Lord Of The Secret Dimension

Lord Of The Secret Dimension
Temuan Yang Mengesankan


__ADS_3

“Aku tidak mengerti yang barusan kau katakan-...!” Ucap Kalvetno yang belum selesai mengucapkan perkataannya karena ucapannya telah terpotong oleh Vicenzo.


“Akan kujelaskan sekali lagi! Tepat saat kita memasuki wilayah ini, perbedaan aura antara tempat ini dengan markas kita sangat tidak stabil. Jika kita perhatikan hasil analisa yang dikeluarkan alat ini, dapat disimpulkan bahwa apa yang telah terjadi disini sangat erat hubungannya dengan para pendahulu ‘Bulnouf’.” Ucap Vicenzo dengan menunjukkan hasil analisa melalui layar hologramnya.


“Apa maksudmu dari ‘tidak stabil’ itu adalah tindakan pihak tidak bertanggung jawab?” Tanya Levord dengan menatap tajam mata Vicenzo.


Tatapan tajamnya seolah mengatakan bahwa dirinya tidak setuju dengan jalan pikiran temannya tersebut.


“Ya. Itu adalah kebenaran sekaligus kenyataan pahitnya.” Ucap Vicenzo yang menghela napas karena baginya, akan sangat merugikan jika dirinya mengatakan kebohongan demi menutupi kebenaran semata yang dimana nilainya tidak sebanding dengan jumlah persentase keuntungan jangka panjangnya.


“Singkatnya, jiwa kami perlahan-lahan tertidur dan digantikan dengan sihir kutukan yang telah diciptakan sejak berberapa ratus tahun yang lalu begitu?” Tanya Kalvetno yang mulai memahami seluruh informasi yang telah ia kumpulkan.


“Tepat!” Ucap Vicenzo dengan tersenyum puas.


“Sudahi pembicaraan kalian dan jangan berharap mencari tahu pelaku itu! Kita masih punya target yang harus dicapai! Lagipula mereka akan membahayakan kita jika terlalu ikut campur urusan mereka, bukan?” Tanya Sorayna dengan terlihat sangat emosional.


Seluruh perkataannya yang terdengar seperti perintah membuat Kalvetno harus menghentikan rasa ingin tahunya yang semakin meningkat tersebut.


“Vicenzo! Karena kau yang terlihat lebih mengetahui rute perjalanan ini, bagaimana jika kau yang memandu kami lagi? Dengan begitu, tujuan akan cepat tercapai.” Ucap Kalvetno dengan tersenyum ramah.


Ukiran senyumnya yang ramah serta sikapnya yang berubah drastis justru tidak dipermasalahkan oleh ketiga temannya.


Mereka hanya berjalan mengikuti peta yang dimiliki, menyusuri pedalaman ‘Foretialst’, dan melewati terjalnya batuan kristal di sekitar pintu keluar ‘Gialdtuf’.


Perjalanan terasa sangat menyenangkan bagi satu sama lain.


Tawa, sedih, lelucon, kejahilan, dan penderitaan yang dialami mereka selama menjelajah tidak meruntuhkan kepercayaan, semangat tolong menolong, dan keberanian yang telah dibangun bersama-sama.


Meskipun sudah berada di tengah perjalanan, cara dan informasi yang dibutuhkan sangat tidak mencukupi pertukaran yang mereka inginkan.


“Hm... Kurasa kita masih butuh kendaraan menuju kesana?” Tanya Vicenzo yang terkejut sekaligus menunjukkan gestur tubuh yang tenang.


Ia yang bersikap tenang memanfaatkan sedikit waktunya agar dapat mencari tahu jalan keluar dan memutuskan untuk segera membicarakannya bersama ketiga temannya.

__ADS_1


“Apa?! Persiapan yang kita lakukan sebelumnya masih tidak cukup? Kita telah membawa banyak hal dan mereka jadi tidak berguna, kau tahu?” Tanya Kalvetno yang benar-benar tidak menyangka bahwa waktu yang ia pakai untuk rencana memuaskan rasa ketertarikannya menjadi terkuras habis.


“Dengarkan saja pemandu terpecaya kita ini, lagipula kita juga tidak membantu banyak hal dalam persiapan kali ini!” Bisik Levord dengan merangkul leher Kalvetno yang bertujuan agar pembicaraannya menjadi rahasia dan tidak terdengar ke telinga Vicenzo.


Kalvetno yang mendengarnya hanya dapat berdiam diri merenungi tindakannya yang impulsif dan terkesan ceroboh tersebut.


Sementara itu, di pedalaman ‘Foretialst’ yang hanya berjarak 150 m dari tempat Vicenzo, Kalvetno, dan Levord, disana terdapat Sorayna yang masih sibuk dengan kegiatannya sedang berlari dengan kecepatan maksimalnya.


Terlihat sangat jelas bahwa terdapat sesuatu yang telah membuatnya ketakutan setengah mati.


“Kakak! Jauhkan aku dari hewan menjijikkan ini! Aku janji tidak akan jadi adik yang keras kepala lagi!” Teriak Sorayna dengan sangat kesal karena ia melakukan hal yang memalukan di depan para temannya.


Meskipun memalukan, dirinya yang merasa terpojok hanya dapat menyerah dengan minimnya harapan.


“PFT! Ada apa denganmu, Sorayna? HAHAHAHA! Ah! Kau melupakan ini!” Ucap Kalvetno yang melihat seekor bayi berlapis kristal di seluruh tubuhnya dan langsung memberikannya kepada Sorayna yang sedang berusaha memanjat tebing batuan kristal.


“Singkirkan hewan itu dariku!” Teriak Sorayna dengan memasang ekspresi yang penuh kebencian.


“Mama!”


Suara yang lembut menggema hingga ke telinga Sorayna.


Wajah polos yang dipenuhi senyum, tawa, dan keceriaan tersebut membuat perhatian Vicenzo, Kalvetno, dan Levord teralihkan.


“Woah! Dia memanggilku ibunya!” Ucap Kalvetno dengan penuh kepercayaan diri dan meghilangkan nama ‘Sorayna Eucaston Geoverra’ dalam kamusnya.


“Hewan apa lagi yang akan datang setelah ini?” Tanya Vicenzo yang ditemani Levord dalam menjalankan pengamatan daruratnya.


“Vicenzo! Ukuran tubuhnya saja lumayan besar dibandingkan bayi hewan lainnya!” Ucap Levord dengan menatap tajam bagian-bagian tubuh bayi tersebut.


“Tidak. Menurutku, ukuran bayi ini adalah yang paling terkecil di antara para bayi hewan ‘Fociant’. Yang membuatku penasaran adalah mengapa sayap, cakar, dan taringnya sudah berfungsi dengan baik! Tidak mungkin bayi yang baru dilahirkan sudah bisa terbang hingga membuat Sorayna berlari sekencang i-...!” Ucap Vicenzo yang belum selesai mengucapkan perkataannya karena sedikit terkejut saat sang Bayi merentangkan sayapnya dengan disertai gertakan gigi-gigi yang tajam kepada dirinya dan juga kedua temannya.


“GROARRR!!!”

__ADS_1


"...itu!" Ucap Vicenzo.


Sang Bayi tidak membutuhkan waktu yang lama untuk beradaptasi dengan lingkungannya sehingga ia hampir tidak merasakan kesulitan dalam menutup, membuka, dan terbang menggunakan sayapnya yang lebih luas dari tubuhnya.


Ia langsung terbang seperti hembusan angin yang tidak terlalu cepat.


“Apa-apaan mereka bertiga disana? Hei, kalian! Bantu aku jauhkan dari hewan pengganggu itu!” Teriak Sorayna dengan dipenuhi rasa kesal karena melihat ketiga temannya yang telah terpikat oleh wajah polos musuh kecil tersebut.


“TAP!”


“Mama!” Ucap sang Bayi dengan memeluk erat tubuh Sorayna dengan menggunakan sayapnya.


Pelukannya yang melalui sayap tersebut membuat seluruh tubuh Sorayna menjadi tidak nyaman sehingga ia memaksanya agar menuruti seluruh perintahnya.


“Huh! Benar-benar menyebalkan!” Pikir Sorayna dengan sedikit menyeringai.


“Mulai sekarang, namamu adalah Ezcha!” Ucap Sorayna dengan mulai memberanikan diri untuk membelai kepala Ezcha.


Saat tangannya hampir menyentuh kepala Ezcha, ia justru melihat Ezcha tersenyum senang dan berkali-kali memanggil nama Sorayna.


“Baiklah, Ezcha kecil...! Apakah kau bisa mengeluarkan sihir? Lihat dan perhatikan seperti ini!” Ucap Sorayna dengan mengeluarkan permainan berbagai bentuk benda dari elemen utamanya, yaitu ‘Darkness’.


“Mama, ghegrooo!” Ucap Ezcha dengan menganggukkan kepalanya secepat yang ia bisa.


Ia mengeluarkan sihirnya melalui mulutnya terlalu banyak membuat Sorayna harus menghentikan pembuktian Ezcha bahwa ia layak mendapatkan kasih sayang Sorayna.


“Ya! Kerja bagus! Mulai sekarang kau menjadi asistenku!” Ucap Sorayna.


Mendengar hal tersebut, Ezcha melompat-lompat kegirangan hingga terbang mengelilingi tubuh Sorayna.


“Sungguh di luar dugaan! Kupikir dia akan menunjukkan ‘6 Mains Essential’, ternyata tidak! Aku tidak habis pikir mengapa hubungan anak dan induk itu menarik! Tunggu! Jika aku menemukannya, lalu dimana induk dan keluarganya? Bukankah mereka hidup berkelompok?” Pikir Sorayna dengan berjalan menghampiri ketiga temannya, sedangkan Ezcha bersinggah di pundak Sorayna bersamaan dengan ekornya yang melingkari leher seakan tidak ingin kehilangan kontak dengan ibunya.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2