
"Jangan katakan bahwa kau bermaksud memakai sumber daya para mainanku, Scott! Kau tahu tidak berapa berharganya mereka? Mereka sepadan dengan 100 tahun mengumpulkan koleksi benda klasikku!" Ucap Nathan dengan memukul meja kerjanya dengan kedua telapak tangannya lalu tangan yang menunjuk ke arah suatu ruangan yang khusus berisi seluruh koleksi benda klasiknya.
"Apa mereka yang kau maksud dengan mainanmu?" Tanya Raja Kourtnef dengan tangan yang menunjuk ke para sandera yang berada di dalam 'Extroyal Froth'.
Nathan hanya bisa terdiam sejenak dan memilih untuk tidak menjawab pertanyaan tersebut.
"Ya, mereka semua yang ada di dalam sana adalah mainannya." Ucap Scott dengan menggantikan jawaban Nathan.
"Sebenarnya itu ide yang bagus. Jika bisa, kita hanya perlu menggunakan maksimal 25% dari sumber daya kekuatan yang kita miliki. Sisanya berasal dari isi salinan file itu saja. Bukankah akan jadi lebih kuat?" Tanya Raja Haxley dengan mencoba untuk memberi sebuah saran.
"Itu maksudku! Kau bisa membuatnya, bukan?" Tanya Scott dengan berusaha membujuk Nathan.
"Baik! Jangan salahkan aku jika percobaan ini gagal!" Ucap Nathan yang menyerah jika dia harus berdebat dengan Scott karena ia tahu bahwa semua itu tidak akan berhasil.
"Bagus! Ayo kita bekerja!" Ucap Scott dengan sangat bersemangat.
"Aku disini hanya mengawasi saja! Bersenang-senanglah!" Ucap Raja Kourtnef dengan membuka layar hologramnya untuk mencari beberapa benda di Pasar Internasional yang telah dipesan oleh Ravettha sebelumnya.
"Hm... Dia memintaku untuk mencari tiga benda saja? Tunggu apa tadi nama ketiga benda itu? 'Red Paper', 'Green Paper', 'Cyan Paper'... Apa-apaan ini? Dia sungguh memintaku hanya untuk mencari 3 lembar kertas? Bukankah sudah cukup dengan 3 lembar kertas putih biasa? Ah! Sudahlah! Lagipula bukan urusanku untuk memikirkan alasannya." Ucap Raja Kourtnef dengan menekan tombol 'Beli' tanpa memikirkan harganya maupun kegunaannya.
"Bagus! Sudah dapat ketiga bendanya! Kurasa ketiga benda ini sangat penting baginya." Pikir Raja Kourtnef.
"Mereka masih lama, ya? Lebih baik aku melatih diriku lagi." Gumam Raja Kourtnef dengan melirik Nathan dan Scott yang sedang melakukan percobaannya, lalu ia memutuskan untuk memulai pelatihan mandirinya.
__ADS_1
Sementara itu, Raja Haxley hanya ikut memperhatikan cara kerja Nathan dan Scott dari dekat.
"Jika anda tidak ingin membantu, berdirilah 5 meter dari kami! Itu akan sangat bagus daripada mendapatkan gangguan." Ucap Nathan yang sedang sibuk memulai percobaannya.
"Terimakasih sudah memperbolehkanku memperhatikan cara kerjanya, Scott dan Nathan!" Ucap Raja Haxley dengan tersenyum senang.
Tiga jam kemudian, Nathan dan Scott telah selesai mengerjakan proyek percobaannya.
Sedangkan Raja Haxley yang telah selesai mengamati cara kerja percobaan tersebut dari awal hingga akhir menjadi sangat bergembira.
"Sudah kukatakan, bukan? Percobaan kali ini akan sukses besar." Ucap Scott dengan mengingatkan Nathan yang sebelumnya hampir pesimis.
"PROK!"
Nathan yang mendengarkan perkataan Scott tersebut langsung menyadari sebuah kalimat kunci yang dapat dijadikan motivasi bagi dirinya.
"I-I-Iya. Bisakah kau melepaskannya sekarang? Aku bisa-bisa kehabisan napas nih!" Ucap Scott dengan mencoba melepaskan diri dari pelukan Nathan.
"Aku tidak mengerti maksud yang barusan Nathan katakan. Bisakah kalian jelaskan maksudnya?" Tanya Irene dengan penuh penasaran.
"Aku akan memberikan satu contoh yang simpel. Setiap orang memiliki daya ciptanya sendiri. Hanya saja mereka terbagi menjadi dua bagian. Kelompok pertama adalah orang-orang yang selalu menggunakan daya ciptanya untuk membantu banyak hal di dunianya. Sedangkan kelompok kedua adalah orang-orang yang belum terbiasa menggunakan daya ciptanya dengan berbagai alasan. Salah satu kegunaan dari daya cipta adalah meningkatkan kepercayaan diri. Seperti yang Nathan katakan bahwa keberhasilan berasal dari apa yang kau yakini. Jika kau yakin bahwa dirimu akan mendapatkan apa yang kau inginkan, maka kau akan mendapatkannya. Begitupun sebaliknya karena semuanya bergantung pada keputusan yang ada pada dirimu sendiri." Ucap Blacky yang telah memahami maksud dari perkataan Nathan dan mencoba untuk menjelaskan apa yang baru saja ia pahami.
"Oh! Ternyata begitu! Aku mengerti sekarang! Terimakasih, Blacky manisku!" Ucap Irene yang sangat senang.
__ADS_1
"Pft! Irene! Sepertinya kau harus banyak membaca dan berlatih lagi! Jika aku jadi kau, aku akan malu karena bawahanku lebih cerdas dariku." Bisik Joeyladh yang sengaja menguji kesabaran rekannya.
"Huh! Jika tidak ada Tuan Besar, mungkin aku sudah menghilangkan suaramu yang berisik itu!" Ucap Irene dengan menahan amarahnya agar tidak meledak di hadapan majikannya.
"Hoho...! Benarkah? Aku ragu kau akan melakukannya karena kau tidak mungkin bisa menyentuhku selama kita berada di sekitar Tuan Besar." Ucap Joeyladh yang masih tetap menguji kesabaran rekannya.
"Sudah-sudah! Lalu bagaimana hasilnya? Kalian berhasil?" Tanya Raja Kourtnef dengan menghampiri Nathan dan Scott.
"Ya. Nama hasil percobaan ini adalah CLO168 atau bisa kita sebut sebagai 'Scotply'. Nama itu diambil dari panggilan nama 'Scott' dan penggabungan dari kata kerja 'Apply'. Aku telah menyalin semua kekuatan, kemampuan, dan kecerdasan buatan yang berasal dari Dewa Iblis dan Scott. Aku juga telah menambahkan kekuatan cadangan dari para mainanku kedalamnya sebagai bentuk pertahanan terakhir sebelum meledakkan dirinya saat benar-benar terancam." Ucap Nathan dengan menunjukkan laporan data dari hasil percobaan kepada gurunya, Raja Haxley, Scott, Joeyladh, Irene, dan Blacky.
"Sungguh mengagumkan! Aku baru tahu kemampuan yang kau sembunyikan dariku ini sangatlah hebat!" Ucap Raja Kourtnef yang sedang terkejut sekaligus bangga dengan pencapaian dan bakat yang dimiliki muridnya.
"Kalau begitu tunggu apa lagi? Ayo kita pergi menolong muridku! Dia sedang butuh bantuan!" Ucap Raja Kourtnef dengan sangat khawatir sekaligus bersemangat untuk menyelamatkan muridnya.
Ia langsung mulai memimpin perjalanan.
"Tentu. Akan lebih baik jika kita pergi bersama." Ucap Raja Haxley.
"Tunggu sebentar! Kita sudah menghabiskan waktu selama 3 jam disini hanya untuk membuat 'Scotply'. Mungkin saja Ravettha sedang sangat kelelahan dan membutuhkan pertolongan kita. Oleh karena itu, bagaimana jika kita menguji hasil percobaan ini? Dia sudah kurancang untuk dapat memindahkan tempat dan kembali ke waktu yang kita inginkan melalui kemampuan yang berasal dari Dewa Iblis." Ucap Nathan.
"Kau ada benarnya juga! Kalau begitu, mari kita coba!" Ucap Raja Kourtnef yang langsung menyetujui pendapat Nathan, begitupun yang lainnya.
"Scott! Gunakan pengendali waktumu sekarang juga untuk kembali ke 3 jam yang lalu dan bawa kami semua ke tempat Ravettha berada." Ucap Nathan dengan memberikan tugas pertamanya kepada 'Scotply'.
__ADS_1
"Baik. Perintah diterima!" Ucap 'Scotply' dengan mengeluarkan kemampuan 'Times Decline'.
BERSAMBUNG