Lord Of The Secret Dimension

Lord Of The Secret Dimension
Sang Pengambil Alih Keuntungan


__ADS_3

Tepat saat pedang tersebut meleset jauh ke tanaman liar yang ukurannya lumayan besar, Kalvetno, Sorayna, dan Levord langsung dibuat kebingungan dan curiga di saat yang bersamaan terhadap target utama pedang tersebut.


"Hei! Vicenzo! Bagaimana kau bisa datang k-...?" Tanya Kalvetno yang belum selesai mengajukan puluhan pertanyaan yang ada di benaknya.


"Apa? Kau mau bertanya tentang keberadaanku disini? Sebaiknya kau bertanya ke anak ini terlebih dahulu!" Ucap Vicenzo dengan nada yang penuh mengintimidasi sekaligus kaki kirinya yang menendang seorang anak buah Namiya dengan sangat kuat hingga menggelinding seperti bola dan akhirnya menabrak sebuah pohon berbatang keras yang berdiri kokoh di dekat Sorayna.


"Anak? Siapa yang kau maksud, Vicenzo?!" Tanya Kalvetno dengan mencari-cari seseorang anak kecil di sekitar mereka, sayangnya ia tidak berhasil menemukannya.


"Berhentilah berpura-pura bodoh di depanku, Kalvetno! Tingkahmu menjadi sangat menjijikkan!" Ucap Sorayna dengan menarik telinga kanan Kalvetno dengan lumayan kuat.


"Hiks! Lagi-lagi aku yang menjadi korban nenek lampir ini, padahal aku benar-benar tidak tahu!" Gumam Kalvetno dengan sangat kesal.


"Ho...! Kau baru saja menyebutku dengan 'Nenek Lampir', bukan? Itu artinya kau setuju jika aku menganggapmu benar-benar tidak berpengetahuan. FUFUFU...!" Ucap Sorayna dengan tersenyum jahatnya.


Bawahan Namiya yang tidak berhasil menghindari serangan Vicenzo hanya merasakan bahwa arah target pedang dan tindakannya tersebut bukanlah untuk menghabisi nyawanya, tetapi sebagai jebakan baru yang sedang disiapkannya.


"Berhentilah memandangku dengan tatapan yang meremehkan itu! Kau akan menyesal karena telah menganggapku begitu bodoh!" Ucap bawahan Namiya dengan menyeringai lebar.


"Apakah aku terdengar sedang meremehkan kemampuanmu? Kurasa aku tidak akan menyesalinya?" Tanya Vicenzo dengan memberikan perintah tersembunyi kepada pedang miliknya yang masih tertancap di rok panjang musuhnya.


"Rencana apa yang sedang kau buat dibelakangku? Aku sangat menantikannya, loh~!" Ucap bawahan Namiya dengan tersenyum sekaligus menggenggam erat pedang milik Vicenzo yang ia ambil alih dari jangkauannya.


"Ah! Lihat ini! Kau juga bisa melihat pedangmu menjadi milikku, bukan? Nikmatilah pemandangan ini, sementara aku akan menghabisi para pengganggu itu secara perlahan!" Ucap bawahan Namiya dengan berjalan menghampiri ketiga sahabat Vicenzo yang sedang berada di sekitar zona amannya.


"CLING!"


Sebuah portal muncul di sebelah kanan bawahan Namiya yang hanya berjarak 1 m.

__ADS_1


Hal tersebut adalah salah satu keuntungan terbesar yang ia miliki pada saat ini.


"Saat aku selesai menyelesaikan misi ini, aku harus berterimakasih kepada nyonya majikanku yang telah menyediakan portal darurat ini!" Pikir bawahan Namiya dengan menyembunyikan senyuman liciknya.


"Sampai jumpa dan terimakasih atas bantuannya!" Ucap bawahan Namiya dengan membawa Vicenzo secara paksa ke dalam portalnya.


Portal tersebut langsung tertutup dalam hitungan kurang dari sedetik dan langsung mengirimnya ke suatu tempat.


"Levord! Sorayna! Apa kalian membiarkan mereka pergi begitu saja? Kita membutuhkan Vicenzo sebagai alat navigasi kita!" Ucap Kalvetno yang mulai menunjukkan ekspresi kecewanya karena melihat kedua sahabatnya hanya memberikan respon dinginnya.


"Kata siapa kita membiarkannya secara percuma-cuma? Ingat ini baik-baik, para sahabatku! Tidak ada yang gratis di dunia manapun kalian berada!" Ucap Sorayna dengan merangkul Kalvetno dan Levord secara bersamaan.


Terdengar sangat menyakitkan bagi Kalvetno, tetapi jauh di dalam dirinya merasakan bahwa perkataan Sorayna sangatlah benar.


Meskipun dirinya tidak pernah akur dengan salah satu sahabat perempuannya, menurutnya Sorayna juga termasuk sahabat terbaik yang langka untuk didapatkan.


"Jadi... Yang tadi itu hanyalah perangkap?" Tanya Kalvetno yang mulai ikut senang dan menaruh harapan bahwa perkataan yang telah dikatakannya akan menjadi kenyataan.


"Apakah itu berarti musuh kita telah berpikir bahwa portal itu adalah portal darurat dari rekan persekutuannya?" Tanya Kalvetno dengan menyimpulkan penjelasan yang diberikan oleh Levord.


"Tepat! Yang perlu kita lakukan sekarang hanyalah mempercayakannya pada Vicenzo untuk sementara waktu ini." Ucap Sorayna.


Sementara itu, Vicenzo yang datang sebagai sandera sedang di dampingi oleh bawahan Namiya.


Mereka akhirnya berhasil tiba di sebuah markas gelap milik Namiya.


"Sesuai kesepakatan! Kita akan mendapatkan keuntungan yang besar setelah ini. Maelvexa! Kurung dia di jeruji besi!" Ucap Namiya dengan sangat tegas terhadap anak buahnya.

__ADS_1


"Laksanakan!" Ucap Maelvexa, sang Bawahan Namiya.


Vicenzo yang kedua tangannya akan dipakaikan alat pengekang modern langsung menendang wajah dan berhasil mematahkan kedua tulang lengan Maelvexa secara bersamaan.


"Pft! Oh tidak! Aku punya tangan baru!" Ucap Maelvexa dengan menyeringai sekaligus menunjukkan bahwa kedua lengannya yang patah kembali pulih disertai alat bantu teknologi robot yang dapat memperkuat hasil serangannya.


"Kuakui bahwa tubuhmu semakin kebal, lalu bagaimana dengan yang ini?" Tanya Vicenzo dengan mengeluarkan kemampuan terapan 'Blight Magma' miliknya.


'Blight Magma' adalah salah satu kemampuan terapan yang berguna dalam menghancurkan dan memanipulasi seluruh pihak teknologi agar berada di bawah kendali sang penggunanya.


Meskipun Vicenzo hanya menggunakan sedikit kekuatannya, ia dapat dengan mudahnya membawa kembali Namiya dan anak buahnya ke 'Igbonefo Stardust' dan menjadikan kedua penjahat tersebut sebagai tawanan barunya.


"M-Mengapa kau masih bersikeras melakukan semua ini? Kau melupakan semua jati dirimu dan memulai hal yang baru? Sungguh menggelikan!" Ucap Namiya dengan berjalan ke belakang selangkah demi selangkah.


"Ya, ya, ya. Anggap saja menggelikan seperti itu dan satu hal lagi... Jadilah para anggota baruku!" Ucap Vicenzo dengan mengambil alih seluruh markas, tenaga kerja, wirausaha bisnis, beserta propertinya.


Tidak lupa juga dengan memberikan hukuman yang berat kepada Namiya dan para anak buahnya.


Namiya yang hanya berperan sebagai agen rahasia benar-benar tidak menyangka bahwa target misinya kali ini adalah seorang yang sangat berbahaya melebihi para senior-senior dan tokoh yang paling dikaguminya.


"Sialan! Dasar anak buah tidak berguna!" Ucap Namiya dengan berteriak kencang.


Maelvexa hanya bisa terdiam dan meratapi keputus asaannya karena telah mengecewakan sang Majikannya.


Dirinya sangat merasa tersakiti atas apa yang telah dialaminya, meskipun ia telah berusaha semaksimal mungkin agar dapat menyenangkan hati sang Majikan.


"Sudah puas berteriaknya? Kalian berdua hanya bisa menghabiskan waktu untuk hal yang tidak berguna!" Ucap Vicenzo dengan membuka portal miliknya menuju 'Igbonefo Stardust'.

__ADS_1


Portal tersebut langsung terbuka dan mereka kembali dengan masing-masing kegiatannya, sedangkan Vicenzo datang dengan sedikit tersenyum setelah melihat ketiga sahabatnya masih setia menunggu di tempat yang sama.


BERSAMBUNG


__ADS_2