Lord Of The Secret Dimension

Lord Of The Secret Dimension
Pendiskusian Dimulai


__ADS_3

"Tunggu! Ada satu yang belum terpenuhi! Apa kalian punya ide untuk nama persatuan ini?" Tanya Raja Haxley dengan penasaran.


"Kau benar!" Ucap Scott dengan memikirkan nama yang baik bagi kelompok persatuannya.


"Bagaimana dengan 'Hascora'? Jujur saja, itu adalah nama panggilan dari kita bertiga. Apa ada nama yang bagus lagi?" Ucap Ravettha.


Seluruh ruangan menjadi sangat sunyi tanpa ada satupun yang berbicara.


"Kurasa itu jauh lebih baik daripada membuat nama yang memiliki banyak arti dari setiap hurufnya!" Ucap Raja Haxley yang langsung angkat tangan karena ia telah kehabisan nama untuk kelompok persatuan barunya tersebut.


"Kau saja sudah angkat tangan dan begitupun denganku!" Ucap Scott yang terlihat kehabisan stok ide untuk nama kelompok persatuan barunya tersebut.


"Huh! Dasar kalian ini...!" Ucap Ravettha yang heran sekaligus kesal karena ia yang bersusah payah memikirkan nama kelompok persatuan barunya.


"Baiklah! Dengarkan aku! Aku akan membuat mantra pengikat untuk menguji dan memperhatikan tingkat kesetiaan kalian kepada rencana sekaligus kelompok baru ini! Tenang saja, bukan aku yang akan mengendalikan dan mengawasi gerak-gerik kalian, tetapi mantra ini!"


Mantra pengikat tersebut akhirnya berhasil membentuk sebuah simbol yang terdiri dari perpaduan darah dan bunga.


Simbol tersebut melekat erat di telapak tangan ketiga anggota.


Karena Scott, Raja Haxley, dan Ravettha telah memiliki mantra pengikat tersebut, mereka lebih berhati-hati lagi dalam bertindak.


"Lalu apa yang akan kita lakukan selanjutnya?" Tanya Raja Haxley dengan berpura-pura tidak tahu.


"Kita harus mengumpulkan kekuatan, pasukan, dan kekuasaan! Gunakan logika kalian dan jangan sampai perasaan kita yang mengendalikan tindakan! Kalian mengerti kan maksudku?" Tanya Scott dengan memastikan pemahaman kedua rekannya.


Ravettha dan Raja Haxley mengangguk secara bersamaan.


"Bagus!" Ucap Scott.


"Baiklah! Kalau begitu, aku akan mengatur pasukan dan kekuatannya. Panggil aku jika ada yang ingin kita bicarakan!" Ucap Raja Haxley yang bangkit dari kursinya dan melangkah keluar pintu mansion milik Scott.

__ADS_1


"Aku juga masih ada yang harus dikerjakan! Sampai jumpa, Scott!" Ucap Ravettha dengan berjalan keluar.


"Ya." Ucap Scott yang masih termenung karena memikirkan sesuatu.


Sementara itu, Ravettha yang telah berhasil keluar dari mansion milik Scott secara damai tanpa gangguan langsung mengeluarkan sebuah 'Cosmos Bubble'.


'Cosmos Bubble' adalah sebuah kemampuan mengubah partikel di sekitar pengguna menjadi sebuah gelembung.


Gelembung tersebut akan melindungi penggunanya atau seseorang yang diperbolehkan memasukinya dari serangan, pengaruh kekuatan gelap, dan juga dapat digunakan sebagai pernapasan saat berada di kedalaman air, ketinggian atmosfer, maupun di ruang hampa.


"Mari kita cari kebenaran dan solusinya!" Pikir Ravettha dengan memasuki 'Cosmos Bubble'.


'Cosmos Bubble' langsung mengantarkan Ravettha ke daratan terdekat.


Daratan tersebut hanya berupa pulau kecil yang tidak berpenghuni dan dipenuhi dengan pohon-pohon kelapa.


"Kata Scott, "Tenang saja, bukan aku yang akan mengendalikan dan mengawasi gerak-gerik kalian, tetapi mantra ini!" Itu artinya simbol ini yang akan mengawasiku jika aku melakukan hal-hal yang mencurigakan dan merugikan kelompok! Tunggu sebentar! Scott memberikan mantra ini ke seluruh anggota kelompoknya termasuk dia, itu artinya selain ia tidak menginginkan pengkhianatan, ia memiliki maksud untuk mendominasiku dan anggota lainnya saat tujuannya telah terpenuhi! Mengubah tatanan dunia iblis katanya? Pft! Jujur saja hal itu bisa saja terjadi jika memiliki upaya untuk mewujudkannya!" Pikir Ravettha yang duduk di puncak pohon kelapa dan menatap ke dalam air laut.


"Aku heran saat aku mengatakan bahwa ada iblis terkuat yang sudah hilang itu kepada mereka! Mereka bahkan tidak menunjukkan ekspresi penasaran sedikitpun atau menanyakan darimana aku mendapatkan informasi itu lebih detailnya!" Pikir Ravettha yang masih menikmati air kelapa muda tersebut.


"Huh! Dasar menyebalkan!" Ucap Ravettha yang kesal karena ia menebak apa yang akan terjadi selanjutnya.


"Baiklah! Berpikir positif dan bertindak tenanglah, Ravettha! Jangan biarkan dirimu dipenuhi hal-hal buruk lagi! Rencanakan dan lakukan apa yang menurutmu baik!" Pikir Ravettha dengan menenangkan diri dan pikirannya.


Setelah menenangkan diri, ia langsung mengeluarkan sebuah buku yang akan menjadi petunjuknya.


"Ini dia buku 'Rare of Myth'! Mari kita pahami ulang dan cari maksud tersembunyi dari setiap kata!" Pikir Ravettha dengan sangat bersemangat.


"79.000 abad yang lalu, hiduplah tiga sosok iblis yang ditugaskan untuk mengatur dunia iblis. Mereka adalah Kenesis, Heilox, dan Ortiz. Awalnya mereka membangun sekaligus mengatur dunia iblis yang telah kacau balau karena adanya sebuah bencana. Mereka bertiga yang saling bekerjasama dan saling percaya satu sama lain ternyata tidak bertahan lama setelah kematian Heilox. Satu per satu diantara mereka saling membunuh dan menjatuhkan hanya untuk mendapatkan kekuatan 'Gonzalez'. Kekuatan 'Gonzalez' adalah sebuah kekuatan yang memiliki daya kapasitas tanpa terbatas. Karena telah termakan hawa nafsu yang terlalu besar, mereka berdua akhirnya mengikuti jalannya Heilox, yaitu kematian. Tamat~" Pikir Ravettha yang sedang membaca buku tersebut.


"Hm... Aneh! Apa penyebab Heilox mati? Tidak mungkin jika ia bunuh diri! Yang kutahu iblis tidak akan mati semudah itu! Jika Kenesis dan Ortiz 'Termakan hawa nafsu', itu artinya mereka telah mengalami peperangan yang sangat lama!" Pikir Ravettha dengan penuh keheranan.

__ADS_1


"Ding~!"


Sebuah pesan masuk membuyarkan dan mengalihkan apa yang telah Ravettha pikirkan.


Pesan yang ia terima lebih berbeda daripada pesan-pesan sebelumnya yang pernah ia terima.


Pesan tersebut lebih ke arah instruksi dan juga disertai ancaman yang tidak diketahui darimana asalnya.


"Pesan?" Tanya Ravettha dengan penuh penasaran dan membuka pesan tersebut.


"Akhirnya aku bisa menatap dan merasakan keberadaanmu, utusanku! Kemari dan ikuti aku! Aku akan menunjukkan apa yang sedang kau inginkan." Bunyi isi pesan tersebut.


"Apa? Siapa kau? Langsung saja katakan apa yang kau inginkan!" Ucap Ravettha yang menyadari bahwa pesan tersebut akan merugikannya di masa depan.


"Siapa aku? Kau tidak perlu tahu karena aku... Berada di belakangmu." Bunyi pesan tersebut.


"Belakangku? Itu artinya, jika aku langsung menghadapnya maka ia akan langsung menghilang!" Pikir Ravettha.


"Di belakangku?" Tanya Ravettha dengan melirik ke belakang tubuhnya.


Saat Ravettha melirik ke belakang tubuhnya, ia justru melihat sebuah aura hitam yang mengarah cepat menujunya seakan ingin menyerangnya.


Dengan spontannya, ia langsung menghindari serangan tersebut dengan sangat cepat.


Walaupun berhasil menghindari serangan tersebut, ia justru tidak bisa melihat keberadaan sosok yang melemparkan serangannya kepadaku karena tidak ada siapapun kecuali dirinya sendiri.


"Yang benar saja!" Pikir Ravettha yang menjadi sangat bersemangat untuk memulai penjelajahannya.


"Apa kau mencari ini?" Tanya seseorang dengan memunculkan aura hitam yang menyerang Ravettha.


"Aku tahu kau bersembunyi! Jangan bilang kau suka bermain petak umpet!" Ucap Ravettha dengan menggunakan kemampuan 'Eye Sight' miliknya.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2