seorang penjaga ruangan tersebut.
Setelah tubuhnya selesai terbentuk, ia langsung mengeluarkan sebuah rantai miliknya dan memberinya kepada Ravettha.
Rantai tersebut berubah menjadi sebuah cahaya terang dan langsung memasuki saraf otak Ravettha.
Ravettha yang menyadari hal tersebut menjadi sangat terkejut dan penasaran dengan apa yang baru saja terjadi.
"Cahaya memasuki pikiranku?" Pikir Ravettha.
Seorang penjaga tersebut tersenyum senang dan mengatakan sesuatu.
"Selamat! Kau mendapatkan kemampuan 'Pusat Pengetahuan'." Ucap penjaga tersebut.
"Kemampuan 'Pusat Pengetahuan'?" Tanya Ravettha.
"Ya. Itu benar. Kemampuan itu akan berguna bagimu di masa depan. Kau sangat beruntung! Kau sedang mencari buku 'Historic Of Nether World', bukan?" Tanya penjaga tersebut.
"Benar." Ucap Ravettha.
Penjaga tersebut memberikan buku yang sedang Ravettha cari tersebut dengan tulus.
Buku tersebut masih tetap asli tanpa pemalsuan isi buku.
__ADS_1
"Terimakasih. Bolehkah saya bertanya kepada anda?" Tanya Ravettha yang dipenuhi rasa penasaran.
"Ya. Tentu saja." Ucap penjaga tersebut.
"Mengapa anda dengan mudahnya memberikan buku tersebut kepadaku, padahal anda telah ditugaskan untuk menjaganya? Apakah anda juga termasuk bawahan Tuan Zhulfarias?" Tanya Ravettha.
"Anak pintar! Kau ternyata pintar juga tanpa menggunakan kemampuan yang kuberikan tadi." Ucap penjaga tersebut.
"Kau akan menemui seseorang yang lebih kuat darimu. Semoga kau bisa berhasil selamat dari cengkeramannya. Sampai jumpa!" Ucap penjaga tersebut dengan mengeluarkan Ravettha dan pria bertopeng kembali ke dalam perpustakaan tepat di saat sebelum menemukan pintu rahasia tersebut.
Buku yang menjadi kunci untuk memasuki pintu rahasia tersebut menghilang tanpa jejak.
"Apa yang barusan dia katakan?!" Tanya pria bertopeng dengan penasaran.
"Dia memberikanku bukunya dan memperingatkan untuk berhati-hati." Ucap Ravettha.
"Ugh! Sial! Jika ia sudah mengatakan seperti itu, kita akan benar-benar bertemu hal yang sangat berbahaya!" Ucap pria bertopeng tersebut.
"Kau benar! Kau mau membantuku sampai disini saja atau sampai buku ketiga terkumpul?" Tanya Ravettha.
"Aku tidak takut dengan kematian.Jadi, Aku akan ikut denganmu!" Ucap pria bertopeng tersebut.
"Baiklah. Lalu... Dimana letak Hutan Corvette?" Tanya Ravettha.
"Hutan Corvette berada di sebelah Barat dari perpustakaan ini." Ucap pria bertopeng tersebut.
"Antarkanku kesana lagi!" Ucap Ravettha.
"Tentu." Ucap pria bertopeng tersebut yang melangkahkan kakinya keluar dari perpustakaan.
Beberapa menit kemudian, mereka tiba di sebuah gerbang pintu masuk ke dalam Hutan Corvette.
Hutan Corvette terlihat menyeramkan dari luar gerbang, sehingga tidak ada satupun penduduk yang berani mendekati Hutan Corvette tersebut.
"Hutan ini memiliki sebuah rumor yang menyeramkan. Rumor tersebut mengatakan bahwa siapapun yang memasuki hutan ini akan langsung mati ditempat karena hantu yang ada di hutan ini." Ucap pria bertopeng tersebut.
"Menarik!" Ucap Ravettha dengan tersenyum senang.
"Menarik? Kau ada benarnya! Tidak ada yang namanya hantu di dunia ini, kecuali ia hanya diberi julukan hantu pembunuh." Ucap pria bertopeng tersebut.
"Baiklah. Kalau begitu, kita masuk dan cari buku itu lalu kita keluar." Ucap Ravettha.
Ravettha mengikuti pria bertopeng tersebut dan memasuki hutan tersebut bersama-sama.
Hutan tersebut dipenuhi dengan pohon-pohon yang tinggi dan dipenuhi kabut aneh yang tiba-tiba muncul saat memasukinya.
Kabut tersebut didalamnya terkandung racun yang dapat mengganggu pernapasan.
Apabila tidak sengaja tercium, orang tersebut akan kehilangan kesadaran dan berubah menjadi sesosok monster pembunuh yang tidak mengenal lagi siapapun.
Karena Ravettha menyadari hal aneh yang akan terjadi, ia langsung memanggil pria bertopeng tersebut untuk menguji tentang kesadarannya.
"Hei! Kau baik-baik saja kan? Pakai ini! Cepat!" Ucap Ravettha dengan mengeluarkan kain penghambat racun dan memberikan oksigen kepada penggunanya.
"Terimakasih." Ucap pria bertopeng tersebut dengan membuka topengnya dan langsung memakai kain pemberian Ravettha.
__ADS_1
BERSAMBUNG